Mafia Hot Duda

Mafia Hot Duda
Kata Siapa?


__ADS_3

"Maaf Mom, William tidak bisa jauh dari Angelica." Jawab William.


"Baiklah kamu tinggal di sini dan lakukan terhadap Angelica sepuasnya.'' Ucap Mommy Monika sambil membuka matanya kemudian menatap William dengan tatapan kesal.


Semua terkejut dengan apa yang dikatakan Mommy Monika kecuali William karena William sangat senang tidak lagi dipisahkan deng8an Angelica.


"Terima kasih Mom." Jawab William sambil tersenyum bahagia karena Mommy Monika mengijinkan melakukan sepuasnya.


"Sama-sama, ayo Dad kita pergi dari mansion ini." Ucap Mommy Monika sambil menarik tangan Daddy Gerald.


"Ok." Jawab Daddy Gerald singkat namun dalam hatinya bingung dengan apa yang dilakukan dan dikatakan oleh istrinya begitu pula dengan Edward yang sejak tadi diam.


"Lho kenapa Mommy dan Daddy pergi?" Tanya William dengan wajah bingung.


"Bukannya kamu ingin melakukan apapun yang kamu mau jadi lakukanlah." Jawab Mommy Monika.


"Tapi apa hubungannya dengan kepergian Mommy dan Daddy?" Tanya William yang tidak ingin ke dua orang tuanya pergi.

__ADS_1


"Ada hubungannya, jika kamu melakukan apapun yang kamu lakukan maka kamipun melakukan hal yang sama. Mommy cari berondong dan Daddy cari gadis lain." Jawab Mommy Monika dengan cuek sambil menggenggam tangan suaminya agar suaminya tidak marah.


"Apa?" Teriak William dan Edward bersamaan.


"Mommy serius?" Tanya William seakan tidak percaya dengan apa yang di dengarnya begitu pula dengan yang lainnya.


"Serius, benarkan Dad?" Tanya Mommy Monika sambil memberikan kode ke arah suaminya.


"Apa yang dikatakan Mommy benar, jadi jika kamu tidak mau tinggal sama Edward maka kami akan mencari pasangan masing-masing." Jawab Daddy Gerald yang mengerti arti kode istrinya untuk berpura-pura bersandiwara.


'Istriku sangat pintar bersandiwara dan kalau melamar jadi artis pasti langsung lulus seleksi.' ucap Daddy Gerald dalam hati.


"Terserah, ayo Mom kita cari yang seger - seger." Ajak Daddy Gerald sambil membayangkan minuman segar sambil memainkan lidahnya.


"William, itu lihat Daddymu sudah tidak sabar ingin mendapatkan seorang gadis." Ucap Mommy Monika dengan wajah memerah menahan amarahnya sekaligus cemburu dalam waktu bersamaan.


'Padahal aku kan hanya bercanda untuk mengancam William supaya tinggal bersama Edward tapi kenapa Daddy mengira nya benaran?' tanya Mommy Monika dalam hati.

__ADS_1


William menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian berjalan ke arah Edward.


"Ayo Edward kita pulang." Ajak William.


"Lho bukankah Daddy tinggal sama Oma dan Opa?" Tanya Edward.


"Seminggu ini Daddy menginap di mansion mu setelah itu Daddy akan tinggal di mansion baru bersama istri baru ku." Jawab William.


"Aish.. Habis manis sepah di buang." Gerutu Edward.


"Hehehehe..." Tawa William terkekeh geli.


"Mommy dan Daddy, kami pulang dulu ya." Pamit William sambil mencium punggung tangan ke dua orang tuanya secara bergantian begitu pula dengan Edward.


"Ya, hati - hati di jalan." Jawab Mommy Monika dan Daddy Gerald bersamaan.


Selesai bersalaman William berjalan ke arah Angelica dengan tatapan kesedihan yang teramat sangat. Entah kenapa dirinya tidak bisa jauh dari Angelica begitu pula sebaliknya.

__ADS_1


"Angelica, Kakak terpaksa pindah tapi tenang saja besok pagi kita ketemu lagi." Ucap William.


"Kata siapa besok kamu boleh bertemu lagi?" Tanya Mommy Monika sambil menatap tajam ke arah putra sulungnya.


__ADS_2