
Angelica yang melihat William meringis membuat dirinya tidak tega membuat Angelica berjalan ke arah William.
"Apa masih sakit? Kita pergi ke rumah sakit saja tidak usah ke mall." Ucap Angelica masih melangkahkan kakinya hingga di depan William.
Grep
Bruk
"Akhhhhhhhh.." teriak Angelica.
Ketika Angelica tepat berdiri di depan William bersamaan William menarik tangan Angelica hingga Angelica ambruk dan duduk di pangkuan William membuat Angelica berteriak karena dirinya sangat terkejut.
"Apa yang Kak William lakukan!" pekik Angelica.
"Seperti yang kamu lihat." bisik William.
Cup
William mengecup bibir Angelica yang sudah menjadi candunya. Ciuman singkat membuat William menginginkan lagi membuat William menahan tengkuk Angelica kemudian me x lu x mat x nya.
Angelica yang awalnya memberontak lama-lama dirinya ikut terhanyut. Angelica mengalungkan ke dua tangannya kemudian membalas ciuman William sambil sesekali tanpa sengaja menggoyangkan pinggulnya membuat tombak sakti milik William mulai menegang.
Angelica yang kehabisan oksigen menepuk punggung William perlahan dan William yang mengerti langsung melepaskan ciumannya.
__ADS_1
"Hah... Hah ... Hah ..."
Angelica menghirup udara sebanyak-banyaknya sedangkan William tersenyum kemudian mengarahkan wajahnya ke arah leher Angelica kemudian menciumnya.
"Kak William ... Ahhhhhhh .... aku mohon Ahhhhhhh ... hentikan nanti kebablasan." ucap Angelica sambil mengeluarkan suara merdunya.
Deg
Jantung William berdetak kencang ketika mendengar ucapan Angelica membuat William tersadar dan langsung menghentikan kegiatannya sambil memejamkan matanya untuk menghilangkan pikiran mesumnya.
'Kenapa dengan Angelica aku tidak bisa mengontrol diriku?' Tanya William dalam hati.
"Kak William, marah padaku?" Tanya Angelica dengan wajah kuatir.
"Apa itu Kak?" Tanya Angelica penasaran.
"Jangan lakukan ini sama pria lain kecuali dengan Kakak." Jawab William.
"Baik Kak." Jawab Angelica dengan patuh.
"Sekarang kita pergi ke mall untuk membeli barang-barang yang kamu butuhkan." Ucap William sambil menurunkan Angelica dari pangkuannya kemudian turun dari sofa.
"Ok." Jawab Angelica singkat sambil berjalan ke arah pintu utama bersama dengan William.
__ADS_1
"Kenapa Kak William pura-pura dadanya sakit?" tanya Angelica sambil membuka pintu mobil kemudian duduk di kursi mobil samping pengemudi.
"Cape ngejar kamu makanya Kakak sengaja melakukan hal itu." Jawab William jujur sambil membuka pintu mobil kemudian duduk di kursi mobil samping pengemudi.
Bugh
"Nyebelin banget, bikin aku kuatir saja." Ucap Angelica dengan nada kesal sambil memukul bahu William.
"Kamu mengkuatirkan keadaan Kakak?" tanya William dengan wajah terkejut sekaligus bahagia sambil mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.
Dulu selama William menikah dengan Valen jika William sakit, Valen tidak pernah memperdulikannya malah Valen sibuk dengan teman sosialitanya. Jalan - jalan dan makan bersama-sama tanpa memperdulikan keadaan suaminya.
Valen tidak perduli karena selama ini William tidak pernah menyentuh dirinya di tambah sikap dingin William terhadap Valen membuat Valen melupakan semua kemarahannya dan kesedihannya secara bersamaan dengan cara bersenang-senang dengan teman sosialitanya.
"Tentu saja Aku sangat kuatir jadi Aku mohon jangan di ulangi lagi." Pinta Angelica.
Grep
"Maaf jika apa yang Kakak lakukan membuatmu kuatir dan jujur Kakak sangat bahagia." Ucap William sambil menggenggam tangan Angelica dengan menggunakan tangan kiri karena tangan kanannya memegang setir kemudi.
"Sangat bahagia? Maksud Kak William?" Tanya Angelica dengan tatapan bingung.
"Kamu sangat perduli dan perhatian sama Kakak karena itulah Kakak sangat bahagia." Jawab William.
__ADS_1
"Memang dulunya .... (Menjeda kalimatnya) ... Mantan istrinya tidak perduli dan perhatian sama Kakak?" Tanya Angelica dengan nada ragu takut William marah.