Mafia Hot Duda

Mafia Hot Duda
Bertemu Kembali


__ADS_3

"Dasar ponakan tidak tahu sopan santun!" Bentak paman nya sambil mengarahkan tangannya ke arah pipi Angelica.


Grep


Ketika Angelica ingin mengangkat tangannya untuk menahan tangan Pamannya seseorang di belakang Angelica menahan tangan Pamannya.


"Jadi pria beraninya sama seorang wanita, apakah kamu seorang laki-laki sejati?" tanya pria tampan tersebut sambil menekuk tangan Paman nya ke belakang.


"Akhhhhhhhh... Sakit!...Lepas dan jangan ikut campur urusan kami," Teriak Pamannya Angelica sambil meringis menahan rasa sakit.


Bruk


"Aku akan ikut campur jika melihat seorang pria menyakiti seorang wanita," jawab pria tampan tersebut kemudian mendorong pria tersebut hingga pria tersebut terjatuh.


Grep


Selesai mengatakan hal itu pria tampan tersebut menarik tangan Angelica membuat Angelica sangat terkej dan tanpa sadar mengikuti langkah pria tampan tersebut hingga mereka berhenti di kantin.


"Duduk," perintah pria tampan tersebut sambil duduk di kursi makan.


Tanpa menjawab Angelica duduk di kursi di mana mereka saling berhadapan dan hanya di batasi oleh meja makan.


"Paman Somse," panggil Angelica sambil tersenyum manis karena dapat bertemu kembali dengan pria tampan tersebut.


xxxxxxxx Flash Back On xxxxxxx


Ya pria tersebut adalah William, ketika William sedang berjalan tanpa sengaja William melihat Angelica membuat William ingin mengajaknya mengobrol. Namun mata elang William melihat seorang pria seumuran dengan dirinya memanggil Angelica.


William menghentikan langkahnya yang tidak begitu jauh dari Angelica dan Pamannya Angelica. William mendengarkan semua percakapan mereka berdua hingga William melihat Pamannya mengangkat tangannya hendak menampar pipi mulus Angelica membuat William berjalan dengan langkah cepat menuju ke arah mereka berdua untuk menahan tangan Pamannya Angelica.


xxxxxxxx Flash Back Off xxxxxxxx


Entah kenapa Angelica sangat suka menggoda William karena Angelica tidak begitu suka dekat dengan pria lain karena ulah Pamannya membuat Angelica membenci semua pria kecuali ayahnya dan para sepupunya yang laki-laki.


Sedangkan untuk William entah kenapa dirinya ingin mengenal lebih dekat dengan Angelica mungkin Angelica seumuran dengan ke dua anak kembarnya karena biasanya William sangat dingin terhadap para gadis ataupun para wanita.


"Apa itu Somse?" tanya William penasaran sambil melambaikan tangannya ke arah pelayan.


"Somse itu kepanjangan dari Sombong Sekali," jawab Angelica keceplosan.


"Oops," ucap Angelica sambil menutup mulutnya dengan ke dua tangannya.

__ADS_1


William yang melihat Angelica menutup mulutnya dengan ke dua tangannya hanya tersenyum terlebih Angelica sangat imut serta menggemaskan. Dirinya sama sekali tidak marah ketika Angelica mengatakan dirinya Sombong Sekali.


"Maaf Tuan dan Nona mau pesan apa?" tanya seorang pelayan restoran.


"Aku pesan kopi hitam kalau Kamu?" tanya William sambil menatap wajah cantik Angelica.


"Tidak baik jam segini minum kopi, lebih baik pesan susu hangat atau teh hangat." ucap Angelica tanpa membalas pertanyaan William.


Deg


Jantung William berdetak kencang bukan karena jatuh cinta karena selama ini istrinya yang menikah dengan dirinya selama bertahun-tahun tidak pernah perduli padanya.


Hal itu membuat William kembali tersenyum nyaris tidak terlihat kemudian menatap ke arah Angelica.


"Susu hangat coklat satu, kamu mau pesan apa?" tanya William.


"Sama," jawab Angelica singkat.


"Susu coklat hangat dua dan bawa beberapa cemilan," ucap William.


"Baik Tuan," jawab pelayan tersebut sambil mencatat pesanan William.


Selesai mencatat pelayan restoran tersebut pergi meninggalkan mereka berdua.


'Aku sudah tahu kalau namamu Angelica.' Ucap William dalam hati.


"William, panggil William saja jangan Paman," jawab William sambil membalas uluran tangan Angelica.


"Memang nya kenapa Paman?" tanya Angelica sambil melepaskan uluran tangannya begitu pula dengan William.


"Kalau Paman, sejak kapan aku menikah dengan Tante mu," jawab William.


'Untung aku pintar menjawabnya tanpa banyak berpikir.' Sambung William dalam hati.


"Ahhhh... Aku jadi ingat dengan Tante, bagaimana kalau Paman William menikah dengan Tanteku?" tanya Angelica dengan mata berbinar tanpa memperdulikan permintaan William untuk tidak memanggil dirinya dengan sebutan Paman.


"Apa? Aku tidak mau," pekik William yang tidak suka dijodohkan.


"Memangnya kenapa Paman William?" tanya Angelica dengan wajah polos.


"Panggil William saja dan mengenai kenapa aku tidak mau karena aku tidak mau dijodohkan," Jawab William dengan nada tegas.

__ADS_1


"Bagaimana kalau Om William?" tanya Angelica yang tidak bisa memaksa William untuk dijodohkan dengan Tantenya tapi Angelica punya misi untuk menjodohkan Tantenya dengan William.


"Aku tidak menikah dengan Tantemu." Jawab William.


"Kalau Daddy?" Tanya Angelica.


"Kamu bukan putriku." Jawab William.


"Kalau Kakak Tampan?" Tanya William.


"Bagus juga," jawab William sambil kembali tersenyum.


"Ok, kalau begitu Aku akan panggil Kakak Tua .... Oops .. salah maksud Aku ... Kak William," ucap Angelica menjeda kalimatnya sambil menutup mulutnya dengan menggunakan ke dua tangannya lalu membukanya untuk meralat ucapannya.


"Bukannya tadi Kamu bilang memanggilku dengan sebutan Kakak tampan? Tapi kenapa jadi Kak William?" Tanya William.


Entah kenapa dirinya sangat suka di panggil Kakak tampan karena itulah William protes dengan perkataan Angelica. Sedangkan Angelica terdiam sambil berpikir untuk menjawab pertanyaan William.


"Kalau berdua Kakak Tampan tapi di depan orang lain Kak William." Jawab Angelica setelah beberapa saat mereka terdiam.


William hanya tersenyum tipis nyaris tidak terlihat hingga pesanan mereka datang. William dan Angelica mulai meminum entah karena haus atau karena bingung mau mengatakan apa.


"Siapa pria tadi?" tanya William setelah beberapa saat mereka terdiam.


"Suami Tante ku, Angelica sangat membencinya," jawab Angelica dengan wajah menahan amarahnya.


"Kenapa kamu membenci Pamanmu?" tanya William penasaran.


"Karena Paman laki-laki paling brengs*k yang pernah aku kenal," jawab Angelica.


"Kenapa?" tanya William yang melihat dengan jelas dari wajah Angelica kalau Angelica sangat membenci Pamannya.


"Ketika aku ke rumah Tante, aku tidak sengaja melihat Paman sedang melakukan hubungan suami istri," jawab Angelica sambil memalingkan wajahnya karena wajahnya memerah.


"Kalau melakukan bersama istrinya kenapa kamu marah? Apa jangan-jangan kamu menyukai Paman mu?" tanya William usil.


William sebenarnya sudah tahu ketika dirinya tidak sengaja mendengar percakapan Angelica dengan Pamannya ketika di lorong sepi tapi entah kenapa dirinya sangat suka mengobrol dan menggoda Angelica.


"Enak aja, Angelica marah karena dia melakukan bersama wanita lain. Paman sengaja membawa wanita itu ke mansion dan melakukan hubungan suami istri di depan Tanteku dan kalau Tanteku marah maka Tanteku di pukuli," jawab Angelica sambil menggenggam ke dua tangannya dengan erat menahan amarahnya.


"Jadi kamu ke rumah sakit ini untuk menemani Tante mu karena habis dipukuli oleh Pamanmu?" tanya William asal tebak.

__ADS_1


"Benar Kak, karena itulah tadi aku meminta sama Tante untuk menceraikan Paman karena Paman tidak pantas untuk Tante," jawab Angelica menjelaskan.


"Angelica!" teriak seorang pria tiba-tiba datang dengan nada dingin dan berwajah datar.


__ADS_2