Mafia Hot Duda

Mafia Hot Duda
Tunggu


__ADS_3

Edward mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang sambil sesekali melirik sekilas ke arah dua mobil hitam yang mengikuti mobilnya.


Tiba-tiba ponsel milik William berdering sekali tanda ada pesan masuk membuat William mengambil ponselnya yang di simpan di saku jasnya kemudian melihat isi peran tersebut.


"Sebentar lagi bantuan datang sekarang arahkan mobil ke tempat yang agak sepi." Ucap William.


"Baik Dad." Jawab Edward patuh.


Edward yang awalnya mengendarai mobil di tempat yang ramai kini di tempat yang sepi, hingga ....


Cittttttttt


Di jalan yang mulai agak sepi Edward terpaksa mengerem mobil secara mendadak membuat William nyaris kepalanya membentur dasboard mobil sedangkan Edward nyaris kepalanya membentur stir kemudi.


Hal itu dikarenakan salah satu mobil hitam mendahului mobil milik Edward kemudian memiringkan mobilnya agar mobil Edward berhenti hal itu membuat Edward terpaksa1 mengerem mobil.


Mobil yang di belakang mobil Edward ikut berhenti kemudian keluar delapan orang pria berwajah sangar begitu pula dengan mobil yang berada di depan.


"Total enam belas Dad, apakah kita keluar dan melawan mereka?" Tanya Edward.


"Lawan saja mereka sambil menunggu bantuan datang karena sekarang keluarga besar Kita hampir sampai ke jalan ini." Jawab William sambil mengeluarkan pistolnya dari saku jas nya kemudian membuka pintu mobil.

__ADS_1


Begitu pula dengan Edward, Edward juga mengeluarkan pistolnya kemudian membuka pintu mobilnya.


William dan Edward menggunakan pistol revolver berkaliber 44 berisi 5-7 peluru kemudian mengarahkan pistol nya ke mereka.


William dan Edward menembak para musuh tanpa henti hingga peluru Mereka berdua habis tanpa sisa sedangkan para penjahat yang berjumlah enam belas ada yang berhasil menghindar dan ada juga yang terkena tembakan.


William berhasil menembak lima orang namun yang empat meninggal dan satunya terluka sedangkan dua peluru lainnya berhasil di hindari para musuh karena tubuh temannya yang sudah meninggal dunia dijadikan tameng Mereka.


Sedangkan untuk Edward berhasil menembak enam orang namun yang meninggal hanya empat sedangkan sisanya di hindari para musuh.


Total yang meninggal delapan orang dan terluka satu orang. Kini tinggal delapan orang dan bersiap menyerang Edward dan William.


William dan Edward melawan para musuh di mana musuhnya sangat pandai bela diri bahkan tongkat milik William dan Edward bengkok. Hal itu membuat William dan Edward melemparkan tongkatnya kemudian melawan mereka dengan tangan kosong.


Sudah beberapa kali William dan Edward terkena pukulan mereka hingga di saat krisis datang bala bantuan.


Hingga akhirnya ke delapan pria tersebut ada yang di tembak mati dan menyisakan empat orang.


"Siapa yang menyuruh kalian?" tanya William dengan nada dingin.


Hening

__ADS_1


Hening


"Akhhhhhhhh!" Teriak pria tersebut.


Pria yang tadi terkena luka tembak oleh William di lengan nya dan masih sempat melawan William hingga bantuan datang dan akhirnya William bertanya tapi tidak di jawab oleh pria tersebut membuat William menekan lengan kanannya yang terkena luka tembak tersebut membuat pria tersebut berteriak kesakitan.


"Katakan siapa menyuruh kalian!" Teriak William.


Hening


Hening


"Lebih baik kita bawa ke markas saja Dad." Ucap Edward memberikan usulan.


"Bagus juga, kita bawa saja mereka berempat." Ucap William.


"Sebelum di bawa kita tembak dulu ke dua tangan mereka agar mereka tidak menyerang kita secara diam-diam." Ucap Edward.


"Betul juga kata mu karena tadi mereka bisa membengkok kan tongkat yang tadi kita gunakan." Ucap William sambil mengarahkan pistol nya ke lengan salah satu pria tersebut begitu pula dengan Edward.


"Tunggu!" teriak seorang pria tiba-tiba.

__ADS_1


__ADS_2