Mafia Hot Duda

Mafia Hot Duda
Seratus Lima Puluh Lima


__ADS_3

"Apakah tidak salah? berat badanmu itu seratus lima puluh lima sedangkan aku tujuh puluh lima, jalan," ucap suaminya sambil memutar bola matanya dengan malas.


"Sayang kamu tega ngatain aku gendut," ucap istrinya dengan bibir mengerucut.


"Sayangku tidak gendut kok tapi langsing banget," ucap suaminya sambil berjalan ke arah lift karena dirinya sangat malas naik tangga diikuti oleh istrinya.


'Pakai sedotan jadi kelihatan langsing.' sambung suaminya dalam hati.


"Benarkah?" tanya istrinya dengan pipi memerah karena malu.


"Benar sayang, badan istriku sangat langsing tambah cantik lagi," ucap suaminya namun dalam hatinya rasanya ingin muntah.


'Ingin rasanya membuang wanita ini ke sungai biar jadi santapan buaya,' sambung suaminya dalam hati.


"Makin tambah cinta sama suamiku," ucap istri nya sambil tersenyum manis.


"Aku juga makin bertambah cinta," jawab suaminya.


"Kalau cinta kenapa kemarin kamu selingkuh dan memukuli aku?" tanya istrinya dengan wajah kesal.


"Maaf sayang waktu itu aku khilaf, oh ya katanya kamu mau makan kok tidak pergi ke ruang makan?" tanya suaminya mengalihkan pembicaraan.


"Biar pelayan membawanya ke kamar," ucap istrinya.


Suaminya hanya diam dan tidak bisa protes untuk saat ini karena dirinya berada di mansion milik kakak iparnya.


'Astoge, emak gajah bengkak makan di kamar bagaimana ini? Asli setiap istri ku makan perutku langsung mual,' ucap suaminya dalam hati.


Ceklek


Bruk


"Akhhhhhhhh..." teriak suaminya.


Suaminya membuka pintu kamarnya dengan lebar sedangkan istrinya yang merasa dirinya langsing langsung masuk ke dalam kamarnya alhasil tubuh suaminya terdorong ke depan dan langsung jatuh sambil berteriak kesakitan.


"Sayang, kenapa kamu jatuh? jalan yang benar donk," ucap istrinya tanpa dosa sambil berjalan ke arah ranjang tanpa memperdulikan suaminya berusaha bangun karena habis di tabrak gajah raksasa.


Suaminya hanya bisa menahan amarahnya dan rasanya ingin menguliti istrinya saking kesalnya. Suaminya berjalan ke arah ranjang kemudian berbaring untuk meluruskan kakinya yang terasa sangat pegal.


Tidak membutuhkan waktu lama suaminya tidur dengan pulas sedangkan istrinya menunggu kepala pelayan datang karena dirinya tidak bisa tidur jika belum makan.


xxxxxxxx


Di tempat yang berbeda tepatnya di mansion milik Daddy Gerald, di mana Angelica dan William masih tidur dengan pulas sambil saling berpelukan hingga tanpa sadar Angelica menyentuh tombak sakti milik William.


Mimpi Angelica


Angelica berlari-lari di sebuah taman hiburan hingga Angelica melihat ada penjual mainan. Angelica berhenti di toko mainan dan melihat-lihat bermacam-macam mainan hingga Angelica melihat kodok Squishy.


Angelica membelinya lalu memencet perlahan kodok tersebut hingga tiba-tiba kepala dan mata kodok itu membesar membuat Angelica tersenyum bahagia kemudian Angelica melakukan lagi dan lagi untuk memainkan boneka kodok Squishy tersebut.


Dunia Nyata


William yang merasa tombak saktinya dimainkan membuat tombak saktinya menegang hal itu tentu saja membuat William memaksakan untuk membuka matanya.


"Akhhhhhhhh ..." teriak William sambil menepis tangan Angelica kemudian turun dari ranjang.


William sangat terkejut karena baru kali ini dirinya tidur bersama gadis lain terlebih dirinya memeluk gadis itu. Sedangkan Angelica yang sedang mimpi memainkan kodok memaksakan untuk membuka matanya.


"Akhhhhhhhh... Kenapa Paman Somse ada di kamarku?" tanya Angelica dengan nada kesal sambil mengambil bantal untuk melempar William.


"Hei, ingat ya ini kamarku," ucap William dengan nada kesal.


Angelica menatap ke sekeliling ruangan dan benar apa yang dikatakan oleh William karena ini bukan kamarnya. Angelica yang tadi ingin melemparkan bantal ke arah William terpaksa membatalkannya.


Hening


Hening


Angelica dan William saling terdiam sambil mengingat apa yang terjadi sebelumnya hingga akhirnya ....


"Pffftttt ... Hahahaha ..." tawa pecah William dan Angelica bersamaan.


Setelah beberapa saat kemudian mereka berhenti tertawa.


"Maaf Kak William," ucap Angelica.


"Tidak apa-apa, sekarang aku mau mandi di kamar sebelah," jawab William sambil mengambil celana panjang miliknya yang tergeletak di lantai namun tidak ada membuat William mencari celana panjangnya.


'Perasaan celana, kemeja dan jas kerja milik ku, Aku letakkan di lantai tapi kenapa tidak ada?' Tanya William dalam hati sambil masih mencari.

__ADS_1


"Kak William, kenapa adik kecil milik Kak William lebih besar dan panjang?" tanya Angelica tiba-tiba dengan wajah polosnya sambil menunjuk ke arah tombak saktinya milik William.


"Panjang banget lagi sampai melewati celana boxer kak William," sambung Angelica polos sambil masih menatap tombak sakti milik William tanpa berkedip.


William sangat terkejut dengan perkataan Angelica langsung menundukkan kepalanya ke bawah dan benar saja tombak saktinya melewati celana boxernya karena milik William memang panjang dan agak besar.


"Angelica, tutup matamu!" perintah William sambil menutupi tombak sakti nya yang masih tegang.


"Memangnya kenapa Kak William?" tanya Angelica penasaran.


Sambil berbicara Angelica menatap ke dua tangan William yang masih menutupi celana boxernya lebih tepatnya wortel importnya yang bersembunyi di celana boxernya.


Rasa penasaran yang sangat besar membuat Angelica turun dari ranjang kemudian berjalan ke arah William.


"Kamu masih kecil, tidak boleh melihatnya," jawab William.


"Aku sering melihatnya bahkan ukurannya berbeda-beda tapi tidak sebesar punya Kak William," ucap Angelica sambil tangannya menyentuh punggung tangan kekar milik William.


Grep


"Punya siapa saja?" tanya William sambil menangkap tangan Angelica.


Entah kenapa William sangat cemburu dan menahan amarahnya ketika Angelica mengatakan hal itu. Tanpa sadar William me x re x mas tangan Angelica membuat Angelica meringis.


"Kak William sakit," ucap Angelica dengan mata berkaca-kaca.


"Maaf," ucap William sambil melepaskan tangan Angelica.


"Tidak apa-apa Kak." Ucap Angelica.


"Kamu bilang sering melihatnya, apakah kamu sering melakukan hubungan suami istri dengan pria yang berbeda?" tanya William dengan nada dingin.


"Apakah aku wanita seperti itu?" tanya Angelica dengan mata berkaca-kaca.


Walau Angelica masih polos namun dirinya mengerti apa itu hubungan suami istri membuat Angelica tidak bisa menahan air matanya untuk tidak keluar.


Tes


Tes


Angelica ingin sekali menampar mulut William tapi entah kenapa dirinya tidak sanggup melakukannya. Angelica hanya bisa menangis sambil membalikkan badannya.


"Mau kemana?" tanya William yang melihat Angelica berjalan ke arah pintu.


"Aku pikir Kak William beda sama keluargaku ternyata aku salah." sambung Angelica sambil memegang gagang pintu.


"Tunggu," ucap William sambil berjalan dengan langkah cepat menuju ke arah pintu.


Grep


"Maaf kalau perkataan Kakak menyinggung perasaan mu, jujur Kakak kaget ketika kamu mengatakan kalau kamu sering melihat adik kecil dengan ukuran yang berbeda karena itulah Kakak mengira kalau kamu sering melakukannya bersama pria yang berbeda," jawab William menjelaskan sambil memeluk Angelica dari arah belakang.


"Jika aku sedih maka aku pergi ke panti asuhan dan di sana aku membantu Ibu pengasuh untuk memandikan anak-anak panti asuhan dimana mereka kebanyakan laki - laki dan masih kecil - kecil karena itulah aku bilang ukurannya berbeda-beda," jawab Angelica menjelaskan.


"Selain itu, jujur Angelica tidak sengaja melihat orang tuaku melakukan hubungan suami istri di kamar dan Angelica juga tidak sengaja melihat Paman ketika melakukan hubungan suami istri di ruang keluarga bersama wanita yang berbeda-beda karena itulah aku bisa melihatnya dan mengatakan kalau punya Kak William lebih besar dari punya orang lain baik anak-anak kecil, orang tuaku dan juga punya Paman," sambung Angelica jujur.


"Ketika melihat mereka melakukan hubungan suami istri, apakah Kamu ingin mencoba melakukannya ?" tanya William penasaran.


"Jujur ingin sekali tapi Angelica ingin melakukannya jika sudah resmi menikah," jawab Angelica jujur dan polos.


"Sudahlah jangan bahas itu." ucap William.


"Memangnya kenapa Kak William?" tanya Angelica polos.


"Pokoknya tidak boleh," jawab William dengan nada tegas.


'Gara-gara kamu ngomongin adik kecil membuat adik kecilku sampai sekarang belum tidur,' sambung William dalam hati.


"Baik Kak dan jujur aku sangat nyaman bersama Kak William tapi karena Kak William menuduhku maka aku akan pergi dari mansion ini," ucap Angelica sambil melepaskan pelukan William yang memeluk dirinya dari arah belakang.


Grep


"Jangan pergi, maaf kalau Kakak menuduh dirimu," ucap William sambil menahan tangannya agar tetap memeluk Angelica dari belakang.


"Jika ada pria lain yang mengatakan yang tidak - tidak tentangku atau ada foto-fotoku bersama pria lain, apakah Kak William lebih percaya mereka dari pada aku?" tanya Angelica.


"Tidak, Kakak lebih percaya sama kamu," jawab William yang tidak ingin jauh dari Angelica.


Angelica melepaskan pelukan William kemudian membalikkan badannya untuk menatap wajah tampan William.


"Aku akan maafkan Kak William tapi jika seandainya Kak William menuduh diriku maka aku akan pergi," ucap Angelica.

__ADS_1


Grep


"Iya Kak William janji tidak akan mengatakannya lagi." ucap William sambil kembali memeluk Angelica.


Angelica membalas pelukan William dan entah kenapa Angelica merasakan nyaman, terlindungi dan merasakan hangat di peluk oleh William. Karena selama ini Ayahnya tidak pernah memeluknya kecuali waktu kecil Angelica pernah di peluk oleh ayahnya itupun hanya beberapa kali.


Setelah beberapa saat mereka melepaskan pelukannya kemudian saling terdiam namun mereka saling memandang hingga William menatap bibir Angelica.


"Boleh Kak William menciummu?" tanya William.


"Kenapa ingin mencium Angelica?" tanya Angelica.


"Apakah seorang Kakak tidak boleh mencium adik kesayangan?" tanya William modus.


Angelica terdiam sambil berfikir hingga akhirnya Angelica menganggukkan kepalanya tanda setuju. William yang mendapatkan lampu hijau kembali memeluk Angelica kemudian mulai mencium Angelica.


Cup


"Cium kening tanda Kak William sangat sayang sama Angelica," ucap William kemudian mencium kening Angelica.


cup


"Cium pipi tanda Kak William akan melindungi Angelica dari orang yang berbuat jahat." ucap William kemudian mencium pipi Angelica.


Cup


"Cium sepasang mata tanda kalau Angelica hanya boleh memandang Kak William dan dilarang menatap pria lain." ucap William posesif.


Cup


"Cium bibir tanda mulai sekarang hanya Kak William yang berhak mencium bibirmu dan tidak boleh ada laki-laki lain yang mencium bibirmu." ucap William kemudian mencium bibir Angelica singkat.


Selesai mengatakan dan mencium kening, pipi, mata dan bibir milik Angelica, William kembali mencium bibir Angelica tapi bukan ciuman singkat melainkan berupa lu x mat x tan.


William mengarahkan tangannya ke arah tengkuk Angelica agar ciuman nya tidak terlepas hingga beberapa saat Angelica memukul perlahan dada William tanda dirinya kehabisan napas. William yang mengerti langsung melepaskan ciuman nya kemudian tersenyum bahagia.


"Hosh ... Hosh ... Hosh ..."


Angelica menghirup udara sebanyak - banyaknya sedangkan William menjilati bibirnya sambil masih tersenyum bahagia.


"Bibirmu sangat manis," ucap William sambil menjilati bibirnya.


"Gula kali manis," celetuk Daddy Gerald.


William dan Angelica yang masih berpelukan langsung melepaskan pelukan nya kemudian Angelica bersembunyi di tubuh William karena dirinya sangat malu.


Pintu di dorong oleh Daddy Gerald dengan lebar kemudian Mommy Monika masuk ke dalam kamar tersebut dengan diikuti oleh Daddy Gerald. Mommy Monika menatap horor ke arah William membuat William menelan salivanya dengan kasar.


Glek


"Ada apa Mom?" tanya William pura-pura tidak tahu kesalahannya.


"Mommy tahu apa kesalahanmu jadi biar kamu bicara sama Daddy, Mommy mau bicara sama Angelica," ucap Mommy Monika dengan nada tegas.


"Baik Mom," jawab William patuh.


"Daddy, tolong Daddy bicara sama William di kamar William," pinta Mommy Monika.


"Baik Mom," jawab Daddy Gerald patuh.


Grep


Ketika William ingin melangkahkan kakinya tangannya di tahan oleh Angelica membuat William menghentikan langkahnya kemudian membalikkan badannya dan menatap Angelica sambil tersenyum karena melihat wajah Angelica yang ketakutan.


"Tidak apa-apa, jangan takut," ucap William sambil mengusap rambut Angelica.


"Tapi Kak ..." ucapan Angelica terpotong oleh William.


"Sstttttt, Mommyku sangat baik jadi kamu jangan takut karena Mommyku tidak mungkin menggigitmu," sambung William.


Angelica hanya menganggukkan kepalanya sambil melepaskan tangannya kemudian William membalikkan badannya dan berjalan ke arah Mommy Monika.


'Mommy, jangan marahi Angelica karena yang salah William,' bisik William.


Momny Monika hanya menganggukkan kepalanya kemudian Daddy Gerald dan William pergi meninggalkan mereka berdua.


"Angelica kita duduk di balkon sambil menikmati udara sore hari," ajak Mommy Monika.


"Baik Mom." Jawab Angelica patuh.


Mommy Monika dan Angelica berjalan ke arah balkon kemudian Angelica membuka pintu balkon dengan lebar dan berjalan ke arah kursi untuk duduk menikmati udara sore hari.

__ADS_1


"Angelica," panggil Mommy Monika.


"Iya Mom," jawab Angelica sambil menatap Mommy Monika dengan wajah gugup.


__ADS_2