Mafia Hot Duda

Mafia Hot Duda
Sangat Bau


__ADS_3

"Maaf Dad, Mom ... semua jenasah dari keluarganya Angelica termasuk Ibunya tiba-tiba mayatnya membusuk dan sangat bau." Jawab William.


"Apa? Kok bisa?" Tanya mereka bersamaan dengan wajah terkejut.


Daddy Gerald yang awal wajahnya seperti awan hitam kini menghilang berganti wajah terkejut.


"Langsung di kuburkan saja." Ucap Daddy Gerald memberikan solusinya karena dirinya ingin melanjutkan yang enak-enak.


"Sudah Dad tapi masalahnya ketika sudah di kuburkan tanahnya terbuka kembali sepertinya Jasad nya tidak di terima di bumi." Ucap William.


"Masa sih." Ucap Daddy Gerald tidak percaya sambil berjalan ke luar dari kamarnya diikuti oleh Mommy Monika yang juga tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.


"Dad, Mom, pakai masker double 3 karena bau banget." Ucap William.


"Pakai satu saja Daddy terasa sesak apalagi kalau tiga." Ucap Daddy Gerald.


"Kalau begitu Mommy saja bawa masker dua box siapa tahu mereka butuh." Ucap Mommy Monika.


William sudah bawa dua paper bag Mom yang isinya masing-masing dua belas box masker." Ucap William sambil memperlihatkan dua paper bag.


Mommy Monika hanya menganggukkan kepalanya kemudian mereka berjalan ke arah tangga menuju ke taman belakang di mana taman belakang sangat luas di mana beberapa anggota keluarga besar Daddy Gerald dan para sahabat Daddy Gerald khusus pria datang untuk melihat kejadian yang sangat langka.


Sampai di lantai bawah William menghentikan langkahnya kemudian mengambil satu kotak masker dan langsung memakai sekaligus tiga.

__ADS_1


Untuk Mommy Monika hanya memakai satu masker begitu pula dengan Daddy Gerald karena dirinya tidak betah memakai masker double. Mereka kembali melanjutkan langkahnya ke arah taman belakang.


"Hoek ... Hoek... Hoek..."


Mommy Monika dan Daddy Gerald tiba-tiba perutnya bergejolak ketika mereka baru saja berjalan beberapa langkah ke arah taman belakang.


William langsung mengambil satu dus masker kemudian membukanya. Mommy Monika dan Daddy Gerald langsung memakai masker double hingga tiga masker.


"Bau banget." Ucap Daddy Gerald sambil menutup hidungnya karena baunya masih terasa.


Hening


"Bau banget." Ucap Daddy Gerald dengan nada keras agar William dan istrinya mendengar sambil menurunkan tangannya yang tadi menutup hidungnya.


Mata mereka membulat sempurna karena Jasad mereka dimakan belatung padahal masih baru meninggal sepuluh menit yang lalu.


"Kubur!" Teriak Daddy Gerald.


Para anak buahnya mengubur kembali walau ingin mengatakan sia-sia saja namun mereka tidak berani mengatakannya. Daddy Gerald dan para pria keluarga besar Daddy Gerald dan para sahabatnya termasuk William membantu para anak buah Daddy Gerald yang sudah kelelahan.


Namun seperti yang dikatakan oleh William tanah tersebut terbuka kembali seperti yang tadi dikatakan oleh William.


Hal itu tentu saja membuat Daddy Gerald dan Mommy Monika sangat terkejut begitu pula dengan yang lainnya kecuali para anak buah Daddy Gerald. Daddy Gerald dan keluarga besarnya berpikir bagaimana caranya karena tidak mungkin Jasad mereka semua dipindahkan karena sudah membusuk dan sangat bau.

__ADS_1


"William tahu Dad." Ucap William dengan nada keras sambil memberikan kode ke semua orang untuk berkumpul di ruang keluarga.


Mereka pun berjalan ke arah ruang keluarga sedangkan para bodyguard yang lainnya di minta mengikuti mereka.


"Apa rencanamu William?" Tanya Daddy Gerald penasaran begitu pula dengan yang lainnya.


"Kita bakar semua mayat itu dengan menggunakan bensin yang sangat banyak agar mengurangi baunya dan William sangat yakin mayatnya langsung habis tanpa sisa." Jawab William .


"Bagus juga idemu kalau begitu kita beli bensin dua belas drum sedang karena mayat mereka lumayan banyak dan sekalian semua barang-barang yang ada di gudang seperti lemari, kursi dan barang lainnya yang mudah terbakar termasuk plastik dimasukkan ke dalam lubang itu supaya mempercepat proses pembakaran." Ucap Daddy Gerald.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx


Author mau curhat buat para pembaca setia noveltoon. Rasanya ingin sekali tidak melanjutkan novel ini dikarenakan :



Menulis cape - cape hanya di hargai segitu terlebih sejak adanya regulasi baru di mana karya akan di bayar jika retensinya bagus dan mendapatkan pilihan dari editor.


Di mana ada tiga bab terpilih yaitu bab 20, 40 dan 80 sedangkan saat ini bab 20 dan bab 40, novel ini tidak terpilih. 😭😭😭😭😭😭


Ayo donk vote, rate, like, komentar dan hadiahnya biar author semangat menulisnya.


Terima kasih atas vote, rate, like, komentar dan hadiahnya.

__ADS_1


__ADS_2