
Merekapun berdoa masing-masing setelah selesai barulah mereka makan bersama tanpa ada yang bicara sedikitpun.
Lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan dan minum. Ketika Angelica ingin mengambil piring kotor di larang oleh Mommy Monika.
"Angelica, biarkan saja pelayan yang melakukannya." Ucap Mommy Monika sambil turun dari kursi makan begitu pula dengan Daddy Gerald.
"Baik Mom." Jawab Angelica patuh.
"Kak William kok masih duduk? Apa mau nambah lagi?" tanya Angelica yang sudah turun dari kursi makan.
"Kak William kekenyangan jadi tidak bisa jalan." Jawab William sambil memegangi perutnya yang gendut.
"Pffftttt..." Tawa ke dua orang tuanya dan Angelica bersamaan.
"Kenapa Mommy, Daddy dan Angelica tertawa?" tanya William dengan wajah cemberut.
"Bagaimana kami tidak tertawa tadi bilangnya : Angelica kebanyakan nanti tidak habis, tapi ternyata malah nambah dua kali." Jawab Mommy Monika sambil mengulangi perkataan William.
"Baru kali ini Daddy melihatmu makan banyak biasanya sedikit. Apa jangan-jangan karena masakan Angelica makanya makannya banyak?" Tanya Daddy Gerald usil.
"Kalau begitu setiap hari Angelica masakin buat Kak William." ucap Angelica.
"Boleh, Angelica tolong tarik tangan Kakak." Pinta William dengan nada manja.
__ADS_1
"Baik Kak." Jawab Angelica sambil mengarahkan tangannya ke arah William.
Grep
"Tubuh Angelica masih kecil yang ada nanti ambruk dan jatuh ke pangkuanmu. Jadi lebih baik Daddy tarik tanganmu." ucap Daddy Gerald sambil menarik tangan William agar William berdiri.
"William jangan modus deh." sambung Mommy Monika sambil menggelengkan kepalanya.
"Apa itu modus Mom?" tanya Daddy Gerald sambil melirik ke arah William.
Daddy Gerald melihat wajah William menatap kesal ke arah dirinya karena William sudah berdiri dengan di bantu Daddy Gerald.
"Modus itu : yang mengikuti mode, yang berpakaian sesuai dengan mode yang paling baru." jawab Mommy Monika.
"Masa sih? Sejak kapan di ganti?" tanya Mommy Monika sambil berfikir.
Grep
"Aish Mommy dan Daddy nyebelin banget." ucap William kemudian menarik tangan Angelica.
"Pffftttt .... Hahahaha .." tawa pecah Mommy Monika dan Daddy Gerald bersamaan karena sudah berhasil mengusili putra sulungnya.
"Angelica kita jalan-jalan yuk?" ajak William.
__ADS_1
William melirik ke arah orang tuanya yang masih tertawa lepas dan dalam hatinya William sangat bahagia melihat ke dua orang tuanya bisa tertawa sebebas itu.
Kebahagiaan seorang anak adalah melihat kebahagiaan orang tuanya begitu pula sebaliknya tapi lebih cenderung kebanyakan orang tua lebih bahagia jika melihat anaknya bahagia karena terkadang ada anak tidak memperdulikan orang tuanya ketika anaknya sudah menikah.
Malah yang lebih parahnya anak merebutkan masalah warisan padahal orang tuanya masih hidup padahal sejak dari kecil hingga besar orang tuanya selalu menyayangi dirinya.
Oke, kita lanjut ceritanya ðŸ¤
"Jalan-jalan kemana?'' tanya Angelica sambil mengikuti langkah William.
Ketika William ingin mengatakan sesuatu ke Angelica, Mommy Monika dan Daddy Gerald berjalan ke arah mereka membuat William tidak jadi mengatakannya.
"Kalau kalian mau jalan-jalan lebih baik pergi ke mall membeli beberapa keperluan Angelica." usul Mommy Monika.
"Bagus juga ide Mommy, kalau begitu kita pergi ke mall." Ucap William.
"Tapi, aku belum ada uang." Jawab Angelica.
Ctak
"Aduh." Ucap Angelica ketika keningnya di sentil sambil mengusap keningnya.
"Maaf, habis kamu itu lucu banget." ucap William sambil mengusap kening Angelica.
__ADS_1