
Bruk
Pamannya Angelica langsung ambruk ke lantai karena mendapatkan empat hadiah bogeman mentah dari Kakak Iparnya dan Daddy Gerald.
Daddy Gerald kembali duduk kemudian mulai mengutak atik laptopnya hingga lima belas kemudian Daddy Gerald memperlihatkan laptopnya.
"Lihatlah rekaman cctv di rumah sakit ini." ucap Daddy Gerald sambil menekan tombol play.
Ke dua orang tuanya dan Pamannya langsung menatap ke arah layar laptop milik Daddy Gerald untuk melihat rekaman cctv.
xxx Rekaman CCTV di Rumah Sakit On xxx
Angelica melangkahkan kakinya ke arah kantin hingga di lorong yang sepi Angelica melihat William sedang berjalan ke arah dirinya bersamaan ada seorang pria yang memanggil dirinya.
"Angelica," panggil pria tersebut.
Angelica sangat familiar dengan suara laki-laki tersebut membuat Angelica membalikkan badannya dan menatap tajam ke arah laki-laki tersebut yang menatapnya sambil tersenyum mesum.
"Ada apa?" tanya Angelica dengan nada ketus.
"Angelica, aku ini pamanmu kenapa kamu sangat ketus?" tanya Paman nya sambil menahan amarahnya.
"Paman pikir saja sendiri," jawab Angelica dengan nada masih ketus.
"Angelica sudah lama Paman mencintai dirimu tapi Tante mu yang selalu mengejar-ngejar Paman bahkan menjebak Paman agar mau menikah dengan Tante mu," ucap Pamannya mulai merayu Angelica.
"Apa Paman tidak pikir, selisih umur kita itu dua puluh tahun apalagi Paman seorang Casanova yang hobinya celap-celup sana sini jadi mana mungkin aku mencintai pria brengs*k seperti Paman," ucap Angelica dengan nada sarkas.
__ADS_1
"Asal Paman tahu, aku sudah mengatakan ke Tante untuk menceraikan pria brengs*k seperti Paman apalagi Daddy juga marah sama Paman jadi bersiaplah Paman di tendang dari keluarga besar kami," sambung Angelica sambil tersenyum menyeringai.
"Tante mu tidak mungkin menceraikan Paman karena Paman sangat tampan," ucap Paman nya tanpa memperdulikan ucapan Angelica.
"Hanya wanita buta yang mau sama Paman," ucap Angelica.
"Angelica!" bentak Pamannya sambil mengangkat tangannya ke atas.
"Dasar ponakan tidak tahu sopan santun!" Bentak paman nya sambil mengarahkan tangannya ke arah pipi Angelica.
Grep
Ketika Angelica ingin mengangkat tangannya untuk menahan tangan Pamannya seseorang di belakang Angelica menahan tangan Pamannya.
"Jadi pria beraninya sama seorang wanita, apakah kamu seorang laki-laki sejati?" tanya pria tampan tersebut sambil menekuk tangan Paman nya ke belakang.
Bruk
"Aku akan ikut campur jika melihat seorang pria menyakiti seorang wanita," jawab pria tampan tersebut kemudian mendorong pria tersebut hingga pria tersebut terjatuh.
Grep
Selesai mengatakan hal itu pria tampan tersebut menarik tangan Angelica membuat Angelica sangat terkejut dan tanpa sadar mengikuti langkah pria tampan tersebut hingga mereka berhenti di kantin.
xxx Rekaman CCTV di Rumah Sakit Off xxx
''Sekarang sudah tahu bukan siapa yang berbohong Angelica atau pria brengs*k yang barusan kalian pukul?" tanya Daddy Gerald sambil tersenyum miring.
__ADS_1
"Lebih baik kita pergi dari sini," sambung Daddy Gerald sambil membalikkan badannya meninggalkan tempat tersebut.
"Baik Dad," jawab William patuh sambil mengikuti langkah Daddy Gerald kecuali Mommy Angelina yang masih bersama Angelica.
"Angelica, maafkan Mommy," ucap Mommynya merasa bersalah.
"Begitu pula dengan Daddy, Daddy percaya saja perkataan pria brengs*k dan juga perkataan Tante mu," ucap Daddynya yang juga merasa bersalah karena menuduh Angelica.
"Angelica sudah memaafkannya tapi saat ini Angelica ingin sendiri dulu Dad, Mom," ucap Angelica.
"Kamu mau kemana?" tanya ke dua orang tuanya bersamaan.
"Mommy Angelina, bolehkah Angelica ikut dengan Mommy Angelina?" tanya Angelica dengan mata berkaca-kaca tanpa menjawab pertanyaan ke dua orang tuanya.
"Tentu saja tapi kamu harus ijin dengan ke dua orang tuamu," jawab Mommy Angelina dengan nada lembut sambil mengusap pipi Angelica.
"Mommy dan Daddy, Angelica akan ikut sementara tinggal bersama Mommy Angelina sambil mencari tempat tinggal Angelica." ucap Angelica yang masih kecewa dengan ke dua orang tuanya.
"Lalu kapan kamu pulang?" tanya Ibunya dengan nada kesal begitu pula dengan suaminya sekaligus Ayahnya Angelica.
"Setelah hati Angelica mulai membaik Angelica akan pulang," jawab Angelica.
"Jika kamu pergi maka segala fasilitas yang Daddy berikan terpaksa Mommy minta." ucap Ibunya dengan nada mengancam.
Tanpa menjawab Angelica membuka tasnya kemudian Angelica mengambil dompetnya.
"Ini kartu kredit dan kartu Debit," jawab Angelica sambil membuka dompetnya kemudian Angelica memegang tangan Ibunya untuk meletakkan dua kartu ke tangan Ibunya.
__ADS_1
"Kalung, cincin, gelang dan sepasang anting," pinta Ibunya sambil tangannya diarahkan ke Angelica.