
Seiring berjalannya waktu, Yudhistira sudah mulai bisa berjalan perlahan tanpa menggunakan alat bantu kruk. Dukungan yang luar biasa dari keluarga Alamsyah dan Antonio, sangat besar pengaruhnya bagi semangat pemuda tampan tersebut untuk cepat sembuh. Terutama, support dari sang kekasih yang setiap hari mendampingi Yudhistira dan menemaninya menjalani terapi.
Maira memang tidak menginap di kediaman kakek dan neneknya, tetapi setiap pagi hari sebelum berangkat ke kampus, gadis cantik itu pasti akan menghampiri Yudhistira dan Iqbal untuk berangkat ke kampus bersama-sama. Sepulang kuliah pun, putri bungsu Daddy Rehan tersebut akan langsung menuju kediaman Antonio jika mereka tidak mampir ke perusahaan Bisma terlebih dahulu. Menjelang malam, Maira baru akan pulang ke rumahnya bersama sang daddy dan sang mommy yang selalu menjemput, sekalian untuk berkumpul bersama orang tua dan melihat perkembangan Yudhistira.
Melihat perkembangan kesembuhan kaki kanan Yudhistira yang sangat pesat, Diam-diam Daddy Rehan dan para sahabat telah menyiapkan acara untuk pertunangan kedua putri kembarnya. Opa Sultan dan Oma Sekar yang sudah berusia lanjut, juga sudah diberi tahu. Beliau berdua akan segera terbang menggunakan pesawat pribadi Ayah Yusuf besok lusa karena masih harus menunggu putra bungsu keluarga Ayah Yusuf dan Bunda Fatima, Annas, yang akan diwisuda.
"Apa semua persiapannya sudah selesai, Mbak?" tanya Tante Nisa ketika siang itu, para mama tengah berkumpul di kediaman Antonio.
Mereka sedang sibuk menyiapkan menu untuk makan malam bersama karena kabarnya, para suami yang saat ini berkumpul di pulau AA akan segera pulang dan semua anak-anak mereka disuruh untuk berkumpul nanti malam. Daddy Rehan hendak mengumumkan kapan hari pertunangan Maira dan Maida akan dilangsungkan.
"Kata Bang Rehan sudah sembilan puluh persen lebih, Dik," balas Mommy Billa.
"Nina belum aku kabari, loh, Bill. Apa Bang Rehan sudah kasih kabar ke Vincent?" tanya Tante Lusi yang sedang mengiris daging kambing untuk dibuat sate.
"Aku kurang tahu, Lus. Coba aja kamu telepon Nina. Enggak apa-apa juga kabarnya dobel, daripada nanti ternyata Bang Rehan juga lupa enggak kasih kabar sama papinya Kevin," saran Mommy Billa seraya menghentikan aktifitasnya yang sedang membuat bumbu rica.
"Mom, memangnya mau ada acara apa, sih?" tanya Maira yang baru pulang kuliah. Di belakangnya, mengekor Maida yang juga bertanya-tanya.
Ada apakah gerangan di hari kerja seperti ini para mama berkumpul di tempat sang nenek? Maira dan Maida memang belum mengetahui apa-apa karena sang daddy menyiapkan segala sesuatunya dengan diam-diam. Rencana, nanti malam lah Daddy Rehan baru akan memberitahu kepada kedua putri kembarnya itu, termasuk kepada Yudhistira dan Erlan yang juga diundang untuk makan malam di kediaman keluarga Antonio.
"Pengin ngumpul-ngumpul saja, Mel," balas sang mommy yang belum ingin mengatakan apapun karena tidak mau mendahului sang suami. "Dik Iqbal sama Mas Yudhis mana? Kalian belum makan siang, kan? Ajak makan dulu, sana," titahnya kemudian seraya menunjuk ke arah meja makan.
__ADS_1
"Oke, Mom," balas keduanya, kompak. Kedua gadis cantik itu segera berlalu setelah berpamitan kepada semua yang berada di dapur, menuju meja makan.
Mommy Billa kemudian melanjutkan pekerjaannya kembali, sambil bercanda ria dengan sahabat dan saudara-saudaranya.
\=\=\=\=\=
Malam hari di kediaman keluarga Antonio. Suara anak-anak dari dua keluarga besar itu terdengar sangat riuh. Mereka semua telah berkumpul di sana, tanpa ada yang dapat menebak apa yang akan dikatakan oleh Daddy Rehan, termasuk menebak kemungkinan tentang akan diselenggarakannya acara pertunangan di kembar karena kaki Yudhistira belum sembuh secara total.
Ya, meskipun sudah tidak memakai alat bantu, tetapi Yudhistira harus tetap berhati-hati dalam berjalan. Pemuda itu baru berani berjalan dengan perlahan dan belum berani jauh-jauh karena masih sedikit terasa nyeri jika berjalan lama. Meskipun demikian, Yudhistira tetap melakukan aktifitas tanpa mengeluh sedikitpun.
Barulah setelah mereka melihat kehadiran kekasih Maida, mereka mulai menerka-nerka ke arah sana. "Dad, apa yang mau Daddy sampaikan nanti, ada hubungannya dengan Mai dan Mela?" bisik Kevin, bertanya setelah Erlan yang mengajak keponakannya, duduk bersama adik-adik Kevin.
"Ayo semua, makan malam sudah siap!" ajak Oma Susan yang baru muncul dari arah belakang.
Mereka semua kemudian beranjak menuju ke ruang makan yang sangat luas. Satu persatu mereka duduk di tempat yang telah tersedia. Meja yang berbentuk oval dengan dikelilingi puluhan kursi itupun langsung terisi penuh.
Kekasih Maida yang baru beberapa kali ikut berkumpul di keluarga besar tersebut, tetap saja kagum dengan kekompakan dan kehangatan keluarga besar Alamsyah-Antonio. Apalagi sang keponakan, yang sedari tadi terus saja menyunggingkan senyuman. "Om Er, ceweknya cantik-cantik, ya," bisiknya seraya menunjuk kedua remaja putri yang duduk di ujung sana.
"Hush, jaga pandangan kamu, Sat!" peringat Erlan pada sang keponakan.
"Katanya, mau ngenalin Satria sama salah satu keponakan Kak Mai?" tagih pemuda yang terlihat tengil itu, masih dengan berbisik
__ADS_1
"Ya nanti, Sat. Sabar," balas Erlan.
Suara Kakek Ilyas yang menyuruh mereka untuk segera mulai menikmati makan malam, menghentikan bisik-bisik om dan keponakannya itu. Erlan dan Satria pun mulai menikmati makanan lezat yang sudah tersedia di hadapan masing-masing. Mereka semua makan dengan sangat lahap.
Usai makan malam, mereka semua masih berada di meja makan untuk menunggu berita penting yang akan disampaikan oleh Daddy Rehan. Dengan suaranya yang berwibawa, Daddy Rehan mulai berbicara dan membuat semua mata kini tertuju ke arahnya. Termasuk Yudhistira dan Erlan yang menatap ke arah calon ayah mertua dengan hati berdebar.
"Daddy sengaja mengumpulkan kalian semua malam ini karena ada yang mau daddy sampaikan. Bahwa acara pertunangan adik kalian, Mai dan Mela akan dilaksanakan minggu ini dan bertempat di pulau kita. Semua persiapan sudah matang dan hari sabtu lusa, kalian semua sudah bisa berangkat ke sana."
Maira yang duduk berhadapan dengan Yudhistira, saling pandang dan kemudian tersenyum mesra. Begitu pula pasangan kakak kembarnya, Maida dan kekasih dewasanya yang juga saling menatap mesra dan tersenyum penuh arti.
"Om Er, yang centil itu namanya siapa? Tanyain, dong, sama Kak Mai! Masak yang lain udah punya pasangan, si tampan rupawan ini masih jomblo aja!" Suara berisik sang keponakan yang menunjuk wajahnya sendiri, mengurai kemesraan mereka berdua.
πΉπΉπΉ bersambung ... πΉπΉπΉ
Yuk, yang belum mampir segera merapat dimari π
Cerita baru, cover baru π₯°
Jangan lupa dukungannya, ya... π Dan juga ulasan Bintang Lima βββββ
__ADS_1