Maira And The Bad Boy

Maira And The Bad Boy
Papi Akan Menjaga Kalian Berdua (End)


__ADS_3

Bukan hanya Yudhistira yang gelisah karena pasangan di sampingnya, juga nampak gelisah. Mereka sepertinya juga sudah tidak sabar ingin segera masuk ke dalam kamar. Meskipun mereka berdua sudah menikah hampir dua bulan yang lalu, tetapi hasrat untuk menyatu dengan pasangan selalu menggebu setiap kali berdekatan.


Acara yang menurut pasangan pengantin itu membosankan, akhirnya berakhir juga. Para keluarga masih berkumpul untuk makan malam bersama. Namun, kedua pasang pengantin langsung melarikan diri menuju kamar.


"Aku kangen kalian berdua, Yang." Yudhistira langsung memeluk erat tubuh wangi sang istri dari belakang, begitu mereka berdua sudah berada di dalam kamar mewah. Kamar yang dihias layaknya kamar pengantin baru meskipun mereka berdua bukan lagi pengantin yang baru menikah. Ijab qabul telah terucap beberapa pekan yang lalu dan mereka berdua pun sudah sering menyatu.


Mendengar ucapan sang suami, Maira membalikkan tubuh lalu mendongak menatap sang suami. "Apa maksud Mas Yudhis? Dari tadi, apa yang Mas katakan, membuat aku bingung?"


Yudhistira tersenyum lalu mengecup lembut bibir sang istri, sekilas. "Coba, deh, Yang, kamu ingat-ingat lagi kapan terakhir kamu menstruasi."


Mendengar jawaban sang suami, Maira langsung melepaskan diri dari pelukan suaminya. Dia raih ponsel dari atas nakas lalu mengecek tanggal kapan terakhir dia mendapatkan tamu bulanan yang selalu dia simpan di dalam catatan benda pipih tersebut. Netra Maira membulat sempurna, sedetik kemudian wanita cantik itu berseru senang masih sambil memegangi ponselnya. "Aku hamil, Mas!"


Maira lalu membalikkan badan dan di saat yang sama Yudhistira menyambut dan kembali memeluk istrinya erat. "Kita berdua akan segera menjadi orang tua, Yang."

__ADS_1


Yudhistira kemudian melabuhkan ciuman di kening sang istri tercinta. Ciuman yang hangat dan dalam dengan segenap perasaan. Ketiga orang tua yang berada di balik pintu yang belum tertutup rapat tersebut, ikut tersenyum bahagia dengan air mata yang menetes dari sudut netranya.


Air mata kebahagiaan karena di masa tuanya, Pak Pandu masih diberikan kesempatan untuk membersamai sang putra. Putranya yang dulu dia katai begajulan, kini telah menjelma menjadi seorang suami yang bertanggung jawab dan sangat menyayangi istrinya. Rasa syukur tidak henti laki-laki paruh baya itu panjatkan atas segala karunia yang Allah limpahkan pada keluarganya.


"Selamat Nak, semoga kalian berdua bisa menjadi orang tua yang baik untuk anak-anak kalian kelak. Tidak seperti papa," gumam Pak Pandu.


Sementara Daddy Rehan dan Mommy Billa yang berdiri di samping besannya dan menemani Pak Pandu yang hendak berpamitan pada sang putra, juga nampak sangat bahagia. Kedua pasangan yang senantiasa romantis itu saling pandang lalu saling memeluk mesra. "Cucu kita akan bertambah lagi, Mom," tutur Daddy Rehan, pelan sembari menyusut air mata.


"Pak Pandu, sebaiknya Pak Pandu menginap di sini saja, ya. Biarkan mereka menikmati kebahagiannya terlebih dahulu," pinta Mommy Billa pada besannya.


Sementara di dalam kamar pengantin, keharuan masih menyelimuti pasangan muda tersebut. Yudhistira masih menghujani sang istri dengan ciuman di seluruh wajah cantik istrinya. "Papi janji, papi akan menjaga Mami dan juga anak kita. Papi akan menjaga kalian berdua."


🌹🌹🌹🌹 T A M A T 🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Terimakasih untuk kalian semua yang tetap setia mengikuti kisah Maira dan Yudhistira hingga akhir πŸ€—


Sesuai janjiku, di akhir cerita akan ada gift bagi pembaca dan pendukung setia dengan ketentuan seperti yang telah aku share sebelumnya πŸ˜ŠπŸ™



Dan bagi yang namanya ada di bawah, segera chat aku, ya... satu kali dua puluh empat jam tidak ada chat, aku anggap hangus. Mode galak πŸ˜„πŸ€­


Bagi yang belum beruntung, ikuti terus novel ku yang masih on going.


*) Ketulusan Hati Ailee


*) Pesona Sang Janda πŸ₯°πŸ™πŸ™

__ADS_1




__ADS_2