
Hidup ini bagaikan roda yang berputar tanpa henti, ada saat kita di atas dan di bawah begitu juga dengan cinta terkadang datang saat tak dibutuhkan lalu juga pergi di saat saat yang terpenting, cinta seorang Ayah yang sangat dinanti nantikan Richard sewaktu kecil telah pudar dimakan lamanya waktu yang terus berjalan, ia pikir dengan mengabaikan Ayahnya ia bisa menjadi lebih lega namun luka yang ditinggalkan oleh Ayahnya kembali terbuka begitu juga rasa cinta yang menyakitkan untuk seorang Ayah yang telah hidup begitu menyedihkan karena bergantung kepada seorang Wanita.
Siang hari yang panas, Clara menjemput Robin pulang sekolah menuju ke rumah sakit tempat Kelvin dirawat, ia pikir ingin mengatakan kebenaran tentang Robin dan ingin mempertemukan Ayah dan anak yang telah lama berpisah tanpa mengetahui apapun, namun setibanya ia di rumah sakit Clara melihat pemandangan yang membuatnya meragukan kembali niatnya itu. Di depan pintu luar terlihat dari celah kaca seorang wanita cantik sedang menyuapi Kelvin yang terbaring, dia adalah Marissa Howie wanita yang selama ini sangat mengharapkan cinta Kelvin, mereka terlihat sangat dekat sampai Clara merasa tidak lagi memiliki celah diantara mereka berdua.. "Ternyata mereka sangat dekat, aku harus tahu diri " Gumam Clara sembari meninggalkan ruangan dan menggendong Robin.
"Aku bisa makan sendiri Marisa, kamu nggak perlu repot repot."
"Aku nggak mau pergi kalo kamu nggak mau disuapi."
"Hmmm baiklah sekali ini saja aku ijinin."
"Nggak biasanya kakak membuat keributan sampe luka kaya gini tau, pasti gara gara wanita itu kan.. aku denger dia sudah kembali, semua yang aku bilang benar kan dia udah bahagia sama pria lain."
"Kalo kamu mau ngomongin dia mending sekarang kamu keluar aja deh."
"Hiihh.. iya iya aku pergi sekarang, aku juga udah waktunya balik ke lokasi syuting" ucap Marisa meninggalkan ruangan.
Diperjalanan tidak jauh dari rumah sakit marissa melihat Clara dan Robin di pinggir jalan sedang menunggu taksi "titt titt titt" mobil Marissa membunyikan klakson membuka setengah kaca mobilnya..
"Wahh wahh wahh.. lihat siapa ini, lama nggak berjumpa yaa Clara Chan, kenapa kau disini aku liat kamu keluar dari rumah sakit.. jangan jangan kamu abis menemui Kelvin yaa, benar benar wanita yang nggak tahu malu, udah punya anak masih saja gangguin laki laki lain dasar wanita murahan." ucap marissa mencibir.
"Cukup.. bisa nggak kamu pura pura nggak mengenaliku saja?."
"Aku bisa.. tapi kamu harus jauhin kelvin karna dia milikku."
"Ahhh itu ajaa.. pergilah aku nggak sudi ngomong lebih lama lagi sama kamu."
"Ahhahahaa apa sih yang masih kau sombongin" ucap Marissa kemudian menjalankan mobilnya.
"Tante galak itu teman ibu?."
__ADS_1
"Bukan sayang.. ahh taksii " ucap Clara seraya memanggil taksi melambaikan tangannya.
Sampai di cafe yang sedang sepi pelanggan Clara melihat Richard yang sedang melamun duduk dipojokan, Richard tidak menyadari kedatangan Clara dan Robin.
"Tuk tuk tuk" Robin menyentuh pipi Richard dengan iseng.
"Ahh kalian datang.. maaf aku lg melamun yahh."
"Iya kami datang dua menit yang lalu tuh ngeliatin orang bengong.. ada apa? Apa ada masalah?" tanya Clara.
"Nggak papa kok, Robin mau desert" tanya Richard pada Robin.
"Mau om " jawab Robin lugu.
"Sana Robin minta sama Om itu yaa, Nino tolong anterin Robin ke tempat desert ya biar dia milih mau makan apa" ucap Richard kepada salah satu karyawannya.
"Kamu kelihatan lesu dan nggak bersemangat banget loh, crita aja sama aku.. yaah walaupun aku nggak bisa bantu apa apa seenggaknya bisa bikin perasaan kamu lega kan."
"lalu?."
"Ya gituu.. aku belum bisa nrima dia kembali setelah sekian lama, yang semakin aku nggak terima itu sekarang dia bergantung sama wanita kaya seperti pria yang nggak punya harga diri, sebenernya aku malu crita kaya gini ke kamu."
"Nggak usah malu kita kan teman dari kecil, kita tahu rahasia rahasia satu sama lain yang orang lain nggak tau, mungkin saja Ayahmu awalnya ingin menemuimu dari awal tapi karna setelah sekian lama berjuang belum berhasil juga makanya akhirnya dia memutuskan menikahi Wanita kaya, mungkin juga Wanita itu yang mengejar ngejar Ayahmu sampe akhirnya Ayahmu mau menikahinya kan..? kemungkinan kemungkinan seperti ini pasti ada Ry.. menurutku kamu temuin lagi ayahmu kalo hatimu sudah siap, bicarakan pelan pelan apa pun yang ingin kamu ketahui lalu putuskan apa kamu mau memaafkan atau tidak.. menurutku lebih mudah memaafkan dari pada membenci. Kamu beruntung masih memiliki Ayah yang bisa menemuimu meskipun terlambat, sedangkan aku.. aku ingin menemui mereka lewat mimpi saja rasanya sangat sulit.. hehe maaf maaf aku kebanyakan ngomong yaahh."
"Nggak kok.. aku seneng dengerin kamu ngomong, perasaanku jadi lebih ringan.. yang kamu bilang benar aku harus meluruskan semuanya dulu baru ambil keputusan, makasih yaa" ucap Richard tersenyum sumringah.
"Ehhh.. aku nggak ngapa ngapain kok."
"Aku seneng kita bisa ngobrol ngobrol lagi begini, mungkin kalo kamu masih jadi artis kita nggak bisa ketemu lagi dan aku nggak brani menemuimu, bukan berarti aku seneng dengan kegagalanmu yaahh."
__ADS_1
"Dibilang kegagalan.. apa mungkin ini kegagalan? Sebenarnya aku bisa saja meluruskannya dan mencari tahu kebenarannya kalo aku dijebak, tapi aku udah lelah hidup kaya gitu.. makanya aku biarin aja dan mundur.. begini juga nggak buruk."
"Dari dulu aampe sekarang kamu masih saja hebat, kuat, aku bangga banget sama kamu.. tapi aku penasaran sama suatu hal, apa aku boleh tanya ini apa nggak yaah" ucap Richard ragu ragu.
"Kamu penasaran soal apa? Tanya aja? Kita kan selalu berbagi rahasia.
"Itu.. emmm.. siapa Ayah robin? " ucap Richard sambil menoleh ke arah Robin yang sedang asyik makan di tempat desert.
"... Emmm."
"Kalo nngak mau kamu nggak perlu jawab kok."
"Mau kok, kamu ingat nggak pria yang kita temui waktu pertama kali kita ke Mall?."
"Ahhh dia?."
"Benar, dia orang yang selalu ada bersamaku setelah kejadian skandal waktu itu.. tapi karna beberapa alasan kami berpisah, lebih tepatnya aku meninggalkannya."
"Kalau berat kau nggap perlu menceritakannya kok."
"Nggak.. itu udah masa lalu jadi sudah bukan lagi masalah."
"Apa kau masih ingin kembali bersamanya?."
"Kalo dia lebih bahagia tanpaku aku nggak ingin kembali lagi, tapi Robin.. aku selalu merasa bersalah kepadanya karna aku nggak pernah memberitahukan siapa Ayah yang selama ini dirindukannya dan Ayahnya juga tidak tahu kebeeradaan Robin, aku Ibu yang sangat egois kan."
"Kamu nggak usah nyalahin dirimu sendiri.. seperti yang kamu bilang padaku tadi, kalo perasaanmu sudah siap kamu bisa kasih tau yang sebenarnya ke Robin dan Ayahnya."
"Kamu benar, makasih yaa kamu udah ngertiin aku, makasih juga kamu selalu jadi sahabat terbaikku" ucap Clara terharu seraya memegang erat kedua tangan Richard hingga membuat pipi richard memerah.
__ADS_1
bersambung