Mantan Aktrisku

Mantan Aktrisku
Karena api cemburu


__ADS_3

Karena merasa senang Marlyn Li tidak sabar ingin segera menemui Clara dan Robin, kedatangan Marlyn ke rumah Clara secara tiba tiba membuat Clara sangat kaget dan tak bisa berkata kata setelah membukakan pintu untuk Marlyn.


"Kenapa ekspresi wajahmu seperti itu? Maaf aku pasti mengagetkanmu dengan kedatanganku yang tiba tiba" ucaap Marlyn.


"Ahh iya.. ini cukup mengagetkan anda menemuiku secara langsung ke rumah sederhana ini."


"Aku datang secara khusus ingin meminta maaf atas kejadian dulu, aku sudah mendengar semuanya dari Kelvin, maaf karena memisakan kalian berdua."


"Anda tidak perlu minta maaf kepada saya, karena saya juga tahu sebagai seorang Ibu hanya menginginkan kebaikan untuk anaknya."


"Tapi Kelvin bilang baru bisa berdamai denganku jika kamu bersedia memaafkanku."


"Apaa!! " ucap Clara terkejut.


"Kamu pasti terkejut ya dengan kelakuan anak itu kepada Ibunya."


"Ahh iyaa.. sedikit."


"Aku tak masalah jika kalian segera menikah. "


"Ahh.. kenapa tiba tiba Anda seperti ini? "


"Aku ingin Kelvin hidup bahagia sesuai yang ia inginkan, lagian kasihan anak kalian sudah besar tapi orang tuanya belum menikah.. apa kata orang nanti."


"Anak kami?? "


(Kak Kelvin bilang anak kami?, Apa mungkin dia sudah menyadari kalo robin anaknya) ucapnya dalam hati.


"Iya.. dimana Robin sekarang? Aku ingin sekali menemui cucuku."


"Robin masih di sekolah.. Saat akhir pekan kami akan mengunjungi anda."


"Ahh.. begitu? Baguslah aku akan menunggu kalian, aku akan pulang sekarang ."


"Baiklah.. hati hati dijalan Nyonya." ucap Clara mengantarkan Marlyn kedepan pintu.


Clara masih merasa kejadian itu seperti mimpi, Marlyn Li telah banyak berubah itu sangat mengejutkan Clara, berbanding terbalik dengan pertemuan terakhirnya mereka lima tahun lalu.


"Apa orang bisa berubah sedrastis itu? Tapi ini sesuatu yang patut disyukuri.. Hubungan Kak Kelvin dan ibunya akhirnya menjadi lebih baik, tapi sangat canggunh tiba tiba beliau membahas soal pernikahan" gumam Clara tersenyum.


Berbeda dengan Clara yang mulai menemukan kebahagiaannya, diminimarket selena masih terlihat lesu memikirkan cinta bertepuk sebelah tangannya yang masih membelenggu pikiran dan hatinya. meskipun ia telah ditolak mentah mentah ia masih saja ingin sekedar melihatnya walau hanya sekilas, sebab itu ia masih bertahan bekerja di minimarket itu "hahhh.. apa lagi yang masih kuharapkan dan enggan pergi dari sisinya? apa aku harus berpura pura bodoh dengan cukup menjadi temannya.. Dia bukan orang jahat yang menolak orang yang telah ia tolak ingin menjadi temannya kan? Aaarrrgghh.. ini semua gara gara orang bodoh itu.. pake nolongin segala ngeringin rambut juga bikin orang nggak mau nyerah, dasar Richard bodohhh" gumam gumam Selena sembari menggaruk garuk kepala sambil menunduk karena frustasi.


"Mba kasir baik baik saja?" ucap pelanggan pria berkaca mata minus.

__ADS_1


"Nggak usah pedulikan saya mas" ucap Selena.


"Kalo Mba Kasir kaya gitu terus saya bayarnya gimana?" teriak pelanggan itu.


"Oohhh iya iya anda mau bayar yaa? Kenapa nggak ngomong? " ucap Selena gelagapan.


"Udah sepuluh menit saya memanggil manggil emba nggak nyahut nyahut" ucap Pelanggan itu kesal.


"Ahh.. begitu maafkan saya ini kembaliannya terimakasih selamat datang kembali."


"Ck ck ck cantik cantik udah gila kasian banget" gumam pelanggan itu sembari melangkah pergi.


"Heii.. kedengeran tahuu" ucap Selena kesal namun tak digubris pelanggan itu.


Waktu pulang sekolah Robin telah tiba Richard bergegas untuk menjemputnya lebih awal dari biasanya karena khawatir akan terdahului oleh Kelvin seperti kemarin.


"Oohh.. Om Richard" teriak Robin sembari menghampiri Richard dengan gembira.


"Haloo Robinku sayang" Richard menggendongnya.


"Om sendirian? Ibu mana? "


"Iya Om sendiri, ahh itu Ibumu baru saja datang."


"Ahhh maaf aku tadi sekalian lewat jadi sekalian mampir deh kebetulan udah waktunya Robin pulang."


"Oohh gitu."


"Ayoo kita pulang!!!" ucap Richard semangat dan disambut tawa oleh Clara dan Robin.


Disisi lain mobil Kelvin baru saja sampai ketika Clara dan Robin hendak masuk ke mobil Richard dengan penuh tawa, " Hahh dia lagi dia lagi, apa kau pikir kau bisa merebut Clara dan Robin dariku? " gumam Kelvin yang kesal di dalam mobilnya.


Kelvin diam diam mengikuti mobil Richard yang melaju perlahan, mereka berhenti di kedai ayam goreng atas permintaan Robin, Kelvin masih mengamati hingga mereka sampai dirumah Clara, namun tak lama Richardpun pergi setelah menggendong Robin yang tertidur diperjalanan.


"Ting tong" bunyi bel rumah Clara.


"Kak Kelvin masuklah" ucap Clara.


"Ayo kita menikah" ucap Kelvin tegas.


"Ohh.. kok tiba tiba? " tanya Clara bingung.


"Apa kau tak mau menikah denganku? " ucap Kelvin dengan nada kesal.

__ADS_1


"Kenapa Kak Kelvin kelihatan marah gitu sih? "


"Nggak usah mengalihkan pembicaraan."


"Kakak kenapa begini sih kamu bilang mau nunggu aku sampai benar benar siap tapi kenapa Kak Kelvin buru buru begini? "


"Memangnya apa lagi yang kamu tunggu sih? Ibuku juga sudah mengijinkan kita menikah terus apa lagi? Atau jangan jangan kamu mengharapkan pria lain? "


"Ngomong apa sih? Pria lain apa? Aku nggak suka dipojokin begini. "


"Siapa yang lagi mojokin? Aku nanya dengan serius, apa kamu benar benar tak mau menikah denganku? Apa kamu ingin menikah dengan teman masa kecilmu itu? Apa bagusnya dia dibandingkan aku? Dia cuma pria yang hanya punya cafe kecil."


"Kenapa Kak Kelvin hari ini sih? Aku nggak suka kamu ngerendahin Richard begitu ya."


"Ohh ternyata memang benar kamu lebih ngebelain dia daripada aku."


"Aku nggak ngebelain, aku nggak suka sikap kamu yang sekarang kasar ngerendahin orang."


"Aku begini karena kecewa sama kamu yang selalu bergantung dengannya padahal aku selalu disamping kamu."


"Sudahlah.. cukup, lebih baik Kak Kelvin pergi aja kalo kesini cuma mau ngajakin ribut."


"Kenapa kamu segitunya sih sama aku Clara."


"Karena Kak Kelvin udah keterlaluan!! "


"Hahh.. aku benar benar nggak paham sama kamu, aku pikir kamu bakal seneng kalo Ibuku udah merestui kita menikah, ternyata aku salah sangka mengira kamu" ucap Kelvin dengan nada kecewa.


"Aku juga nggak bilang aku nggak seneng yahh.. jangan menerka nerka sendiri."


"Kalo kamu seneng harusnya kamu nggak bersikap acuh kepadaku."


"Aku? Acuh? Udahlah jangan ngomong yang nggak nggak aku muak berdebat begini."


"Kamu?? Muak sama aku?? Akhirnya kamu mengakuinya!! Apa jangan jangan Robin anakmu dengan Richard? "


"Plakkk!!... Cukup jangan bawa bawa Robin diperdebatan ini, kamu nggak tahu apa apaa!! Robin itu anakmu darah dagingmu tapi kamu nggak pernah menyadarinya dan mengira aku dengan mudahnya berhubungan dengan pria lain.. Pergii !!!! Aku nggak mau lihat kamu!!!" teriak Clara mendorong Kelvin keluar dari rumah dan segera mengunci pintu.


"Apaa?? Ternyata Robin anakku? Apa ini mimpi? " gumam Kelvin tersenyum setelah marah marah.


"Claraaa.. dor dor dor!!.. Robin anaku? buka pintunya aku minta maaf, ayo kita bicarakan ini baik baik" ucap Kelvin sambil menggedor gedor pintu.


"Baiklah.. aku pergi ayo kita tenangkan dulu pikiran sebelum bertemu lagi, aku akan datang lagi lusa" teriak Kelvin yang tak mendapat respon dari Clara meskipun Clara mendengarnya dari balik pintu.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2