
"Ting Tong" suara bel pintu rumah Lukina sore hari.
Lukina yang mendengar suara bel pintu segera melihat ke arah monitor di balik pintu untuk mengetahui orang yang mengunjunginya.
"Wah.. ngapain lagi sih itu orang kesini !!" gumm Lukina kesal.
Lukina membuka pintu.
"Ada apa lagi sih? Gimana Anda bisa tahu rumahku?!! Ucap Lukina sebal.
"Anda kan artis sensasional, mudah kalo hanya menemukan alamat rumah nona, tapi apa kita mau bicara disini?"
"Masuk!! Silahkan bicara!!"
"Apa saya nggak boleh duduk dulu sambil minum teh gitu, rumahnya sangat nyaman yaa"
"Nggak usah bertele tele cepat katakan lalu segera enyah!!"
"Ternyata nona wanita yang nggak sabaran ya?? Baiklah.. seharusnya Anda tahu apa alasan saya datang kemari, saya mau minta uang!!"
"Uang apa!! Kemarin sudah saya kasih kok, nggak tahu malu banget ya!!"
"Saya minta uang karena anda telah membohongi saya, anda bilang saya akan mendapat banyak uang jika saya menabrakan diri ke mobil itu, saya dengan mudahnya percaya kepada anda karena anda artis kaya, saya juga mengambil resiko besar jika waktu itu saya sakit parah atau meninggal bagaimana?"
"Yang penting Anda masih sehat kan?"
"Tetap saja, saya harus minta uang karena wanita itu cuma ngasih 1 juta"
"Pergilah, saya nggak akan ngasih, waktu itu saya udah kasih 5 juta!! Jangan serakah!!"
"Baiklah, kalo gitu saya akan minta kepada pacar anda si Pak Ceo kan namanya Kelvin Han"
"Saya nggak akan segan segan kalo anda berani mendatanginya ya!!!"
"Yaudah makannya kasih 10 juta dulu dong"
"5 juta!!!"
"Kalo gitu aku akan ke Kelvin Han itu!!"
"Tunggu.. saya transfer sekarang juga mana nomer rekening!!"
"Nih.. jangan marah marah dong nanti nggak cantik lagi" ucapnya sembari memberikan nomer rekening.
"Ini terakhir kali, kalo anda sampe muncul lagi di hadapan kami kamu tau sendiri akibatnya!!"
"Oke oke tenang aja, kalo butuh bantuan segera hubungi saya lagi yah"
"Pergii sana!!"
Ditengah tengah percakan mereka diam diam Kelvin mendengar dari balik pintu yang tak tertutup rapat, namun kira kira Kelvin mengerti apa yang sedang mereka bicarakan.
Saat Lukina menyuruh lelaki itu pergi ia segera bersembunyi dari balik vas besar didepan rumah Lukina.
"Arrgghhhh!!!! Benar benar sial !!!" teriak Lukina.
"Sial kenapa???" ucap Kelvin yang tiba tiba muncul.
"Pak Kelvin !!!" ucap Lukina kaget.
"Kenapa kamu kaget gitu kaya ngelihat hantu saja"
"Bukan begitu, itu karena anda tiba tiba muncul tanpa suara dari pintu"
__ADS_1
"Ooh kebetulan pintunya kebuka tuh"
"Aa a apa?? Sejak kapan anda datang?"
"Sejak Bapak bapak tadi keluar dari sini"
"(Ahhh.. untunglah) jadi begitu, Dia tukang yang memperbaiki lampu kamar mandi yang mati, oiya ada apa anda datang kesini?" ucap Lukina yang buru buru mengganti topik pembicaraan.
"Ahh iya saya datang untuk mengajak Lukina cekup karena sudah mulai datang tawaran iklan, jadi saya ingin memastikan kesehatan anda, oiya apa anda masih bermimpi buruk?"
"Kadang masih tapi efeknya tak sebesar dulu sebelum perawatan, jadi tanpa cekup pun saya rasa bisa mulai bekerja"
"Jadi begitu yaa, baiklah karena itu keinginan Lukina saya akan menghargainya"
"Benarkah tak perlu cekup?" ucap Lukina merasa lega.
"Benar! Sekarang saya harus kembali ke kantor, mulai besok Merry akan kembali bekerja sesuai jadwalmu"
"Baiklah, hati hati dijalan.. aaahhh!!" teriak Lukina kesakitan sembari memegang kepalanya.
"Ehhh?? Kamu kenapa Lukina??" ucap Kelvin panik.
"Tiba tiba saja kepala saya pusing"
"Ayo kita ke rumah sakit"
"Nggak usah Pak, tolong bantu saja saya berbaring ditempat tidur"
"Baiklah (Ini benar atau akting ya?? yasudahlah ikutin dulu)"
Kelvin berjalan menuju tempat tidur dengan menggendong Lukina, Lukina merasa nyaman berada di pelukan orang yang ia inginkan itu.
(Aku ingin waktu berhenti disini sekarang) pikir Lukina sembari memandang kelvin dengan penuh cinta.
"Baiklah, terimakasih Pak Kelvin, sebenarnya..." ucapnya berhenti.
"Ada apa? Kenapa berhenti? Bilang saja apapun"
"Apa saya bisa minta tolong?"
"Ada apa? Katakan saja!!"
"Saya merindukan ibu saya yang berada di rumah sakit jiwa, apakah saya bisa pulang kampung dulu sebelum memulai kontrak pekerjaan?"
"Kalo kamu maunya begitu ya mau tidak mau sementara tawaran pekerjaan untukmu akan ditolak, kamu nggak papa?"
"Saya nggak papa kalo anda nggak keberatan"
"Baiklah, kamu pulang saja dahulu, saya akan minta Merry menemanimu"
"Mungkin kedengarannya lancang, tapi apa bisakah Anda yang menemani saya? Seperti yang anda tahu saya merasa nyaman berada didekat anda, Kak Merry akan kesusahan jika tiba tiba saya kambuh"
"Kamu bilang sudah mendingan"
"Memang benar, tapi untuk jaga jaga kalo anda bersedia"
"Baiklah, akan saya pertimbangkan"
"Benarkah??" ucap Lukina senang.
"Sekarang istirahatlah.."
"Baik, hati hati dijalan"
__ADS_1
Lukina merasa bahagia karena semua berjalan sesuai rencananya tapi ia merasa sedikit aneh karena itu terlalu berjalan mulus, tapi ia tak ingin memikirkan sesuatu yang belum jelas, intinya ia merasa bahagia sekarang karena Kelvin kemungkinan bersedia datang ke negara asalnya.
"Setelah disana kamu akan menjadi milikku dan tak bisa lagi kembali kepada Clara chan itu hahahahah" ucapnya tertawa sendirian.
Kelvin yang berjalan sambil berfikir tentang semua yang telah ia dengar dan mengira ngira maksud dari semua sikap dan tindakan Lukina.
"Biarlah sementara aku harus ikuti kemauanmu sambil mencari tahu tujuanmu melakukan ini semua, ahhh tiba tiba aku kangen Clara dan Robin mereka sedang apa yaa"
"Ting tong" suara bel pintu rumah Clara.
"Robin, tolong bukain pintu ya sayang lihat dulu siapa yang datang, kalo nggak kenal jangan dibuka" terial Clara dari arah dapur.
"Iyaaa buu" ucap Robin.
"Wahh Ayaaahhh!!" ucap Robin senang sembari membuka pintu.
"Ayaaaahh" Robin memeluk Kelvin.
"Halo jagoan!!" ucap Kelvin meenggendong Robin.
"Ayah, Robin mau makan ice cream!"
"Besok kan hari minggu, ayo kita makan ice cream sepuasnyaaaa!!!!!" ucap Kelvin ceria.
"Beneran yah?? Yeeyyyyy!!!"
"Ada apa sih pada seneng banget" ucao Clara dari dapur dan masih memakai celmek.
"Ibu besok Robin sama Ayah mau makan ice cream sepuasnya!!!!"
"Jadi.. ibu nggak diajak nih?? Ibu ngambek yah?? huhuhu"
"Ibu jangan ngambek yaah, ayo kita pergi sama sama!"
"Bolehkah??"
"Tentu saja"
"Makn ice cream sepuasnya!!!!" ucap Robin sembari berlari ke kamarnya.
"Secukupnyaaaa!!!! Nggak boleh sepuasnya!!!" teriak Clara.
"Kamu ngajarin nggak bener yaa" ucap Clara kepada Kelvin.
"Hehehe, maaf"
"Tapi hari ini kamu pulang cepat ??"
"Iyaaa.. aku kangen banget sama kalian" ucap Kelvin sembari memeluk Clara.
"Ahh!! Gombal, ayoo kita makan dulu, Robiiinnn ayo makan Sayang!!" teriak Clara.
"Iyaa.. sebentar bu"
"Sana kamu bersih bersih dulu baru makan"
"Okeee Sayang, emmmm masih mau ngisi energii" ucap Kelvin manja.
"Iiihh, lepas ih malu dilihat Robin!!"
"Robin pasti seneng Ayah Ibunya harmonis"
"Maluuu" ucap Clara melepaskan diri dari pelukan Kelvin.
__ADS_1