
Di pagi hari yang cerah Clara mengantarkan Robin ke sekolah barunya, dengan mengenakan topi dan kacamata hitam karena ia masih merasa canggung, khawatir ada orang yang masih mengenalinya dan mengkritik anak tercintanya. Pandangan mata orang orang semakin aneh melihat wanita yang semakin nampak misterius.
"Hahh.. apa yang sedang kulakukan, kenapa aku merasa menjadi seorang yang aneh" ucap Clara dalam hati.
Setibanya di ruangan guru clara membuka topi dan kacamata hitamnya, diluar dugaan.. respon guru bisa dibilang biasa saja tidak merasa aneh sedikitpun. Clara merasa sangat lega.
"Ternyata aku terlalu berlebihan, apa yang aku kawatirkan sih.. aku lhoo bukan artis lagi " ucap Clara dalam hati.
"Robin.. belajar yang rajin yaa, yang akur sama temen temen oke? Ibu pulang dulu, nanti pulang sekolah Ibu jemput ya.. jangan kemana mana kalo Ibu belum datang,".
"Ike bu.. hati hati dijalan".
Setelah mengantarkan Robin Clara masuk angkutan umum menuju cafe milik Richard, Didalam angkutan umum yang bising dan penuh penumpang tiba tiba ada seorang wanita paruh baya berteriak.
"Copett jangan larii".
Seketika orang orang didalam busway ribut mengatai orang yang hendak turun ketika bus berhenti, namun tidak ada yang membantu Ibu itu mengejarnya.
"Cepat telpone polisi" ucap Clara kepada penumpang lain sambil berlari mengejar sii pencopet.
Clara berlari kencang mengerahkan seluruh tenaganya mengejar pria bertopi army itu sambil berteriak "Wooii berhenti woii " Orang orang disepanjang jalan melihatnya terheran heran, clara yang telah lelah mengejar si copet setelah berlari sekitar 200 meter melepaskan sepatu catsnya dan dilemparkanlah ke arah kepala pria itu.
"Hahhh dasar wanita gila, bisa bisanya mengejar orang sejauh ini.. arggghhh sakit kepalaku brengsek" ucap si pencopet itu.
Dan terjadilah perkelahian sengit dua orang, pria dan wanita. tidak lama setelah itu polisi akhirnya datang untuk membawa pencopet dan ibu yang dicopet untuk memberikan laporan.Ibu itu sangat berterima kasih atas bantuan dan keberanian Clara.
"Haloo.. ibu nggak papa kan? ".
"Saya nggak papa, aduh nona pipinya memar ayo ke rumah sakit biar saya antar".
"Saya baik baik saja bu nggak perlu ke rumah sakit, Ibu juga harus ke kantor Polisi kan".
"Ahh iyaa.. ini kartu nama anak saya, silakkan hubungi kalo nona butuh bantuan ya, saya benar benar berterima kasih" Clara menerima kartu nama dan mengangguk sambil tersenyum.
Sesampainya dicafe Clara melihat pemandangan indah, seorang pria tinggi tampan putih memakai baju koki dan topinya.." wahh indah banget, pantes aja kebanyakan tamunya gadis gadis" ucap clara sambil duduk tersenyum di tempat duduk pling belakang. Pria tampan itu tersenyum melambaikan tangannya sambil berjalan membuka topi kokinya ke arah clara.
"Hai Chef.. lagi sibuk yaa, aku ganggu dong? " ucap Clara seraya tersenyum menggoda sahabatnya itu.
"Aku nggak sibuk cuma tadi bantuin chefnya bentar pas rame.. ehh pipi kamu kenapa memar gitu, apa terjadi sesuatu?".
"Ohh ini tadi berantem sama copet bentar, gak papa lah gini doang".
__ADS_1
"Bisa bisanya wanita ngelawan copet sendirian? terus gimana copetnya sekarang?".
"Ahahahaa.. udah beres di kantor Polisi, lumayan kan buat peregangan udah lama gak gerak, ahh jadi inget dulu kita belajar tekwondo bareng yaa".
"Iyaa.. sini ku obatin..sayang banget wajah cantik kaya gini memar memar kalo berbekas gimana coba".
"Hahhaa.. makin lebay kamu yaah".
"Dari kecil sampe sekarang kamu masih tetap pemberani seperi biasa"
(makanya aku selalu mengagumimu) kata Richard dalam hati sambil tersenyum tanpa sadar memandangi Clara yang sedang tutup mata karena diobati.
"Masih belum ry?".
"Ahh iya udah udah selese" ucap richard terbata bata karena kanget.
"Kamu tunggu disini aku siapin makanan".
"Oke makasih".
Beberapa saat berlalu Clara pamit untuk menjemput Robin disekolah karena sudah waktunya robin pulang tapi Richard bersikeras mengantarkannya.
"Ibuu.. sudah datang, ohh ada om richard juga, senangnyaaa hehehe" ucap Robin riang berlari menghampiri Ibu dan Om nya.
"Seneng Om.. semua murid nyapa aku mereka baik baik semua" ucap Robin menceritakan dengan semangat.
"Bagus bagus, anak pinter" ucap richard mengelus kepala Robin.
"Ibu Om aku pengen jalan jalan ke mall boleh gak? Waktu didesa kan kita nggak pernah ke mall" ucap Robin memelas membujuk ibunya.
"Oke ayuk kita ke mall berdua, main sepuasnyaaaaa" ucap Clara penuh semangat.
"Kok berdua Om Ry nggak mau yaa? " ucap Robin murung.
"Om Ry sibuk sayang" kata Clara menenangkan Robin.
"Aku ikutlah, aku nggak sibuk kok.. cafe ada yang ngurus " kata Richard.
"Beneran gak ngrepotin? " kata Clara.
"Nggak.. kamu tenang aja aku malah seneng bisa nemenin kalian jalan jalan" ucap Richard.
__ADS_1
"Horeee horeee" ucap Robin riang.
Sesampainya di mall Robin sangat bersemangat, kami mencoba berbagai wahana bermain, kami makan makanan enak, makan es krim bersama, kami mirip selayaknya keluarga .. Robin sangat bahagia, keputusan yang tepat aku membawanya pindah ke sini.
"Ibu.. aku mau ketoilet" ucap Robin dengan polosnya.
"Baiklah, bisa sendiri kan? ibu nggak bisa masuk ke toilet pria".
"Biar sama aku aja "ucap Richard.
"Oke.. maaf ya ngrepotin".
"Nggak ngrepotin, kamu tunggu disini ya clara..ayoo Robin".
Clara mengangguk dan tersenyum, tidak lama mereka pergi ada seorang yang memanggil manggil Clara tapi Clara tidak mendengar, pria itu memperhatikan dari jauh hingga akhirnya mendekati Clara.
"Clara".
"Ahh iya.. kau".
Pria itu memeluk erat Clara begitu Clara melihat kearahnya.
"Kau disini.. ini benar kau kan, aku mencarimu kemana mana selama lima tahun, teganya kau meninggalkanku tanpa sepatah katapun.. " ucap pria itu terisak.
"Cukup kelvin.. ini tempat umum, lepasin!".
"Apa kamu mau pergi lagi kalo aku lepasin? "
"Nggak" ucap Clara melepaskan pelukan Kelvin.
"Ibu.. aku udah selesai, siapa paman itu? " tanya Robin sambil menghampiri Clara.
"Oohh kenalin ini om kelvin kenalan ibu" ucap Clara canggung.
"Ibu? Kenalan? " ucap Kelvin terheran heran.
"Clara ayo kita pulang, Robin udah kecapean" ucap Richard menggandeng tangan Clara dan menariknya.
"Tunggu clara.. ini maksudnya apa! " tanya Kelvin.
"Ayo kita bicara lain kali Tuan Kelvin, kami harus pulang" ucap Clara meninggalkan Kelvin yang seorang diri.
__ADS_1
"Apa.. kenapa kau memperlakukanku seperti orang asing Clara, apa yang dikatakan Marissa benar adanya, apa aku salah paham terhadapmu selama ini.. bagaimana bisa ada seorang laki laki dan anak disampingmu? Kau benar benar menghianatiku? Aku nggak terima penantianku selama ini sia sia begini Clara, benar benar sia sia dan tak berguna.. apa yang harus aku lakukan setelah ini" gumam Kelvin dengan perasaan yang bertanya tanya sekaligus putus asaa.
bersambung