Mantan Aktrisku

Mantan Aktrisku
Penantian


__ADS_3

Mendung di siang hari Clara bergegas menjemput Robin disekolah karena prakiraan cuaca menunjukan akan turun hujan lebat, karena terburu buru Clara melupakan payung yang sudah ia siapkan di mejanya.


"Ahh akhirnya sampai juga lari lari dari halte busway lumayan ngos ngosan, itu dia pas banget Robin baru keluar, Robiinnn.. sayaang..!! " teriak Clara.


"Ibu.. "


Saat Clara dan Robin hendak berjalan ke arah halte busway tiba tiba hujan turun dengan lebatnya, Clara mencari payung di tasnya lalu ia menyadari payungnya tidak ada.. mereka bergegas mencari tempat berteduh tapi tiba tiba ada seorang yang memayungi mereka dari belakang.


"Ehh.. kok nggak basah, ehh Kak Kelvin" ucap Clara sembari menengok ke belakang, mata mereka saling berpandangan.


"Omm.. " ucap Robin riang.


"Ayo kita masuk mobilku dulu."


Dari seberang jalan Richard yang berniat menjemput Robin karena hujan lebat melihat pemandangan yang menyakitkannya, ia merasa payah karena telah didahului, alhasil ia hanya bisa melihat Clara dan Robin dipayungi Jelvin dan memasuki mobil. ia pun bergegas menjalankan mobilnya dengan cepat, dijalan menuju cafe Richard melihat Selena yang sedang berhjalan di tengah hujan, ia pun segera menghentikan mobilnya, ia turun dan memayungi Selena.


"Kenapa? kenapa kau peduli padaku?" tanya selena dengan dinginnya.


"Ikutlah ke mobilku " ucap Richard menarik tangan Selena.


"Aku nggak mau, kamu pergi aja nggak usah pedulikan aku" ucap Selena melepaskan tangannya.


"Berhenti keras kepala dan menurut kali ini saja" ucap Richard tegas menariknya masuk kemobil.


Didalam mobil Selena hanya diam tanpa bersuara apapun, Richard melepaskan jaketnya dan memakaikannya pada Selena yang basah kuyup, ia mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil yang sudah ia siapkan dimobilnya untuk Clara dan Robin.


"Maaf untuk yang kemarin, maaf juga sekarang aku berlebihan ya aku nggak bisa bersikap acuh kepada orang yang kukenal" ucap Richard merasa bersalah.


"Tak perlu minta maaf, harusnya aku yang minta maaf karena menjelek jelekan orang yang kamu cintai.. dan tenang aja aku nggak akan salah paham lagi dengan kebaikanmu yang seperti ini, jika bukan aku yang kehujanan asalkan kau mengenalnya juga pasti kau akan melakukan hal yang sama kan? "


"Benar."


"Tapi aku akan lebih senang bila diabaikan oleh orang yang sudah menolakku."


"Ahh begitu kah? Maafkan aku, aku akan berusaha mengabaikanmu setelah mengantarmu pulang."


"Hahhh.. rasanya aku semakin marah tiap kali orang ini menyahut omonganku, dia nggak tanya kenapa aku kehujanan.. aku yakin dia nggak tau alasannya kenapa dia minta maaf, astagaa.. rasanya darahku mendidih" pikirnya Selena ucap dalam hati.


"Sudah sampai, turunlan dan segera berendam dengan air hangat biar nggak kena flu " ucap Richard.


" Terimakasih atas perhatiannya" ucap Selena mengakhiri.


Kelvin mengantarkan Clara dan Robin sampai rumahnya.


"Robin.. mandi terus bobo siang yaa."

__ADS_1


"Tapi Robin mau main sam Om Kelvin bu, Robin kangen Om tahu."


"Nggak papa ayo main sebentar, Om juga kangen sama Robin " ucap Kelvin.


"Kamu nggak sibuk Kak Kelvin? "


"Nggak tenang aja."


Tak terasa waktu begitu cepat berlalu Kelvin menemani Robin bermain bersama hingga larut malam dan menemaninya tidur, Clara yang sedang mengerjakan pekerjaannya sesekali melihat mereka bersama, ternyata mereka malah sedang tertidur pulas bersama dikamar Robin, Clara tersenyum sembari menyelimuti mereka.


Keesokan hari Kelvin kaget menemukan dirinya berbaring diranjang yang asing, disampingnya ada Robin ia samar samar menganggapnya mimpi dan tertidur lagi, tak lama Clara mengetuk pintu dan membangunkan robin kemudian melanjutkan kembali pekerjaan di dapur, robin membangunkan Kelvin..


"Om.. bangun."


"Robin, kenapa kamu dikamar Om? "


"Om yang dikamar Robin tahu."


"Ohh iya kemarin kita main sampe ketiduran, astagaa Ibu robin nggak bangunin Om ya.. makanya Om nyaman banget tidur sama Robin hehe."


"Iya Robin juga seneng banget tidur sama Om, apalagi kalo ada Ibu juga"


"Ehhh" ucap Kelvin tersenyum sembari menutup mulut Robin dengan tangannya.


"Tok tok tok, kalian udah bangun? " ucap Clara dari luar kamar.


"Ayo sarapan terus berangkat."


Mereka bertiga sarapan bersama dengan penuh canda tawa, Kelvin mengantarkan robin kesekolah..


"Maaf ya Kak Kelvin, kami selalu ngerepotin.. "ucap Clara yang merasa bersalah.


"Nggak usah bilang kaya gitu aku nggak pernah merasa direpotin, apa kamu masih nggak nyaman denganku? Apa kamu merasa terbebani dengan perasaanku?"


"Bukan nggak nyaman hanya saja aku merasa nggak enak selalu menerima tapi tak pernah memberi"


"Jangan sungkan, jika begitu pikirmu gimana kalo kamu memberi kepercayaan padaku lagi."


"Apa maksudnya? "


"Ahh nggak.. aku bercanda kan aku udah janji mau nungguin kamu sampe kamu siap terima aku lagi, sepertinya aku terlalu terburu buru."


Hening seketika...


"Mau aku antar pulang atau kau ada yang dituju? "

__ADS_1


"Tolong anterin aku ke perusahaan penerbit xx Kak ada yang mau aku diskusiin sama Editor Fanny."


"Oke, mau aku jemput lagi atau aku tungguin? "


"Emangnya Kak Kelvin pengangguran? mau jadi supir aja seharian? "


"Pengennya sii gitu" ucap Kelvin tersenyum.


Setelah mengantar Clara, Kelvin mendapat telfon dari sekretarisnya, ia bilang bahwa Ibu Kelvin telah kembali dari prancis dan meminta bertemu segera, seketika mood Kelvin berubah.


Marlyn Li memutuskan untuk pindah ke perancis semenjak pertengkarannya dengan Kelvin lima tahun silam sembari melebarkan bisnis ke luar negeri. Hubungan ibu dan anak itu memang tidak harmonis dengan kepulangannya Marlyn berharap dapat berbaikan dengan kelvin walau bagaimanapun hati seorang ibu kesakitan bila anaknya tak memedulikannya terus terusan, Marlyn telah introspeksi diri dan menginginkan maaf dari putranya itu, apalagi usia yang semakin tua semakin sering sakit sakitan membuatnya menyadari akan pentingnya sebuah keluarga.


"Akhirnya kamu datang juga putraku, aku telah berpikir kamu tak mau lagi menemuiku"


Dalam hati Kelvin berkata" Dia semakin tua dan kurus "


"Kenapa Ibu ingin bertemu denganku? "


"Apakah salah jika seorang Ibu menginginkan bertemu dengan putranya satu satunya? "


"Entahlah."


"Ibu ingin minta maaf atas semua kesalahan Ibu kepadamu."


"Apa Ibu tahu dimana kesalah ibu? "


"Tentu saja kesalahan Ibu sangat banyak, maafkan Ibu yang tak pernah perhatian kepadamu, maafkan Ibu yang egois dan keras kepala, maafkan Jbu yang menuntutmu untuk sempurna dan... maaf karena kau kehilangan Ayahmu karenaku."


"Apakah tidak ada lagi yang disakiti oleh keegoisan Ibu? "


"Maaf karena memisahkanmu dan clara."


"Minta maaflah kepadanya, jika dia menerima permintaan maafmu aku juga akan melupakan semua menyakitkan yang telah terjadi di antara kita."


"Aku akan lakukan sesuai yang kau inginkan tapi aku sudah dengar dia telah kembali membawa seorang anak, apakah kau masih mengharapkannya? "


"Tentu saja aku masih mencintainya dan masih ingin selalu bersamanya."


"Apa kau rela menjadi ayah tiri seorang anak yang tidak jelas siapa ayahnya?"


" Aku adalah ayahnya!! "


"Benarkah.. itu artinya aku telah memiliki seorang cucu laki laki" ucap Marlyn tersenyum.


"Syukurlah jika ibu menyukainya, tolong jangan sakiti lagi Clara dan putraku."

__ADS_1


"Maaf aku membohongimu Ibu.. aku kawatir kau akan menyakiti Clara lagi, terlebih anaknya, bukankah kau telah susah payah mengakui kesalahanmu untuk berdamai denganku, aku tak ingin usahamu menjadi sia sia" ucap Kelvin dalam hati.


bersambung


__ADS_2