Mantan Aktrisku

Mantan Aktrisku
Yang kuinginkan...


__ADS_3

"Hari yang cerah kehidupan yang tenang telah datang keembali, mendung dan hujan yang menggelegar telah usai" itulah novel yang hendak ku tulis.. sebelumnya aku hanya menulis buku bergambar anak anak tapi belakangan ini aku cukup tertarik dengan tulisan tentang perjalan hidup, kejadian kejadian yang menyenangkan sekaligus menyakitkan ingin kutuangkan ke dalam tulisan untuk menyemangati seseorang yang membutuhkan ini sedikit kuno tapi menyenangkan..


"Ibu.. akhir pekan kenapa kita nggak jalan jalan sih?"


"Memangnya Robin enggak mau istirahat dirumah aja "


"Mau.. tapi Robin bosen main sendirian, boleh aku panggil Om Kelvin? "


"Om Kelvin juga pasti butuh istirahat sayang."


"Kalo aja Robin punya Ayah... " ucap Robin lirih.


"Robin bilang apa? "


"Nggak papa ayo kita ke cafe Om Richard bu."


"Oke.. sebentar lagi kita berangkat yaa."


Sampai di depan cafe terlihat Richard sedang duduk bersama seorang wanita muda, aclara menjadi ragu ragu untuk masuk dan hendak segera meninggalkan cafe karena takut menggagu Richard yang sedang pendekatan, namun siapa sangka ternyata Robin telah lari memanggil manggil nama Omnya. Clara pun segera menyusulnya.. seperti dugaan wajah gadis itu seketika menjadi masam karena Richard lebih ceria sejak kedatangan Robin dan Clara..


"Hai.. kita ketemu lagi yaa maaf yaa kalo kita ganggu " ucap Clara tak enak hati.


"Apa yang kau katakan Clara.. aku selalu seneng kalo Kau dan robin kesini kapanpun"


"Kak Richard, aku permisi ya udah waktunya kerja" ucap Selena.


"Baiklah" ucap Richard singkat.


Sebelumnya Selena selalu mencari kesempatan untuk bertemu dengan richard sampai Richard merasa sedikit terganggu karena menurut kebanyakan laki laki wanita yang terlihat sangat agresif itu membuat risih. sedangkan selena adalah tipe wanita yang ketika ia begitu menginginkan sesuatu ia tak akan mudah menyerah sebelum mendapatkan yang ia inginkan itu.

__ADS_1


"Hahh.. Kak Clara itu sebenernya siapanya Kak Richard sih, katanya cuma temen kecil tapi sering banget nyamperin kak Richardku..ganggu banget, tapi Kak Richard keliatan banget suka banget Kak Clara, padahal apa bagusnya Clara itu dibanding aku sihh dia udah punya anak segede itu.. masih mending aku lah cantik masih muda menawan, liat aja kau Clara aku nggak akan menyerah bersaing dengan kau, akan aku tunjukan kemampuanku yang sebenarnya hahahaa" gerutu selena sembari meninggalkan cafe.


"Katanya pelaku yang kemarin udah ketangkep yaa? " tanya Richard.


"Benar " ucap Clara.


"Bagus deh kalo gitu kamu udah nggak perlu kawatir lagi, apa alesannya dia ngelakuin itu?"


"Alasannya karena dia membenciku, tapi masalahnya sekarang udah beres kami sepakat berdamai."


"Kok gitu, kalo dia nggak berubah gimana memangnya siapa sih?" tanya Richard penasaran.


"Marissa.. apa kamu masih inget dia?"


"Marisa teman sekelas kita?"


"Apa bener orang kaya Marissa bisa berubah? Sejak dulu dia selalu mengusik kamu tahu sekarang Robin juga aku nggak terima."


"Aku juga sangat marah Ry.. tapi aku juga bersalah karena akulah yang membuatnya menjadi orang yang kejam, aku cuma ngasih kesempatan kedua untuknya bisa memperbaiki hidupnya."


"Hahhh.. kamu nggak salah apa apa tahu, kamu terlalu baik orangnya tapi keputusanmu sangat bijaksana aku selalu bangga sama kamu, maaf kemarin aku nggak bisa terus nemenin kalian soalnya ada beberapa masalah di cafe baru baru ini."


"Aku nggak apa apa, tapi gimana masalahnya udah beres?"


"Udah kok."


Setelah kasus penculikan Robin ada kejadian lain di cafe, seorang Staff Wanita dilecehkan oleh salah satu pelanggan yang sedang mabuk, ketika staff itu mencoba menghindar dilemparlah kepalanya dengan botol wine oleh pria mabuk itu alhasil terjadilah keributan sampai cafe tutup sementara karena berurusan dengan pihak kepolisian, sampai saat ini staff wanita itu masih dirawat dirumah sakit.. karena takut membuat Clara kawatir dan kepikiran Richard tak memberitahukan detailnya masalah kepada Clara..


Sore hari Richard mengantarkan Clara dan Robin pulang ke rumahnya tak disangka Selena yang secara tidak sengaja melihat mereka membuntutinya sampai dirumah dan menggendong Robin yang tertidur pulas, tak lama Richard segera bergegas kembali " Ternyata cepet juga Kak Richard keluar syukurlah mereka nggak berduaan lama lama" gumam Selena yang sedang bersembunyi, namun ketika Selena hendak meninggalkan tempat persembunyiannya ia melihat laki laki tinggi tampan memasuki rumah Ckara.. " Ternyata Clara itu bukan wanita baik baik, tampangnya aja yang polos dan anggun tapi aslinya buruk wah mereka lama berduaannya" gumam Selena yang salah paham kemudian ia segera pergi.

__ADS_1


"Gimana kabar kalian berdua? " ucap Kelvin.


"Aku sama Robin baik baik aja, Kak Kelvin sendiri gimana?"


"Aku baik, tapi kenapa kita bicara seolah udah lama nggak ketemu sih."


"Ahaha iya bener kan Kak Kelvin duluan" ucap clara terhibur.


"Gimana sama Marissa? katanya dia udah nemuin kamu lagi."


"Iya aku harap dengan aku tak memperpanjang masalahnya ia bisa menyadari kesalahannya dan hidup lebih baik lagi."


"Aku juga nggak menyaka dia telah banyak berubah semenjak malam itu kalian bicara."


"Mungkin sekarang dia udah menemukan cahanya sendiri."


"Clara.. apa masih ada kesempatan sekali lagi untukku? Semakin hari aku semakin mengagumimu, perasaanku masih sama seperti dulu, tidak ada wanita lain yang bisa menggantikanmu di hatiku, aku menerima Robin sebagai anakku aku akan selalu menyayanginya, aku ingin selalu mencaga kalian aku sungguh sangat mencintaimu, aku tidak peduli dengan masa lalumu " ucap Kelvin dengan sungguh sungguh.


"...." Clara terdiam.


"Kenapa? Apa kau masih meragukanku? Atau ada pria lain dihatimu?"


"Tolong beri aku waktu untuk berfikir Kak, keputusan apapun yang kuambil sekarang bukan hanya untukku tapi yang terpenting untuk kebaikan dan masa depan anakku, terlebih Ibumu tak menyukaiku aku takut Robin tetluka karenanya.. jadi aku ingin memikirkannya masak masak."


"Aku mengerti.. tapi kau tak perlu menghawatirkan Ubuku, aku akan membuatnya menyukaimu.. baiklah walau bagaimanapun aku merasa lega telah mengutarakan perasaanku, jangan merasa terbebani dan kau boleh memberikan jawaban kapanpun kau mau, aku pulang dulu" ucap Kelvin sembari meninggalkan rumah Clara.


Begitu mendengar pengakuannya aku merasa sangat bahagia sampai tak bisa berkata kata ingin sekali aku mengatakannya aku juga selalu mencintaimu hanya kamu dan tak pernah ada yang lainnya, namun dalam waktu yang sama aku juga merasakan ketakutan.. ketakutan yang tak tau pasti apa yang sebenarnya kutakuti, tentu saja benar aku takut ibumu lebih tak menyukai anak kita dan membuat Robin merasa tersakiti.. mungkin sebenarnya akulah yang takut tersakiti lagi?, aku belum siap menghadapi Ibumu lagi setelah saat itu ia menusukku dengan perkataannya, aku mengerti Ibumu melakukan itu untuk kebaikanmu tapi jika kita bersama kembali bagaiman kamu akan menghadapi dan menentang Ibumu kembali demi aku? Aku ingin hubunganmu dan Ubumu menjadi lebih baik bukan malah merusah hubungan itu.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2