Mantan Aktrisku

Mantan Aktrisku
Kebahagiaan kecil


__ADS_3

Keesokannya dipagi hari Kelvin datang menemui Clara dan Robin dirumahnya, ia ingin mengantarkan robin berangkat ke sekolah setelah beberapa hari mereka tidak bisa bertemu karena kesibukannya.


"Ting tong" suara bunyi bel rumah Clara.


Clara yang baru saja terbangun dari tidur dengan piyama birunya bergegas membuka pintunya.


"Kak Kelvin? masuklah hooaaamm.." ucap Clara sembari menguap.


"Maaf ya aku kepagian, kmu pasti masih tidur kan? Tapi aku kangen banget sama kamu sama Robin juga sampe nggak bisa tidur" ucap Kelvin sambil memeluk Clara.


"Aku sama Robin juga kangen kamu, aku baru saja bangun terus denger suara bel pintu, jadi kamu nggak bangunin aku kok" ucap Clara membalas pelukan Kelvin.


"Benarkah?"


"Iyaa.. Sekarang aku mau mandi sama siapin sarapan, kamu bantuin aku bangunin robin yah sekalian bantuin dia mandi."


"Okee."


Robin sangat ceria mengetahui bahwa Ayahnyalah yang terlihat pertama kali ketika ia membuka mata dipagi hari.


Setelah sekian lama khirnya mereka berkumpul di meja makan pagi hari. Suasana harmonis penuh canda tawa dipagi hari membuat perasaan Clara tenang.


"Sayang gimana mobilnya? masih nyaman dipakai kan?" ucap Kelvin.


"Sangat nyaman, padahal aku sedikit merasa terbebani kamu kasih aku mobil segala."


"Tolonglah jangan merasa terbebani, karena kesibukanku aku merasa bersalah tak bisa selalu ada untuk kalian.. setidaknya kalian nggak repot repot naik kendaraan umum kalo aku nggak bisa jemput kan, itu sedikit mengurangi rasa bersalahku."


"Hemm.. baiklah kalo dengan begini kakak lebih tenang."


Setelah menyelesaikan sarapan mereka menuju sekolah Robin, Kelvin melanjutkan menuju kantornya setelah mengantar Clara kembali.


Clara kembali ke rumahnya dan mengerjakan pekerjaannya yang terus tertunda. Saat itu Fanny mendatanginya membawa kabar baik. Ia bilang penjualan buku novel terbarunya yang berjudul 'Perjalanan' sangat laris dipasaran, Clara yang mendengar hal itu merasa sangat bahagia karena akhirnya karyanya selama beberapa tahun mendapat respon yang memuaskan.


"Selamat ya Clara, aku ikut seneng" ucap Fanny bergembira.


"Wah.. makasih ya Kak, ini juga berkat kakak, aku seneng akhirnya bisa terjual habis."


"Iya biasanya juga bukannya nggak laku kan? Biasanya kamu cuma nulis buku anak anak saja."


"Iya entah ada angin apa akhirnya aku berubah jalur hehehe."


"Jadi kapan kamu bisa buat acara tanda tangan ?"


"Apa??"


"Kenapa kamu kaget begitu? Itu sudah biasa penulis yang populer melakukan sesi jumpa fans dan tanda tangan.. apa kamu keberatan?"


"Kakak kan tahu sendiri aku ini Clara Chan mantan artis terkenal, aku takut kembali menjadi pusat perhatian lagi, gimana kalo aku malah mendapat berbagai kritik? Orang orang pasti akan bahas skandal yang dulu lagi, aku takut Robin terluka."

__ADS_1


"Begitu yaah.. maaf aku nggak mikir panjang, tapi orang orang yang ingin bertemu kamu nggak sedikit, mereka pasti kecewa."


"Iya sih, nanti aku pikirin solusinya deh, maaf ya Kak."


"Untuk apa minta maaf, nggak sedikit kok penulis yang menolak dipublikasi, jadi kamu nggak perlu merasa nggak enak yaa."


"Terimakasih Kak Fanny."


Setelah Fanny pergi Clara mulai memikirkan solusi untuk bisa melakukan sesi jumpa dan tanda tangan buku, "Hahh.. terlalu konyol nggak sih kalo pake topeng? Pake masker? Hahaha aneh banget kayaknya.. udahlah menjadi penulis misterius itu lebih keren kan??" gumam Clara di meja kerjanya.


Dirumah Selena


Selena yang sedang tidak enak badan karena demam dari malam hari tak beranjak dari tempat tidurnya, Ibunya merawatnya dengan penuh perhatian setelah mengetahui Outri yang dicintainya tak pergi ke meja makan untuk sarapan seperti biasa.


"Gimana sekarang? Udah enakan sayang? Ibu bawa obat sama bubur sekarang makan dulu ya sini Ibu suapin" ucap Ibunya selena.


Selena menuruti Ibunya iapun duduk untuk disuapi makan Ibunya.


"Kalo sakit harusnya dirawat kerumah sakit dong, tapi kenapa kamu nggak mau."


"Cuma demam kok, buat apa kerumah sakit segala."


"Kamu pasti kecapekan kan? Kuliah sambil kerja diminimarket itu pasti capek banget, kamu berhenti kerja saja yaa."


"Aku nggak mau."


"Ibu.. pergilah aku mau tidur."


"Baiklah, cepat sembuh yaa sayang."


Setelah beberapa saat Selena terbangun karena suara ketukan pintu kamarnya..


"Selena.. adikku tersayang? apa kamu tidur?" ucap Edwin.


Selena yang terbangun oleh Edwin merasa jengkel dan melempar kakaknya itu dengan sebuah bantal tanpa memalingkan wajah.


"Aduuuhh.. kamu jahat banget sih" ucap Edwin kesal.


"Yaudah, maaf ya Ry anaknya kayaknya nggak mau ditemuin tuh, ayo kita pergi saja" ucap Edwin lagi.


Selena membuka selimutnya dan melihat kakanya membawa Richard untuk menemuinya.


"Tunggu !! Jangan pergi !!" ucap Selena teriak.


"Tadi marah marah" ucap Edwin meledek Selena.


"Kak Richard masuklah" ucap Selena.


"Masuklah Ry, aku ada urusan sebentar" ucap Edwin sembari melihat ponselnya.

__ADS_1


"Gimana? Katanya kamu sakit kenapa nggak ke rumah sakit?" ucap Richard.


"Cuma demam biasa kok nggak perlu kerumah sakit, sekarang juga sudah enakan."


"Syukurlah kalo begitu."


"Tapi kenapa kakak bisa kesini?"


"Edwin tadi datang menemuiku di cafe terus katanya kamu sakit parah jadi aku mau ikut jenguk" ( kenyataannya Edwin menyeretku kemari dia bilang kamu sakit sampai tak sadarkan diri ) pikirnya dalam hati.


Flasback di cafe.


"Richard tolongin Adikku tercinta yah dia sakit parah sampe nggak sadarkan diri huhuhu" ucap Edwin memelas.


"Tapi sekarang aku sibuk Win, gimana kalo nanti sore?"


"Enggak bisa harus sekarang pokoknya harus sekarang kalo kamu masih nggak mau kamu nggak bakal bisa lihat dia lagi."


"Kamu ngomong apa sih Win, kemarin aku ketemu selena baik baik aja" ucap Richard tak percaya perkataan Edwin.


"Tapi sekarang keadannya kritis banget Ry, kamu bakalan nyesel kalo nggak dateng sekarang" ucap Edwin sembali menarik narik tangan Richard.


Sampai dirumah Edwin.


(Katanya kritis? kok nggak dibawa kerumah sakit) pikir Richard dalam hati.


Flasback selesai.


"Jadi begitu.. makasih ya kak pake repot repot bawa cake stroberi kesukaanku (suka semenjang dikasih richard pertamakali)" ucap Selena tersenyum tersipu.


"Karena kamu sudah tidak apa apa sekarang aku kembali ke cafe yaa"


"Baiklah.. Kakak pasti sibuk, hati hati dijalan."


Selena yang merasa diperhatikan oleh Richard sangat bahagia, ia berguling guling di tempat tidur sambil kegirangan hingga lupa bahwa dia sedang sakit, ia bangkit dan melihat kaca " Astagaa!!! Muka pucat bibir biru mata sembab rambut acak acakan haaaahhh!!!!! Habis sudah.. Kak Richard pasti semakin ilfeel ahhh!!!!"


"Hei hei heii kenapa kamu teriak teriak sih brisik banget tahu Selena" ucap Edwin yang tiba tiba masuk kamar Selena.


"Ini semua gara gara Kakak!!"


"Kok aku? Aku loh udah baik mau bawa richard dateng kesini aku kira kamu suka dia, apa kamu suka apa nggak suka sih?" ucap Edwin bingung.


"Penampilanku sekarang gimana menurut kakak?" ucap Selena dengan penuh harapan kakaknya menganggapnya cantik.


"Emmmmhhh (berpikir sejenak) Enggak banget"


"Haaahhh!!!! Kakak nyebelin pergi sana pergi!!!"


bersambung

__ADS_1


__ADS_2