
Seperti biasanya Kelvin berangkat kekantornya di pagi hari setelah mengantarkan Robin ke sekolah.
Sedangkan saat sendiri Clara mengerjakan pekerjaan menulisnya di meja kerjanya untuk persiapan perilisan buku novel terbarunya setelah sukses dengan debut novelnya, ulasan ulasan positif dari penggemar buku pertamanya telah menenumpuk, yang kebanyakan mereka menanti nantikan buku selanjutnya, oleh sebab itu Clara semakin sibuk akhir akhir ini demi memenuhi ekspektasi penggemarnya.
Didalam ruangan Kelvin.
"Haloo Pak Kelvin.. lama tak bertemu yaa" ucap Lukina yang tiba tiba masuk tanpa mengetuk pintu.
"Apa kamu melupakan sopan santunmu sekarang?" ucap Kelvin ketus.
"Ahhh?? Maafkan saya..( kenapa hari ini sikapnya dingin banget sih! Nyebelin!!)"
"Ada urusan apa kamu datang kesini?"
"Saya datang karena sepertinya anda sangat sibuk sampai sampai tak mengunjungiku dan menanyakan keadaanku selama beberapa hari ini"
"Kamu bilang kamu sudah sehat dan tak perlu cek up ke dokter!!"
"Ahh iya benar begitu yaa.. jadi saya mau bilang kalo kita akan berangkat ke Negara asal saya besok pagi!"
"Kitaa??"
"Iyaa.. bukannya Anda setuju yaa!!"
"Saya bilang akan memikirkan kok bukan setuju.. saya terlalu sibuk jadi pasti nggak bisa maaf yaa!!"
"Kenapa anda mengingkari janji anda sendiri!!!"
"Sudah kubilang saya tak pernah berjanji padamu!!"
"Tetap saja anda harus mengantarkan saya besok pagi.. saya udah siapkan tiket pesawat!!"
"Selama ini nggak ada orang yang berani memaksa saya tuh.. kamu yang pertama"
"Wahh.. kalo begitu saya anggap itu sebagai pujian" ucap Lukina tersenyum kecut.
"Pulanglah besok pagi, jika kamu mau kamu tak perlu kembali lagi kesini!!"
"Apaaa maksud Anda?"
"Seharusnya kamu sudah mengerti maksud perkataanku!!"
"Kenapa anda memperlakukan saya begini!!" ucap Lukina histeris dan terhuyung sembari memegangi kepalanya.
"Nggak usah berlagak seperti orang sakit!!"
"Apa maksud anda!" ucap Lukina berekspresi kesakitan.
__ADS_1
"Saya dengar semua perbincangan kamu dan seorang pria yang menabrakan diri ke mobilku saat itu kamu sengaja ingin menghindari psikolog kenalanku kan?? Ahhh iyaa dan juga Merry pun mendengar semua ucapanmu tentang bagaimana kamu akan membawaku dan memperlakukanku setelah sampai disanaa!!"
"Saya tak mengerti dengan ucapan anda!!!"
"Aku bersabar selama ini karena tak ingin menghancurkan kehidupanmu sebagai seorang selebriti, atas dasar sesama rekan yang bekerja didunia hiburan"
"Apa saya benar benar sama sekali tak ada artinya dimata anda??"
"Aku menganggapmu tak lebih dan tak kurang dari sesama manusia!!" ucap Kelvin dengan tatapan dingin.
"Kenapaa?? Kenapa dulu anda menolong saya saat pertemuan pertama kita!!" ucap Lukina terduduk lemas dilantai.
"Untuk itu.. meskipun bukan kamu saya akan melakukan hal yang sama, itu yang disebut manusiawi!!"
"Jadiii.. itu semua tak ada artinya yaaa, apa yang kulakukan selama ini sia sia??? Apa anda tak merasa kasihan dengan keadaanku yang akan terus bermimpi buruk saat anda melukai hati saya.." ucap Lukina lirih dan putus asa.
"Apa kamu mau seumur hidupmu hanya dikasihani oleh orang yang kamu cintai???"
"Tentu saja tak apa apa asalkan anda terus bersama dengan saya seumur hidup"
"Jadi kamu akan bersikap terus seperti ini??? Kalo kamu tak segera meninggalkan negara ini, terpaksa saya akan melaporkan kamu ke polisi atas kejadian menyuruh seseorang menabrakan diri"
"Apa yang seperti itu cukup untuk menahan saya di penjara??" lukina tersenyum kecut.
"Setidaknya skandal percobaan tindakan kriminal seorang Lukina Joan akan menjadi topik perbincangan yang menarik!! Ahh iyaa.. kamu juga masih berkomunikasi dengan agencymu disana dan berencana hanya main main disini kan?? Itu akan menjadi berita yang sangat menarik"
"Sudahlah.. intinya saya tidak ingin membuat keributan jika kamu sepakat akan pergi secara diam diam"
Lukina hanya terdiam dan dari ekspresinya terlihat sangat kecewa dan putus asa.. untuk pertama kalinya ia merasa gagal mendapatkan hal yang sangat ia inginkan.
"Diammu kuanggap kamu setuju!! Aku sibuk mengurusi artis lain jadi sekarang kamu bisa pergi.. hiduplah lebih baik lagi!!" ucap Kelvin sembari memberikan sebuah amplop ke tangan Lukina.
Lukina pergi tanpa sepatah kata pun, yang artinya ia masih tak bisa merelakan Kelvin namun ia tak bisa lagi melakukan apapun, apalagi mendapatkan hatinya bisa dibilang itu mustahil..
Setelah sampai di apartemennya ia membuka sebuah amplop yang diberikan oleh Kelvin yang ternyata berisi tiket pesawat penerbangan sore hari itu, "Hahhhh..tak kusangka ia telah berencana mengusirku hari ini juga!!!!" gumam Lukina.
Lalu ia segera mengepak barang barangnya ke dalam sebuah koper besar dan segera menuju ke bandara.
Ia merasa tak rela namun langkah kakinya terasa lebih ringan dan anehnya malah ia merasa lebih lega akan meninggalkan negara ini.
"Apa yang sedang kurasakan ini?? Apa selama ini aku tak sungguh sungguh menyukai Kelvin Han?? Rasanya sekarang aku tak lagi memiliki penyesalan! Kenapa aku seperti ini? Aku yakin aku telah lama mrnyukainya.. apa mungkin ini yang disebut dengan ikhlas??? Entahlah.." gumam Lukina yang berjalan seorang diri sembari menarik kopernya.
"ting tong" suara bel pintu rumah Clara.
"Kak Kelvin udah pulang? Apa ini sudah sore??" ucap Clara yang mengenakan kacamata bulat itu.
"Reaksi macam apa itu!!! Kamu nggak seneng yaa aku pulang cepet!!"
__ADS_1
"Bukan begitu.. apa ada hal baik yang terjadi di kantor??"
"Tentu saja.."
"Hal baik apa itu? Boleh aku tau??"
"Nggak perlu.. itu nggak penting! Robin mana?"
"Robin sedang belajar menggambar tuh dikamarnya, katanya pelajaran menggambarnya cuma dapat nilai 70 jadi dia berusaha ingin dapat nilai 90 katanya hahaha"
"Anak pintar!! Kamu juga ibu yang pintar, ayoo kita gelar upacara pernikahan secepatnya" ucap Kelvin memeluk Clara.
"Lhoo.. ada apa kenapa tiba tiba?"
"Apanya yang tiba tiba!! Kita udah lama merencanakan ini tapi terus diundur karena masalah masalah yang nggak ada habisnya, jadi apapun yang akan terjadi kita tak perlu lagi menunda hal yang baik"
"Entah ini baik atau tidak jika aku akan kembali disorot kamera wartawan!!"
"Kamu jangan khawatir ya.. kita adakan privat party"
"Tetap saja cepat atau lambat mereka akan tahu, malah jika semakin disembunyikan akan semakin membuat para wartawan penasaran siapa sosok istri dari seorang CEO MD Entertainment yang tampan dan kaya raya"
"Makasih lho pujiannya, tapi apa kamu masih merasa terbebani?? Haruskah kita tak perlu menikah saja asal bisa hidup bahagia bersama??"
"Apa kamu bercanda??? Nggak mungkin aku mau hidup sama kamu tanpa pernikahan.. Robin juga butuh keluarga, apa kamu kira aku wanita gampangan karena mengijinkanmu tinggal dirumahku sebelum menikah?"
"Ehhh?? Jangan marah dong.. aku nggak pernah menganggapmu seperti itu, kamu itu orang yang sangat berhaga bagiku tapi jika keinginanku menikahimu malah membebanimu aku harus apa agar kamu tidak terluka??"
"Baiklah ayo menikah secepatnya tak perlu ada lagi yang disembunyikan, walaupun wajahku kembali muncul di di televisi ataupun internet aku akan menghadapi semuanya dengan percaya diri, lagipula aku bukan lg artis walau bagaimanapun aku tak akan kembali ke dunia keartisan,kita harus melindungi Robin bagaimapun caranya"
"Baiklah.. bagaimanapun hasilnya aku akan berusaha sekuat tenaga melindungi kalian!! Aku sangat mencintaimu!" ucap Kelvin sembari menatap wajah Clara dan perlahan lahan melumatkan bibirnya ke bibir Clara dan merangkul pinggangnya.
"Ibuuuuuuu!!!!"
Tiba tiba Robin berteriak dan berlari menuju ke arahnya. Clara dan Kelvin merasa terkejut dan segera melepaskan diri satu sama lain sebelum Robin tiba.
"Ibuu.. Ayah sudah pulang yaaa.. kenapa Wajah kalian merah sekali???" ucap Robin polos.
"Ahahahahah nggak papa sayang, itu apa" ucap Clara mengalihkan topik pembicaraan.
"Oohh.. ini Ibu sama Ayah lihat gambarku, udah bagus belum? Apa gambar seperti ini bisa dapat nilai 90 ??"
"Ohhh ini udah bagus sayang.. nilai 70 juga sudah bagus, asalkan Robin sudah berusaha dengan sungguh sungguh pasti hasilnya akan bagus, yang terpenting jangan memaksakan diri yaa!!"
"Okee... hehehe"
Bersambung.
__ADS_1