
Dari hari ke hari hubungan Richard dan Selena semakin membaik, pendekatan romantis yang ia rencanakan terbilang berhasil, hanya saja ia sedang menunggu jawaban dan keputusan Selena dihari yang cukup penting itu.
Didalam kamar terlihat baju baju berserakan di diatas tempat tidur, Richard berdiri didepan cermin besar, ia mencob satu persatu setelan yang hendak ia pakai, karena ia ingin sekali tampil sempurna dihadapan orang yang dicintainya dihari bahagianya.
Di acara wisuda Richard datang dengan membawa buket bunga mawar untuk diberikan kepada kekasihnya yang telah berhasil lulus dengan peringkat cukup baik.
Richard menghampiri Selena yang berada di antara kerumunan di halaman sembari berswa foto dengan teman temannya, Selena yang melihatnya pun segera melambaikan tangan dengan senyum sumringah khasnya itu.
"Maaf aku telat banget yah? Selamat atas kelulusan kamu, kamu hebat!" sembari memberi buket bunga.
"Nggak papa, wahh wangi banget makasih ya Kak" ucap Selena sembari mencium bunga lalu memeluk Richard.
"Selena, banyak orang yang lihat"
"Nggak papa, mereka nggak peduli dengan hal kaya gini"
"Benarkah?"
"Iya, jadi hari ini kita resmi pacaran yah"
"Benarkah? Kamu serius kan?" ucap Richard tersipu.
"Tentu saja, aku mencintaimu kak Richard!"
"A a aku juga mencintaimu " ucap Richard tergagap.
"Kakak malu yah" ucap Selena sembari melepaskan pelukannya.
"Emmm.. Sedikit"
"Hahaha, Kakak imut banget sih"
"Selena!!! Maaf Ayah dan Ibu terlambat"
Ini adalah pertama kalinya Richard melihat Ayah dan ibunya Selena, ia merasa canggung dan salah tingkah.
"Ayah ibu kalian datang? Kakak kakak mana? Dia siapa?"
"Kakakmu sibuk semua jadi dia nggak bisa hadir, nggak papa kan?"
"Iya nggak papa, nggak penting juga mereka hahah"
"Oiya, sebagai gantinya Ibu bawa Chris nih"
"Chris??? Siapa?"
"Anaknya Tante Jessy temen kamu waktu SMP dulu, masa kamu nggak inget?"
"Aduh aku sakit hati nih kalo kamu nggak ingat aku, padahal diluar negri aku selalu kangen kamu!!" ucap Chris.
"Ahahha aku inget kok, aku juga belum pikun kali"
"Jadi sesuai rencana kalian akan bertunangan setelah Chris kembali dari belajarnya diluar negri"
"Appaaa!!" Selena kaget.
Richard merasa menjadi seorang yang asing ditengah tengah mereka, apalagi saat Ibunya Selena membicarakan soal pertunangan dengan teman SMP nya itu rasanya dadanya ngilu dan sesak.
Richard yang tak bisa mengatakan apa apa hanya diam terpaku dengan kalimat pertunangan itu.
"Kenapa kamu sekaget itu sih? Ibu tahu kaliam saling suka, kami juga sedang menjalin hubungan bisnis dengan orang tuanya Chris.. Ooiyaaa dia siapa?" ucap Ayahnya selena sembari menunjuk Richard.
"Haloo Om dan Tante, saya Richard, saya temannya Selena dan Edwin!" ucap Richard sembari menunduk.
"Kak!!!" ucap Selena bingung dan marah karena Richard tak memperkenalkan sebagai pacarnya.
__ADS_1
"Oh gitu, kalian pasti akrab bnget kan? "
"Benar"
"Haloo.. salam kenal saya Chris teman dan calon tunangannya Selena" ucap Chris memperkenalkan dirinya kepada Richard.
"Haloo saya Richard, senang bertemu dengan Anda"
"Ehh.. nggak usah pake bahasa formal, kamu seumuran Kak Edwin kan? Juga temannya Selena sudah pasti temanku juga hehe" ucap Chris tertawa.
"Ahh iyaa, baiklah"
"Yasudah, ayo kita lanjutkan bincang bincangnya di restoran barat favorit selena, Saya udah reservasi tempat, Tante jessi dan suaminya sudah menuju kesana, Nak Richard juga harus ikut yaa" ucap Ibunya Selena sembari menatap ponselnya.
"Ahh saya minta maaf Tante, saya ada pekerjaan jadi nggak bisa ikut bergabung"
"Ayo ikut aja Kak" ucap Selena.
"Maaf Selena, aku ada urusan pekerjaan di Cafe"
"Selena jangan maksa orang begitu, biarkan saja kalo Nak Richard sedang ada pekerjaan kamu sebagai temannya harus mendukungnya" ucap Ayahnya.
Selena hanya diam saja dan bingung harus berbuat apa agar Richard merasa lebih baik dan tak pergi begitu saja.
"Baiklah Om Tante Chris dan Selena selamat bersenang senang, saya permisi" ucap Richard dengan sopan
"Baiklah, hati hati dijalan, kapan kapan mampir kerumah yaa!!"
"Baik"
Richard pergi dengan perasaan sedih dan kecewa, namun ia mampu menyembunyikan perasaannya dengan baik selama bertemu dengan keluarga Selena dan temannya.
Selena terus melihat kearah Richard dengan tatapan bersalah.
"Selena, tunggu apa lagi ayooo" ucap Chris menarik tangan Selena.
"Aku tau kamu kangen banget sama aku kan? Segitunya ngelihatin aku terus dari tadi, aku jadi malu.."
"Ihhh ge'er banget jadi orang!" ucap Selena ketus.
"Nggak usah pura pura marah, aku ngertiin kamu kok heheh"
"Iiihhh" ucap Selena sinis sembari melangkah dengan cepat mendahului Chris.
Sampai di Restaurant mereka berbincang bincang dengan penuh tawa sembari mengenang Selena dan Chris sewaktu sering bermain bersama.
Satu stunya orang yang merasa tak nyaman ialah Selena, ia terus diam dan melamun dengan sesekali mencawab pertanyaan orang orang dengan sedikit tak senang.
Ia terus memikirkan Richard, dengan apa yang dia pikirkan dan rasakan setelah melihat dan mendengar tentang Chris dan pertunangan yang mendadak dan tak disangka sangka.
Di ruang kerjanya di Cafe Richard termenung dan memikirkan nasib hubungan yang baru saja mereka akan jalani dengan penantian yang sungguh sungguh.
Disisi lain ia juga merasa bersalah kepada Selena karena sikap pengecutnya yang tak berani mengatakan kebenaran hubungannya dengan Selena.
"Tok tok tok, Kamu di dalem Ry??"
"Omm..." teriak Robin sembari menghampiri Richard.
"Ehh, Robin Clara kapan kalian datang"
"Barusan, kami cari cari di bawah nggak ada ternyata lagi mojok disini? Kamu sibuk banget yaa, sampe dipanggil panggil nggak nyaut"
"Nggak kok, cuma ada hal yang dipikirin"
"Ohh gitu, kami ganggu dong?"
__ADS_1
"Nggak lah, kalian udah lama nggak mampir, aku juga kangen Robin, ayoo kita makan kue yuk"
"Okee Om!!" jawab Robin Riang.
"Sebentar lagi Robin ulang tahun kan?" ucap Richard.
"Kok Om tau?"
"Kan Robin sering ngomong sama Om "
"Iya yaa.. hehehe Robin minta kado ya Om"
"Robin mau kado apa dari Om?"
"Apa yaa.. apa aja asal dari Om pasti Robin sukaaa"
"Robin bisa aja yaa"
"Masa minta kado sih" ucap Clara.
"Emngnya nggak boleh ya bu?"
"Boleh sih tapi.."
"Nggak papa lah namanya juga anak anak, Niih kue coklatnya ayo dimakan"
"Robin bilang apa udah diambilin kue?"
"Terimakasih Om"
"Sama sama sayang"
"Oiyaa.. Selena berhenti kerja kan?"
"Udah dari 2 minggu yang lalu"
"Ahhh, udah lama aku nggak ketemu dia, main kerumahnya yuk Ry!!"
"Jangaaannn!!!!"
"Nggak usah kenceng kenceng suaranya kali, kenapa nggak boleh?"
"Nggak papa, dia bilang lagi sibuk setelah kelulusannya"
"Ahh, jadi gitu, aku mau ucapin selamat lewat chat dulu ahh" ucap Clara sembari mengetik pesan.
"Langsung dibales nggak?" tanya Richard penasaran.
"Belum dibaca, mungkin benar dia lagi sibuk"
Richard terdiam membayangkan Selena yang sedang bercanda tertawa bersama Chris. Tanpa sadar ia menggelem gelengkan kepalanya.
"Kamu kenapa begitu sih? Ngapain geleng geleng terus dari tadi?"
"Aku??"
"Iya lah"
"Nggak papa kok agak pegel ini leher hehe" ucap Richard ngawur.
"Hemmm, nggak mau cerita?"
"Nggk ada apa apa!! Kamu jangan mikir yang nggak nggak yaa!!"
"Aku nggak ngomong apa apa kok!! Kamu boleh cerita kalo perasaanmu udah lebih baik"
__ADS_1
"Kamu tahu aku banget ya ternyata"
"Tentu"