
Setelah hari itu Richard dan Selena belum bertemu lagi, mereka hanya berhubungan lewat chat yang pendek, Jika seperti biasa pasti Selena yang mencairkan suasana namun Selena merasa masalah kali ini dia yang salah, ia merasa bersalah hingga merasa tak bisa leluasa mengatakan hal yang ingin ia katakan, ia tak bisa gamblang membicarakan tentang Chris dan hubungan dengan keluarganya.
Tetapi Selena sangat menyadari semakin ia pikirkan dan hindari tak akan mengubah masalah menjadi terselesaikan, Ia yakin itu semua tak boleh terus berlarut didiamkan.
Pukul 10 malam Richard menutup cafenya setelah para staff dan pelanggan meninggalkan cafe.
Saat ia tengah mengunci pintu tiba tiba seorang wanita datang dan langsung memeluknya dari belakang.
Richard tak mengatakan sepatah katapun karena ia mengenal dari aroma tubuh wanita tersebut, wanita itu pun tak mengatakan apapun ia hanya memeluk Richard dengan erat.
"Ini sudah malam, kenapa kamu disini?"
"Aku kangen kamu"
"Haruskah aku membuka pintu cafe lagi?"
"Jangan.. ayo ketempat tinggal Kakak!!"
Richard yang mendengar Selena mengajak ke rumahnya tiba tiba menjadi gugup dan memerah tanpa alasan.
Mereka pun sampai di rumah Richard yang gelap, karena lampu belum dinyalakan saat mereka membuka pintu, Selena merinding dan terus memegangi lengan Richard karena ia tak suka gelap.
Richard segera menyalakan lampu karena tahu jika Selena ketakutan.
"Apa kamu takut gelap?"
"Sedikit?"
"Dilihat dari ekspresinya kayaknya takut banget tuh!!"
"Kakak ngeledek yah"
"Duduklah, kau sudah makan kalo belum aku akan buatkan sekarang?"
"Nggak usah, aku udah makan.. aku menemuimu bukan mau minta makan loh"
"Jadi mau apa?"
"Beginiiiii!!" Selena mendekatkan wajahnya perlahan lalu mencium bibir Richard.
Richard merespon dan membalas ciuman Selena namun sesaat ia teringat tentang Chris dan orang tua selena.
"Tunggu!!! Ada yang mau kamu katakan kan?" ucap Richard melepaskan tangannya dari pipi Selena.
"Kakak ganggu deh, ayoo ciuman lagii!!" mendekatkan kembali wajahnya.
"Selena.. bukannya kita harus bicara dulu" ucap Richard menjitak jidat Selena.
"Auuuww sakit!!"
"Sakit apa? Pelan kok.. bales aja nih kalo mau!!" menyodorkan jidatnya.
"Nggak mau!! Aku bukan wanita pendendam"
"Bagus deh" Richard tersenyum.
__ADS_1
"Kak, maafin aku ya, aku nggak tau dan nggak nyangka banget orang tuaku dan orangtua Chris serius berniat menjodohkan kami, aku pikir itu cuma kata kata yang keluar selagi kami masih kecil"
"Jadi apa kamu pernah menyukai Chris?"
"Nggak!! Kami dulu malah terbilang tak akur tapi memang faktanya kami selalu kemana mana berdua karena dia tetangga sebelah dan satu sekolah semenjak SMP"
"Tapi kelihatannya Chris sangat menyukaimu tuh"
"Yaaa.. itu bukan urusanku lah, aku cuma menyukai Kakak seorang"
"Bagaimana kamu akan menolaknya dan menjelaskan tentang hubungan kita?"
"Walau bagaimanapun aku akan tetap menolaknya, dia cuma teman dan nggak bisa lebih!"
"Apa orang tuamu akan mengerti? Aku takut gara gara aku kamu jadi menentang dan berselisih dengan orang tuamu"
"Ini semua gara gara Kakak!!!"
"Kok aku??"
"Coba saja kemarin Kakak bilang saja kalo kamu itu pacarku"
"Maaf karena aku pengecut" ucap Richard murung.
"Ehh.. bukan gitu maksudku" ucap Selena merasa bersalah"
"Haruskah aku mengajukan lamaran kepada orangtuamu sekarang?"
"Boleh kalo Kakak udah siap nikahin aku!!" ucapnya sembari tersenyum.
"Tapi, kamu kan baru lulus kuliah.. jangan.. mari kita pikirkan pelan pelan, jangan terlalu dipikirkan karena masih terlalu jauh juga kamu akan dinikahkan kan?"
"Sabar aja dulu yaa, kita cari solusinya sama sama pelan pelan"
"Aku mau asal Kakak janji jangan pernah nyerah sam aku, apapun yang terjadi!!"
"Baiklah, aku janji"
"Nggak boleh di ingkari yaa!!"
"He'em"
"Ini sudah malam, ayo aku antar pulang" ucap Richard bangkit.
"Tidak bolehkah malam ini aku tidur disini?"
"Ma ma mana boleh begitu!!" ucap Richard tergagap dan memerah.
"Kenapa wajah Kakak merah begitu? Kakak mikirin hal kotor yah??? hahaha ayoo ngakuuu!!" Selena meledek.
"Kamu kan yang mikirin hal kotor!!!"
"Eeyyy.. kok jadi aku, aku kan bilang cuma mau tidur bukan melakukan sesuatu di tempat tidur!! Hahaha"
"Kamuu!!!! Bercanda hal kaya gini?? Nggak boleh!!"
__ADS_1
"Ahhh.. aku bercanda begini cuma sama Kakak kok, tapiii kalo aku serius gimana??" ucap Selena sembari membelai wajah Richard dan mendekatkan wajahnya.
"Cukup bercandanya ayoo.. aku antar pulang sekarang!!" menarik Selena keluar.
Disepanjang perjalanan menuju rumah Selena, mereka terus menggenggam tangan satu sama lain seakan enggan tuk berpisah..
"Hati hati pulangnya, I love you!! Cup!" Selena mencium pipi Richard saat hendak turun dari mobil.
"Hihihi.. rasanya seperti menodai makhluk suci hehehe, padahal aku juga malu tapi Kak Richard terlalu kaku dan polos sampe sampe aku harus turun tangan mengajarinya dan menggodanya secara langsung hahah" gumam Selena tersenyum tersipu mengingat semua tingkah yang tak biasanya.
Richard merasa membeku dengan berbagai perlakuan romantis Selena yang cukup mengejutkannya, membuat jantungnya berdetak kencang dan ia merasa panas sampai ke ubun ubunnya.
Sampai dirumah Richard membaringkan tubuhnya sembari menatap langit langit kamarnya..
"Haaahhhh kenapa aku kepikiran tingkah Selena tadi terus sih, jantungku terus berdetak nggak normal rasanya panas, mungkin aku harus periksa kedokter kali yaa.. arrggghh.. aku harus mandi dan menjernihkan pikiranku!!" gumam Richard.
***
Minggu pagi yang telah direncanakan Robin, Kelvin dan Clara untuk berjalan jalan dan memakan ice cream ternyata tak berjalan mulus karena hujan turun sangat lebat.
"Yaahhh.. ujannya deres bangettt" ucap Robin kecewa sembari melihat ke arah luar jendela.
"Nggak papa nggak usah berkecil hati begitu, ayo kita beli di mini market depan!!" ucap Clara menenangkan Robin.
"Nggak mau!!"
"Lhoo kok gitu sih, kalo gitu Robin tunggu dirumah biar Ibu yang beli yaa"
"Nggak mau!! Aku udah nggak ingin lagi"
"Yaudah, kapan kapan kan kita bisa jalan jalan sambil makan ice cream lagii"
"Ibu janji yaa!!"
"Iya sayang, karena hari ini hujan jadi kita istiraht dirumah aja yaah"
"Katanya hari libur, kenapa Ayah pergi pagi pagi sekali?"
"Ayah ada urusan Sayang, dia sedang jemput sepupunya yang baru kembali dari luar negri"
"Berarti Ayah kehujanan dong?"
"Ayah kan kaik mobil sama bawa payung juga"
"Yaudah, yang penting ayah nggak keujanan!"
"Bagus, anak pinter!!"
Clara menemani Robin yang sedang merasa kecewa karena telah lama ia bergembira ingin berjalan jalan setelah sekian lama namun karena halangan dia terpaksa memendam kekecewaannya itu.
"Anakku sayang, jadilah anak yang baik, anak yang sehat dan pintar.. ibu dan Ayah sangat menyayangimu" ucap Clara sembari mengelus elus kepala Robin yang tertidur.
***
Untuk para pembaca yang yang telah setia mengikuti cerita saya yang masih banyak sekali kekurangan ini saya ucapkan terimakasih banyak..
__ADS_1
Mohon dukungannya dengan Like dan ditunggu komen sarannya..
Terimakasiiišā¤