
Malam itu Clara,Marissa, dan Selena berbaring di ranjang yang sama.. mereka bercerita tentang hal hal yang menyenangkan, juga hal yang menyedihkan.. disitu pula untuk pertama kalinya Marissa kembali membicarakan tentang masalalunya yang kelam dan selalu menjahati Clara disetiap ada kesempatan, namun kini Marissa telah benar benar berubah dan berbeda dengan Marissa yang dulu..
"Sekarang hidupku sangat menyenangkan dan merasa tanpa beban hehe terimakasih banyak Clara.. berkatmu aku bisa menjadi seperti ini, dan terimakasih juga kamu nggak ngejauhin aku.." ucap Marissa dengan ekspresi sedih.
"Sudahlah.. jangan bahas hal kaya gitu lagi, yang jelas aku sangat bersyukur dengan perubahanmu yang sekarang" ucap Clara sembari tersenyum.
"Selena kamu pasti kaget kan aku dulu buruk banget kan??" ucap Marissa.
"Yang namanya manusia selalu mempunyai kesalahan dalam hidupnya, aku nggak kaget.. justru aku bangga sama kamu yang bisa melepaskan dunia keartisanmu demi Kak Clara padahal kamu sedang dipuncak karir.. kamu keren!" ucap Selena.
"Makasih lhoo.. ternyata Selena bisa bicara lembut juga hehehe"
"Hahhh.. boleh aku tarik lagi nggak ucapanku yang bilang kamu keren???"
"Ahahaha.. nggak bisa ditarik lagi tahuuu!!!"
"Yaudah aku ikhlasin deh"
"Hahahaa.. Selena kamu kocak banget yaa hahaha" ucap Marissa.
"Ngomong ngomong nih Robin kemana Kak? Katanya mau tidur dsini?" ucap Selena.
"Oiyaa.. Robin!" ucap Marissa.
"Katanya nggak jadi karena malu tidur sama perempuan!!"
"Hahahaa.. lucunyaa"
"Ayo kita tidur.. aku matikan lampunya yaaa.."
"Okee"
Para perempuan telah tidur lelap setelah cukup lama berbincang sedangkan suasana di kamar Kelvin dan Richard nampak lebih sunyi setelah Robin tertidur.
Tak lama terdengar bunyi suara ponsel Kelvin berdering dan ia segera mengangkat panggilan itu dengan semangat.
"Iyaaa.. sudah sampai?? Baiklah saya segera menuju ke taman belakang sekarang.. tunggu yaa!" ucap Kelvin tersenyum.
Diam diam Richard mendengarkan percakapan Kelvin ditelefon, ia merasa gerak gerik dan tingkah laku Kelvin sangat mencurigakan apalagi ia menerima tamu tengah malam di taman belakang, kemudian Richard mengikuti Kelvin diam diam dari belakang.
"Oohh.. sudah datang yaa mari kita mulai" ucap Kelvin kepada seorang wanita.
"Hahhh.. ternyata benar orang itu janjian dengan wanita padahal disini ada Clara" gumam Richard yang emosi.
Saat Kelvin dan wanita itu tengah berbincang bincang Richard menghampirinya dengan ekspresi marah yang luar biasa.
"Woiii!!! Ngapain kalian disini berduaan, dasar laki laki berengsek!!!!" teriak Richard sembari menarik kerah Kelvin.
"Eh eh anda kok begini ada apa ya??" ucap Kelvin bingung.
__ADS_1
"Anda juga kenapa berduaan ditaman gelap tengah malam.. padahal disini ada Clara dan Robin, bisa bisanya kamuuu!!!!" ucap Richard mengayunkan tangannya hendak meninju Kelvin.
"Anda tolong tenang dulu.. ini nggak seperti yang anda bayangkan, mari bicarakan ini baik baik" ucap wanita itu.
"Ini ada apa yaaa ribut ribut??" ucap seorang laki lki yang baru saja tiba dengan membawa bunga beserta alat alat dekorasi.
"Hahhh.. nggak tau itu yang orang ini datang tiba tiba buat keributan!!" ucap wanita itu kesal.
"Kamu bilang 'yang'???" ucap Richard bertanya tanya.
"Kenapa?? Saya memang suaminya makanya dia panggil sayang!!!"
"Hahhhh... makanya lain kali jangan asal bertindak!!" ucap Kelvin.
"Maaf saya sudah berfikir yang tidak tidak, tapi kalian sedang apa malam malam begini sangat mencurigakan!!" ucap Richard.
"Mereka itu pasangan yang membuka usaha dekorasi, kenalanku.. Saya berencana membuat kejutan untuk calon istri saya dengan melamarnya besok pagi disini.. ahhhh anda ganggu saja, sebagai permintaan maaf anda harus membantu pekerjaan ini kalo nggak rencanaku bakalan batal dan ini semua gara gara anda Tuan Richardd!!!"
"Ahhhh kan saya sudah minta maaf, baiklah saya akan ikut membantu!!"
"Baguslah.. mari kita mulai!!"
Waktu berlalu dengan singkat, dekorasi sederhana dan romantis yang dipenuhi aroma wangi bunga mawar merah muda membuat suasana semakin romantis.
Ditempat itulah pagi pagi sekali Kelvin membawa Clara setelah membangunkannya sebelum yang lainnya bangun, ia membawa Clara ke tempat itu dengan mengenakannya penutup mata..
"Hahhh.. aku masih ngantuk tauuu, kalo matanya ditutup bisa bisa aku ketiduran lagi" ucap Clara yang menuju ke taman belakang.
"Wahhh.. harumnya hemmm" ucap Clara menikmati aroma wangi bunga.
"Sudah sampai!! Sekarang kamu bisa buka penutup matanya!"
Clara membuka penutup mata dengan perlahan..
Betapa terkejutnya ia begitu membuka matanya terlihat rangkaian bunga bunga mawar berbentuk hati dengan sebuah tulisan di tengahnya 'Will you marry me???', melihat itu Clara merasa sangat bahagia dan terharu sampai sampai tak kuasa membendung air matanya.
"Clara yang kucintai, dihidup ini hany kamulah satu satunya wanita yang aku sayangi cintai dengan sepenuh hati jiwa dan raga, maafkan segala kesalahanku dulu yang telah banyak menyakitimu dan tak ada disisimu saat kamu terluka seorang diri, kini maukah kamu selalu denganku dikehidupan ini berbagi suka dan duka tangis dan tawa, aku berjanji akan terus menyayangimu dam anak kita.. disampingmu selalu sampai akhir hayat.. Maukah kamu menikah denganku??" ucap Kelvin sembari membuka sebuah kotak cincin.
Mendengar ucapan Kelvin membuat Clara semakin terharu dan semakin bertambah derasnya air mata yang mengalir.
Sembari terisak ia menjawab lamaran Kelvin "Ya"
Kelvin pun memasangkan cincin tersebut di jari manis Clara, mereka berdua berpelukan dengan erat.
"Sudah.. jangan menangis lagii, aku melakukan ini bukan untuk membuatmu menangis"
"Aku juga nggak mau menangis, tapi air mata sialan ini nggak mau berhenti hiks hiks"
"Aku mencintaimu!!" ucap Kelvin sembari menghapus air mata Clara.
__ADS_1
Perlahan Kelvin membelai pipi Clara dan mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Clara.
Tak lama yang lain ikut menghampiri Clara dan Kelvin.
"Wahhh.. selamat ya kalian berdua semoga lancar sampai hari acara" ucap Marissa.
"Selamat Kak Clara udah dilamar sebentar lagi sah kan hehehe"
"Ayahhh.. ibuuu... semuanya disini ya, Robin cari cari, wah banyak banget bunganyaaaa wangi lagiii.. apa ini masih untuk perayaan ulang tahun aku bu??" tanya Robin polos.
"Benar!! Ini juga bisa diartikan sebentar lagi Ayah dan Ibu akan menikah" ucap Clara.
"Wahhhh.. beneran???"
"Tentu saja dong!!"
"Ini masih mau direkam nggak?? Saya ngantuk banget hooaaammm" ucap Richard dengan membawa kamera.
"Ehhh??? Richard dari tadi disana??" ucap Clara terkejut.
"Iyaaa"
"Hahhh??? Tadi kitaaaa ahhhhh malunyaaaa" ucap Clara sembari menutupi wajahnya karena malu.
"Kamu malu sama aku??? Hahahahaah santai aja lah hehe meskipun aku liatnya juga ikut malu"
"Ihhhh.. kamu nggak ngomong dulu sihh!!!" ucap Clara kepada Kelvin.
"Hahaha.. kan biar lebih romantis, orang orang kan sekarang begini"
"Wahh.. aku nggak nyangka Kelvin bakal seromantis ini.. jadi pengen cepat cepat punya pacar deh" ucap Marissa.
"Kan besok jadwalmu kencan buta!!!" ucap Selena lantang.
"Ahhhhh... jangan ngomong ngomong katanya ini rahasiaaaa!!!"
"Wahh.. beneran ya sa? Aku ikut seneng loh" ucap Clara riang.
"Ihhh.. wajahnya memerah mirip tomat hahahahahaa" ledek Selena.
"Kalo aku diledekin sekali lagi aku nggak mau ikut kencan buta loh!!!"
"Wahhh.. kamu nggak boleh begituu dong kan udah janji!!!"
"Hahahaha.. kamu juga katanya janji rahasia tapu sekarang diumbar disini!!!"
"Iihhh kan keceplosan!!!"
"Hahahahaa"
__ADS_1
bersambung