Mantan Aktrisku

Mantan Aktrisku
Penulis 'Nabi'


__ADS_3

Hari berikutnya Lukina Joan menemui Kelvin diruangannya untuk meeting persiapan drama barunya.


Semenjak malam itu Lukina terus merasa berbunga bunga, ia terus merasa bisa mendapatkan hati Kelvin dengan sosoknya yang sempurna.


"Halloo.. selamat pagi Pak Ceo" ucap Lukina begitu memasuki ruangan bersama Merry.


"Ohh pagii.. Ini naskahnya silahkan pilih salah satunya, pertimbangkan dulu sebelum memutuskan" ucap Kelvin sembari memberi 3 naskah drama.


"Baiklah akan saya pelajari terlebih dahulu."


"Maaf saya akan angkat telepon sebentar" ucap Merry


"Oiyaa.. untuk yang waktu malam itu saya sangt berterimakasih kepada anda, berkat anda sekarang saya tak lagi mimpi buruk."


"Brgitukah? Syukurlah kamu juga kelihatan lebih segar dari biasanya."


Lukina yang mendengar pujian dari Kelvin seketika pipinya merona dan menjadi salah tingkah.


Clara yang telah memikirkan tentang acara sesi tanda tangan buku akhirnya menemui Fanny di kantornya untuk berdiskusi. Clara tetap merasa berat hati jika tak dapat memenuhi keinginan orang orang yang menyukai karyanya itu.


Fanny sangat bersemangat ketika Clara menyutujui hal itu, mereka pun sepakat untuk tak membublikasikan identitas asli Clara.


Setelah dua hari berlalu acara berlangsung, para penggemar novel 'Perjalanan' telah berkumpul dengan antusias karena mereka telah lama menunggu nunggu momen bertemu dengan idolanya.


Clara yang hadir dengan memakai baju formal yang elegan, serta topeng kupu kupu yang sesuai dengan nama penanya 'Nabi' (yang artinya kupu kupu dari bahasa korea) tampil anggun dan menawan.


Acara berlangsung dengan lancar selama 3 jam, para penggemarpun cukup puas meskipun tak bisa melihat penulis idolanya itu melepaskan topengnya. Meskipun ada beberapa penggemar yang mengusulkan untuk melepas topengnya namun Cara memberikan pengertian yang masuk akal sehingga mereka menerimanya dengan senang hati.


Didampingi oleh Fanny dan penyelenggara acara Clara mengakhiri pertemuan mereka dengan sesi tanda tangan dan foto bersama.


Tak lama setelah acara berakhir muncul sebuah artikel tentang penulis Nabi beserta fotonya, ia semakin dikenal oleh masyarakat sebagai penulis yang misterius namun karyanya mampu menyembuhkan luka bagi pembacanya karena ceritanya tentang perjalanan seseorang yang berjuang menghadapi kerasnya kehidupan dan cintanya yang penuh lika liku seperti kehidupan biasa pada umumnya.


"Wah.. selamat ya penulis Nabi atas kesuksesannya acara ini" ucap Fanny gembira.


"Ini semua berkat Kak Fanny aku bisa ngerasain jadi penulis sungguhan."


"Baguslah kalo kamu senang, oiya udah lewat jam Robin pulang sekolah kan duhh aku nggak kepikiran gimana nih" ucap Fanny panik.


"Kakak tenang aja, aku udah titipin ke temen aku yang punya cafe.. dia juga lumayan sering jemput Robin."


"Owh begitu syukurlah kukira Robin sendiri kalo nggak sama kamu."


"Robin itu nomer 1 Kak, Kakak tahu kan??"


"Iya iyaa."


Di R cafe.

__ADS_1


Robin yang melihat ibunya datang menjemputnya segera berlari menghampiri Clara dengan riang.


"Ibuuu...!!" teriak Robin sembari berlari.


"Iya sayang.. gimana hari ini sekolahnya? Robin nggak nakal kan?"


"Enggak dong bu.. tadi Robin gambar Dinosaurus Tyrex tau Bu.. ini ayo lihat gambarnya" ucap Robin menarik Clara melihat gambarnya di meja.


"Ahh.. iya ini gambar dino yang keren, Robin pinter banget yaa" ucap Ckara sembari mencium kening Robin.


"Ry.. makasih yaah udah mau direpotin lagi."


"Ahhh.. nggak repot aku seneng."


"Ibu tadi dijalan aku sam Om Richard makan es krim stroberi yang biasa Ibu belikan tahu.. Om Rchard baik banget."


"Benarkah?? Udah bilang makasih belum ke Omnya."


"Udah dong."


"Kamu gimana acaranya lancar?"


"Iya.. lancar berkat bantuan kamu" ucap Clara tersenyum.


"Haruskah aku siapkan makan malam untuk merayakannya?" ucap Richard.


"Jangan.. besok atau lusa aku mau siapin sendiri dirumah kamu harus datang karena aku bakal masak sendiri."


"Ngomong ngomong aku nggak lihat Selena biasanya jam segini dia ada disini ini kan jam istirahatnya?"


"Dia lagi sakit, mungkin masih istirahat dirumah."


"Yaampun sakit yah kasihan banget sih, ayo kita besuk dia."


"Kemarin aku udah jenguk."


"Aku kan temannya juga aku belum jenguk pasti dia berfikir aku nggak peduli padanya, mau kesana sendiri tapi nggak tahu rumahnya huhuhu gimana yaa" ucap Clara pura pura memelas sok imut.


"Aiisshhh... iya iya ayo kita kesana, ayo jalan sekarang."


"Tunggu !! Kamu harus beli bunga ditoko bunga seberang itu."


"Aku??"


"Iya dong masa kesana dengan tangan kosong pria macam apa itu, aku akan beli keranjang buah heheh."


"Hahh.. aku nggak mau juga percuma nggak bakal menang lawan perempuan (apalagi itu kamu) ucap Richard tersenyum.

__ADS_1


Mereka pun berjalan menuju ke rumah keluarga Selena, sesampainya didepan rumah Clara merasa takjub dengan kemegahan rumah Selena.


"Ternyata selena anaknya konglomerat yaa" ucap Clara takjub.


"Iya.." jawab Richard singkat.


"Aku nggak habis pikir kenapa nona keluarga kaya bekerja di minimarket, apa dia hobi merendah yah ahaha bisa jadi melihat kepribadiannya yang sederhana mungkin seperti itu" gumam Clara.


Setelah memencet bel pintu rumah keluarlah seorang pengurus rumah wanita paruh baya kemudian ia memanggilkan selena dikamar, mereka menunggunya diruang tamu.


"Tok tok tok ini bibi nona selena."


"Masuklah Bi."


"Itu ada tamu katanya temannya nona Selena."


"Siapa?"


"Wanita cantik sama anak kecil terus pria yang waktu itu datang bersama tuan Edwin."


"Owh.. baiklah aku akan cepat turun, bibi tolong siapkan minuman sama camilan yaa."


Wajah Selena kembali merona, ia yang sedang bermalas malasan di ranjangpun segera bangkit dan berhias dengan berdebar debar, ia menghampiri Rchard dengan ceria.


"Aaahhhh... ternyata ada Kak Clara sama Robin jugaaa.. senangnyaahh" ucap Selena memeluk Clara dan Robin.


"Gimana keadaan kamu sekarang Selena aku dengar kamu sakit?" ucap Clara khawatir.


"Dilihat dari tingkahnya kayaknya dia sudah sangat sehat deh" ucap Richard.


"Iya Kak Richard benar.. aku langsung sehat setelah kalian datang menjengukku hehe, aduh Kak Clara repot repot bawa buah makasih loh."


"Iya sama sama syukurlah kalo kamu sudah sehat, Ry.. apa yang mau kau lakukan kepada bunga itu??" ucap Clara sinis.


"Aahhh iyaa ini untukmu clara" ucap Richard yang merasa malu.


"Ahh.. ini bagus banget kak lily putih (Lebih bagus lagi kalo mawar merah karena sama artian pernyataan cinta) terimakasih yaa."


Flashback ditoko bunga.


Sebelumnya Clara bilang Richard harus membeli bunga mawar yang disukai para wanita tapi karena penjaga tokonya mengatakan arti dari bunga mawar Richard langsung mengganti bunganya dengan lily putih, Clara dan Rjchard sempat beradu pendapat terkait bunga itu, setelah berdebat cukup lama akhirnya untuk pertamakalinya clara mengalah karena tak ingin membuat penjaga toko itu merasa bersalah dan memaksakan perasaan Richard memang bukanlah hal benar menurutnya, dengan keheningan mereka meninggalkan toko bunga itu.


"Besok lusa kamu mau kan ikut makan malam bersama dirumahku Selena?"


"Wahh mau dong, tapi dalam rangka apa yaa kak kalo boleh tahu."


"Ahh.. bukan apa apa hanya saja sebagai tanda terimakasih kalian sudah mendukungku!!" ucap Clara dengan penuh semangat.

__ADS_1


"Hahah.. Ibu lucuu" ucap Robin tertawa dan diikuti tawa Clara Richard dan Selena.


bersambung


__ADS_2