
Tiba harinya Clara mengundang teman temannya untuk merayakan keberhasilannya sebagai seorang penulis, setelah menjemput Robin pulang dari sekolah mereka mampir ke salah satu toko swalayan di sebuah Mall untuk membeli bahan bahan masakan. Ia dan Robin memilah bahan bahan satu persatu dengan hati hati, terkadang Robin menaiki troli belanja sembari mengambil mainan yang ia inginkan.
Di salah satu toko kosmetik terpampang gambar seorang aktris yang mengiklankan produk tersebut, artis itu adalah Lukina Joan. Clara berhenti sejenak memandangi gambarnya yang sangat cantik dan elegan, ia terpikir tentang rumor rumor yang telah beredar tentangnya dan kekasihnya, ia bertanya tanya dalam fikirannya "Mungkinkah Kelvin sungguh tak menyukai wanita seperti itu, apa mungkin ada pria yang bisa menolaknya? Apa yang sedang kupikirkan? Astaga pikiranku sangat nggak beres."
"Ibu kenapa berhenti?"
"Tidak apa apa sayang hanya saja menurut Ibu orang yang digambar itu sangat cantik yaahh heheh."
"Enggak lebih cantik dari Ibu tahu."
"Benarkah?? Robin anak pintar.. ayo jalan lagii."
"Ibu boleh main disitu sebentar nggak?" ucap Robin sembari menunjuk wahana bermain.
"Boleh tapi sebentar aja yaa oke?"
"Okeeee" ucap Robin riang.
Mereka bermain di wahana bermain sesaat setelah itu pulang ke rumahnya.
Kelvin datang saat Clara sedang menyiapkan makanan di dapur, ia menuju dapur dengan langkah diam diam, karena Clara sedang berkonsentrasi ia tak menyadari kedatangan Kelvin, ia terkejut tiba tiba Kelvin memeluknya dari belakang.
"Aaahhhh.. kamu ngagetin kapan sampai?" ucap Clara.
"Baru aja, kamu serius banget sih sampe nggak sadar aku datang"
"Emang lagi serius, gimana Kak Merry bisa datang nggak?"
"Katanya belum tahu.. kalo nggak ada halangan pasti dia datang katanya dia kangen banget sama kamu."
"Beneran??"
"Iyaa."
Ditengah perbincangan yang romantis di dapur Kelvin mencium pipi Clara dari belakang, kemudian dilanjutkannya membalikan badan Clara kearahnya, merangkul pinggangnya dan mendekatkan badan mereka berdua, ia menyentuh dan membelai pipinya, dilanjutkannya mencium bibir Clara dengan lembut sampai beberapa saat Clara yang terhanyut oleh ciuman Kelvin itu tersadar ia sedang memasak dan segera melepaskan diri dari pelukan Kelvin.
"Ahh.. untung aja nggak gosong Kak Kelvin sih" ucap Clara sembari mematikan kompor.
"Aku kangen kamu tahu berapa hari kita nggak ketemu?" ucap Kelvin sembari memeluknya kembali dari belakang.
"Aku juga kangen.. Kak Kelvin semakin sibuk saja sih."
"Iya.. apalagi aku harus ngurus bisnis ibu juga yang di luar negri, hahh.. aku lelah aku harus mengisi energi selagi disini hehe."
"Kamu pasti lelah tidurlah dulu di kamar sama Robin."
"Baiklah.. biarkan begini sebentar lagi, ngomong ngomong selamat ya sayang kamu udah berhasil jadi penulis idola masa kini hehehe."
__ADS_1
"Ahh kamu berlebihan, aku jadi malu kan tapi makasih yaa" ucap Clara menggenggam tangan Kelvin yang melingkar di pinggangnya.
Clara hanya tersenyum mendengar Kelvin yang manja padanya melebihi Robin.
Richard yang menutup cafenya lebih cepat bersiap ke rumah Clara ia tak lupa menjemput Selena dirumahnya, saat ia melihat selena yang keluar dari gerbang rumahnya ia tertegun melihat Selena yang tampak cantik mengenakan dress sabrina hitam seatas lutut dengan rambutnya yang diurai bergelombang, untuk pertama kalinya Richard mengakui bahwa Selena memang cantik.
"Hai kak Rjchard.. udah lama nunggunya?" ucap Selena melambai lambaikan tangannya karena melihat Kelvin yang tertegun diam.
"Hahh?? maaf kamu ngomong apa?" ucap Kelvin gelagapan.
"Iihh Kak Kelvin bengong yah? Aku bilang udah lama belum nunggunya!!"
"Owh.. belum baru aja aku sampai masuklah ( apasih yang aku pikirkan sampai bengong melihat Selena?? pasti karena malam ini dia kelihatan cantik kan? hahh iya itu pastinya sih apalagi coba )"
"Sebelum itu ayo kita mampir di toko mainan anak anak."
"Mau beli kado buat robin?"
"Iyaa, masa aku kesana dengan tangan kosong.. Kakak kan bawa itu cake kan."
"Iyaa tolong kamu pegang yaa."
"Okee."
(Semakin lama mengenalnya aku merasa nyaman didekatnya dia wanita yang baik) suara hati Richard.
"Kak Merry lama nggak jumpa yaa" ucap Clara memeluk Merry yang baru saja tiba.
"Iya sudah lama yaa, aku ingin mengunjungimu tapi jadwal Lukina sangat padat sejak awal sebelum itu Marissa juga.. hahh akhirnya bisa ketemu kamu lagi, Robin mana?"
"Robin di dalam, duduklah kak yang lain belum pada datang."
"Tapi ngomong ngomong ini makan malam dalam rangka apa ya? Pak Ceo nggak bilang kemarin."
"Sebenernya untuk keberhasilanku menjadi penulis heheh" ucap Clara malu malu.
"Penulis? apa nama penanya?"
"Nabi."
"Oowhhh!!! ternyata itu kamu yaa.. penulis yang lagi terkenal itu kan yang pake topeng kupu kupu?"
"Ahh ternyata kakak tahu yaa.. aku jadi malu."
"Kamu hebat Clara.. aku bangga sama kamu, tahu gitu tadi aku bawa bunga deh."
"Nggak perlu Kak, kedatangan Kakak kesini aja udah buat aku seneng."
__ADS_1
"Kamu orang yang baik aku harap kedepannya jalanmu akan selalu dipenuhi bunga bunga yang indah" ucap Merry memeluk Clara.
"Makasih Kak" ucap Clara tersenyum haru.
"Wah wah.. mantan managerku datang juga rupanya" ucap Marissa yang baru saja tiba.
"Kamu juga datang Marissa?" ucap Merry bingung.
Merry tahunya Clara dan Marissa tak pernah cocok satu sama lain hingga bermusuhan, apalagi ia tahu penyebah kemunduran Clara sebagai artis karenanya.
"Sekarang kami berteman.. jangan bingung gitu dong" ucap Marissa.
"Iya Kak, semua kesalahpahaman sejak kami muda dulu telah terselesaikan" ucap Clara.
"Benarkah? syukurlah."
Semua orang telah berkumpul di meja makan yang terisi bermacam macam menu.. Selena dan Richard memperkenalkan dirinya yang datang paling terakhir, awalnya Selena terkejut karena Clara memiliki banyak teman, Khususnya marissa ia juga tak menyangka bisa melihatny di depannya.. sebelumnya ia tak terpikirkan akan melihat Marissa ditempat ini, Selena yang berfikir Marissa selalu menggoda Richard didepannya itu merasa sangat tak menyukainya.
"Hai Ry.. (sengaja mengikuti panggilan Clara kepada Richard) kamu datang? Wahh.. seperti biasa kamu selalu tampan ya" ucap Marissa memanas manasi Selena.
"Ahh iya.. kau disini tetimakasih pujiannya" ucap Richard.
"Wahh Om Richard datang juga yaa.. senengnya" ucap Robin.
"Tentu saja dong kan Om kangen Robin."
"Makasih yaa.. kalian semua udah sempetin waktu untuk datang kesini padahal aku tahu banget kalian pasti sibuk Kak Kelvin, Kak Fanny, Kak Merry, Marissa, Richard dan Selena, berkat kalian semua hidupku menjadi lebih berwarna, kalian juga sudah banyak membantuku pokoknya terimakasih semua aku sayang kalian hehehe, silahkan dinikmati makan malam sederhananya" ucap Clara yang disambut senyuman dan tepuk tangan teman temannya.
"Ini enak banget lhoo.. kamu masak sendiri?" ucap Fanny.
"Benarkah?"
"Iya bener banget ini enak " kata yang lainnya.
"Waahh makasih loh."
"Sering seringlah undang kami yahh hahaha" ucap Marissa.
"Tentu."
Makan malam bersama berjalan sesuai dengan yang diharapkan, suasana ceria canda tawa dan penuh keharmonisan. Sesekali mereka meledek keromantisan antara Kelvin dan Cara di meja makan.
Melalui suasana itu Richard merasa kini ia bisa benar benar merelakan Clara bersama dengan Kelvin, setelah ia mengamati mereka selama bersama, menilai dari raut wajah Clara dan Robin yang ceria mereka saling perhatian kepada satu sama lain, Richard merasa hanya Kelvinlah yang bisa dan pantas membuat Clara dan Robin bahagia.
(Selamat berbahagia kalian, aku akan selalu ada disini di sisi kalian hingga akhir) ucap Richard dalam hatinya.
bersambung
__ADS_1