Mantan Aktrisku

Mantan Aktrisku
Tipe idealku


__ADS_3

Hari berikutnya, Sesuai dengan janjinya kepada Selena, Marissa menemui Chris di cafe yang telah di janjikan.


Marissa membuka pintu cafe dan membuka kaca mata hitamnya itu, dengan cepat Chris melambai ke arahnya dengan senyum lebarnya itu.


Tanpa ekspresi Marissa berjalan ke arah Chris, Chris pun dengan sigap membukakan kursi untuknya agar Marissa terkesan.


"Haloo.. perkenalkan nama saya Chris saya bekerja di 'J Properti' dengan jabatan Direktur pengelola"


"Salam kenal saya Marissa howie, pengangguran!" ucap Marissa dengan tenang.


"Ahahha.. anda lucu juga ternyata"


"Aku nggak lagi melucu tuh"


"Ahh.. iya maaf ya, ngomong ngomong sejak kapan anda dan Selena berteman?"


"Kapan yaa?? Sepertinya sejak kemarin!"


"Ahh saya pikir kalian telah lama berteman karena anda bersedia datang karena diminta oleh Selena"


Marissa hanya diam sembari memandangi Chris yang mengajaknya bicara.


"Kenapa anda diam saja? Apa anda merasa saya membosankan?"


"Benar!"


"Ahaha anda jujur sekali yaa, apa tidak ada yang ingin anda ketahui tentang saya?"


"Ada!"


"Benarkah?? Apa itu" tanya Chris dengan antusias.


"Selena bilang kalian sudah lama kenal kan??"


"Benar.. sejak kecil kami berteman!"


"Kalau begitu kenapa anda bersikap seperti itu kepada teman kecil anda?"


"Maksud anda?? Sikap saya yang mana?"


"Sikap yang mengajukan syarat untuk membatalkan pertunangan kalian!!"


"Ternyata itu yaa.. Anda pasti bertanya tanya kan saya ini teman macam apa?? Jujur saja awalnya saya hanya mau isengin Selena tapi siapa sangka dia mengenal baik anda dan harapan saya terkabul, saya sangat bersyukur karena saya ini fans berat anda"


"Jadi begitu.. tetap saja anda tidak boleh memanfaatkan teman yang sedang kesusahan begitu dong!!!"


"Soal itu.. meskipun saya tidak berniat begitu tapi pada akhirnya saya melakukan itu saya benar benar menyesal"


"Baiklah.. bagus jika anda menyesal, karena kita sudah bertemu.. sesuai janjimu kamu harus membantu Selena kan???"


"Benar!"


"Baiklah.. sekarang aku akan pergi"


"Apa anda kecewa bertemu dengan saya disituasi ini?"


"Kenapa saya harus merasa kecewa? Tujuan saya hanya membantu teman saya saja"


"Bukankah Selena mengatur kencan buta untuk kita.. apakah anda membenci saya?"


"Tidak!! Kamu tak perlu berlebihan mengartikan pertemuan ini.. yang jelas saya tidak membencimu!"


"Benarkah??"


"Kalau begitu.. bisakah kita bertemu lagi lain kali?"


"Kenapa aku harus menemuimu?"


"Karena saya fans anda!"


"Tapi sekarang saya bukan artis, jadi saya tak peduli dengan hal itu"


"Begitu yaaa.." ucap Chris dengan ekspresi murung.

__ADS_1


"Hahhh..." Marissa menghela nafas melihat ekspresi murung Chris.


Kemudian ia mengambil ponsel Chris yang diletakkan di atas meja.


"Kenapa mengambil ponsel saya??" ucap Chris terkejut.


"Nihh!!!" ucap Marissa memberikan ponselnya setelah memasukkan nomornya.


"Wahhh.. ini betul nomor anda kan??? Kenapa anda memberikannya??"


"He em! Karena kamu tipe idelku dari segi penampilan!! Aku pergi sekarang daaahhh!!" ucap Marissa tersenyum tipis.


"Apaaaaa?????Ahh iyaa.. terimakasih.. saya akan menghubungi anda!!!" teriak Chris yang kegirangan.


"Hmmm lucu juga" gumam Marissa.


Setelah Marissa pergi Chris pun segera meninggalkan cafe dan hendak menghampiri Selena setelah menghubunginya.


Chris menuju R cafe tempat Selena berada.


Sampai di cafe Chris melihat Selena, ia berteriak memanggil namanya dan berlari menghampiri Selena dengan penuh kebahagiaan.


"Selenaaa!!!!!"


"Apa.. hal penting apaaaaa"


"Bruukkkk" Chris memeluk erat Selena.


Selena yang kaget mencoba melepaskan diri namun tak bisa karena pelukan Chris yang sangat erat.


Dari sisi lain Richard melihat adegan itu, ia melotot hingga matanya hampir keluar karena cemburu pria lain memeluk kekasihnya, tak lama pun Richard menghampiri mereka.


"Apa yang sedang kalian lakukan!!!" ucap Richard dingin.


"Ahhh.. Kak Richard!! Lepasin Chris" ucap Selena yang gugup karena Richard terlihat sangat marah"


"Ehhh.. anda!! Kita bertemu lagi yaa!!" ucap Chris dengan nada ramah.


"Kak Richard jangan salah paham aku..."


"Benar.. maka dari itu kamu harus menjauh dari Selena dan jangan melakukan kontak fisik seperti tadi!!!!"


"Ahhh.. tapi kami berteman dari kecil loh"


"Saya nggak peduli!!!"


"Ahhh.. anda menghancurkan mood saya yang sedang bagus!!"


"Bukannya anda yang menghancurkan mood saya!!" ucap Richard.


"Sudahlah Kak.. kamu juga Chris diamlah" ucap Selena panik.


"Jadi kamu lebih memihak pacarmu ya??"


"Memangnya kenapa??" ucap Richard.


"Yaudah kalo kalian mau melanjutkan adu mulut biar aku pergi dulu!!!" ucap Selena jengkel.


"Jangan gitu dong!! Aku nggak ada maksud untuk membuat pacarmu cemburu, aku memelukmu hanya karena terlalu senang dan berterimakasih karena kamu mempertemukanku dengan Marissa" ucap Chris tersenyum malu.


"Jadi bukan karena kamu menganggap Selena calon tunanganmu??" tanya Richard.


"Bukanlah!!! Dasarr laki laki pencemburu!!!!"


"Grrrrttt" Richard hanya menggertakan giginya.


"Jangan mulai lagi!!!!" bentak Selena.


"Iya iyaaa..maaf yaaa Kak Richard" ucap Chris menirukan panggilan Selena.


"Uweeekkkkk!!!! Saya bukan kakakmu.. jangan panggil begitu!!!" ucap Richard.


"Hahhaaaa!!! Tapi aku serius berterimakasih padamu Selena.. Aku sampai mendapatkan nomor telefonnya kyaaaaaaa!!!!"

__ADS_1


"Gitu doang ajaaaa!!! Aku pikir marissa hanya akan menemuimu sebentar saja, siapa sangka dia memberikan nomor hp nya "


"Dia bilang aku tipe idealnya hahahaa" ucap Chris membanggakan diri.


"Selamat deh kalau hubungan kalian berjalan lancar, jangan lupa permintaanku karena aku sudah memenuhi persyaratanmu"


"Tentu saja aku akan menepati janji.. dan aku mau minta maaf!!"


"Maaf?? Untuk apaa??"


"Aku bukan bermaksud memaanfaatkan kesusahanmu.. awalnya aku hanya iseng mengajukan syarat itu"


"Apaa kamu bilang iseng????"


"Iyaa.. maaf yaaa!! Aku juga kaget waktu kamu kasih kabar tentang Marissa"


"Hahhhh.. yaudahlah yang terpenting sekarang kamu harus bilang sama orang tuamu untuk menggagalkan rencana pertunangan kita"


"Baiklah.. aku tahu apa yang harus aku lakukan.. kalo begitu aku pulang sekarang yaa.."


"Baiklah.. lekas kabari hasilnya!!"


"Okee!!"


Tanpa sadar Selena ternyata asyik mengobrol dengan Chris tanpa memedulikan Richard yang berada diantara mereka.


Setelah Chris pergi Selena menyadari ekspredi Richard yang tak bagus.


"Kakak kenapa diam saja???"


"Aku harus mengatakan apa? Aku saja tak mengerti kalian membicarakan apa???"


"Apaaa??? Memangnya aku belum pernah ngomong sama Kakak soal masalah pembatalan pertunangan yang harus kita urus sendiri??"


"Bukannya kamu sengaja nggak mau kasih tahu yaa?? Karena kamu kira aku nggak bisa apa apa apalagi diandalkan?"


"Kok kakak ngomongnya gitu sih?Aku nggak ada pikirin kaya gitu sama sekali!!!!"


"Yasudah.. kamu harus pulang sekarang, kamu harus siap siap untuk mulai bekerja kan??"


"Nggak perlu persiapan yang gimana gimana kok, karena aku cuma mengisi posisi yang tidak penting di kantor kakak"


"Emmmm"


"Kakak masih marah yaaa"


"Nggak.. sejak kapan akau jadi orang pemarah"


"Haiihhh nggak sadar banget hari ini udah marah berapa kali!!" gumam Selena.


"Apaa??? Ngomong ajaaa nggak usah ngedumel sendiri!!"


"Nggak kok.. aku suka kakak yang sedang marah imut bangetttt hehehe"


"Yasudah aku akan sering sering marah kalo kamu menyukainya!!"


"Ehhh jangan dong"


"Katanya sukaa??"


"Aku kan suka semua tentang Kakak hehehe lebih suka lagi kalo kakak tersenyum.. mmmuuuaaaaaahhh" ucap Selena sembari mencium pipi Richard.


"Apa yang kamu lakukan?? disini banyak orang!!!!"


"Memangnya kenapa?? Biar aja semua orang tahu kalo Kakak punyaku!!!"


"Apa sih"


"Sini cium lagii!!!"


"Nggak" ucap Richard sembari kabur dengan malu malu.


"Ahahahaaa lucu banget siiihh"

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2