Mantan Aktrisku

Mantan Aktrisku
Dukamu dukaku


__ADS_3

Pagi itu, setelah mengantar Robin ke sekolah Clara menuju rumah sakit untuk membesuk Marlyn dan mengunjungi Kelvin. Siapa sangka saat Clara sampai di depan kamar rawat pasien ia melihat Kelvin yang sedang duduk termenung menahan tangis, tanpa berbicara sepatah katapun Clara memeluk Kelvin yang sedang menunduk. Tak lama Dokter keluar dari kamar pasien dan berkata..


"Maaf.. kami telah melakukan upaya yang terbaik tapi pasien tak berhasil diselamatkan, kami turut berduka atas kepergian ibu Marlyn Li."


"Apaa!!! " ucap clara yang syock.


Tanpa sadar Clara dan Kelvin menangis tanpa bersuara, Clara terus memeluk Kelvin yang masih saja menunduk pilu sampai Kelvin memberanikan diri untuk melihat Ibunya yang terakhir kalinya.


Kelvin tak merasa begitu terkejut karena sejak malam kondisi ibunya sudah kritis dan semakin menurun, ia telah merasa ikhlas merelakan ibunya yang telah lama kesakitan sendiri dalam kesepian, demi membebaskan ibunya dari rasa sakit itu Kelvin berfikir harus merelakannya pergi meninggalkan semua luka yang tak lagi tertahankan.


"Aku tak apa Clara, aku merasa lega ibuku tidak lagi kesakitan" ucapnya dengan air mata yang masih terus mengalir.


Clara hanya mengangguk angguk dan mengikuti Kelvin kemanapun ia melangkah, Kelvin terus mengatakan bahwa ia tidak apa apa namun Clara sangat mengerti tak ada seorang pun anak yang tidak apa apa jika ditinggalkan oleh orang tua yang telah melahirkan mereka, seberapa pun buruknya hubungan antara anak dan orang tua, orang tua tetaplah orang tua yang jika telah pergi tak akan pernah lagi bisa kembali, yang tersisa hanyalah penyesalan yang begitu mendalam.


Masih dalam suasana duka Kelvin berlanjut menyiapkan pemakaman ibunya, cCara terus mendampinginya setelah menjemput Robin dari sekolah, tak lama para kerabat telah datang memenuhi rumah duka sampai ditempat pemakaman, para pelayat satu persatu menyampaikan sepatah dua patah kata ucapan belasungkawa kepada kelvin..


"Turut berduka cita sedalam dalamnya kelvin" ucap Herawan Howie yang datang bersama Marissa.


"Terimakasih banyak Om dan Marissa yang sudah menyempatkan menghadiri pemakaman ini."


"Tentu saja kami adalah keluarga."


"Kak Jelvin jangan terlalu sedih ya" ucap Marissa.


"Clara.. " ucap Richard memanggil Clara.


"Ry.. kau datang juga, Kelvin disana apa kau sudah bertemu dengannya? " sambil menunjuk kearah Kelvin.


"Sudah, aku sudah mau pulang.. kalo kamu masih mau menemaninya aku akan membawa Robin ke cafe, kelihatannya Robin sangat lelah."


"Iya Robin kelihatan sangat lelah.. Apa nggak ngerepotin kamu Ry? "


"Nggak dong, kamu tenang aja."


"Baiklah.. mohon bantuannya ya Ry."


Richard dan Robin menuju ke cafe untuk beristirahat, diperjalanan Robinpun tertidur. Sampai didepan pintu cafe Selena menghampirinya dan membukakan pintu.. yang kebetulan tangan Richard sedang menggendong Robin yang tertidur.


"Makasih ya udah dibukain pintu, kau pulang kerja? Masuklah aku akan membaringkan Robin ke ruang istirahatku."


"Ahh iya baiklah"(nggak mungkin kan aku nolak udah nungguin dari tadi biar kelihatan tak sengaja berpapasan tahu) ucap nya dalam hati.

__ADS_1


"Cafenya udah mau tutup ya Kak? " ucap Selena setelah Richard menghampirinya.


"Iya.. minumlah mau makan apa biar aku bikinin? "


"Nggak usah aku udah makan tadi, ngomong ngomong kenapa Kakak membawa anak itu kesini? Itu anaknya Kak Clara kan? "


"Iya.. kami baru saja kembali dari pemakaman Neneknya obin, sekarang Clara masih disana nemenin Ayahnya robin ."


"Lhoo?? Kok?? "


"kenapa?"


"Bukannya kak Richard mencintai kak clara? Tapi kenapa Kakak malah mendukung wanita yang disukai bersama pria lain dengan membantunya menjaga anaknya?"


"Gimana yaa.. tentu saja aku sangat mencintainya tapi pria itu adalah Ayahnya robin saat ini dia yang lebih membutuhkan Clara, bagaimanapun aku tau Clara masih sangat mencintainya.. hanya berada disampingnya saat ia membutuhkan itu sudah cukup bagiku, bohong jika aku bilang cukup hehe (tersenyum kecut) tapi perasaan seseorang tidak bisa dipaksakan kan? "


".. apa kakak udah pernah mengungkapkan perasaan kakak yang sebenarnya padanya? "


" Kami telah bersahabat dari kecil karena kami tinggal di panti asuhan yang sama, kami berbagi hal yang menyenangkan dan menyedihkan satu sama lain, buatnya aku seorang keluarga.. Menurutmu jika aku telah mengatakannya apa ia masih bisa bersikap nyaman didekatku?"


"Tentu saja tidak, aku nggak nyangka hubungan kalian sangat dalam, tapi..." ucap Selena merasa ibaa.


"Baiklah, sudah larut aku harus pulang kak."


"Maaf ya aku nggak bisa nganterin."


"Ahh nggak perlu.. dahh" ucap Selena melambaikan tangan.


(Ternyata pria yang bernama Kelvin itu Ayahnya robin.. aku sudah berpikir dan mengatakan hal buruk tentang Clara kepada Richard, pantas dia sangat marah saat itu, jika ternyata ceritanya begitu berarti Clara dan richard nggak mungkin menikah dong.. wah ini kabar gembira ternyata yah meskipun aku juga sedih mendengar cerita tentang cinta bertepuk sebelah tangannya) pikir Selena sembari berjalan pulang.


Begitu sampai dirumah Selena disambut sinis oleh salah satu saudara laki lakinya yang sedang bermain gim..


"Hei dik.. kamu ngapain sih pulang larut malam demi kerja di mini market, kamu aneh banget deh apa alasan sebenarnya sih jujur sama aku? "


"Apaan sih kak nggak usah pedulikan aku deh."


"Wah kakak belum selesai ngomong udah ditinggal pergi aja, woi woi selalu seenaknya sendiri mentang mentang semua orang manjain."


"Iri bilang dong, bleee " teriak Selena.


Disisi lain setelah pemakamannya selesai Kelvin dan Clara kembali kerumah, mereka duduk di kursi mobil belakang bersama.. tanpa banyak bicara ia terlihat semakin murung setelah kembali ke rumah yang ia tempati saat masih kecil bersama Ayah dan Ibunya.

__ADS_1


"Kak kelvin.. tok tok tok" Clara mengetuk pintu kamar Kelvin.


"Masuklah" ucap elvin.


"Aku bikin bubur, Kak Kelvin seharian belum makan apa apa kan? "


"Maaf tapi aku nggak lapar."


"Yahh.. padahal aku udah capek capek bikin bubur yang enak tapi sayang banget nggak ada yang mau makan yaudah terpaksa dibuang aja" ucap clara menyindir.


"Baiklah baiklah kemarikan aku makan."


"Gitu dong" ucap Clara tersenyum.


"Jangan terlalu sedih, jangan biarkan ibumu menghawatirkanmu ketika ia hendak meninggalkan dunia ini."


"Aku nggak papa hanya saja rasanya aku tak memiliki kesempatan untuk membuatnya bahagia walau sekali saja, memeluknya.. aku anak yang buruk kan? "


"Tidak, yang harus kau ingat adalah disisa terakhir hidupnya ia bahagia karena telah berdamai denganmu dan telah memeluk cucunya, aku yakin beliau tak ada lagi penyesalan didunia ini."


"Benarkah? "


"Iya.. Kak Kelvin beristirahatlah, setelah kakak tidur aku baru akan pulang ke rumah."


"Bisakah kamu tetap disini malam ini? "


"Ahh?? " ucap Clara kaget.


"Ahh tidak tidak, Robin pasti nungguin kamu pulang, pulanglah dulu nggak usah nungguin aku tidur, aku udah nggak apa apa."


"Beneran?? "


"Iya.. mintalah supir mengantarmu ya."


"Iyaa.. istirahatlah aku pulang."


"Kamu dan Robin nggak akan ninggalin aku lagi kan?"


Clara yang berjalan langsung berhenti dan berbalik badan lalu berkata " Tidak" katanya sambil tersenyum dan melambaikan tangannya.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2