Mantan Aktrisku

Mantan Aktrisku
Rumor


__ADS_3

Keesokan hari Robin telah diperbolehkan meninggalkan rumah sakit, ia pun telah pulih kembali dengan ditemani oleh Ayah dan Ubunya ia terlihat sangat bahagia dan ceria.. namun begitu sampai dirumah Kelvin terburu buru meninggalkan mereka setelah menerima telfon dari sekretarisnya, namun sebelum pergi Kelvin memberikan sebuah kunci mobil kepada Clara dan berkata "Aku harus pergi sekarang, terjadi masalah dikantor, oiyaa ini kunci mobil yang jarang terpakai aku membawanya tadi untuk kau pakai jadi kamu dan Robin tak perlu naik angkutan umum lagi."


"Tapii.." ucap Clara penuh keraguan.


"Aku buru buru jadi kita bahas lain kali saja yah dah.." ucap Kelvin sembari berjalan cepat.


"Iyaa.. berhati hatilah."


Sampai dikantor Kelvin bergegas memeriksa masalah yang terjadi yaitu berita terbaru tentang hubungan Lukina Joan dan Ceo MD Entertainment, berita itu muncul di internet dengan menyertakan sebuah foto mesra Kelvin yang sedang merangkul pinggang Lukina.


Kelvin tak menduga wartawan itu memotret dirinya yang sedang memegangi Lukina yang hampir terjatuh karena memakai hak tinggi yang berlebihan, terlebih foto itu diambil di ruangan Ceo, Kelvin menduga foto itu diambil dari luar jendela dari atap gedung sebelah yang sedang di renovasi.


Semakin lama semakin banyak Para wartawan yang berkumpul di luar gedung agency untuk meminta penjelasan kepada pihak yang terkait, para wartawan berspekulasi bungkamnya artis dan agency berarti membenarkan adanya rumor tersebut.


Ditengah kekacauan itu Lukin datang ke kantor agency mengenakan topi dan masker hitam, ia diam diam memasuki gedung melewati pintu belakang sehingga para wartawan tak menyadari kedatangannya, Semua jadwalnya terpaksa sementara waktu dihentikan agar tak menimbulkan keributan yang lebih parah.


"Tok tok tok" bunyi ketukan pintu ruangan Ceo.


"...Masuklah dulu" ucap Kelvin terkejut melihat Lukina.


"Kenapa kau datang kesini? aku sudah menyuruhmu untuk diam sementara waktu di rumahmu."


"Saya merasa tidak enak hati karena semua kekacauan ini disebabkan oleh saya."


"Kita harus segera adakan pers untuk klarifikasi."


"Itu benar pak, jadi klarifikasi apa yang akan kita berikan? Kita kan harus menyamakan jawaban kita terlebih dahulu."


"Iya kamu benar, kita akan bantah semua rumor itu dan kamu menyukai pria lain dan bukan aku."


"Apaa?? Tidak bisakah saya mengatakan jika orang yang saya sukai adalah anda?" ucap Lukina dengan mimik muka serius.


"Apa yang kamu katakan?!!"


"Maaf jika anda keberatan."


"Apa kau menyukaiku?"

__ADS_1


"Apa menurut bapak begitu? Hei tentu saja tidak hehehe, saya menyarankan begitu karena foto yang beredar itu.. jika kita membantahnya tidak akan ada yang percaya dan mereka akan terus mencari cari kesalahan kita kan."


"Omongan kamu ada benarnya tapi saya sudak memiliki orang yang kucintai sejak lama jika aku mengiyakan bagaimana perasaan orang itu nanti?"


"Apa?? Ternyata anda sudah memilikinya yah apa boleh buat, mari kita bantah saja."


"Benar, bagaimanapun kita tak boleh membohongi publik, besok pukul sepuluh pagi kita akan melakukan pers di Hotel Nirwana."


Rencana Lukina meyakinkan publik kali ini akan gagal jika mereka membantah rumor tersebut, lukina sedikit merasa kecewa karena rencananya tak berjalan sesuai keinginannya bahkan ia sendiri yang telah menyuruh wartawan untuk memotretnya dan berpura pura terjatuh saat itu. Tapi ia tak akan mudah menyerah hingga mendapatkan apa yang sangat ia inginkan walau harus mengorbankan karir yang telah lama ia bangun.


Diwaktu yang sama akhirnya Clara melihat berita dengan foto mesra Kelvin dan Lukina di internet, Ckara hanya terdiam dan meyakinkan dirinya bahwa berita itu pasti tidak benar dan foto itu hanyalah sebuah kebetulah belaka, saat itu juga Kelvin menghubungi Clara melalui panggilan telephone..


"Aku ingin meminta maaf untuk berita yang tidak menyenangkan ini Clara, semuanya hanyalah kesalahpahaman belaka" ucap Kelvin


"Aku tak masalah.. aku tahu itu tidak benar, Kak Kelvin nggak mungkin begitu kan?"


"Terimakasih Clara karena sudah mempercayaiku, besok kami akan melakukan pers bantahan."


"Baiklah kuharap semuanya berjalan lancar."


"Maaf malam ini aku belum bisa menemuimu dan Robin karena para wartawan masih berkumpul di luar, aku takut mereka bisa saja membuntutiku saat kerumahmu."


"Baiklah kututup ya sayang.. I love you."


"Iyaa.. love you too."


Meskipun Clara bilang ia sangat mengerti permasalahan yang dihadapi kekasihnya itu namun hati seorang wanita tetap saja terluka dan gelisah melihat foto mesra kekasihnya bersama wanita lain yang lebih cantik dari pada dirinya.. Clara tetap optimis dan selalu berpikir positif untuk terus meyakinkan dirinya sendiri.


Disudut tempat duduk R cafe Richard kedatangan tamu yang tak disangka sangka, Ayahnya datang menemuinya bersama istrinya yang pemilik 'Irene Boutique' itu..


Irene Boutique adalah salah satu dari butik kelas internasional yang telah memiliki puluhan cabang, butik itu telah dikelola secara turun temurun oleh keluarga namun satu satunya pewarisnya tak memiliki keturunan dari pernikahan sebelumnya sampai kini ia telah memasuki usia paruh baya dan menikah dengan Ayahnya Richard.


Pemilik Irene Boutique sangat tertarik kepada anak suaminya yang telah hidup mandiri selama ini dan berhasil menjalankan usahanya sendiri. Ia menjadi semakin tertarik dan penasaran dengan Richard semenjak suaminya memberitahunya bahwa anaknya menolak dijadikan pewarisnya. Ia sangat tak sabar melihat Richard namun karena terkendala sibuknya pekerjaan ia baru bisa menemuinya saat ini..


"Wahh.. sayang putramu sangat tampan andai aku seumurannya aku akan menikahinya hahaha" ucapnya.


"Benarkan? Tapi aku yakin dia tak menyukaimu segigih apapun kau mengejarnya hahah" ucap Ayah Richard.

__ADS_1


Richard yang melihat Ayahnya dan Istrinya terlihat sangat harmonis dan bahagia ikut merasakan kebahagiaan mereka juga.


"Kenapa Richard hanya diam saja, perkenalkan nama saya Rossi Athanasia, mulai sekarang kamu boleh memanggilku Ibu karena aku telah menikah dengan Ayahmu."


"Apa itu tidak terlalu terburu buru ?" ucap Ayahnga Richard.


"Tak apa apa kalo masih canggung aku hanya ingin lebih dekat dengan putramu" ucap Rossi.


"Apa kamu keberatan richard?"


"Tidak.. anda boleh menganggap saya putra anda, anda wanita yang baik dan ayahku beruntung bisa bertemu dengan anda dan menerimanya yang tak punya apa apa" ucap Richard sopan.


"Ahh.. terimakasih Richard jika kamu menilaiku seperti itu, aku sangat bahagia memiliki putra sepertimu."


"Ah.. terimakasih tapi saya penasaran kenapa nama butik anda bukan rossi?"


"Ahahaha.. itu sebenarnya yang mendirikannya nenek saya namanya irene, itu bisnis turun temurun" ucap Rossi.


"Ahh jadi begitu, hebat sekali bisnis yang sudah berdiri puluhan tahun."


"Richard juga pasti bisa kok cafe ini aku yakin bisa sampai berpuluhan tahun melihat kemampuan yang richard miliki."


"Anda terlalu memuji."


"Sepertinya kami tak bisa lama lama karena masih banyak pekerjaan yang menunggu kami" ucap Rossi.


"Baiklah.. terimakasih anda telah bersedia datang kesini meskipun anda sibuk, lain kali mintalah saya mengunjungi anda jika ingin bertemu lagi."


"Bolehkah begitu?"


"Tentu saja."


"Baiklah kami pergi dulu, jagalah kesehatan" ucap Ayahnya.


"Ayah juga" ucap Richard.


Richard tersenyum mengantarkan kepergian Ayah dan istrinya..

__ADS_1


Rossi merasa Richard sangat cocok menjadi pewarisnya namun karena sebelumnya ia telah menolak dengan keras Rossi berfikir ingin mendekatinya secara perlahan dan membangun hubungan kekeluargaan terlebih dahulu, karena dengan begitu menurutnya cepat atau lambat ia tak punya pilihan selain menerimanya.


bersambung


__ADS_2