
Clara pergi dengan perasaan kacau ia sangat marah kepada Kelvin yang tak mengerti perasaannya, namun disatu sisi ia pun menyadari sikapnya memang sedikit keterlaluan kepada Lukina, tapi bagaimana bisa Kelvin membentaknya dihadapan orang yang jelas jelas ingin merebut kekasihnya, wanita manapun akan sakit hati karena merasa diabaikan dan tak dihargai.
"Claraaa!! Tunggu!! Hosh hosh hosh" ucap Merry yang mengejarnya hingga terengah engah.
Clara berhenti sejenak saat Merry memanggilnya, namun dalam hatinya bertanya tanya mengapa yang mengejarnya Merry dan bukannya Kelvin, Clara merasa semakin marah (hahhh!! penyesalan tadi aku tarik kembali, aku nggak keterlaluan sama sekali, dua orang itu yang keterlaluan) pikir Clara dalam hati.
"Clara ayo pulang sama sama hosh hosh"
"Iya, ayo kita pulang" ucap Clara tanpa ekspresi.
Kelvin yang mengurus Lukina sangat khawatir karena tiba tiba saja ia pingsan, saat hendak ia bawa ke rumah sakit Lukina sadar dan tak mau pergi kerumahsakit katanya dengan nada yang lemah.
"Terimakasih ya Pak Kelvin udah nolongin aku sampe seperti ini, maaf karena aku selalu merepotkanmu" ucap Lukina yang berbaring di tempat tidurnya.
"Sudahlah, tolong maafkan sikap Clara barusan, biasanya dia tak seperti itu"
"Tak apa, saya mengerti perasaannya saya yang salah karena berkata seperti itu didepan media, maafkan keegoisan saya hiks hiks"
"Jadi apa alasannya kamu mengatakan seperti itu?"
"Alasan yaa?? Sebenarnya karena saya merasa bimbang harus bicara apa ketika tiba tiba saya dikerumuni wartawan, memang sepertinya kepala saya sedang bermasalah sampai saya tidak sadar mengatakan hal itu, maafkan saya... tapi bisakah anda berpura pura mencintai saya didepan media? Agar saya tidak terlalu malu"
"Sepertinya hal itu tidak perlu, seperti biasa kita hanya perlu mengabaikan pandangan orang lain saja kan"
"Anda benar, tapi saya benar benar tak tahu harus apa jika Anda pergi dari sisiku suatu saat.. apa saya akan sembuh? Saya sangat ingin kembali hidup normal seperti sebelumnya"
"Saya akan terus membantu jika kamu masih butuh bantuan"
"Terimakasih"
Mendengar alasan Lukina mengeluarkan kata kata tanpa sadar didepan media karena sakit mentalnya sedang tak stabil membuat Kelvin tak tega untuk menyalahkannya.
Di R Cafe
"Ibuu sudah kembali yaa" ucap Robin senang.
"Iya sayang, ayo kita pulang, Kak Merry sama Richard makasih yaa kami pulang dulu"
"Baiklah" ucap Richard.
Richard merasa bingung, tak biasanya Clara terburu buru pergi tanpa membagi cerita kepadanya, namun disisi lain Richard sangat mengerti saat Clara tak mau membicarakannya ia pun tak akan bertanya ia menunggu saat Clara telah menata hati dan pikirannya.
"Ting tong" suara bel pintu.
__ADS_1
"Masuklah, kamu kan tahu kata sandinya kenapa bunyiin bel segala sih!!" ucap Clara sewot.
"Takutnya kamu nggak ijinin aku masuk kan"
"Sadar diri juga ternyata, tapi sekarang aku masih belum mau ngomong sama kamu!!"
"Jadi kenapa kamu bukain pintu?"
"Karena aku nggak mau ngehalangin ayah yang mau ketemu putranya!!"
"Brakkk!!!" Clara membanting pintu kamarnya.
"Haiiss ngagetin!! Sikap buruknya saat marah belum berubah ternyata, meskipun aku datang untuk berbaikan dengannya, tapi ini jauh lebih baik meskipun dia sedang marah tapi ia tak pernah menghalangiku bertemu putra kami" gumam Kelvin.
***
Telah 2 hari berlalu Richard memulai pendekatan yang sesungguhnya dengan Selena, siapa sangka Richard yang dingin dan pemalu akhirnya benar benar jatuh hati kepada Selena yang memiliki sifat dari keterbalikan dirinya.
Awalnya ia merasa bimbang tentang bagaimana cara pendekatan romantis itu, namun ia berhasil mendapat pencerahan berkat staf yang bekerja di Cafenya.
Flashback
Setelah malam ia menyatakan cinta, Richard tengah diam didepan laptopnya sembari mencari cari informasi tentang pendekatan romantis yang diinginkan wanita di g**gle "Pertama awali dengan obrolan sederhana?? Perlu juga basa basi haa?, kedua sabar dan jangan memaksa, ketiga jangan bertele tele? Wah katanya tadi perlu basa basi, jangan baper, Tunjukin kamu serius, gimama cara nunjukinnya?? Aku masih nggak paham" gumam Richard.
"Nel, biasanya pendekatan yang disukai wanita itu seperti apa?"
"Ehh?? Tumben banget bos nanyain soal kaya gitu, jangan jangan bos lg pedekate yaa"
"Iya benar, makanya saya nanya"
"Emmmh.. kalo saya lebih seneng yang natural natural aja sih"
"Maksud kamu?"
"Yang pertemuan pertama langsung saling jatuh cinta dan tak lama lama menyatakan cinta dengan membawa bunga mawar merah yang segar dan cincin berlian besar hehehe itu harapan romantis saya"
"Itu yang disebut natural yaa??? Emangnya mau ngajak nikah segala kasih cincin berlian??"
"Apa salahnya sih bos berharap"
"Ahhhh?? Ternyata itu harapan kamu sendiri yaah"
"Iyaa, itu romantis banget"
__ADS_1
"Oke oke, pergilah, tolong panggilkan karyawan pria yang sudah menikah" ucap Richard mengernyitkan dahi"
"Tok tok"
"Masuk, Rendy yaa"
"Anda memanggil saya bos?"
"Iyaa.. kamu udah nikah kan?"
"Benar, tapi kenapa ya?"
"Waktu pendekatan apa saja yang kamu lakuin untuk istrimu?"
"Kenapa tiba tiba tanya itu?" ucap Rendy bingung.
"Saya mau belajar pendekatan"
"Ahhh?? Hahahahaa!!! Maaf bos saya kelepasan, anda serius? Orang seperti anda yang punya kelebihan penampilan nanya kaya gitu ke saya?"
"Nggak serius jawabnya potong gaji bulan ini!!"
"Ehh.. jangan dong baik saya kasiih tau begini bos, wanita itu seperti apa sifatnya? Kalo saya harus kenali dulu karakternya, lalu kita sesuaikan situasinya. Yang terpenting anda harus perhatian, sering menghubunginya, sering antar jemput seperti supirnya, sesekali kasihlah kejutan"
"Kejutan yang seperti apa?"
"Kejutan makan malam romantis atau saat dia ulang tahun kasih surprise party, yang begitu begitulah contohnya nggak mungkin saya sebutin satu satu"
"Jadii kamu dulu seperti ini yah saat pendekatan dengan istrimu?"
"Tidak juga"
"Kamu sedang bohongin saya yaa!!"
"Itu keinginan istri saya, dia selalu menggerutu seperti itu saat sedang kesal dengan saya, karena saya tak pernah seperti itu, Saya mana bisa begitu dengan situasi saya yang sulit, pendekatan seperti itu hanya bisa dilakukan oleh orang orang kaya yang tak memikirkan besok harus makan apa jika menghabiskan banyak uang untuk kejutan makan malam di restoran mewah hiks hiks, tapi karena dia mencintai saya dengan tulus akhirnya kita menikah meskipun saya nggak romantis dan nggak punya banyak duit tapi saya selalu bersedia jadi supirnya mendengarkan keluh kesahnya, ahahaha maaf bos saya jadi curhat kan hahaha"
"Ahh nggak papa.. yang terpenting ketulusan yaa, sekarang aku mengerti terimakasih yaa Rendy, bulan ini kamu dapat bonus!!"
"Benarkah?? Wahh terimakasih Bos, kalo mau nanya nanya lagi panggil saja saya sang dewa cinta hahahaha"
"Astagaaa.. kamu sesenang itu yaaa, baiklah kerja lagi sanaa"
"Oke Boskuh yang ganteng!!" ucap Rendy dengan semangat membara.
__ADS_1
"Memang benar, uang itu kunci dari sebuah mood !! Hahh" gumam Richard tersenyum lega.