Mantan Aktrisku

Mantan Aktrisku
Hati yang lelah


__ADS_3

Tak terasa hari hari berlalu begitu saja sejak kepergian Marlyn sudah dua minggu lamanya rasanya hujan badai yang Kelvin rasakan telah berhenti dan ia memulai kembali kehidupannya tanpa rasa beban karena baginya sesuatu yang berlalu tak bisa lagi diperbaiki, penyesalan penyesalan masalalu tak lagi berarti jika tak mampu memperbaikinya di masa depan yang terpenting adalah menghargai kehidupan yang sedang berjalan.


"Hari ini kamu kelihatan lebih segar Kak Kelvin" ucap Clara.


"Benarkah?? Mulai hari ini aku ingin hidup dengan bahagia hehe."


"Baguslah, aku senang jika kakak berfikir begitu."


"Iya lihatlah Robin juga kelihatan sangat bahagia."


"Tentu saja ini kan kali pertamanya dia camping apalagi kamu suruh dia panggil Ayah, aku juga nggak nyangka dia seseneng itu sampai mendadak ngajak camping."


"Untung saja dia masih kecil jadi reaksinya sangat sederhana dan nggak banyak pertanyaan pertanyaan yang susah dipahami."


"Ayah.. tolong lempar bolanya " ucap Robin yang sedang asyik main bola dengan anak lain yang sedang camping bersama keluarganya.


"Oke.. "


"Aku masih belum terbiasa dengan panggilan Ayah.. rasanya jantungku terus berdebar debar ketika Robin memanggilku."


"Hehehe.. ada ada saja."


Richard yang sedang memanggang kue duduk termenung membayangkan betapa bahagianya mereka bertiga yang sedang camping bersama, ia merasa tak lagi memiliki tempat disamping Clara dan Robin. Alarm oven telah berbunyi sampai tiga kali namun Richard tak mendengarnya karena sedang terfokuskan oleh pikirannya sendiri, sampai satu staf pria memanggilnya dari dekat.


"Bos bos..!! " teriak staff pria itu.


"Ahh iya ada apa Ruben? " ucap richard kaget.


"Saya panggil panggil dari tadi alarmnya udah bunyi dari tadi" sambil menunjuk oven.


"Ahh astaga ini gosong" ucap Richard putus asa.


"Aiihhh... Bos lagi galau yaa."


"Iya kamu kok tau ben? "


"kelihatan bos kelihatan banget, daripada cuma kepikiran mending samperin langsung aja bos."

__ADS_1


"Wah wah kamu ngajarin nggak bener yaa" Richard segera melepas celmeknya dan bergegas pergi.


"Wahh si bos nggak ragu ragu langsung mau nyamperin aja" ucap staff pria itu yang melihat Richard menuju ke mobilnya.


Sesampainya Richard di tempat camping ia melihat pemandangan keluarga kecil harmonis yang bahagia, ia hanya bisa memandangi mereka di dalam mobil dari kejauhan.


"Sebenernya apa yang sedang kulakukan disini? " gumam Richard.


Tak lama Richard meninggalkan tempat camping, ia sadar berkali kali pun ia berjuang berkali kali juga ia menyerah kemudian.. disisi lain ia merasa bahagia karena Clara dan Robin terlihat sangat bahagia meskipun bukan ia yang membuatnya bahagia, akhirnya Richard memutuskan untuk menyerah berharap hubungan yang lebih dari keluarga bagi Clara dan Robin.


"Makasih banget ya Ruben.. gara gara kamu aku sudah semakin sadar kenyataan" ucapnya sinis kepada Ruben ( staff cafe).


"Kok makasih ekspresinya begitu sih Bos? " ucap Ruben.


"Nggak usah banyak nanya."


"Lhaa aku bingung boss."


"Ngomong sekali lagi gaji sebulan angus."


"Hppp..." Ruben menutup mulutnya rapat rapat.


"Lhoo kok cuma kalian berdua, yang lain mana? " ucap Richard kepada ruben dan dani.


"Itu bos.. yang lain pulang karena kan mereka udah pada punya istri. "


"Oowwh begitu bagus deh yang disini memang harus para jomblo hahaha" ucap Richard tertawa dan bergegas mengambil minuman.


"Maksudnya yang jomblo? Bos bukannya bukan jomblo ya.. " ucap Ruben dan Dani bisik bisik.


Mereka minum minum sampe mabuk berbagi cerita cerita para jomblo yang kesepian.


"Saya begini gara gara kamu Ruben.. kamu sangat berdosa kepadaku Ruben" ucap Richard yang mulai mabuk.


"Bos ngomong apa sih kenapa saya yang disalahin?" ucap Ruben yang juga mabuk.


"Wahh begini aja udah pada mabuk kalian, aku mau mabuk tapi kok nggak mabuk mabuk" ucap Dani yang merasa tidak mabuk ternyata telah mabuk terlebih dahulu.

__ADS_1


"Bos dan Ruben tahu nggak betapa menyedihkannya hidupku hug hug (cegukan) sejak orang tuaku bercerai aku hidup dengan ibuku tapi dia selalu saja membawa laki laki yang berbeda setiap hari, aku malu pada para tetangga yang selalu berbisik bisik ketika aku melewati mereka, aku malu pada teman temanku, hiks hiks sampai pada akhirnya gosip disekolah waktu itu menyebar dengan cepat dan semua orang mengasingkanku hiks hiks, sampai akhirnya aku memutuskan keluar rumah dan hidup sendiri setelah kuliah..tapi ini rahasia tahu" ucap dani yang mabuk sambil menangis.


"Kalo rahasia kenapa kamu ngomong disini?" ucap Ruben.


"Aku nggak ngomong sama kalian pokoknya hiks hiks hiks" ucap dani sembari terus menuangkan minumannya.


"Aku juga menyedihkan.. aku ingin melakukan operasi plastik.."


"Hahaha apa kau pikir kau wanita yang butuh kecantikan?" ucap Dani.


"Jangan ketawa!!! Itu beneran nggak lucu tahu.. kata gadis yang kuberi pernyataan cinta katanya aku harus operasi plastik kalo ingin jadi pacarnya dia berkata begitu sambil ketawa ketawa sama teman temannya, aku menjadi pusat perhatian di sekolah dan menjadi perbincangan diwaktu yang lama, sejak itu aku tak berani menyatakan perasaan lagi pada orang yang kusuka, hei jujurlah apa aku sejelek itu? " ucap Ruben.


"Benar kau jelek tapi kalo kau merubah penampilanmu seperti Bos pasti wanita manapun takan menolakmu" ucapp Dani.


"Berarti aku harus bekerja keras sepuluh tahun tanpa makan supaya bisa seperti Bos ya hahaha. "


"Kenapa kamu mau sepertiku? Aku bukan orang yang keren, dengan penampilan ini aku tak bisa menyatakan perasaan pada wanita yang kucintai sejak lama dan hanya bisa melihatnya bahagia dengan pria lain.. walau begini apa kau masih ingin sepertiku ruben" ucap Richard yang mabuk berat.


"Ternyata hidup semua orang tidak ada yang mulus yaa.." ucap Dani yang berada di tengah menepuk nepuk punggung Ruben dan richard.


Mereka menghabiskan malam bersama dengan minum minum sampai tertidur dengan posisi duduk begitu saja.


Waktu menunjukan pukul tujuh pagi, Richard yang bangun terlebih dahulu merasa kaget mereka menghabiskan minuman berpuluh puluh botol dan teringat cerita cerita mereka yang menyedihkan dan saling menghibur satu sama lain..


"Ahahahaaa kalian konyol banget" ucap Richard tertawa.


"Siapa sih yang ketawa pagi pagi berisik banget" ucap Ruben yang setengah sadar.


"Woi woi woi bangun kalian kerja kerja woi" ucap rRchard membangunkan Ruben dan Dani.


Setelah membangunkan Ruben dan Dani, Richard pulang kerumahnya, didepan cafe ia berpapasan dengan Selena, Selena melihat Richard dengan tatapan yang tajam dan aneh karena melihat penampilan Richard yang seperti pecandu alkohol..


"Jangan menatapku begitu, aku tau aku berantakan " ucap Richard.


"Aku nggak ngomong apa apa kok, dasar tukang mabuk" ucap Selena pergi sembari meledek Richard.


"Hei hei hei aku nggk begitu tahu, jangan salah sangka Selena hei!! " teriak Tichard membela diri.

__ADS_1


"Blee Blee blee.. " Selena meledek Richard dengan menjulurkan lidah dari kejauhan.


bersambung


__ADS_2