Mantan Aktrisku

Mantan Aktrisku
Richard Selena


__ADS_3

Telah berlalu 1 pekan setelah terakhir Richard berbicara dengan Selena di pinggir jalan raya, mereka sering bertemu di area tempat bekerja mereka tetap bertegur sapa selayaknya orang yang saling mengenal namun Selena tak pernah memberikan kesempatan kepada Richard berbicara, hingga akhirnya Richard mulai frustasi karena selalu diabaikan.


Semakin ia diabaikan semakin pula ia merasa penasaran dan gelisah tentang perasaan Selena padanya kini, ia semakin berharap Selena kembali seperti dulu yang selalu mencari waktu menemuinya.


Tiba saatnya Richard bertemu secara tidak sengaja dengannya, namun ketidaksengajaan itu bukan hal yang istimewa, karena akhir akhir ini mereka selalu bertemu dengan cara seperti itu, Secara tidak terdugapun Richard refleks memanggilnya meskipun hatinya masih tetap enggan dan merasakan keragu raguan, Disatu sisi Richard merasa inilah satu satunya kesempatan untuknya mengajak berbicara dari hati ke hati, seolah kesempatan lain akan habis jika ia terus melewatkan kesempatan yang telah diberikan.


"Selena, ayo kita bicara" ucap Richard saat berpapasan di depan Cafenya.


"Apakah aku harus??" ucap Selena cuek.


"Aku mohon, beri aku kesempatan untuk bicara sekali ini saja yaaa??"


"Baiklah, silahkan bicara"


"Ayo kita duduk di dalam" Ucap Richard menarik tangan Selena.


"Hei hei hei kenapa kau tak minta persetujuanku dulu, main tarik tarik aja yah sejak kapan kamu jadi nggak sopan banget begini?"


"Sejak sekarang (kesabaranku sudah habis jika terus kau abaikan tahu)"


Selena yang ditarik tarik oleh Richard tak memiliki kesempatan untuk menolak.


"Ini minumlah, mau makan cake juga?"


"Aku datang kesini bukan mau bersantai tahu!! Katanya mau bicara, cepat katakan aku tak punya banyak waktu"


"Baiklah... (aku tak tahu apa yang harus aku bicarakan? Tiba tiba kepalaku kosong dan apa apaan ini jantungku berdebar debar seperti akan interview pekerjaan, aku nggak tahu ternyata aku sebodoh ini hissss)"


Lima menit kemudian.


Selena bertanya tanya tentang sikap Richard yang tak biasa, ia merasa aneh untuk pertama kali Richard terlihat konyol seperti orang bodoh karena terus diam dan memutar matanya. (Apaan sih orang ini, diam saja dengan tampang gelisah seperti ini, imut banget.. pfftttt! Ehh dia nggak sadar kan aku kelepasan ketawa barusan? Cukup!! Aku harus jaga imej!!) pikir Selena dalam hati.


Lima menit kemudian.


"Hahh.. masih nggak mau bicara? Padahal aku udah nungguin 10 menit, wahh kamu menyia nyiakan waktuku yang berharga" ucap Selena bangkit dari tempat duduknya.


"Tunggu!!" Ucap Richard refleks memegangi tangan Selena.


"Nggak usah pegang pegang!! Aku mau kasih kamu kesempatan bicara juga karena mungkin ini pertemuan terakhir kita, tapi kamu malah diam saja" ucap Selena menggerutu setelah menepis tangan Richard.


"Apa?? Kenapa terakhir?"


"Karena aku berhenti bekerja"

__ADS_1


"Apa gara gara aku kamu sampai seperti ini??"


"Hemmm.. kenapa kamu kepedean banget sih? Emangnya kenapa aku harus berhenti kerja jika karenamu?"


"Karena kamu membenciku? Nggak mau lihat lagi wajahku?"


"Ck ck ck.. aku nggak sedrama itu ya"


"Tetap saja, maaf karena waktu itu aku mengatakan hal itu kepadamu, aku nggak menyangka kamu bakalan marah sampai nggak sudi lagi bicara kepadaku"


"Maksud kamu aku begini karena ucapanmu setelah mengantarku dari rumah Kak Clara?"


"Bukannya begitu??"


"Hahhh!! Haahhh!! Aku mulai frustasi ngomong sama kamu tauu!!" ucapnya, tanpa sadar ia duduk kembali.


"Bukannya kamu bersikap seperti itu karena kecewa padaku karena bisa saja menurutmu aku cuma ingin tempat pelarian? Atau kamu tak lagi memiliki perasaan kepaku?"


"Kamu benar benar nggak tahu apa kesalahanmu yah??!! Haiisss.. astagaa!!" ucap Selena geregetan.


"Katakanlah apa kesalahanku yah?"


"Aku enggan mengatakannya tapi kamu benar benar membuatku frustasi!!"


"Maaf"


"Aku menghindarimu waktu itu karena tak berani berhadapan denganmu karena saking malunya, karena setelah mengatakan itu kamu cuma diam seperti terkejut dan tak senang, aku takut kamu berfikir aku menjadikanmu pelarian"


"Terus?"


"Maaf karena ini pengalaman pertamaku jadi aku sangat payah" ucap Richard malu sembari menggaruk garuk pipi dengan telunjuk.


"Jadi apa kamu sekarang menyukaiku? Dan ingin berpacaran denganku?" ucap Selena dengan ekspresi datar.


"Jika kamu tak keberatan?" ucap Richard yang seketika wajahnya memerah.


Mendengar Richard yang ingin berpacaran dengannya membuat Selena sangat gembira sampai hampir tak bisa mengontrol ekspresinya, tapi ia tetap ingin mempertahankan imejnya agar Richard semakin tergila gila padanya, karena menurutnya cara itu sangat berpengaruh untuk Richard seperti saat ini melihat dari sikap Richard yang sekarang, meskipun ia bersikap seperti itu karena marah kepada Richard.


Richard melihat ekspresi Selena yang sebentar tersenyum sebentar menggeleng gelengkan kepalanya sebentar lagi menatap tajam kepadanya, (Apa yang terjadi? Kenapa dia begitu? Ahh mungkin saja sedang memikirkan jawabannya karena masalah perasaan memang tak mudah diputuskan, aku mengerti hehe berpikirlah pelan pelan) ucapnya dalam hati.


"Baiklah.. pertama tama aku ingin kamu mengungkapkan perasaanmu kepadaku terlebih dahulu"


"Kan tadi udah"

__ADS_1


"Itu aku yang bertanya bukan kamu yang menyatakannya dengan mulutmu sendiri"


"Hahhh" Richard menghela nafas.


"Kenapa menghela nafas begitu? Apa kamu sangat keberatan menyatakan cinta kepada orang yang kamu cintai? Normalnya kan seperti itu.. itu memang kalo kmu benar mencintaiku sih"


"Bukan begitu, aku menghela nafas untuk bersiap menyatakan cinta"


"A a aku mencintaimu Selena, aku ingin berpacaran denganmu, maukah kamu menjadi pacarku"


"Hehehe.. (akhirnya aku mendapatkan pernyataan cinta yang sesungguhnya dari Kak Richard kyaaaa.. senangnya hatiku)"


"Kenapa kamu tak menjawab? Atau melalui senyumanmu barusan menandakan kamu mau kan?"


"Heii!! Mana ada orang yang setelah menyatakan perasaan bilang begitu dengan tak tahu malunya!!! Nggak romantis banget!!"


"Ahhh maaf (Richard pikirkanlah kata kata yang romantis)" ucap Richard panik.


"Ppfftttt.. hahahaha aku tak tahan lagi ingin ketawa melihat ekspresi Kak Kelvin yang begitu hahhha"


"Apa ini saatnya untuk menertawakan ekspresiku??"


"Ahh iya iya maaf, sudahlah aku nggak mengharapkan kata kata romantis dari orang kikuk sepertimu"


"Sekarang kamu mengataiku yaah??"


"Sedikit??? hahaha, baiklah ayo serius"


"Jadi apa jawabanmu?"


"Aku akan memikirkannya dahulu bagaimana kak Richard bersikap padaku, anggap saja kakak mulai pendekatan, toh biasanya aku yang selalu deketin kamu, sekarang giliranmu menunjukan keseriusan ingin berpacaran denganku"


"Baiklah aku setuju!! Tapi kamu bilang mau berhenti kerja kan? Kenapa?"


"Aku ingin fokus belajar karena sebentar lagi ujian kelulusanku"


"Jadi begitu.. kamu harus rajin belajar, jangan memikirkan hal yang lain"


"Kalo mikirin kamu boleh nggak??" ucap Selena sembari menatap mata Richard dengan tersenyum.


"Ja jangan duluu!!" ucap Richard sembari memalingkan wajah yang ditutupi telapak tangannya.


"Kenapa begitu? Hei hei Kakak malu yah wahh imut banget!!"

__ADS_1


Selena terus menggoda Richard yang sedang menutupi wajahnya karena malu dan salah tingkah.


bersambung


__ADS_2