
Di akhir pekan yang cerah Kelvin memenuhi janjinya membawa Clara dan Robin ke Taman bermain.. Taman bermain sangatlah ramai pengunjung karena akhir pekan selalu ada suasana yang ceria dan menyenangkan.
Kami sangat menikmati hari ini, berbagai permainan yang ramah anak anak kami coba satu persatu, kami juga makan ice cream yang manis.
Kelvin sangat menyayangi dan memanjakan Robin, padahal ia pikir Robin anak dari laki laki lain. Sepanjang perjalanan Robin selalu digendongnya, kami seperti keluarga kecil yang sangat bahagia. Aku harap suasana ini tak berlangsung lama.
Kami berjalan di tengah kerumunan orang orang dan berjalan bergandengan tangan namun tiba tiba perhatian Robin teralihkan kepada seorang Boneka Badut yang mengeenakan kostum super hiro menawarkan sebuah mainan dan permen loli, Robin melepaskan genggaman tangan Clara dan Kelvin, karena hendak menghampiri badut tersebut.. "Ibu Om aku mau main sama Super Hiro itu dulu boleh kan" Ucap Robin kemudian Clara dan Kelvin mengiyakan keinginan Robin dan menghampiri Badut itu.
"Aku ke toilet dulu yaa.. kalian tunggu disini jangan kemana mana" Ucap Kelvin kepada Clara.
"Iya" jawab Clara.
"Triing tring tring" bunyi suara handphone Clara.
"Halloo.. Ry ada apa" ucap Clara kepada Richard yang menelepone.
"Hari ini kalian nggak kesini, kamu lagi dimana kenapa ramai sekali?."
"Ahh kami sedang di taman bermain."
"Kami??."
"Iya.. Aku Robin dan Ayahnya Robin."
"Owh hubungan kalian sudah membaik, syukurlah." ucap Richard sedih.
"Ahh.. Robin Robin dimana Robin" ucap Clara berteriak panik dan histeris.
"Hei hei hei Clara ada apa?? " ucap Richard yang ikut panik.
"Ry robin kemana? Robin nggak ada.. aku cuma sekilas melihat ke arah lain tapi tiba tiba Robin ilang hiks hiks hiks" ucap Clara.
"Kamu tenang yaa aku kesana sekarang juga" ucap Richard mengakhiri obrolan.
"Maaf Clara aku lama karna toiletnya antri semua, Robin mana?? " ucap Kelvin menghampiri Clara.
"Hiks hiks hikss.. ini salahku Robin hilang bersama dengan Badut itu" ucap Clara menangis tersedu sedu sambil mencari Robin kesana sini dengan panik.
"Kamu tenang dulu.. ayo kita lapor petugas keamanan dulu" ucap Kelvin menggenggam kedua tangan Clara.
Tak lama Richard datang untuk membantu pencarian, kami pun melaporkan hilangnya Robin kepada petugas keamanan setempat.. mereka segera menutup taman bermain dan memantau cctv, mereka bilang tidak ada tanda tanda badut itu meninggalkan taman bermain yang berarti mereka masih ada disini.. Clara terus panik dan kawatir, ia juga terus menyalahkan dirinya.
"Aku yakin mereka menyembunyikan Robin di tempat tersembunyi di taman bermain ini, Clara kamu tenang yaa aku akan mencarinya sampe ketemu.. kamu tunggu saja disini" Ucap Kelvin.
__ADS_1
"Benar Clara, aku juga akan ikut mencarinya" ucap Richard.
"Baiklah.. berhati hati lah kalian" ucap Clara.
Kelvin dan Richard memulai pencarian mereka ke setiap sudut taman bermain sampai pada akhirnya seorang Petugas keamanan mengabari ada sebuah gudang diruang bawah tanah dibagian taman bermain yang telah terbengkalai itu terkunci dan pas disamping pintu pintu gudang ditemukan sebuah koper berisi kostum super hiro yang dipakai Penculik itu, mereka semua bersiap siap menyergap gudang tersebut dan mendobrak pintu besi itu. Setelah beberapa saat akhirnya pintu bisa dibuka secara paksa setelah petugas penyelamat datang. Akhirnya Robin berhasil ditemukan dalam keadaan tak sadarkan diri, ia segera dilarikan ke rumah sakit terdekat.. Dokter segera memeriksanya.
Kelvin masih menenangkan Clara yang terus cemas, Richard juga masih menemani mereka.. kejadian itu membuat Clara sangat terpukul sampai Dokter keluar dari ruangan UGD..
"Dokter gimana keadaan Anak saya" ucap Clara kawatir.
"Putra anda baik baik saja, dia masih belum sadar karena pengaruh obat bius, anda bisa menemaninya setelah ia dipindahkan ke ruang rawat inap" jelas Dokter yang memeriksa Robin.
"Syukurlah.. terimakasih Dokter" ucap Clara tersenyum.
"Clara.. kamu dengar kan Robin nggak papa, sekarang aku harus ke kantor polisi, kasus ini nggak boleh dianggap remeh" ucap Kelvin.
"Iya makasih buat kalian berdua.. hati hati dijalan Kak Kelvin.
"Iya.. oh iya kamu Richard kan? tolong jaga Clara dan Robin ya."
"Nggak perlu Anda bilang saya juga selalu ingin menjaga mereka kok" ucap Richard jutek.
"Ya ya yaa" ucap Kelvin seraya meninggalkan ruangan pasien.
"Apa anda bilang tuan Kelvin" ucap Richard didekat pintu.
"Ahh bukan apa apa, anda sangat tampan Tuan Richard" ucap Kelvin tersenyum sinis.
"Ry.. kenapa Robin belum siuman juga" ucap clara cemas.
"Tenanglah Clara.. pasti sebentar lg Robin sadar, kata Dokter kan nggak apa apa" ucap Richard menenangkan.
"Ibu.. kenapa Ibu menangis?" tanya Robin yang telah siuman.
"Syukurlah Robin udah bangun, dimana yang sakit sayang kasih tau Ibu."
"Aku nggak sakit kok bu.. ohh Robin ada dirumah sakit."
"Iya tadi Robin kan pingsan."
"Iya Robin ingat tadi Om super hiro ngasih mainan sama permen loli, terus Robin mengantuk udah."
"Iya syukurlah Robin nggak papa yah."
__ADS_1
"Sepertinya tadi Dokter bilang kita bisa meninggalkan rumah sakit sekarang karena tidak ada cidera pada robin" ucap Richard.
"Kamu benar Ry, ayo kita pulang aku urus administrasi dulu ya" ucap Clara.
"Biar aku aja yang urus kamu temenin Robin aja sampe aku dateng."
"Makasih banyak ya Ry "
"Udah nggak usah makasih makasih terus deh."
"Iya " ucap Clara tersenyum.
Kelvin tiba dikantor polisi.
"Siang pak gimana tersangkanya? " ucap Kelvin.
"Dia orang yang memakai kostum super hiro Pak Kelvin, dia bilang ada Seorang Wanita yang menyuruhnya dan memberikan sejumlah uang tapi sayangnya dia sendiri tidak tahu sebenarnya siapa wanita yang menyuruhnya katanya dia memakai masker topi sekaligus kaca mata hitam" ucap Bapak Polisi.
"Ahh jadi begitu.. " ucap Kelvin.
"Apa orang tua korban punya masalah dengan seseorang? meskipun begitu kami akan segera menyelidikinya dengan seksama."
"Saya pikir dilihat dari sifatnya dia tidak akan mudah terlibat masalah dengan orang lain karena kebetulan juga mereka baru saja kembali kekota ini setelah meninggalkan tempat ini cukup lama, tapi sebenarnya ibunya adalah mantan aktris."
"Baiklah.. terimakasih atas laporannya Bapak Kelvin, itu sangat membantu kami, begitu Pelakunya sudah terungkap kami akan segera menghubungi anda."
"Baiklah" ucap Kellvin mengakhiri.
Kelvin merasa kejadian itu jelas sudah direncanakan oleh seseorang yang telah mengincar Clara dan Robin, namun difikir bagaimanapun menurutnya Clara sama sekali tidak memiliki musuh.
"Tring tring tring" bunyi suara handphone Kelvin.
"Clara ada apa? Aku baru saja meninggalkan kantor polisi, jelasnya nanti aku sampein langsung yaa."
"Iya nggak papa, aku cuma mau ngasih tau kami sudah pulang kerumah, aku kawatir kamu nyariin kami di rumah sakit."
"Baiklah, nanti aku berkunjung ketempatmu.. sampai jumpa lagi."
"Dah.. berhati hatilah."
"Iya (bipp) Sayang... ehh udah dimatiin aja belum selesai ngomong " gumam Kelvin tersenyum cerah.
bersambung
__ADS_1