Mantan Aktrisku

Mantan Aktrisku
Sahabat karib


__ADS_3

Saat hujan lebat di Bandara xx.


Kelvin menuruni mobilnya setelah perjalanan yang cukup lama ditengah hujan deras.


Seorang Pria tampan berbadan kekar dengan setelan jas branded melambai ke arah Kelvin.


Kelvin membalas lambaiannya dengan ekspresi datar.


"Vin!! Aku udah nungguin dari tadi tahu kenapa baru datang disini dingin banget!!!!"


"Cepatlah masuk ke mobil!!" ucap Kelvin dingin.


"Heiii!! Apa kamu nggak seneng ketemu saudaramu yang telah 15 tahun nggak ketemu??"


"Nggak tuh!!!" membuka pintu mobil.


"Hahhh!!! Dasar berandal satu ini, nyesel aku pulang kesini cuma buat menemuimu!!" gumamnya.


"Woiii!! Klo nggak masuk sekarang aku tinggal!!!!"


"Iya iyaaaa!!!!" Teriaknya.


Didalam mobil.


"Wahh gila ujannya gede banget!!!"


"Katanya kamu udah punya anak yah?"


"Tapi kenapa belum menikah juga sih?"


"Apa kalian sekarang tinggal bareng?"


"Ahhh.. aku ingin sekali ketemu keponakanku yang lucu, siapa namanya yaa?? Vin??"


"Kalo nggak diam sekarang akan kulempar kau dijalanan!!!" ucap Kelvin ketus.


"Aiiihhhh.. segitunya kamu vin, aku jadi sedih! Huhu!"


"Kamu mau aku nabrak kalo terus meladenimu yang ngoceh ngoceh begitu?"


"Iihh aku hanya penasaran tentangmu, tapi yang jelas nggak berubah itu sifatmu yang acuh begitu"


"Mau diantar ke hotel??"


"Kok hotel sih, aku mau tinggal sama kalian tahuuu!!!"


"Nggak bisaa!!"


"Pelit banget sih Vin, aku datang itu cuma mau ketemu kalian, kalo gitu mending aku balik lagi aja ke bandara!!"


"Haahhh!! Orang dewasa tapi kelakuannya kaya anak anak!!"


"Aku anggap itu pujian Vin, karena memang banyak sekali orang yang bilang kalo aku itu seperti masih remaja hahaha!!!"


"Idiiihh" ucap Kelvin berekspresi jijik.


"Hahahaha"


Sampai dikediaman keluarga Kelvin.


"Turunlah!!"


"Wahh sudah lama banget nggak lihat rumah ini, jadi inget Tante Marlyn sama Om"


Mendengar nama orang tuanya seketika Kelvin pun merindukan suasana rumah itu dahulu ketika masih kecil.


"Eehhh.. maaf" ucapnya setelah melihat ekspresi Kelvin yang berubah menjadi murung.


"Nggak usah minta maaf, ayo masuk bawa kopermu sendiri!!"


"Hahhh.. siapa juga yang mau minta dibawain, jadi kalian tinggal dirumah ini yaa??"


"...." Kelvin tak menjawab namun ia langsung keluar dari mobil setelah memasuki garasi.


Didalam rumah.


"Diamlah disini!!" ucap Kelvin.

__ADS_1


"Lhoo.. kok rumahnya sepi banget, keponakanku yang lucu mana?"


"Dia nggak disini"


"Ahh.. jadi kalian nggak tinggal bersama sebelum menikah yaahh, bagus aku tahu kamu pria baik baik walaupum sifatmu buruk"


"Aku datang kerumahnya saat malam dan jika ingin istirahat"


"Ahh, jadi begitu yaa.. aku tarik lagi deh kata kata barusan!"


Mendengar Gerry mengatakan hal seperti itu tanpa sadar Kelvin tersenyum.


"Ahhh.. kau masih bisa tersenyum rupanya!!"


"Siapaa yang tersenyum?? Akuu??"


"Iyaa kau!!!"


"Hahh.. kau salah lihat rupanya, beristirahatlah, disini tak ada makanan jadi kalo lapar kau tinggal Delivery Order aja" ucap Kelvin sembari meletakan ponsel dan berjalan kearah dapur.


"Kau berkata begitu seperti orang yang mau berpisah ajaa..Hahh.. aku lelah biarkan aku istirahat dulu, aahh nyamannya!!" ucap Gerry sembari membaringkan dirinya di sofa ruang tengah.


"Gimana kabar paman dan bibi?" ucap Kelvin sembari membawa botol air mineral dingin.


"Ahhh udah merem ternyata!! Kebiasaannya tidur dimana saja juga masih sama"


Sebenarnya dalam hati Kelvin merasa tak senang dengan kedatangan Gerry yang tiba tiba karena ia merasa kehilangan kesempatan untuk quality time dengan Clara dan Robin.


Tetapi begitu melihat Gerry dan berbicara dengannya perasaan itu lenyap terhalang oleh rasa persaudaraan serta pertemanan mereka sedari kecil, karena dia adalah salah satu orang yang berharga menurutnya.


"Ting Tong!!" suara bel pintu rumah Clara.


"Kau sudah pulang?" tanya Clara.


"Iyaa, dimana Robin? Dia ngambek nggak?"


"Robin tidur lagi, sempat murung sih tapi nggak papa kok"


"Aku takut Robin kecewa padaku"


"Enak nggak??"


"Enaklah, bagus untuk badan saat cuaca begini"


"Baiklah, makasih sayang!!"


Beberapa menit kemudian.


"Ini dia.. minumlah selagi hangat!" ucap Clara memberikan cangkir.


"Ting Tong"


"Siapa? Kamu ngundang orang lain?"


"Nggak kok, biar aku lihat"


Clara melihat ke monitor pintu dan melihat seorang pria berbadan kekar di depan pintunya.


"Siapa??" tanya Clara kepada pria asing itu.


"Kelvin ada disini kan??"


"Ohh anda mau bertemu Kelvin yaa, silahkan masuk, dia di ruang tengah" ucap Clara sembari menunjukan jalan ke ruangan.


"Sayang, katanya dia mau ketemu kamu!!" ucap Clara yang menunjuk pria itu.


"Aiihhh..ngapain kamu disini??!!" terik Kelvin.


"Aku mau ketemu keponakan dan kakak iparku lah, haloo kakak ipar namaku Gerry adik sepupunya Kelvin!!"


"Ahhh, jadi dia sepupu kamu?"


"Benar kak, aku saudara sekaligus teman sepermainan Kelvin satu satunya!!"


"Satu satunya??? Siapa bilang?? Aku punya banyak teman sejak balita tahu" ucap Kelvin.


"Buahahahaha, emang kamu inget semua teman balitamu??"

__ADS_1


"Hahahaa" Clara ikut tertawa dibuatnya.


"Gimana kamu bisa tahu rumah ini?" ucap Kelvin.


"Lihatlah dibelakang ponselmu itu hahaha"


"Ahhh dasar!! Berani beraninya kamu masang alat pelacak diponseku!! Ini perbuatan kriminal tahuuu!!!"


"Yaudah, sekarang bawa aja kekantor polisi!! Aku sangat menantikannya loh!! Lagian aku udah jauh jauh terbang kesini demi ketemu kalian tapi begitu aku ketiduran kamu langsung tinggal!! Untung aja aku pintar buat jaga jaga aku pasang alat itu dehhh, keren kan aku?? Kakak ipar puji aku dong!!"


"Iyaa kamu keren Gerry..nih minumlah teh lemon madu" ucap Clara menuangkannya dari teko.


"Wahhh, terimakasih.. ini enak banget!"


"Syukurlah klo Gerry menyukainya!" ucap Clara tersenyum.


"Kakak ipar cantik banget yaah, tapi kakak nggak papa punya calon suami kaya dia" menunjuk Kelvin.


"Emang dia kenapa?" bisik Clara.


"Wahh, Sifat sama kelakuannya sangat buruk sangat sangat buruk!!!" bisik Gerry.


"Benarkah?? Tapi selama ini dia sangat baik padaku" bisik bisik.


"Ohh, kalo gitu dia belum menunjukan sifat aslinya" bisik bisik.


"Benarkah? Gawat dong?" bisik bisik.


"Heii!! Kalian bisik bisik tapi aku kedengaran tahu!!! Jangan cari gara gara kau Gerry.. mau kubuang kelaut?" ucap Kelvin.


"Tuh kan Kak, dia mulai menunjukan sifat aslinya!!" bisik bisik gerry.


"Ahh iya ternyata kamu benar ya, aku harus pikir pikir lagi kalo mau menikah dengannya" bisik bisik.


"Gerry cukup!! Aku lempar keluar sekarang juga kalo kamu terus menjerumuskan calon istriku!!!"


"Buahahaha" Clara tak berhenti tertawa melihat interaksi keduanya yang kekanak kanakan.


"Aaaiiihhh.. calon istri katanya!!! Iya iyaa udah dehh, mana keponakanku?"


"Robin lagi tidur kamu jangan berisik!!" ucap Kelvin.


"Ahhh iya iyaa" ucap Gerry berbisik.


Robin yang mendengar suara berisikpun segera beranjak dari tempat tidurnya dan menghampiri ibunya, ia berjalan sembari mengusap usap matanya dengan punggung tangannya.


"Ahhh Robin udah bngun yaaa" ucap Kelvin menghampiri Robin.


"Oohhh jadi ini keponakan Om, wahh gantengnyaaa!!"


"Om siapa?"


"Namanya Om Gerry, dia sepupunya ayahnya Robin.


"Haloo om, om juga ganteng kok"


"Beneran kan?? Om tau Robin anak yang pinter"


"Hehehe, Om juga lucu!!" ucap Robin.


"Ayah Kelvin lucu nggak?"


"Eemmmm??? Nggk hehehe"


"Hahahahaaa lebih suka om atu Ayah?"


"Suka semuanyaaa!! Hahahaa"


"Jangan, menjerumuskan anak anak!!" ucap Kelvin.


"Baiklah, kalo Kakak ipar boleh dong?"


"Nggak boleh!!!"


Mereka terus mengobrol santai dan ceriaa dengan suasana yang menyenangkan.


👬(Gerry&Kelvin) 🙋

__ADS_1


__ADS_2