Mantan Aktrisku

Mantan Aktrisku
Risel babak2


__ADS_3

Dibangku tunggu, didepan R Cafe yang masih tutup Selena menunggu Richard untuk mengutarakan perasaannya sekali lagi.


Ia memberanikan diri setelah berfikir semalaman karena tak bisa memejamkan mata setelah diantarkannya dari rumah Clara.


Malam itu Richard berkata kepadanya bahwa ia telah benar benar merelakan Clara bahagia dengan orang pilihannya dan ia berkata ingin membuka hati kepadanya.


Flasback di dalam mobil di depan rumah Selena..


"Terimakasih telah mengantarku Kak"


"Iyaa.. itu.. anuu" ucap Richard ragu ragu.


"Ada apa bilang saja Kak"


"Aku sudah memutuskan, aku telah benar benar merelakan Clara bahagia dengan orang yang ia cintai"


"Begitukah? Baguslah, jadi Kakak nggak perlu lagi merasa sakit hati"


"Sepertinya kita tak akan pernah bisa menjadi teman kan? Apa aku masih punya kesempatan denganmu?"


"Ahhh??" Selena tersentak diam tak bisa bersuara.


"Kamu pasti kaget yaa.. Aku merasa menjadi pria yang tahu malu kan?"


"Baiklah, kamu boleh turun sekarang, lupakan saja apa yang barusan ku katakan" ucap Richard lagi.


Saat Richard mengatakan hal itu Selena tiba tiba membeku tak bisa bersuara karena terlalu kaget dan sangat gembira seorang Richard akhirnya membuka hati untuknya setelah sekian lama ia bersabar. Meskipun ia tak mengatakan bahwa ia mencintainya tapi selena merasa itu saja sudah cukup membuatnya bahagia karena Selena yakin cepat atau lambat ia mampu membuat Richard mencintainya dengan sepenuh hati.


"Hahhh, aku sangat bahagia" gumam Selena sembari berguling guling di atas tempat tidurnya.


Disatu sisi Richard menyesali ucapannya yang tak tahu malu menanyakan kesempatan kepada wanita yang telah ia tolak mentah mentah, Richard pun tak bisa memejamkan matanya karena memikirkan betapa malunya ia kepada Selena sampai ia sangat terkejut mendengarnya mengatakan hal seperti itu. "Aku benar benar sudah gilaa, bisa bisanya mengatakan hal seperti itu disaat aku baru saja mengikhlaskan orang yang pernah kucintai, pasti dia menganggapku aneh kan? Pasti dia merasa aku menjadikannya tempat pelarian kan?? Aku benar benar bodoh" Gumam Richard gelisah sembari penutup kepalanya dengan bantal di tempat tidur.


Paginya Richard seperti biasa bersiap siap untuk membuka Cafe, bunyi suara pengering rambut membuatnya terdiam, seketika muncullah bayangan dirinya yang semalam, membuatnya kembali gelisah. Ia bertekat untuk menghindari Selena sementara ia menata perasaan dan hatinya.


Namun ia melihat Selena yang sedang menunggunya di depan Cafe, Richard merasa gelisah dan tak berani menghampirinya, ia belum siap menghadapi Selena, ia takut perkataannya malah menjadi bumerang untuknya dan Selena, akhirnya ia tak menghentikan mobilnya hingga sampai di pinggir taman joging komplek ia berhenti.


"Apa yang sedang kulakukan sekarang ini" gumam Richard yang melihat pemandangan para ibu ibu komplek sedang olahraga senam irama.


Disisi lain Selena yang resah menunggu Richard yang tak kunjung datang sampai salah satu staff cafe wanita mendatanginya..


"Haloo... ada yang bisa dibantu?" ucap Nella.


"Ahh halo.. saya sedang menunggu Kak Richard, kenapa belum datang yaa? Biasanya ia datang jam berapa?"


"Biasanya beliau datang pagi kok, mungkin ada halangan, kemarin juga beliau menitipkan kuncinya kepada saya apa sudah dihubungi?"


"Sudah, tapi masih belum ada respon"


"Emm.. jadi begitu, mungkin sebentar lagi datang"


"Yadudah, saya juga harus kerja, nanti kesini lagi, tolong bilangin ke dia Kalo Selena mencarinya ya"

__ADS_1


"Baiklah"


Richard kembali ke Cafenya setelah 1 jam, ia segera masuk selagi Selena tak terlihat.


"Boss.. tadi ada yang nungguin, namanya Selena" ucap Nella sembari menata meja cafe.


"Begitu yaa (udah tahu kali).. baiklah" ucap Richard yang langsung berjalan cepat ke ruangannya.


Pada saat jam istirahat Selena kembali mencari Richard, namun siapa sangka sebelum Selena menghampirinya ia telah meninggalkan cafe terlebih dahulu, Chat dan teleponnya pun tak ada jawaban, Selena merasa Richard sengaja menghindarinya, ia teringat ucapannya sebelum meninggalkannya saat itu.. "Jadi begitu? Benar kemarin dia bilang lupakan saja yah.. haha, dasar Ba***an!!!!!" gumam Selena yang emosi.


Richard yang terburu buru meninggalkan cafe tanpa tujuan tak sengaja melewati sekolah Robin.. Ia melihat Clara yang sedang menunggu di depan gerbang sekolah menghentikan dan turun dari mobilnya.


"Clara??"


"Hai ry, kamu datang?"


"Ia tadi aku lewat, nggak sengaja lihat kamu jadi aku mampir"


"Kamu mau kemana? Atau habis dari mana?"


"Ahh??" Richard terdiam bingung.


"Kamu kenapa sih? Kaya orang linglung gitu? Hahaha, jangan bilang kamu nggak punya tujuan? Hahahaha"


"Seneng banget yah?" ucap Richard sinis.


"Ahahahaaa"


"Ibu.. Om Richard juga!!"


"Seruuuu Om !!"


"Ayoo kita pulang, biar Om antar"


"Tapi aku juga bawa mobil Ry"


"Ahhh.. iyaa yaahh"


"Ibu, aku boleh ikut Om ke cafe nggak?"


"Baiklah, kalo Omnya nggak keberatan"


"Enggak dong, Om memang kangen sama Robin"


"Yaudah, ayo jalan kita ketemu di cafe" ucap Clara.


"Dadah ibuuu..." ucap Robin melambaikan tangan.


" Iya.. hati hati"


Sampai di cafe, Selena melihat Richard yang menggendong Robin turun dari mobilnya dari kejauhan, dan tak lama Clara pun memarkirkan mobilnya di samping mobil Richard.

__ADS_1


"Jadi begitu? Kau hanya ingin mempermainkanku yaah, jelas jelas terlihat kau masih sangat peduli padanya" gumam Selena sedih.


Selena yang merasa dipunjak kebahagiannya dalam sesaat merasa terjatuh kembali ke dasar.


Clara yang turun dari mobil melihat Selena dari kejauhan memanggilnya dan melambaikan tangan padanya, namun Selena tak memperhatikan Clara karena ia sedang dalam kondisi perasaan yang buruk.


"Ada apa yah kenapa dia tak menjawabku? Kelihatannya dia sedang sangat sedih" gumam clara yang terhenti didepan pintu.


"Kenapa?" ucap Richard.


"Bukan apa apa, tadi aku lihat Selena di depan mini market"


"Oowhh, kan dia kerja disana"


"Aku juga tahu, tapi dia kelihatannya sedang ada masalah" gumam clara.


"Apaa??"


"Bukan apa apa hehe, aku panggil Selena kesini yaa?"


"Jjjjaangaaann!!!" teriak Richard.


"Aisshhh!!!! Ngagetin banget sih pake teriak teriak"


"Ahh.. maaf" ucap richard canggung.


"Kenapa aku nggak boleh panggil dia kesini?"


"Bu bukannya nggak boleh, tapi kan dia lagi kerja"


"Bukannya ini masih jam istirahat?"


"Sebentar lagi selesai kan, jangan ganggu orang yang lagi kerja deh" ucap Richard ragu ragu.


"Kamu!!" ucap Clara sembari mendekatkan wajah menatap tajam ke Richard.


"Apaan sih? Jangan dekat dekat, kalo Kelvin lihat aku bakal kena masalah" ucap Richard salah tingkah.


"Jangan mengalihkan pembicaraan yah, sebenernya kamu kan yang buat Selena sedih?"


"Apa sih?? Nggak mungkin, aku nggak ngelakuin apa apa!!"


"Jangan bohong!! Kamu nggak boleh kaya gitu Ry, jangan bikin anak orang sedih, jujur aja.. kamu dari tadi juga kelihatan aneh kok"


"Kelihatan banget yah??"


"He em"


"Sebenarnya.. (Aku nggak bisa cerita ke Clara, kalo cerita pasti dia ngeledekin habis habisan kan? Ini juga ada hubungannya sama dia) Ahhh.. sudahlah jangan nanya lagi, kami akan selesaikan sendiri masalah kami!!" ucap Richard tegas.


"Kami??? Ahahaah Kamii?? Ternyata hubungan kalian sudah seperti itu yaahh hehehe, akhirnya Richard pacaran hahahah"

__ADS_1


"Tuh kan? Ngeledek terus kan!! Terus aja terussss"


bersambung


__ADS_2