Mantan Aktrisku

Mantan Aktrisku
Batas Kesabaran


__ADS_3

Hari hari Kelvin yang melelahkan dimulai dengan menjemput Lukina yang saat itu telah diperbolehkan meninggalkan Rumah Sakit, ia masih saja merasa enggan melakukan hal hal yang tidak ia sukai itu, namun ia telah berjanji kepada Clara akan segera membuat Lukina membaik agar mereka juga bisa segera melangsungkan pernikahan yang telah lama diharapkan.


Dari sejak keluar pintu rumah sakit diperjalanan hingga sampai rumahnya Lukina tak melepaskan sedetikpun genggamannya dari lengan Kelvin.


Kelvin merasa sangat tidak nyaman karenanya, beberapa kali ia menepis tangan Lukina dan berkata ia tak nyaman namun Lukina bersikeras tetap menggenggamnya dengan alasan Kelvin akan pergi jika ia melepaskannya.


"Sudah sampai, masuklah aku akan pergi bekerja ke kantor" ucap Kelvin yang melepaskan tangan Lukina.


"Ayoo kita masuk dulu, kita sarapan bersama yaa"


"Nggak, aku sudah makan"


"Ayolah temani aku makan yaa?? Aku nggak mau makan kalo kamu pergi"


"Hahh.. Baiklah ayo cepat"


Mereka masuk ke rumah Lukina setelah membeli sarapan di sekitar apartemen.


"Sudah selesai kan? Aku berangkat sekarang ya?" ucap Kelvin sembari bangkit dari tempat duduknya.


"Tunggu!!"


"Ada apa?"


"Nanti selesai bekerja Pak Kelvin datang lagi kan?"


"Aku akan datang jika kamu merasa ketakutan saja yaa"


"Tapi aku selalu ketakutan" ucap Lukina memelas.


"Tetap saja aku tak bisa selalu bersama denganmu"


"Apa karena Clara Chan?"


"Bukan, itu karena kita bukanlah pasangan, aku hanya ingin membantumu agar kau tak kambuh lagi"


"Anda bersedia membantuku karena memiliki perasaan yang sama denganku kan?"


"Kamu harus terima kenyataan kalo kita tak bisa lebih dari ini"


"Apaa?? Jadi kenapa Anda merawatku selama ini?"


"Karena aku ingin membantumu sebagai sesama rekan kerja"


"Kau harus selalu bersamaku, tak apa jika kau tak mencintaiku yang penting kamu disampingku kan hiks hiks!!!!" ucap Lukina panik.


"Baiklah baiklah, tenang ya" ucap Kelvin menenangkan.


"Jangan tinggalkan aku ya!!! heehh??? Aku nggak mau sendirian lagi, kenapa semua orang ingin meninggalkanku!!!! hiks hiks hiks" teriak Lukina sembari memeluk Kelvin.


"Tenanglah, aku takan pergi"


Lukina mulai tenang dipelukan Kelvin, kemudian ia memberikan obat, setelah Lukina tertidur Kelvin beranjak ke kantornya.


Lukina yang berpura pura tertidur bangun setelah Kelvin pergi.


"Aku akan lakukan apapun agar kamu tetap bersama denganku meskipun harus berpura pura gila sekalipun hahaha.. ini nggak sesusah yang aku bayangkan, dengan begini perasaanku akan selalu bahagia, aku benci jika harus memimpikan hal itu lagi!!" gumam Lukina.


"Bzzz bzzz bzzz" suara getar ponsel Lukina.


"Halo.."


"Lukina Joan sampai kapan kau akan terus bermain main disitu!!" ucap Penelepon.


"Beri aku waktu sebentar lagi oke?"


"Kau harus segela kembali untuk menyelesaikan albummu selanjutnya"

__ADS_1


"Tolong tunggu sebentar lagi pak, aku tak bisa kembali tanpa mendapatkan apapun disini"


"Baiklah, ingat kesepakatan kita jangan membuatku menyesal mengijinkanmu pergi!!"


"Okee"


(Aku tak bisa terus bersantai seperti ini, pikirkanlah cara agar aku bisa membawa Kelvin bersamaku sesegera mungkin!! Harus!!) pikurnya dalam hati.


"Berita terbaru terkait hubungan Lukina Joan dan CEO Agency nya, Benar mereka menyembunyikan hubungan mereka dari publik, terlihat sebuah foto bergandengan tangan dua sejoli yang saling mencintai di depan kediaman Lukina" judul dari artikel gosip terbaru.


Melihat artikel tersebut di internet membuat Lukina kegirangan, "Ini satu satunya kesempatanku untuk memutuskan hubungannya dengan si Clara itu!!" gumam Lukina.


Ia memeriksa ke bawah luar jendela apartemennya untuk memeriksa apakah para Wartawan telah berkumpul, setelah mereka berkumpul Lukina sengaja berjalan keluar gedung menghampiri para wartawan.


"Itu Lukina!!!" teriak salah satu wartawan kemudian mereka mengerubungi Lukina.


"Apa berita tentang hubungan rahasia anda dan ceo anda benar adanya?? sejak kapan kalian berhubungan?? Kenapa kalian berbohong saat pers??" teriak beberapa wartawan dalam sekaligus.


"Teman teman tenanglah, saya akan menjawab sejujurnya kepada kalian kali ini"


"Sebenarnya benar hubungan saya dengan Kelvin memang seperti yang anda ketahui, kami saling mencintai sejak pertemuan kami di negara asal saya, saya menyusulnya kesini karena kami akan menikah dinegara asal saya secepatnya,Kelvin sangat mencintai saya sampe dia merawat saya saat saya sakit kemarin, tolong dukung cinta suci kami yaa!! Apakah ada lagi yang mau ditanyakan?"


"Waahhh selamat untuk kalian berdua"


"Terimakasih semua, cukup yaa" ucap Lukina mengakhiri wawancara dengan puas.


Clara melihat siaran wawancara Lukina dan artikel artikel yang terus bermunculan diinternet, "Dia sudah keterlaluan!! Tak tahu malu" gumam Clara.


"Robin sayang, ayo kita ke Om Ry"


"Assiiikkk.. ayo jalan!!" ucap Robin senang.


Clara menuju cafe Richard sembari menghubungi Merry untuk bertemu saat itu juga.


"Om.. Richard!!" Teriak Robin saat menuruni mobil.


"Ibu ngebut Om"


"Clara kamu bawa mobil ngebut??"


"Apa iya??"


"Iya ibu ngebut, sama cemberut dari tadi"


"Kok Robin nggak bilang sama ibu? Pasti Robin takut yaah, maaf ibu nggak sadar kalo ternyata ngebut"


"Dasar.. jangan begitu lagi lain kali" ucap Richard.


"Iyaa.."


"Claraa!!"


"Kak Merry udah sampai yah, maaf yaa janjian mendadak"


"Nggak papa, ada apa memangnya"


"Bisa antar aku ke rumahnya Lukina?"


"Ehh?? jangan jangan kamu mau ngelabrak dia yaa??"


"Benar!"


"Tenanglah Clara, kamu tau kan dia lagi nggak sehat"


"Aku tahu Kak, ayoo antarkan saja aku, Ry.. titip Robin yaa"


"Baiklah, jangan emosi !!" ucap Richard.

__ADS_1


"tok tok tok" suara ketukan pintu rumah Lukina.


"Hai.. masuklah" ucap Lukina santai.


"Sepertinya kau tahu kalau aku akan datang ya?"


"Menurutmu begitu ya?? Tapi aku tahu dari mana?"


"Terserahlah!! Aku datang untuk meminta penjelasanmu tentang wawancara yang beredar"


"Kau sudah lihat yaa.. apakah kau mau mengucapkan selamat kepadaku?"


"Kau sangat tak tahu malu yaa... Plaakkk!!!" ucap Clara menampar Lukina.


"Bagus!! Lakukan saja lagi!!"


"Plaakkkk!!!" Clara menampar pipi Lukina lagi.


"Dasar perempuan gila!!! Kamu mau merebut Kelvin dariku kan!! Dia milikku cuma milikku seorang!!!" ucap Lukina histeris.


"Siapa yang milik siapa??"


"Tolong jangan rebut satu satunya orang yang aku cintai, tolong hiks hiks hiks" ucap Lukina berlutut dihadapan Clara sembari memohon.


"Apa yang kau lakukan!!! Bangun.. kubilang bangun!!!"


"Aku mohon.. biarkan aku hidup bahagia sekali ini saja hiks hiks"


Merry mencoba membangunkan Lukina yang terus berlutut dihadapan Clara.


"Apa yang sedang kalian lakukan, bangun Lukina" ucap Kelvin yang muncul tiba tiba.


"Kau datang?? Tolonglah aku dari wanita ini hiks hiks hiks" ucap Lukina menangis dan memeluk Kelvin.


"Lepas!! Lepaskan Kelvin Lepas" Clara mendorong Lukina untuk menjauhkan Kelvin darinya.


"Arggghhh sakit" Lukina terjatuh.


"Clara.. apa yang kau lakukan? Ini tak seperti kamu biasanya, ayo bangun Lukina"


"Dia hanya pura pura terjatuh"


"Cukup Clara, aku melihatmu mendorongnya.. kenapa kau seperti ini?" ucap Kelvin.


"Apa kamu tahu apa yang dia ucapkan saat wawancara?"


"Aku tahu!"


"Kamu tahu tapi kamu tetap belain dia?? Apa kamu waras?"


"Aku begini karena Lukina sedang sakit, kamu sendiri yang menyuruhku merawatnya kan"


"Dia nggak sakit, dia cuma wanita licik yang tak tahu malu..dia sengaja memanfaatkan keadaannya!! Bilang sama Kelvin kalo kamu nggak sakit!! Bilang!!!" teriak Clara emosi sembari menggoyang goyangkan pundak Lukina yang berekspresi ketakutan.


"Clara tenang" ucap Merry yang kebingungan.


"Cukuppp Clara!!!!!!" teriak Kelvin.


"Hahh, kamu membentakku??? Beraninya kamu!!!! Aku tak tahan lagi!!" teriak Clara lalu berlari meninggalkan rumah Lukina.


"Claraa.. tunggu!!" ucap Kelvin.


"Silahkan anda kejar Clara, saya akan mengurus Lukina" ucap Merry.


Lukina yang tak mau Kelvin mengejar Clara berpura pura pingsan, tujuannya agar Clara merasa Kelvin lebih memilinya dari padanya.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2