
Keesokan hari setelah peristiwa penculikan itu clara menjadi lebih protektif kepada Putra tersayangnya, setiap hari saat Robin kesekolah Ckara selalu menunggunya sampai sepulang sekolah tanpa beranjak kemanapun sebelum jam sekolah berakhiir. Clara merasa beruntung karena memiliki pekerjaan yang bisa selalu dibawanya kesana kemari, tapi yang dilakukan Clara masih dalam kategori wajar karena para pengasuh murid lain ada beberapa yang menunggu di taman tempat bermain anak anak sewaktu istirahat sama seperti Clara.. Robin pun sangat bersemangat Ibunya selalu menunggunya. Robin tampak ceria seperti biasanya karena positifnya ia tak mengingat dan memikirkan penculikan itu.
"Hai Clara, kau sedang melakukan apa di sekolah robin seharian..ada apa kenapa tadi kamu bilang nggak bisa ninggalin Robin sementara waktu? " ucap Fanny yang datang untuk mengambil pekerjaan Clara setelah menelephone.
"Maaf ya.. jadi ngerepotin Kakak, sebenernya kemarin Robin abis diculik ditaman hiburan."
"Apaaa!! Kamu serius? Gimana sekarang keadaan Robin? " ucap Fanny kawatir.
"Untung aja nggak lama kami menemukannya jadi Robin tidak ada cidera apapun."
"Syukurlah nggak ada trauma kan."
"Nggak ada kak.. soalnya dari awal Robin dibius tanpa sadar jadi dia nggak merasa diculik."
"Untunglah, kalo anak sekecil robin punya trauma bisa gawat."
"Iya Kak.. makanya aku bersyukur banget robin nggak menyadarinya.. jadinya gini deh, aku berusaha tetap disamping Robin dan nggak mau ninggalin dia sedetikpun."
"Baiklah, aku balik dulu yaa, kalian harus lebih berhati hati " ucap Fanny meninggalkan taman sekolah.
"Oke.. makasih ya Kak.. Kakak juga hati hati dijalan."
"Aku merasa sedang diperhatikan oleh seseorang, astaga jangan jangan penculik" gumam Clara celingak celinguk.
Sewaktu mereka meninggalkan sekolah, Clara merasakan perasaan yang tidak enak seperti diperhatikan dan diikuti, kemudian Clara membawa Robin ke tempat ramai. Disaat yang sama secara kebetulan Kelvin menghubungi Clara tak lama Kelvin menjemput mereka.
"Makasih Kak Kelvin udah anterin kami pulang dan traktir kami makan makanan enak sampai Robin ketiduran."
"Itu bukan apa apa kok.. Oh iya aku sudah suruh orang buat menyelidiki siapa orang yang mengikuti kalian, mungkin sebentar lagi dia akan mengabari."
"Ting tong" Bunyi suara bell pintu rumah clara.
__ADS_1
"Oh kamu Ry.. masuklah."
"Ada sepatu laki laki.. siapa?" tanya Richard.
"Ahh ada Kak Kelvin, kami baru saja pulang sekolah tapi ada yang mengikuti kami kebetulan Kak Kelvin telfon jadi dia jemput kami."
"Itu benar Tuan Richard, itu sudah kewajiban laki laki sejati" ucap Kelvin tersenyum sinis dan membanggakan diri.
"Saya nggak nanya anda ya, lagian siapa yang membawa Robin ke taman bermain kan anda jadi anda harus bertanggung jawab penuh" ucap Richard.
"Baiklah dengan senang hati" ucap Kelvin tersenyum.
"Nampaknya kalian sudah akrap yahh" ucap Clara.
"Hiihhh" ucap Richard dan Kelvin saling bergidik.
"Astagaa.. ekspresi kalian juga kompak banget hahaha" ucap Clara tertawa.
"Gara gara cecunguk itu dateng, aku jadi nggak bisa berduaan sama Clara" pikir Kelvin dalam hati sembari melirik richard.
Clara yang tersenyum senyum melihat tingkah Kelvin dan Richard merasa mereka seperti anak anak yang sedang puber. Setelah beberapa saat beradu argumen akhirnya mereka berdua meninggalkan rumah Clara secara bersamaan.
Dipersimpangan jalan tak jauh dari cafe richard memarkirkan mobilnya di depan mini market untuk membeli minuman, saat ia hendak membayar Kasir Wanita yang memakai topi hitam itu menyapa Richard dengan penuh percaya diri.
"Hai Kak..kebetulan macam apa ini kita ketemu lagi " ucap Kasir itu sembari menerima pembayaran.
"Ahhh Nona Selena?? Kenapa bisa kau? Kau bekerja disini? " ucap Richard terheran heran.
"Iya benar, seperinya kita bakal sering ketemu nih" ucap Selena ceria.
"Ahh iya iya, sampai ketemu lagi" ucap Richard canggung dan merasa aneh kemudian meninggalkan toko.
__ADS_1
"Sepertinya sekarang aku sudah mulai gila.. bisa bisanya aku cari cara buat deket sama dia sampe kerja disini, pasti dia ngerasa aneh kan.. ahh pasti iya deh dilihat dari espresi kagetnya, wajar sih gimana bisa wanita yang ia temui sebagai pelanggan butik terkenal tiba tiba kerja paruh waktu di minimarket, tapi aku seneng kalo bisa lihat muka dia tiap hari hehehe dasarr akuuu.." gumam Selena.
Selena adalah gadis yang baik dan ceria meskipun sedikit pemarah, Dia sangat mengagumi Richard yang belum lama ini ia temui dan menghiburnya disaat ia sedang membutuhkan seseorang, baginya Richard adalah satu satunya pria yang berkesan sejak dihari pertama pertemuan mereka, sejak saat itu ia terus memikirkan sosok Richard yang terlihat jutek tapi sikap aslinya sangat ramah dan perhatian.. ia ingin selalu berada didekat Richard dan berharap ini yang disebut takdir.
Selena adalah seorang mahasiswi tingkat akhir yang selama ini hidup dengan kemewahan fasilitas dari orang tuanya, orang tuanya menjalankan bisnis properti yang cukup terkenal dikota itu. Orangtuanya selalu memanjakannya karena ia adalah anak perempuan satu satunya dari ke lima anak mereka. Ke empat kakak laki lakinya bekerja meneruskan bisnis keluarga namun siapa sangka selena sendiri ingin terus bekerja sebagai kasir minimarket, orangtuanya hanya mengiyakan kemauannya karena pikir mereka selena kini ingin mencoba hidup mandiri dengan bekerja sebagai karyawan kecil.
Diperjalanan pulang Kelvin mendapat kabar dari informan yang ia tugaskan mengawasi Robin dan Clara, orang yang mengikuti mereka ternyata memarkirkan mobilnya di belakang gedung MD Entertainment, Kelvin segera menuju ke kantornya dan mengikuti para Informan itu. Dibalik dinding Kelvin mendengarkan percakapan mereka diam diam, benar mereka sedang membicarakan Robin dan Clara..
"Kenapa kau sampai menemuiku disini?" tanya wanita yang sedang berbincang dengan Penguntit itu.
"Maaf.. saya gagal lagi hari ini, sepertinya mereka mulai curiga karena mereka sangat berhati hati."
"Kamu terus awasi mereka, jika tidak bisa menculik Anaknya kau harus mencelakai Ibunya, apa kau mengerti?."
"Baik saya mengerti."
"Pergi dan jangan menemuiku lagi cukup kabari lewat panggilan telephone jika terjadi sesuatu."
Kelvin yang mendengar percakapan itu merasa familiar dengan suara Wanita itu, setelah diperhatikan lebih lama ternyata dalang penjulikan itu adalah aktris Marissa Howie.. Kelvin segera mengerahkan para informan yang sedang berjaga untuk menangkap si penguntit, Kelvin secara tiba tiba muncul dari balik dinding setelah si penguntit pergi ia ingin segera memergoki Marissa..
"Ternyata kamu!! " ucap Kelvin marah yang tiba tiba muncul didepan Marisa yang telah berbincang dengan komplotannya.
"Astaga!! Kak Kelvin ngapain disini ngagetin" ucap marisa kelabakan.
"Ngapain yaa.. aku abis memergoki seorang kriminal dan komplotannya."
"Apa maksud kakak?."
"Nggak perlu basa basi lagi!! Mengakulah atau aku panggil Polisi sekarang juga!!."
"Hahhh.. iya yang dimaksud Kakak semuanya benar, itu semua karena Kak Kelvin, tolong jangan bawa aku ke kantor Polisi kak karir hidup aku bisa hancur" ucap Marissa tanpa merasa bersalah.
__ADS_1
"Bisa bisanya kamu tega melakukan itu kepada seorang anak kecil yang nggak berdosa. Mengakulah.. minta maaf kepada Clara dan Anaknya nggak usah banyak alesan, biar dia yang menentukan harus diapakan kamu ini.. ingat!!! Kamu nggak bisa lari lagi, ini toleransi terbaik dariku."
Bersambung