Mantan Aktrisku

Mantan Aktrisku
Klarifikasi


__ADS_3

Hotel Nirwana pukul 9 pagi.


Satu jam sebelum pers dimulai Para Wartawan berbondong bondong telah memenuhi aula hotel tempat diadakannya pers, mereka seolah olah tak ingin ketinggalan informasi yang akan disiarkan secara langsung itu.


Satu jam kemudian.


Kelvin dan Lukina Joan telah memasuki ruangan pers dengan didampingi manager artis dan sekretaris Ceo serta para Bodyguard, suara yang sebelumnya terdengan riuh diam seketika ketika kedatangan mereka, mereka terpana melihat kecantikan Lukina yang mengenakan setelan blazer berwarna pink dengan rambut diikat diatas nampak sangat sederhana sekaligus kuat dan anggun.


"Saya selaku Ceo Agency MD Entertainment dan pihak yang terkait rumor yang sedang beredar ingin menyampaikan permintaan maaf karena telah banyak membuat keributan dan saya menyatakan kami hanyalah rekan kerja tak lebih dan tak kurang dari itu. Silahkan jika ada pertanyaan dari teman teman sekalian kami dengan senang hati akan menjawabnya" ucap Kelvin dengan lantang.


"Saya dari Bispatch ingin mewakili seluruh wartawan yang ada disini dengan mengajukan semua pertanyaan yang dibutuhkan" Ucap lantang seorang Wartawan pria usia 30an.


"Dipersilahkan" Ucap Kelvin.


"Siapa sebenarnya pria yang anda sukai jika bukan Pak Kelvin Han Nona Lukina Joan apa benar anda tidak menyukai beliau?"


"Sepertinya ini yang paling membuat kalian semua penasaran yaa.. tapi saya pikir itu privasi saya sendiri karena pria itu bukanlah seorang artis" ucap Lukina.


"Kenapa anda tak menjawab pertanyaannya dengan jelas? Apa itu berarti Pak Kelvin Han bukan orang yang anda sukai dan alasan anda berkarir disini?"


Lukina terdiam untuk sesaat memikirkan jawaban yang tepat untuk keuntungannya, saat ia ingin membuka mulut tiba tiba Kelvin berkata..


"Tentu saja bukan Saya karena kami sama sekali tak saling mengenal sebelumnya, jadi tolong teman teman sekalian jangan lagi menghubung hubungkan saya dan Lukina secara pribadi lagi karena itu sangat membuat kami merasa tak nyaman, apalagi Lukina sendiri baru saja memulai karir yang baru, jadi kami mohon bantuannya" Ucap Kelvin menundukan kepala.


Lukina yang mendengar jawaban Kelvin seperti itu merasa sangat marah hingga dilihat dari ekspresinyapun sangat terlihat jelas.


Para wartawan berbisik bisik curiga melihat ekspresi Lukina..


"Lukina..ada apa denganmu? para wartawan berbisik bisik karena eskpresimu" bisik Merry (managernya).


Meskipun telah diingatkan oleh Merry tapi Lukina tetap tak mampu mengendalikan ekspresinya.


"Baiklah harap tenang semuanya..apa ada pertanyaan lainnya?" ucap Kelvin.


"Bisa anda jelaskan tentang foto mesra kalian?" tanya kembali Wartawan.


"Itu hanya kesalahpaham saja, saat sedang dikantor Lukina hampir jatuh karena memaki sepatu hak tinggi yang berlebihan.. saya hanya refleks membantunya."


"Baiklah jika sudah tidak ada pertanyaan lain kami akhiri disini, terimakasih semua yang sudah hadir.. selamat siang" ucap Kelvin mengakhiri.


Satu persatu mulai meninggalkan aula pers, setelah semuanya pergi Wartawan dari Bispatch merasa tak puas dengan hasil dari wawancara tadi mereka menduga bahwa pemikiran Kelvin dan Lukina tidak sejalan, ia yakin ada sesuatu diantara mereka berdua ia berniat akan terus mengawasi gerak gerik Lukina dan Kelvin.


Richard yang telah menyaksikan siaran langsung pers dari televisinya merasa khawatir kepada Clara, ia bergegas mendatangi rumah Clara namun diperjalanan ia melihat Selena sedang beradu mulut dengan seorang pria yang memaksanya masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


Richard menghentikan mobilnya dan mendatangi Selena.


"Selena.. ada apa ini?"


"Kak Richard tolongin aku Kak.. Pria ini ingin membawaku pergi dia itu penculik" teriak Selena.


"Apa kamu bilang? Aku? Penculik? sialan kamu!!" ucap pria itu menarik tangan Selena.


"Tolong jangan begini banyak orang yang melihat kalian, lepaskan tangan anda darinya itu tidak sopan" ucap Richard menarik pundak pria itu dari belakang.


"Haisss astaga kenapa anda ikut campur masalah keluarga kami sih" ucap Pria itu membalikan badan.


"Ehh???" ucap Richard kaget.


"Yoo.. ternyata kamu Richard kan!!"


"Wah.. Edwin?? Lama nggak ketemu yaa bla bla bla."


Richard dan Edwin asyik mengobrol, Selena hanya bengong dan bingung melihat mereka berdua.


"Ahh jadi Selena adikmu?" tanya Rjchard.


"Benar tapi dia menganggapku penculik? Aku sangat patah hati dibuatnya huhu" ucap Edwin.


"Hahaha.. kau masih saja konyol seperti dulu yaa, kapan kau kembali dari luar negeri."


"Diamlah Kak.. jangan merengek begitu, aku aduin sifat Kakak yang kekanak kanakan itu ke Ayah Ibu yaahh" ucap Selena.


"Aduin aja mereka nggak akan percaya bleee.."


"Sebel banget didepan aku doang bisa begini sikapnya didepan orang lain aja sok elegan sok dingin ciihh"


"Hahaha kalian lucu banget aku iri " ucap Richard.


"Ehh.. tapi kenapa kamu kenal sama adiku? Jangan jangan??? Kalian temenan gara gara tau Selena adikku yahh????"


"Bukan.. itu karena tempat kami bekerja berdekatan kami sering ketemu dan berteman."


"Owh jadi begitu."


"Maaf nih aku nggak bisa lama lama aku ada urusan" ucap Richard.


"Ahh iya benar kita harus kesana secepatnya kak" ucap Selena.

__ADS_1


"Apaa??" ucap Richard bingung.


"Udah ayokk kita jalan saja dulu Kak Richard udah telat nih.. dah Kak Edwin aku sama Kak Richard pergi dulu ya ada urusan daahh.." ucap Selena menarik Richard masuk ke mobilnya.


"Kalian penghianat!!! aku ditinggal sendirian padahal aku baru sampai dari luar negri."


"Maaf ya Win besok kita ngobrol lagi" ucap Richard di dalam mobilnya.


"Ayok cepetan jalan dulu kak.. ahhh akhirnya bisa kabur juga dari orang itu" ucap Selena.


"Bukannya kalian udah lama nggak ketemu? Jenapa kamu malah kabur?"


"Kakaku itu nyebelin, paling dia mau ngajak aku ketemu sama temen temennya di bar karena nggak punya pacar.. aku nggak suka tempat brisik."


"Owh iya dulu waktu kami masih kuliah juga dia sering ngajakin aku tapi aku nggak mau. Pernah sekali aku ikut tapi didepan temen temen yang lain sikap Edwin langsung berubah aku nggak nyaman."


"Kakaku memang begitu.. berarti dia nganggap Kak Richard bukan teman biasa karena nunjukin sifat aslinya."


"Aku juga tahu kenapa dia begitu."


"Ahh jadi Kak Richard tahu banyak tentang Kak Edwin yaah, aku pikir cuma aku yang tahu, kadang aku juga merasa bersalah padanya orang tua kami membebaskan apapun yang aku mau tapi sama Kakak Kakakku mereka sangat tegas dan disiplin, kadang aku juga merasa tidak dibutuhkan karena aku anak perempuan satu satunya mereka tak mengharapkanku meneruskan bisnis keluarga karena pada akhirnya aku akan menikah dan meninggalkan mereka, tapi Kakak Kakakku punya kewajiban itu karena mereka laki laki yang akan menjadi kepala keluarga nantinya, Orang tua kami mendidik laki laki dengan lebih ketat dan disiplin, tapi aku senang bisa hidup bebas dan merasa tak dibutuhkan hahaha, kakak ke tigaku itu ingin sekali hidup bebas sepertiku tapi tidak bisa.. makanya ia memiliki dua sisi yang berbeda seperti itu, ia hanya ingin terlihat seperti yang diharapkan oleh Ayah Ibu."


"Ahh maaf aku jadi cerita panjang lebar" ucap Selena tersadar.


"Tidak apa apa aku mengerti dan sangat mengenal kakakmu."


"Sekarang ayo turun kita sudah sampai."


"Ini??"


"Rumahnya aclara achan aku memang ingin menemuinya."


"Kenapa kakak nggak bilang?"


"Kamu juga nggak nanya."


"Ahh.. iya Kakak masuk aja aku akan pulang naik taksi."


"Ini udah sampai aku juga udah chat Clara bilang datang bersamamu."


"Ohh.. apa itu nggak papa kak."


"Nggak papa, Clara nggak seperti yang kamu bayangkan kok."

__ADS_1


"Iya aku tahu, aku juga menyesal telah berprasangka buruk padanya."


bersambung


__ADS_2