
Dipagi hari yang sunyi.. setelah malam yang penuh keceriaan dan kebahagiaan itu, Clara Kelvin dan Robin berbaring bersama di tempat tidur yang luas di kamar Clara, ketiganya masih terlelap dengan memeluk Robin yang berada di antara Ayah dan Ibunya.
Sampai terdengar bunyi suara ponsel Kelvin yang tak berhenti berdering meski telah diabaikan dan di matikan beberapa kali.
Hingga akhirnya Clara bangun dan segera menjawab panggilan tersebut.
"Hallooo.." ucap Clara dengan nada yang masih mengantuk.
"Ahh.. Anda mencari Pak Kelvin yaa? Ini masih terlalu pagi, Beliau masih tidur"
"Apaa?? Masalah gawat? Baiklah, akan segera saya bangunkan"
"Baik.. selamat pagi kembali"
"Sayang bangun.. Sekretarismu bilang dikantor ada masalah gawat"
"Ada apa sih? Ini kan weekend"
"Aku nggak tau, tapi katanya gawat, bangunlah dulu"
"Baiklah, kamu tidur aja lagi"
"Oke"
Berita pagi hari..
Muncul sebuah artikel yang menghebogkan di pagi hari, "CEO Agency MD Entertainment, Kelvin Han berkunjung tengah malah ke rumah Artis yang belum lama dinaunginya, Lukina Joan. Sebuah foto mesra keduanya saat sedang berpelukan di depan pintu tertangkap kamera".
Tak lama artikel semacam itu beredar dengan sangat cepat hingga tak bisa dikendalikan.
Kelvin yang mengetahui berita tersebut segera datang ke kantornya melalui pintu belakang gedung, karena Para Wartawan sejak pagi pagi sekali telah memenuhi area parkir depan gedung.
Kelvin menyesal karena kurangnya rasa kewaspadaannya dengan para wartawan yang bisa melakukan berbagai cara agar mendapatkan berita eksklusif.
Setelah Kelvin berangkat ke kantornya Clara bangun dari tempat tidurnya dan membuka ponselnya, alangkah terkejutnya ia melihat foto foto mesra Kelvin dan Lukina yang telah tersebar di internet dan menjadi top pencarian.
Lagi lagi ia meyakinkan dirinya untuk tetap mempercayai orang yang dicintainya itu dan tak menghiraukan pandangan orang lain terhadap hubungan mereka. " Aku akan menunggunya menjelaskan situasi ini, foto itu aku yakin ia bisa menjelaskannya" Gumam Clara sembari menggigit bibirnya.
Meski ia terus meyakinkan diri untuk tak pernah goyah sedikitpun namun rasa sesak dan ngilu didadanya terus terasa setiap kali melihat foto itu, ia memutuskan untuk sementara menyimpan ponselnya itu di laci lemarinya.
Lukina Joan yang telah beberapa kali terseret rumor percintaan, hingga saat ini ia tak bisa meninggalkan kediamannya karena dalam waktu singkat para wartawan gosip mengetahui rumahnya dan berkumpul di bawah gedung apartemennya.
Lukina tak menyangka nyangka akan ada seorang yang memotretnya di malam itu, namun dengan beredarnya hubungannya dengan Kelvin membuatnya sangat gembira karena ia tak perlu lagi bersusah payah untuk menghancurkan hubungan Kelvin dan orang yang dicintainya, ia merasa puas.
__ADS_1
Saat suara bel rumah berbunyi karena Merry menemuinya diam diam dirumahnya Lukina segera menyembunyikan rasa bahagianya lalu berakting khawatir.
"Kakak bisa masuk kesini?"
"Tentu saja, aku berpura pura menjadi penghuni disini, pihak keaman juga sudah mengenalku."
"Syukurlah Kak, aku sangat kebingungan"
"Gimana bisa Pak Ceo datang kesini malam itu, apa kamu yang memanggilnya?"
"Saat itu aku terpaksa memanggilnya karena aku sedang merasa tidak enak badan."
"Kenapa tak menghubungiku saja?"
"Ahh.. waktu itu nomer Kakak nggak bisa dihubungi"
"Aneh.. aku selalu mengaktifkan ponselku kok."
Merry merasa khawatir tentang hubungan Kelvin dan Clara jika rumor seperti itu terus mengusik hubungan yang telah susah payah mereka jalani, Merry curiga Lukina sengaja mengundang Kelvin dan memeluknya di depan pintu saat itu.
"Ada apa dengan ekspresi Kakak yang seakan tak percaya ucapanku itu?"
"Entahlah, apapun maksudmu sebenarnya aku nggak akan biarin kamu salah jalan karena aku mengenal baik calon istri Pak Ceo."
"Apa menurut Kakak aku rela melakukan hal ini walaupun karirku terancam?"
"Hei!! Kenapa Kakak malah begini kepadaku? Apa yang Kakak tahu tentang diriku!!" ucap Lukina marah.
"Aku telah mengenal banyak artis di negara ini, tapi tidak ada kasus sepertimu yang pindah berkarir di negara asing dengan tujuan yang belum pasti."
Lukina terdiam sejenak mendengar ucapan Merry.
"Apa Kakak datang kemari hanya karena menghawatirkan Orang itu? Apa kakak lupa sekarang kamu adalah managerku?"
"Karena aku peduli padamu makanya aku kemari dan memperingatkanmu!"
"Kelihatannya nggak seperti itu loh Kak, jelas banget kamu hanya menghawatirkan orang itu, aku merasa nggak cocok sama Kakak, kita nggak sepemikiran, aku akan mengajukan manager yang lain."
Merry yang mendengar Lukina marah marah segera meninggalkannya dan meninggalkan sebuah kantong pastik di meja makan.
Lukina semakin penasaran dengan sosok yang sangat dipedulikan oleh Merry. Ia sangat sedih dan marah karena ia merasa tak ada seorangpun yang memihaknya.
Ditengah kekesalannya itu ia melihat kanton plastik yang ditinggalkan Merry di meja makan, ia membukanya ternyata Merry membawakannya sarapan karena Lukina tak bisa meninggalkan rumahnya sementara waktu. Lukina merasa sedikit merasa bersalah dengan sikapnya kepada Merry.
__ADS_1
Akhirnya Kelvin menanggapi rumor itu dengan tulisan bantahan di media sosial resmi Agensinya, ia menyatakan bahwa mereka benar benar tak memiliki hubungan pribadi secara khusus. Namun artikel artikel yang berkaitan dengan mereka terus saja muncul.
Kelvin memikirkan bagaimana caranya ia menjelaskan tentang foto tersebut kepada Clara, Ia khawatir Clara akan kecewa kepadanya dan meninggalkannya lagi.
Kelvin berusaha menghubunginya lewat panggilan telepon tetapi Clara tak kunjung menjawabnya, itu membuat Kelvin semakin merasa bersalah dan khawatir.
Clara yang menghabiskan waktu berdua dengan Robin di hari liburnya mengisi waktu kosong mereka dengan berjalan jalan di area taman bermain.
Sebelumnya Clara tak menyetujui permintaan Robin yang ingin mengunjungi taman bermain karena Clara masih mengingat tentang kejadian penculikan saat itu, Namun setelah ia pikirkan, ia juga butuh penghiburan untuk mengalihkan pikirannya tentang gosip yang sedang beredar.
Mereka mengunjungi taman bermain dengan hati hati, tangan Clara tak pernah lepas menggenggam tangan Robin. "Suasana yang meriah benar benar mampu mengubah suasana hati yang sedang buruk, apalagi Robin juga sangat bersemangat, keputusan yang tepat kami datang kesini" pikirnya dalam hati.
"Ibu.. ayo makan ice cream itu" ucap Robin menarik tangan Clara.
"Ahaha.. iya pelan pelan sayang."
"Ini sudah sore, ayok kita pulang setelah makan ice cream ya"
"Okee."
Clara pulang dengan mengendarai mobilnya, sesampainya dirumah ia membaringkan Robin yang tertidur karena kelelahan bermain terlalu lama.
Clara melihat ponselnya yang ia simpan di laci, ia melihat banyak Chat dan panggilan tak terjawab dari Kelvin, lalu ia menghubunginya kembali.
"Haloo.. Clara akhirnya kamu menghubungiku"
"Iya, maaf seharian ini aku keluar bersama Robin dan meninggalkan ponselku, kamu pasti khawatir ya"
"Aku khawatir kalo kamu terganggu dengan gosip yang beredar di internet, itu semua nggak benar, saat itu ia memanggilku karena ketakutan dan nggak berhasil menghubungi managernya, siapa sangka dia langsung memelukku saat membukakan pintu.. Maaf"
"Aku tahu kamu pasti punya alasan"
"Kamu pasti sedih dan kecewa sama aku kan?"
"Aku nggak papa, kamu nggak perlu khawatir tentangku, aku mengerti"
"Syukurlah kalo begitu, aku bisa tenang sekarang"
"Maaf membuatmu khawatir"
"Kamu nggak perlu minta maaf, tadi gimana jalan jalannya? Robin pasti seneng banget ya"
"Iya.. seru banget Robin juga seneng banget.. bla bla bla....
__ADS_1
Begitulah Obrolan kami di telepon, hanya mendengar suaranya saja hatiku merasa tenang seolah olah Cinta kami ini mampu mengobati segala luka hati yang telah tertumpuk...
bersambung