
Malam itu Merry datang untuk mengunjungi Lukina karena ingin menanyakan jelasnya tentang ia yang akan menemani Lukina kembali sementara ke Negara asalnya.
Seperti biasa Merry langsung membuka pintu tanpa membunyikan bel.
"Lukina..!!" panggil Merry begitu masuk kedalam rumah.
Merry terus memanggil manggil namun tak ada jawaban, lalu ia menuju ke kamar Lukina, dari luar kamar ia mendengar suara Lukina yang sedang serius bertelepon.
"Tenanglah, saya akan menepati janjiku sebentar lagi saya akan kembali kesana dengan membawa orang yang menjadi alasanku berada disini!! Setelah itu aku akan selalu mendengarkan Anda, honorku juga akan kubagi dengan anda tapi apa anda sudah menyiapkan obat agar ia hilang ingatan? Saya tak ingin dia kembali lagi ke tempat ini!! Saya juga nggak bisa melepaskannya dengan semua usaha yang kukerahkan hingga berpura pura gilaa!! Jadi begitu baguslah.. sampai jumpa!!" ucap Lukina yang bertelepon.
Merry yang tak sengaja mendengar ucapannya itu merasa sangat syok, ternyata Lukina lebih parah dari yang ia duga.
Ia merasa bingung, haruskah ia kabur atau tetap berada disitu karena ia mulai merasa ketakutan jika Lukina mengetahui ia mendengar perkataan berbahayanya itu..
Karena panik Merry yang hendak bergegas kabur malah tak sengaja menendang kursi yang berada didepan kamar tidur Lukina.
"Duukkkk!!!" kursi yang tertendang berbunyi.
Lukina yang merasa kaget jika ada yang mendengarkannya saat bertelepon pun segera berjalan keluar kamar untuk memastikannya.
"Siapaaa??" teriak Lukina begitu keluar kamar.
Merry yang kepergok sedang berjongkok karena kakinya yang sakit hanya bisa tersenyum lebar dengan mengeluarkan giginya agar Lukina tak mencurigainya.
"Akuuu!!!" ucap Merry tersenyum.
"Kak Merry ngapain disini? Sejak kapan?" tanya Lukina dengan sorot mata yang tajam.
"Ahh iyaa aku baru saja tiba lalu mencarimu tapi malah kepentok, aduhh ini sakit banget!!!" ucap Merry berekspresi kesakitan yang dilebih lebihkan.
"Kakak, bukan mau kabur terus kepentok kan???!" tanya Lukina mencurigai.
"Kabur??? Ke kenapa aku harus kabur?"
"Yaa.. mungkin saja kabur karena mendengar sesuatu yang nggak seharusnya didengar!!!"
"A apa maksud kamu sih aku nggak paham!!"
"Tapi kenapa Kakak ngrogi??"
"Akuu??? Nggak mungkin, ini karena aku menahan sakit yang parah ini, bisa kamu jelasin detailnya maksud kamu?"
"Ya sudahlah nggak usah diperpanjang kalo Kakak nggak paham, kenapa datang kesini??"
"Oiyaa.. aku mau memastikan kapan kamu akan berangkat!! Aku kan juga harus siap siap"
"Kenapa Kakak siap siap?"
"Bukannya aku yang menemanimu?"
"Nggak.. Pak Kelvin yang ngomong begitu?"
"Nggak bukan!!! Aku pikir aku yang harusnya mendampingimu sebagai manager kenapa jadi Pak Kelvin??"
"Memangnya kenapa??"
"Bukan apa apa tapi beliau pasti sangat sibuk nggak mungkin bisa menemanimu"
__ADS_1
"Kakak bilang apa sih? Pak Kelvin sendiri pun sudah mengiyakan, aku nggak mau Kakak ikut campur yaa!!" ucap Lukina tegas.
"Yasudah kalo begitu aku akan pulang!!"
"Baiklah.."
Lukina mengantarkan Merry yang hendak pulang sampai pintunya.
Merry berjalan dengan terburu buru setelah keluar dari rumah Lukina.
"Hahhh!!! Astaga.. hampir saja ketahuan!!" gumam Merry sembari terus menghela nafas.
"Ting tong!!" bunyi suara bel rumah Clara.
Clara yang berada dimeja kerjanya melihat ke arah jam dinding, karena tak biasanya ia kedatangan tamu di jam 10 malam, jika Kelvin yang datang ia pasti membuka pintu sendiri karena telah larut dan mengganggu tidur Robin, sembari berpikir ia segera beranjak membukakan pintu.
"Kak Merry???" ucap Clara yang melihat Merry dari layar monitor.
"Kak Merry?? Apa kabar?? Kenapa datang larut sekali??" ucap Clara yang menggenggam tangan Merry dengan kedua tangannya.
"Maaf Clara.. aku pasti ganggu kamu yang lagi tidur yaa??"
"Nggak!! Aku belum tidur kok.. ayo masuk dulu kita ngobrol didalam!!"
"Kakak nggak papa? Raut wajah kakak pucat!" ucap Clara sembari berjalan masuk ke ruang tamu.
"Iyaa.. maaf ya mengganggu malam malam ada hal yang harus aku sampaikan ke Pak Kelvin, apa Beliau disini?"
"Tadi disini tapi dia diseret sama sepupunya katanya mereka mau minum minum bersama"
"Ahh.. begitu, haruskah aku menunggu sampai dia kembali??"
"Nggak mungkin kan aku tidur dsini sedangkan suami dan anaku dirumah!"
"Emmm.. apa masalahnya gawat sampe Kak Merry panik gitu?"
"Tolong sampaikan saja ke Pak Kelvin saat ia kembali disini jangan pernah mau ikut Lukina ke Negara asalnya!"
"Lhoo.. apa Kelvin mau pergi? Untuk apa? Kenapa dia nggak ngomong sama aku yaa?"
"Mungkin belum pasti, tapi sampaikan yaa, tadi aku kerumah Lukina dan dengar ia berbicara ditelepon katanya jika Pak Kelvin pergi bersamanya ia tak akan bisa kembali, aku nggak dengar terlalu jelas tapi sekilas aku dengar tentang obat yang bisa membuat seseorang melupakan dirinya sendiri, itu bahaya banget sampai merinding dengernya, aku nggak nyangka dia lebih parah dari dugaanku selama ini, obsesinya terhadap Pak Kelvin seperti telah mendarah daging!! Sampai berpura pura gila jugaa.. astagaaa aku nggak habis pikir" ucap Merry terengah engah.
"Jadi begitu yaa.. itu parah siih"
"Kamu kelihatan nggak kaget? Apa kamu sudah mengetahuinya?"
"Secara garis besar aku paham sifat obsesinya, aku juga sudah mengira dia memang berpura pura gila hanya belum ada bukti yang pasti, wajar jika ia mau melakukan apapun untuk mendapatkannya, kita harus berhati hati kedepannya, apalagi Kakak yang sudah mengetahui tujuannnya!!"
"Iyaa aku mengerti, kamu harus jagain Pak Kelvin yaah"
"Iyaaa.. Kakak tenang saja!!"
"Baiklah, aku udah ngomong sama kamu sekarang udah lumayan lega, aku pulang dulu yah!!"
"Iyaa.. makasih ya Kak udah khawatirin kami" ucap Clara sembari memeluk Merry di depan pintu.
"Iyaa, aku bahagia kalo kamu bahagia" ucap Merry memeluk sembari menepuk nepuk punggung Clara.
__ADS_1
"Iyaa, hati hati dijalan Kak" ucap Clara melambaikan tangan.
"Daahhh!!"
Setelah Merry pergi Kelvin pulang sembari memapah Gerry yang mabuk di pundaknya.
"Sudah pulang?? Gerry kenapa?"
"Dia minum banyak banget, pengen rasanya kulempar dijalanan!!"
"Haha.. baringkan dulu saja dikamarku!"
"Apaa?? Kok dikamar kita? Ehh.. kamarmu ding!!"
"Apaan sih masih sempet sempetnya bercanda, baringkan aja dulu kasian kan kalo tidur di sofa"
"Biarin ajaa.. aku nggak kasian! siapa suruh minum nggak pake aturan!!" ucap Kelvin ketus sembari membaringkan Gerry dengan kasar di sofa.
"Pelan pelan dong!! Aku kan bilang dikamar"
"Hahhh.. berat banget gilaaa!!! Kalo dia di kamar kamu, kita dimana?"
"Aku mah bisa sama Robin kamu sama Gerry!!"
"Iiiihhh ogah banget, biarin dia disitu!!"
"Terserah deh, dasar kakak sepupu jahat!!"
"Kok kamu lebih belain dia sih, tuh kaya gini yang bikin aku kesel sama Gerry!!"
"Kakak bukan bocah lagi, berhenti menggerutu!!! Tadi Kak Merry datang kesini karena khawatir sama kamu!!"
"Kok tumben? Ada apa?"
"Dia nggak sengaja dengar tentang kamu yang akan pergi dengannya tapi katanya kamu nggak akan bisa balik lagi, dia udah siapin obat agar kamu hilang ingatan saat tiba disana!!"
"Jadi begitu yaa? Aku nggak nyangka sih, tapi akhirnya tujuannya ketahuan juga setelah tak sengaja mengetahuinya yang pura pura gila"
"Jadi kamu sudah tahu yaa dan juga dia udah ngajak kamu ke Negaranya tapi kenapa aku masih belum tahu yaa, malah aku tahu dari orang lain!!" ucap Clara dengan tatapan sinis.
"Ahhh.. itu maaf deh, aku cuma nggak mau bikin kamu khawatir.. lagian aku juga nggak ada niat pergi bersamanya"
"Oooohhhh!!!"
"Kamu ngambek yaa!! Manis banget sih kalo lagi ngambek beginiii!!!" ucapnya sambil menatap dan mrnggoda Clara.
"Yaudah biar ngambek aja tiap hari!!"
"Kok??"
"Katanya manisss???!!!"
"Iya sih, tapi lebih manis kalo senyum"
"Ahhh dasar plinplan" ucap Clara meninggalkan Kelvin ke kamar.
"Tunggu sayaaang..!!!" ucap Kelvin mengejar Clara.
__ADS_1
"Hihihihihiiii"
Gerry yang telah sejak lama terbangun pun berusaha sekuat tenaga menahan tawanya dengan menutup mulutnya rapat rapat dengan tangan, karena tingkah Kelvin yang berubah 180 derajat saat sedang bersama Clara.