
Setelah mereka makan bersama Richard dan Selena memutuskan untuk berpisah dengan Clara Kelvin dan Robin ditempat itu.
Clara merasa Richard telah berubah, ia tak seperti Richard yang ia kenal, Clara merasa sepanjang mereka bersama ia terlihat khawatir dan tak nyaman, oleh sebab itu ia membiarkannya pergi bersama Selena meskipun Robin masih terlihat tak rela berpisah dengan Richard setelah sekian lama tak bertemu.
Didalam mobil..
"Ibu.. Om Richard udah nggak sayang lagi ya sama Robin?" ucap Robin.
"Kok Robin ngomongnya kaya gitu sih?"
"Tapi bener kan.. Om udah nggak sayang lagi sama Robin?"
"Tentu saja salah.. Om Richard pasti masih sayang sama Robin kok"
"Robin kenapa sih?? Kan masih ada Ayah yang selalu sayang sama Robin" ucap Kelvin.
"Ayah ya Ayah.. Om ya Om!!"
"Mungkin Om sedang ada urusan atau tak enak badan makanya Om buru buru pergi!!"
"Oiyaa?? Om abis dari naik pesawat yaa.. pasti capek!"
"Iyaa kan?? Robin harus mengerti yaa kita tak bisa memaksakan keinginan kita kepada orang lain, kalo Robin sayang sama Om Robin harus mengerti apa pun yang Om lakukan yaa!!"
"Baik bu!"
Disisi lain didalam taxi.
"Kenapa sih Kakak bertingkah seperti itu kepada kak Clara dan yang lainnya! Kenapa Kakak kelihatan nggak nyaman banget?"
"Apa itu perlu dibahas?"
"Tentu saja! Aku harus tahu alasan kenapa Kakak seperti itu!"
"Sudah sampai.. Pak berhenti di depan yaa.. Selena ayo turun dulu!!"
"Baik!!" ucap Pak supir menghentikan mobilnya.
Selena terus berbicara meminta penjelasan Richard sembari menuruni taxi.
"Selena.. apa kita harus membahas ini??"
"Apa susahnya menjelaskan sih! Kalo nggak mau ya tinggal bilang saja!!" ucap Selena jengkel dan berjalan meninggalkan Richard.
"Tunggu!!" Richard memegang tangan Selena.
__ADS_1
"Apaa!!" aku mau pulang kalo Kakak nggak mau ngomongin itu!!"
"Jangan marah.. aku dan Kelvin memang sejak awal tak harmonis"
"Aku paham kenapa kalian tak rukun.. tapi apa sekarang itu masih menjadi masalah? Sekarang Kak Richard udah punya aku.. hanya satu alasan kalo kakak masih seperti itu!!!"
"Alasan??"
"Alasannya jika Kakak masih belum bisa sepenuhnya melupakan perasaan kakak kepada Kak Clara!"
"Kamu ngomong apa sih?? Hehehe"
"Ketawa?? Memangnya lucu??"
"Iyaa.. kamu lucu banget kalo lagi cemburu!!"
"Aku?? Cemburu?? Hahhh!!!" menghela nafas.
"Aku bukan tipe pria yang akan melakukan sesuatu setengah setengah! Nggak mungkin jika aku bersamamu tapi masih memendam perasaan kepada Clara! Tentang hubunganku dengan Kelvin susah untuk diubah dalam waktu singkat karena memang kami dulu bersaing dan aku sering kali sengaja membuatnya marah dengan memanas manasinya semata mata agar ia bisa menganggap Clara lebih berharga!!"
"Jadi beegitu?? Kalo bukan seperti itu Apa jangan jangan Kakak malu ya ketahuan pacaran sama orang kaya aku ini!!!?"
"Kamu ngaco bnget yaa, pikirannya bisa bisanya sampai kemana mana.. memang aku merasa tak nyaman setelah mereka melihat kita berlibur berdua ke luar negri.."
"Tuhhh kannnn!!!!"
"Beneran begitu??"
"Iyaa.. lain kali jangan mikirin hal hal yang nggak berguna apalagi bisa bikin kamu merasa sakit hati.. yang harus kamu tau aku mencintaimu!!"
Mendengar Richard mengungkapkan cintanya dengan nada biasa seperti bukan apa apa itu membuat Selena merasa berbunga bunga karena dari ucapannya pun tak terdengar nada yang membebaninya. (Aku akan lebih bersyukur memilikimu dan akan selalu berprasangka baik kepadamu dan percaya sepenuhnya pada cinta kita).
Saat Richard sedang memegang tangan selena dan hendak pulang, mobil mewah Ayahnya berhenti didepan gerbang karena melihat Selena yang berada didepan rumah setelah berlibur.
"Selena!!" ucap Ayahnya yang turun dari mobil.
"Ayah!! Ayah baru pulang dari kantor yaa.." ucap Selena canggung.
"Apa kalian bari sampai?? Ini nak Richard kan??"
"Haloo Om kita bertemu lagi yaa!" ucap Richard canggung.
"Iyaa.. tapi kenapa ada 2 koper? Katanya kamu pergi berlibur bersama teman kuliah!! Kok Richard???"
"Ahhh.. anuu Ayahhh..."
__ADS_1
"Kami berdua berpacaran Om, dan kami berlibur berdua saja.. maaf karena tak meminta ijin terlebih dahulu sehingga Anda terlambat mengetahui..."
"Kakak!!"
"Ahhh??? Saya tak tahu harus berkata apa mari kita masuk dulu untuk membicarakan ini.."
"Ayaaahhh.. Kak Richard pasti capek.."
"Baik.." ucap Richard tegas mengikuti Ayah Selena masuk kedalam rumah.
Selena yang merasa belum siap dan khawatir kepada Richard hanya bisa pasrah sembari memandangi wajah canggung Richard di depan Ayahnya.
"Duduklah nak Richard!" ucap Ayahnya.
"Sayang.. sudah pulang yaaa.. lhooo Selena sudah pulang? Ada nak Richard juga?? Ada apa yaa?? Kenapa situasinya tegang begini??" ucap Ibunya Selena kebingungan.
"Ayaaahhh!! Ibuuuuu... ini semua bukan salah Kak Richard, sebenarnya aku yang..."
"Tidak.. mau bagaimanapun tetap saya yang salah"
"Lhooo.. ada apa ini?? Apa nggak ada yang mau menjelaskan situasinya??" ucap ibunya.
"Tadi mereka bilang kalo mereka sedang dalam hubungan berpacaran dan berlibur berdua saja!" ucap Ayahnya menjelaskan.
"Apaaa??? Apa kalian serius?? Tapi..."
"Maafkan saya Om Tante.. saya tak berniat membohongi kalian, mungkin ini tedengar alasan.. namun saya sungguh sungguh mencintai Selena! Dan maaf karena pergi berlibur tanpa meminta ijin terlebih dahulu, saya salah saya minta maaf dengan sungguh sungguh, namun kami tak melewati batas!"
"Ehheemm!!" Ayahnya berdehem.
"Ayah.. Ibuu... sebenarnya akulah yang mengejar ngejar kak Richard dan memaksanya berlibur bersamaku.. jadi jangan salahkan kak Richard yaa??"
"Selena..." ucap Richard lirih sembari menggeleng sebagai isyarat itu bukanlah salahnya.
"Baiklah.. Andai kalian berbicara kepada kami jauh sebelum ini.. kami pasti tak akan mempermasalahkan hubungan kalian.. tapi.. bagaimana hubungan pertunangan antara Selena dan Chris? Bagaimana menurutmu? tanya Ayahnya kepada Ibunya.
"Ibu berfikir sama dengan Ayahmu.. hubungan keluarga dan bisnis antara kami dengan orang tua Chris bukan hubungan sembarangan.. kami tak bisa memutuskan dengan sepihak melihat dari kerugian yang akan kami terima dan hubungan kekeluargaan kami selama ini, alangkah lebih baiknya masalah ini Selena selesaikan dengan Chris secara baik baik.. buatlah Chris sendiri yang menginginkan pembatalan pertunangan kalian! Seperti yang kamu tahu Selena.. kami tak pernah menuntut apapun darimu, berbeda dengan kakak kakakmu.. kami hanya menginginkan hubungan baik dengan keluarga Chris demi kerjasama kami yang telah berpuluh tahun lamanya"
"Maafkan kami yang telah mengecewakan Anda berdua!" ucap Richard.
"Baiklah.. nak Richard bisa pulang sekarang!!" ucap Ibu Selena.
"Baik.. terimakasih atas waktunya Om Tantee.."
Selena mengantarkan Richard ke pintu depan, ia tak mengalihkan pandangannya sedetikpun dari wajah Richard yang lesu dan tampak kecewa.
__ADS_1
"Baiklah.. aku pulang sekarang!!" ucap Richard lemas.
"Iyaa.. hati hati Kak!" (Lagi lagi perasaan bersalah ini muncul, kenapa aku selalu saja menyakitinya? padahal dulu aku sangat yakin bisa terus membahagiakannya namun nyatanya aku lebih buruk dari siapapun!!) pikir Selena dalam hati sembari menatap punggung Richard yang semakin menjauh dari pandangannya.