Mantan Aktrisku

Mantan Aktrisku
my life


__ADS_3

Hujan rintik rintik di sore hari, awan gelap yang menyelimuti, angin bertiup gemuruh seakan dunia ini ikut merasakan rasa ini.


"Aku tetap mencintaimu meskipun kau jauh dariku, aku akan selalu menunggu disini sampai kau kembali kesisiku. Selama itu pula aku dan perasaan ini tidak akan goyah sedikitpun.. Claraaaa...".


Kemudian Kelvin kembali ke rumah dengan perasaan hampa dan putus asa, membereskan barang barangnya kedalam satu koper besar.. meninggalkan rumah yang ia tinggali dengan Ibunya.


"Apa yang kau lakukan? Ada apa dengan koper itu? Apa kau mau meninggalkanku lagi? " ucap Marlyn yang sedang duduk diruang tamu.


"Aku gak akan kembali sebelum Ibu menyadari semua yang Ibu lakukan kepadaku dan Clara adalah sebuah kesalah " ucap Kelvin sambil pergi melangkahkan kaki mendorong koper keluar rumah.


5 tahun kemudian.


"Tring tring tring" bunyi suara ponsel Kelvin di ruangan kantor tempatnya bekerja.


"Apa sudah ada hasil pencariannya?".


"Ahh baiklah terus cari dan selalu beri kabar " ucap Kelvin kepada bawahannya yang mencari jejak Clara.


"Dimana kau.. lima tahun sudah aku mencarimu..apa kau bahagia hidup tanpaku.." gumam Kelvin membayangkan senyuman yang sedang Clara.


Di sebuah desa terpencil ditepi pantai terdengar keras suara tangisan anak kecil laki laki tampan berambut hitam dengan mata berkaca kaca yang terjatuh ketika bermain bersama dengan Ibunya di halaman sebuah rumah sederhana nan asri.


"Huwaaaa Huwwaaa".


"Cup cup cup.. anak laki lakiku yang tampan gak boleh nangis" Ucap Clara lembut.


"Hahahahaaa... Ibu kena prank.. hahahahaahaa"


"Owwhh bagus banget yaa udh pinter ngerjain ibu yaa.." ucap Clara sambil mencubit gemas pipi anak itu.


"Hari hari setelah aku meninggalkannya sangat berat.. tapi aku jauh lebih bahagia karena malaikat kecilku belahan jiwaku. Desa yang kutinggali sangat damai..warga warga disini sangat ramah, sinar mata hari yang hangat dipagi hari seakan memelukku, angin sepoi sepoi disore hari seakan selalu menghiburku memberikan kesejukan dan kedamaian hati. aku bukan lagi aku yang dulu.. aku telah menjadi seorang ibu, anakku sangat tampan dan pintar dia selalu menghiburku dikala lelah..aku menemukan bakat lain dari diriku yaitu menulis buku cerita bergambar anak anak.. awalnya aku hanya menggambar untuk penghiburanku ketika aku tengah hamil lalu aku bertemu dengan seseorang yang berasal dari desa ini ia bekerja di percetakan kota seberang desa, ia mendatangiku dengan diantarkan oleh seorang anak laki laki yang pernah ku beri hasil gambaranku untuk menghiburnya karena menangis dan tersesat.. dia adalah anak dari editor Fanny.. namanya lucas. Aku sangat beruntung karena dipertemukan dengan Lucas dan Fanny.. mereka sangat hangat kepadaku dan anaku. Lucas berumur delapan tahun ia menganggap anaku Robin seperti adiknya sendiri, meskipun kami bisa bertemu hanya sebulan sekali karena mereka tinggal dikota, sebulan sekali Fanny membawa tulisanku..".

__ADS_1


Tok tok tok, suara di balik pintu


"Iyaa.. hai Kak Fanny udah dateng yaa. haii juga Lucas"


"Iyaa ini udah waktunya aku ambil kerjaan kamu buat edisi terbaru".


"Udah siap Kak tenang aja hehe".


"Kita main dikamarku yuk kak Lucas" ucap Robin ceriaaa.


"Ayukkk".


"Robin sering banget nanyain kapan tante Fanny sama Kak Lucas dateng, gituu.." ucap Clara menirukan gaya bicara Robin.


"Iya Lucas juga sering bilang katanya kangen robin.. Gimana kalo kamu ikut kita kekota? ucap Fanny sangat bersemangat.


"Aku lebih suka lingkungan yang damai ini Kak, aku belum ada keberanian balik ke kota tempatnya berada" ucap Clara yang seketika murung.


"aku tau kak..bakal aku pikirin dulu deh".


"Aku masih merindukanmu, aku masih melihatmu dari layar kaca.. kau masih menawan seperti dulu, apa kau masih mengingatku.. apa kau merindukanku seperti aku yang selalu merindukan dirimu setiap waktu.. melihatmu sukses berkarir dan sehat aku sudah cukup puas.. aku selalu membayangkan gimana reaksimu jika aku muncul kembali dihadapanmu, aku gak tau gimana caranya menjelaskan tentang Robin.. apa mungkin lamu bakal percaya padaku apa malah mungkin kau sangat membenciku yang telah meninggalkanmu, tak memberitahumu tentang keberadaan anakmu. Aku selalu meragukan kepercayaanmu kepadaku setelah semua yang telah aku lakukan, semua yang telah terjadi,aku yakin kau telah melupakan aku yang buruk ini. Karena aku tau semua ini adalah kesalahanku.


"Aku pulang bu.. " ucap Robin lemas.


"lhoo anak ibu udah pulang.. gimana seru gak mainnya sama anak anak ".


"Aku gak mau lagi main sama mereka bu, mereka anak nakal".


"Kok robin ngomongnya gitu sih.. gak boleh ngomong yang jelek jelek sama temen yaah".


"Mereka bukan temenku.. kalo mereka temenku dia gak bakal ngomong yang jelek jelek tentang Ayah dan Ibuku.. kata mereka aku gak punya ayah aku lahir dari batu, mereka bohong kan bu, aku punya ayah kan " ucap Robin sedih.

__ADS_1


"Yaudah robin gak usah main lagi sama mereka.. Robin punya Ayah, Ayah Robin sangat tampan keren dan baik hati".


"Kenapa Ayah gak pernah dateng bu kalo Ayah orang baik".


"Maafin ibu yaa.. Ayah robin nggak tau kalo dia punya anak seperti Robin, maaf sayang.. ini salah ibu hiks hiks".


"Ibu jangan sedih.. maafin Robin ya Bu, aku gak papa gak punya Ayah, yang penting Robin punya Ibu".


"Aku menyadari ini semua berat buat Robin, sering saat kami jalan Robin selalu melihat anak yang bersama dengan Ayah dan Ibunya bermain bersama, tertawa bahagia. Tapi didepanku Robin selalu bilang "gak papa gak punya Ayah asalkan ada Ibu", hatiku teriris pilu melihat anakku yang sangat pengertian ini selalu mementingkan perasaanku tapi aku hanya seorang ibu yang egois, Kak Kelvin.. bagaimana bisa anak kita sebaik ini, dia mirip sekali dengan kamu.. apa kamu bakal bahagia jika kamu tau kamu punya Robin..


Disisi lain,


Meskipun telah menjadi aktris besar. Marissa tetap tidak bisa mendapatkan hati Kellvin. Berbagai macam cara sudah ia lakukan untuk mendapatkannya seperti sengaja menyebarkan gosip tentang hubungannya dengan Kelvin yang telah saling mengenal sejak kecil, melakukan wawancara berbicara tentang tipe idealnya adalah Kelvin han dan berbagai macam cara laiinnya hingga membuat Kelvin sangat muak dengan Marisa.


"Kak kelvin.. aku datang untuk memperpanjang kontrak aku yg berakhir hari ini".


"Owhh baiklah, ini tanda tangni kemudian keluarlah aku sibuk".


"Kak.. gak bisa kah kakak lebih ramah lebih peduli sedikit kepadaku? ".


"Aku sering sekali mengingatkanmu untuk tak pernah berharap banyak kepadaku".


"Apa kurangnya aku kak kenapa kamu selalu nolak aku? "ucap Marisa dengan nada sedikit memaksa.


"Kurangnya kamu cuma satu.. kamu bukan Clara!! " jawab Kelvin menegaskan.


"Hahhh.. bagaimana bisa kakak masih mengharapkan wanita yang jelas jelas udah ninggalin kakak.. sadar kan dia pasti udah bahagia dengan laki laki lain".


"Diamlah.. pergi kau!! ".


"Aku percaya dengan keyakinanku.. Clara.. kumohon kembalilah" ucap Kelvin dalam hati.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2