
Pagi pagi sekali terdengar suara keras orang yang sedang muntah muntah di kamar mandi rumah Clara.
Semua orang terbangun dari tidurnya dan melihat apa yang sedang terjadi.
"Uweekkk!!!" Gerry yang muntah muntah.
"Sayang.. bangun itu adik kamu muntah muntah!!" ucap Clara setelah melihat Gerry dari jauh.
"Ibuu.. Om kenapa?" ucap Robin sembari mengucek mata.
"Nggak papa sayang, Om sedang sakit..Robin lanjut tidur lagi aja yaa"
"Iyaa.. hoammm!!" (menguap)
"Uweekkkk!!!!"
"Duuhhh.. kamu beneran nggak mau bangun ya Kelvin!!! Kalo gitu biar aku yang ngurusin!!!" sembari berjalan ke arah pintu.
"Ehh tunggu tungguu.. biar aku saja nih aku bangun ahh!!" sembari bangkit dari tempat tidur.
"Begitu dari tadi kek, Aku akan siapkan sarapan!!" ucap Clara meninggalkan Kelvin.
"Hahhh!! Dasar ngrepotin orang aja sihh!!!" ucap Kelvin sambil berjalan ke arah Gerry.
"Uweekkkk!!!" Gerry yang terus muntah muntah ditoilet.
"Makanya kalo minum lebih dibanyakin lagi biar mati sekalian!!!" ucap Kelvin sembari menepuk nepuk punggung Gerry.
"Ahhhh.. dasar!!! Sembarangan ngomongnya!!!"
"Udah waktu pulang diseret juga berat.. sekarang lagi pagi buta udah bangunin orang serumah!!"
"Sorry sorry.. siapa juga yang suka begini..uwweeeekkkk!!!"
"Iiihh jorok banget sumpah aku jijik bnget sama kamu gerr!!"
"Ahh brisik kamu vin, minggir!!! aku udah baikan" ucap Gerry melewati Kelvin keluar dari kamar mandi.
"Hahhh.. gitu doang? Nggak mau ngomong apa gituu???"
"Vin.. aku bukan tipe cowok yang banyak omong, sini mendekat.. sebagai ucapan terimakasih aku akan menciummu dengan sepenuh hati.." ucap Gerry mendekati Kelvin.
"Iihh najisss.. jijik bnget!!!" Kelvin melarikan diri.
"Ayoo sini dong!!!" Gerry mengejar.
Kelvin terus menghindari Gerry yang terus mendekatinya, mereka berlari kejar kejaran berputar di ruang tengah.
"Jijikkk... minggirr!!!! Kalo mendekat lagi aku tonjok ya!!!" teriak Kelvin geli.
"Hahaha.. ini menyenangkan banget buahahahaa!!!"
"Ayah? Sama Om lagi main kejar kejaran yaah??" ucap Robin yang kembali terbangun karena suara berisik Kelvin dan Gerry.
Mendengar Robin berkata seperti itu seketika Kelvin menyadari apa yang sedang ia lakukan sembari terdiam sesaat.
"Haloo.. keponakan gantengku!! Om sama Ayahmu memang lagi main kejar kejaran.. Robin mau ikutan??" tanya Gerry.
"Iihhh.. nggak mau!!" ucap Robin dengan ekspresi geli lalu meninggalkan mereka berdua.
"Buahahahahaa... ekspresi apa itu??? Gokil gokil Ayahnya mati kutu!!! Buahahaha!!"
"Ahhh!!! Gara gara si kamprett aku jadi kehilangan martabatku sebagai Ayah keren!!! Sial kau Gerryy!!!!"
"Buahahaha.."
"Ayoo.. sarapan!!" teriak Clara dari arah dapur.
__ADS_1
Mereka berempat duduk dimeja makan bersama untuk menikmati sarapan.
"Ibu.." ucap Robin.
"Apa sayang??"
"Ibu tau nggak tadi Ayah sama Om main kejar kejaran??"
"Iya.. haaaahhhh????? Ahhh jadi maksudnya Robin main kejar kejaran sama Om dan Ayah??"
"Bukan Robin.. tapi Ayah sama Om aja berdua"
"Beneran??" tanya Clara kepada Kelvin yang duduk didepannya.
"Beneran dong!!" jawab Gerry.
"Emmm...( menahan tawa)"
"Kalo mau ketawa ya ketawa aja Kakak ipar hahah"
"Buaahhahahaha.. hahaha.. nggak papa kamu nggak perlu malu kalo memiliki kebiasaan seperti itu bersama teman kecilmu!!"
"Kebiasaan apa sih? Aku nggak kaya gitu!!!"
"Iya iyaaa.. aku mengerti!!" ucap Clara tersenyum.
"Mengerti tapi senyum senyum begitu!"
"Hahahaa emang aku nggak boleh senyum didepan kamu??"
"Bukan gitu.. kamu cantik banget saat tersenyum jadi jangan senyum didepan Gerry yah!!"
"Hem hemmm mulai lagiii.. nggak papa anggap saja aku tak ada!!"
"Hahaha"
"Ayoo cepat Robin, nanti ayah yang antar kesekolah"
"Aku ikut yaa??" ucap Gerry.
"Nggak usah, kamu bantuin Clara cuci piriing!!!"
"Ihhh tega banget !!"
"Hahaha..Om lucu banget!!" ucap Robin.
"Emang Om itu lucu.. Robin bolehkan Om ikut antar kesekolah??" bertingkah lucu.
"Iyaaa boleh kan Ayah??"
"Hemmm.. terserah Robin saja!!"
Disisi lain Richard yang tengah merasa bimbang untuk sekedar mengajak Selena sarapan pagi karena kejadian tadi malam, tanpa sengaja ia menunjukan sosoknya yang bukan seperti dirinya, hal itu membuat Richard sangat malu kepada Selena.
"Tok tok tok" suara ketukan pintu kamar Richard.
Richard bergegas bngkit membuka pintu karena ia pikir itu adalah petugas yang hendak membersihkan ruangan.
"Ehh.. Selena??" ucap Richard canggung.
"Iyaa.. aku kesini mau mengajak Kakak sarapan di cafetaria, apa kakak sedang melakukan sesuatu?" ucap Selena dengan senyum manisnya.
"Ahhh iyaa.. aku juga tadi mau mengajakmu" ucap Richard canggung.
"Benarkah?? Ayoo aku lapar" ucap Selena riang sembari menggandeng lengan Richard.
Dalam hati Richard, "Ternyata Selena biasa saja! Mungkin buatnya itu bukan apa apa? Tapi anehnya aku merasa lega"
__ADS_1
Setelah mengambil makanan mereka berdua duduk berhadapan di dekat jendela yang berpemandangan laut biru yang sangat indah.
"Waaaahhhh!!! Aku nggak sabar banget mau ke laut!!!" ucap Selena memandangi laut dari jendela.
"Iyaa.. ayoo kita kesana sesudah makan!!"
"Okee!!"
Selena makan dengan lahap dan hati yang riang, sedangkan Richard terus saja memandanginya yang asyik makan.
"Apa sih? Kakak ngelihatin aku terus!!" ucap Selena menyeka mulutnya.
"Ahh?? Apa iyaa? Mungkin karena kamu cantik banget hari iniii!!" tiba tiba Richard berbicara tanpa berpikir.
"Apa??? Kakak bikin aku malu ih!!" ucapnya sembari memegangi kedua pipinya.
"Ahhh??? (apa yang baru saja kukatakan sampe membuatnya berekspresi begitu?)
Setelah selesai makan mereka menuju ke tepi pantai setelah berganti pakaian pantai, dan bertemu kembali di depan pintu kamar hotel.
Richard malu dan terkejut melihat pakaian Selena yang memperlihatkan perutnta yang ramping dan pahanya terlihat jelas.
"Kakak udah nunggu lama?" ucap Selena setelah membuka pintu.
"Baju apa itu??" ucap Richard malu menunjuk baju yang dikenakan Selena.
"Baju pantai memang begini sih"
"Aku nggak mau pergi kalo kamu nggak ganti baju"
"Ah.. elahh.. baju doang juga!!!" ucap Selena mengomel sembari masuk kembali ke kamarnya.
Selena yang merasa kesal dengan sikap Richard yang protes tentang bajunya itu seketika moodnya membaik setelah melihat pantai biru yang jenih dan asri.
Richard yang mengalungkan tali kamera di lehernya segera mengambil gambar gambar cantik Selena.
"Permisi, bisa minta tolong fotokan kami? Nanti gantian saya fotokan kalian berdua" ucap Selena kepada sepasang wisatawan.
"Oke!!"
"Cekrek cekrek cekrek"
"Terimakasih banyak, senang berjumpa dengan anda berdua" ucap Richard setelah bergantian memotret mereka.
"Iyaa.. sama sama" ucap sepasang wisatawan.
"Kak.. ayo kita naik jet ski!!" ucap Selena berlari mendekati Richard.
"Okee"
Mereka menaiki jet ski selama setengah jam dan kembali ke tepi pantai karena Selena merasa tak enak badan.
"Oweeekkkkkk!!! Aduh aku mual banget Kak!" ucap Selena.
"Astagaa.. kamu mabuk laut naik ski?" ucap Richard sembari menepuk nepuk punggung dan memberikan air mineral.
"Nggak usah ngeledek!! Aku nggak tau aku separah ini"
"Yaudah nggak papa, ayo kita kembali dulu ke kamar!"
"Nggak mau!! Besok kita udah harus pulang, aku belum puas main dipantai!!"
"Kan lain kali bisa kesini lagi!!"
"Nggak!! Sekarang ya sekarang!! Ayo kita kesana!!" Selena menunjuk tempat massage di pinghir pantai.
"Ehhh.. tunggu!! Ucap Richard yang ditinggalkan Selena berlari.
__ADS_1
Selena memaksa Richard agar mau di massage juga, akhirnya pun Richard setuju setelah dibujuk bujuk oleh Selena.
Tak terasa matahari hampir terbenam senja telah datang, mereka menikmati pemandangan indah di pinggiran pantai dengan duduk berdua, saling berpegangan tangan dan saling bersandar menanti matahari terbenam, mengukir kenangan indah berdua untuk selamanya.