Mantan Aktrisku

Mantan Aktrisku
Segitiga Lagi?


__ADS_3

Satu minggu berlalu Marlyn Li masih terbaring koma tak sadarkan diri, Kelvin masih setia menemani disamping Ibunya, Clara dan Robin juga setiap hari mengunjunginya, membawakan baju ganti atau makanan Kelvin menjadi kebiasaannya. Pekerjaan di kantor ia serahkan sementara kepada bawahannya, semua berjalan dengan biasa. Hari hari berat mereka lalui bersama, menguatkan dan menghibur satu sama lain.


Sementara Clara sibuk dengan urusan Kelvin, Selena masih diam diam memperhatikan Richard dari kejauhan, mereka sering bertemu saat hanya berpapasan dilingkungan tempat kerja masing masing suasana keduanya terasa lebih canggung dan semakin menjauh.


Ada satu hari saat Richard hendak kembali dari tempat perbelanjaan untuk kebutuhan cafenya tak sengaja mobilnya berserempetan dengan mobil yang melaju dengan cepat, mobil itu tak juga menghentikan mobilnya karena tak terima Richard mengikuti mobil tersebut dan berusaha menghentikannya, setelah cukup lama mengejarnya akhirnya mobil mewah yang menyerempet mobil Richard menghentikan mobilnya dipinggir taman kota, Richard turun dari mobil..pemilik mobil itupun muncul dengan sepatu hak tinggi kacamata hitam rambut panjang bergelombang dengan bibir merahnya terpaksa menuruni mobilnya dan menghampiri Richard..


"Wah wah wahh ngapain kamu ngikutin aku segigih itu? Nekat banget sih aku bukan lagi artis kamu tahu kan ck ck ck."


"Aku nggak peduli kamu siapa tapi lihat dong mobilku yang diserempet."


"Apaa?? Aku kira nggak tadi cuma kesenggol dan nggak kegores, maaf ya nih buat ganti rugi" ucapnya sembari mengeluarkan uang dari dompetnya.


"Sudahlah.. aku nggak butuh uangmu" ucap richard sembari meninggalkan wanita itu.


"Ehh.. tunggu, kamu mengejarku sampai sini tapi nggak mengharapkan uangku maksudnya apa."


"E T I K A "


"Owh gitu, sorry yaa sorry."


"Baiklah aku pergi" ucap Richard berbalik badan.


"Tunggu."


"Ada apa lagi? "


"Sepertinya aku mengenalmu, kamu siapa? Ahh iya iya kamu Richard kan? Benar kan?? Hei kamu kenal aku kan?"


"Iya aku tahu kamu Marissa."


"Haiss.. kalo kamu tahu siapa aku harusnya kamu bilang duluan dong, atau jangan jangan kamu masih menyimpan dendam ya."


"Aku sudah dengar semuanya dari Clara, jika belum pun aku nggak pernah dendam sama kamu."


"Begitu ya.. syukurlah."


"Kau sudah banyak berubah" ucap Richard tersenyum.


"Ahh.. iya" ucap Marissa canggung.


"Baiklah aku harus pergi, datanglah ke cafeku jika kau ada waktu..'R cafe' jangan kebut kebutan dijalanan yang ramai."


"Ahh iya baiklah sampai jumpa richard, aku akan datang" ucap Marissa riang.


(Aku nggak nyangka Richard menyuruhku mampir ke cafenya hehehehe) ucapnya dalam hati.


Sesampainya Richard dicafe iya mengeluarkan barang barang yang dibelinya dari bagasi mobilnya.. "ahh repot banget bawa kantong kantong ini sendiri" gumam Richard sambil membawa barangnya masuk cafe.


"Hei.. ini.. ada yang jatuh."


"Selena.. makasih tapi bisa minta tolong bawakan ke dalam? "ucap richard.

__ADS_1


"Ahh.. tentu."


"Taruhlah disitu dan duduklah disitu tunggu aku ambilkan minuman."


"Nggak usah kak."


"Kamu baru pulang kerja kan? Pasti nggak sibuk dong, duduklah sebentar."


"Ini.. minumlah, ini sebagai ucapa terimakasih karena membantuku membawa barang."


"Sebenarnya itu nggak perlu, tapi minuman ini enak segar" ucap Selena sambil menikmati minumannya.


"Syukurlah kalau kau menyukainya, ngomong ngomong sudah lama kita nggak berbincang bincang begini."


"Apa kamu nggak membenciku?"


"Kenapa aku harus membencimu? menyukai seseorang kan bukan kejahatan, harusnya kamu yang membenciku.. aku keterlaluan kan, maaf ya."


"Aku memang membencimu tapi nggak lebih besar dari menyukaimu."


"Owh??.. " ucap richard kaget.


"Maaf ya tanpa sadar aku mengatakannya lagi.. tapi aku harap kak richard nggak merasa terbebani, mungkin perlahan perasaan ini akan hilang dengan sendirinya. Bisa nggak kita tetap berteman seperti ini?"


"Hemmm."


"Kenapa? Kak Richard juga nggak bisa berteman? Pasti sulit kan setelah apa yang telah kulakukan."


"Itu nggak bener Kak aku udah nggak papa, aku nggak mau maksain perasaan kak richard, aku seneng kalo kita bisa berteman."


"Baiklah tentu saja ayo berteman" ucap Richard tersenyumm.


"Hehehe" senyum Selena


(Memang menyakitkan jika terus melihat orang yang menjadi cinta sepihak, tapi bagaimana lagi aku masih belum ingin menyerah selagi masih ada harapan.. biarlah begini dulu ini lebih baik dari pada putus hubungan,seenggaknya aku masih memiliki kesempatan dan tak perlu alasan jika ingin menemuimu) pikir Selena dalam hati.


Seorang wanita cantik berkaca mata hitam masuk cafe, staf segera menyambutnya dan mempersilahkannya untuk memesan..


"Silahkan Kak, mau pesan apa? " tanya pelayan wanita cafe.


"Itu bosnya kan? Dia sedang sibuk yah? " ucapnya menunjuk Richard.


"Ahh iya itu bos kami, mereka sedang santai, apa anda teman bos saya? Apa pacar bos? " ucap pelayan itu.


"Ahh saya temannya, kamu kenal saya kan? " ucapnya membuka kaca mata hitam.


"Ahh ternyata anda Marissa Howie ya, anda sangat cantik tapi sayang sekarang anda tak muncul lagi di layar kaca."


"Hehehe."


"Saya akan segera memanggil bos."

__ADS_1


"Eh.. nggak usah kalo itu bukan pacarnya nggak masalah dong kalo saya yang kesana? " ucap Marissa sembari berjalan menghampiri Richard dan Selena.


"Hai Richard aku datang" ucap Marissa riang.


"Ahh?? Marissa ?"


"Kok kaget gitu bukannya kamu tadi bilang kalo aku ada waktu boleh datang kesini? " ucap Marissa.


"Wah wah Kak Richard nggak main main.. sainganku semuanya mantan artis hiks hiks" ucap Selena dalam hati.


"Iya aku bilang begitu tapi aku nggak nyangka kamu bakalan datang secepat ini."


"Owh gitu.. aku ganggu kalian ya sorry yaa.. "


"Ahh nggak kok, kenalin ini temanku namanya Selena."


"Hai Kak Marissa aku Selena, seneng ketemu kakak"(aku nggak seneng) ucap Selena.


"Hai juga, kayaknya kamu masih mahasiswa ya.. kalo aku seumuran sama Richard kami satu kelas saat SMA" senyum sinis Marisa.


"Begitu ya?? " ucap Selena sinis.


"Kalian berbincanglah aku akan bikinin minuman dan cemilan" ucap Richard.


"Kenapa harus kamu yang repot repot? kan ada bawahan kamu" ucap Marissa.


"Nggak papa, kalian kan temanku.. sebagai ucapan terimakasih karena mampir kesini biar aku yang siapin untuk kali ini" ucap Richard.


"Baiklah.. suatu kehormatan bagiku" ucap Marissa tersenyum kepada Richard.


(Sepertinya gadis ini sangat tertarik kepada Richard dari sikapnya dan caranya memandangi Richard.. hihi biar aku panas panasin ahh) ucap Marissa dalam hati.


Mereka berdua hanya duduk diam dengan saling menatap tajam seakan sedang ada pertarungan energi antar keduanya.


"Kenapa kamu menatapku begitu dik selena? " ucap Marissa.


"Aku? Begitu yaa?? Hahaha tidak aku hanya merasa Kak Marissa sangat mempesona" ucap Selena menahan diri dan tertawa kaku (siapa yang dia panggil dik? hahh aku kesal padamu dasar orang ketiga) ucap dalam hati.


"Ahh.. terimakasih ya aku memang selalu mempesona hehehe" ucap Marissa percaya diri.


"Ahh hahaha" senyum terpaksa Selena.


Mereka bertiga makan dan mengobrol bersama, sesekali Marissa sengaja memanas manasi Selena disela sela perbincangan mereka.


Bayangan para staff yang melihatnya seperti pria tampan yang memiliki dua istri dan hidup rukun berdampingan bersama.


"Lihatlah betapa beruntungnya bos kita" ucap salah satu staff pria.


"Bos kita kan tampan, kita mah apa? muka pas pasan jomblo seperti kita hanya bisa menonton dan merasa isi saja, bisakah aku bertukar jiwa dengan bis sepuluh menit saja? " kata staff pria lainnya.


"ck ck ck ck jangan halu, kau menyedihkan hahaha."

__ADS_1


bersambung


__ADS_2