Mantan Aktrisku

Mantan Aktrisku
Persiapan menjelang hari bahagia#2


__ADS_3

"Hahhh.. akhirnya kita selesai dengan baju yang akan digunakan" ucap Clara setelah keluar dari irene boutique.


"Yahh.. ini cukup melelahkan mencoba satu persatu setelan, padahal aku pikir semuanya terlihat sama saja" ucap Kelvin menggerutu.


"Sama saja bagaimana sih? Pokoknya yang terakhir kamu coba itu yang paling cocok dengan gaun aku!!, sayang sekali karena kelamaan menunggu kamu Robin jadi nggak sempat coba bajunya karena ketiduran"


"Kok gara gara aku?? Kamu yakin gara gara aku??"


"Memangnya siapa lagi? Aku???"


"Kan kamu yang nyuruh nyuruh aku ganti terus!!!"


"Sudahlah.. salahkan saja aku teruss!! Tapi sekarang kita kemana?? Ayoo kita pilih cincin??"


"Jangan sekarang lah!! Kasihan Robin kecapekan, ayo kita pulang saja"


"Benar juga, kita bisa mengurus cincinnya besok"


"Gimana kalo kita serahkan saja ke sekretarisku soal persiapan pernikahannya??"


"Kok gitu?"


"Ini sungguh sangat merepotkan dan melelahkan!!"


"....." Clara terdiam karena merasa kesal.


Kelvin yang tidak peka bersikap seperti biasa di perjalanan pulang, hingga sesampainya dirumah Clara turun dari mobil dan masuk ke dalam kamar tanpa mengucapkan sepatah katapun.


Disisi lain Richard dan Selena yang sedang menghadap orang tua Selena membicarakan tentang hubungan mereka.


"Maaf yaa saya mengundang nak Richard secara mendadak, karena ingin segera meluruskan keadaan apa yang sedang terjadi, Saya dengar dari orang tua Chris kalo mereka terpaksa membatalkan pertunangan dan meminta maaf kepada kami karena Chris memiliki kekasih lain dan katanya tak mencintai Selena.. Ini memang sesuatu yang menguntungkan tapi saya cukup bingung sebenarnya kenapa bisa begini?? Apa yang kalian katakan dan lakukan kepada Chris sampai dia mau berbohong demi melindungi keluarga kita? ucap Ayah Selena.


"Ayah..." ucap Selena yang tiba tib terhenti.


"Biar aku yang jelaskan" ucap Richard kepada Selena.


"Jelaskanlah" ucap Ibunya Selena.


"Jadi begini Om dan Tante, Chris mengatakan itu atas kemauannya sendiri dan kami tidak pernah memaksanya sama sekali, benar dia menyukai wanita lain.. dan itu bukan kebohongan, kami tak berani membohongi orang tua" ucap Richard tegas.


"Jadi begitu yaaa, tapi meskipun begitu kalian tidak akan menikah dalam waktu dekat kan?? Kamu kan tahu Selena baru saja lulus kuliah!"


"Saya mengerti Om.. saya tidak akan memaksakan kehendak saya, saya akan lebih dulu mendengarkan Selena dan Anda sekalian sebagai orang tuannya"


"Kamu benar benar pria yang bijaksana.. bermainlah kalian berdua asal jangan sampe melewati batas!! Kalian mengerti maksud saya kan??"


"Ya saya mengerti!!" ucap Richard lantang.


Disatu waktu Richard mulai memperhatikan Ibunya Selena yang hanya diam dan mendengarkan namun terlihat tak nyaman dan Richard merasa beliau tak menyukainya dan ingin menentang hubungan Richard dan Selena. Namun Richard tak mampu menanyakan apa yang mengganggunya kepada ibunya Selena itu, dan menganggapnya hanya sekadar perasaannya saja yang sedang sensitif.


Hingga tiba saatnya Selena mengantarkan Richard pulang sampai pintu gerbang.


"Sekarang aku merasa sangat lega Kak, akhirnya kita bisa bebas pacaran tanpa memperdulikan apapun" ucap Selena dengan nada ceria.

__ADS_1


Richard hanya diam tanpa mendengarkan apa yang diucapkan oleh Selena, ia tenggelam dalam pikirannya sendiri hingga membuat Selena bertanya tanya.


"Kak.. kakkkk!!!!!"


"Ahhh.. kagetin aja deh, ngapain sih kamu teriak teriak padahal aku ada di depan mata kamu!!"


"Iyaa.. didepan mata tapi nggak didengerin itu rasanya hatiku jengkel sampai meronta ronta!!"


"Memangnya kamu ngomong apa? Maaf yaa"


"Kakak lagi mikirin apa sih?"


"Aku nggak mikirin apa apa!!"


"Apa kakak nggak senang dengan keadaan kita sekarang?"


"Mana mungkin aku nggak seneng!! Aku seneng kok, seneng banget malah!!"


"Mana ada orang seneng tapi ekspresinya begitu kaya orang belum bayar setoran kredit 3 bulan"


"Kamu ngomong apa sih hehehe"


"Gitu dong ketawa kalo seneng, tapi kakak benar kan lagi mikirin sesuatu? Nggak mau cerita??"


" Untuk sekarang nggak dulu deh sampai aku yakin dan memastikan ini benar atau hanya kesensitifanku saja"


"Baiklah, bilanglah padakuu jika kakak merasa kesulitan jangan semuanya dipendam sendirian"


"Iya iyaa.. aku pulang sekarang yaa, semangat ya untuk besok kerja pertama di kantor cabang yang dikelola kakakmu kan?"


Richard mengecup bibir Selena setelah tengak tengok untuk memastikan tidak ada yang melihat mereka.


"Udah kan, aku pulang sekarang yaa!!"


"Iyaa.. hati hati di jalan" ucap Selena tersenyum sembari melambaikan tangan.


"Masuklah, aku pergi sekarang!!" teriak Richard dari dalam mobil.


"Iya iyaa!!"


Dirumah Clara..


Kelvin yang bingung karena menyadari sikap Clara yang membisu setelah mereka kembali dari butik tak keluar dan mengunci diri di kamarnya.


Saat Kelvin memanggilnya untuk menyiapkan makanan untuk makan malam Robin ia pun tak menggubrisnya, sampai seorang delivery order makanan menekan bel rumah dan mengantarkan makanan, Kelvin menyadari bahwa Clara marah padanya.


Kelvin yang sedang cuti kerja pun mengurus Robin seorang diri hingga Robin tertidur di malam hari.


Barulah, ia membujuk Clara agar membuka pintunya dan membicarakan tentang kesalahan apa yang telah ia lakukan kali ini, karena ia tak merasa memiliki salah sama sekali sampai ia terpikirkan kata kata terakhir yang mereka bicarakan hari itu.


"Tok tok tok!!!!" Kelvin terus mengetuk pintu kamar Clara namun tak mendapat respon.


"Keluarlah dulu.. Claraaa.. ayo kita bicara yaaa"

__ADS_1


"Claraaaaa... kyaaaaaaaa!!!!!" Kelvin yang berakting berteriak kesakitan.


"Ceklek" Clara membuka pintu dengan panik karena teriakan Kelvin.


"Ada apa? Kamu kenapa??"


"Hehehe.. akhirnya buka pintu juga" ucap Kelvin sembari bangun dari lantai"


"Kamu bohong yaaa!!!! Males banget aku sama pembohong!!!" teriak Clara sembari berjalan cepat ke arah kamar.


"Tungguu.. aku terpaksa bohong agar kamu mau buka pintu!! Maafkan aku yaa" ucap Kelvin sambil memegangi tangan Clara.


"Aku minta maaf karena hari ini sudah berbicara asal sampai menyinggung perasaan kamu, maafkan aku yaahh"


"Apa kamu tahu kesalahanmu?"


"Tentu.. makanya itu aku minta maaf"


"Kalo kamu malas mengurusi pernikahan kita dan merasa ini merepotkan kita nggak usah menikah saja!!"


"Jangan ngomong gitu!! Kan aku udah minta maaf, masa cuma kaya gitu aja kamu sampai marah banget sih sampai mengabaikan Robin juga!!"


"Aku bukan mengabaikan robin, tapi aku memberikan kesempatan kamu mengurus Robin sendiri!!"


"Ahh begitu yaa" ucap Kelvin mengalah.


"Aku heran banget dari kemarin kamu terus terusan mengeluh malaslah merepotkanlah, seperti cuma aku sendiri yang mengharapkan pernikahan ini!!!"


"Nggak begitu!! Aku yang sangat ingin menikah denganmu, tapi kamu terlalu buru buru sampai aku dan Robin kelelahan"


"Yang minta buru buru menikah siapa?"


"Aku!!"


"Jadi kamu mau menikah tapi nggak suka nyiapinnya yaa?? bagus bnget!!"


"Bukan gitu, kita kan nggak perlu menyiapkan semuanya sendiri, sekretaris aku bisa ngurus semuanya, kita nggak perlu repot repot.. kasihan Robin!!"


"Aku pikir jika kita menyiapkan sendiri akan jauh lebih bermakna setiap prosesnya, tapi kalo kamu dan Robin nggak nyaman ya nggak usah saja!!" ucap Clara murung.


"Jangan sedih begitu dong, aku kan jadi merasa bersalah, yaudah kita lakukan sesuai keinginan kamu saja yaa!!"


"Nggak!!.. kamu benar, aku nggak boleh egois hanya mementingkan keinginaku saja!!"


"Baiklah.. jadi mari kita bersantai dan memantau sambil menikmati prosesnya.. tapi kita akan pilih cincin sendiri besok yaahh!!"


"Bolehkah???" ucap Clara ceria.


"Tentu saja dong!!"


"Woowww kamu lumayan pengertian juga, maafkan sikapku juga yang kekanak kanakan ya!!" ucap Clara sembari memeluk Kelvin.


"Iyaaa!!"

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2