Mantan Aktrisku

Mantan Aktrisku
Terimakasihku


__ADS_3

Kelvin membawa Marissa kepada Clara agar Clara sendiri bisa memutuskan hukuman apa yang paling pantas diterima oleh seorang yang telah menculik anaknya. Clara merasa bingung kenapa Kelvin datang kerumahnya larut malam dengan membawa Marissa.


"Hei.. Kak Kelvin datang larut malam begini ada apa? terlebih membawa Marissa?" tannya Clara keheranan.


"Maaf aku datang larut malem begini karena menurutku ini nggak bisa ditunda lagi, bicaralah Marisa aku mengawasimu" ucap Kelvin.


"Ada apa? " tanya Clara.


"Aku telah melakukan kesalahan padamu ..." ucap Marisa yang tiba tiba terhenti karena tidak ingin meminta maaf.


"Bicaralah yang jelas ini sudah larut aku lelah" ucap Clara tidak sabar.


"Oke.. aku mau mengakui kesalahanku, akulah yang menyuruh orang untuk menculik anakmu."


"Apaaahh!! "Plaakkkk" ucap Clara yang tersentak lalu menampar Marissa.


"Apa kau puas sekarang telah menamparku? " ucap Marisa.


"Tidak.. aku tidak puas kalo hanya menamparmu, aku ingin sekali membunuhmu merobek robekmu menghancurkanmu sampai berkeping keping" ucap Clara emosi yang meledak.


"Lakukanlah" ucap Marissa tanpa ekspresi.


"Sebenernya apa salahku padamu? dulu kau sengaja menjebakku untuk menghancurkan karirku dan aku terima terima saja tanpa melawan sedikitpun karena aku tahu kau takan berhenti sebelum menghancurkanku, tapi sekarang kau menyerang Anakku apa kau pikir aku akan diam saja seperti orang bodoh" ucap Clara gemetar karena marah.


"Baguslah kau telah tau semuanya jadi aku tak perlu repot repot menjelaskannya."


"Baiklah.. sampai akhirpun kau tak pernah merasa bersalah ataupun meminta maaf kepadaku, aku akan membawamu ke kantor Polisi" ucap Clara.


"Kau.. apa kau juga sadar selama ini apa yang telah kau lakukan kepadaku?"


"Apa?? apa yang kulakukan kepadamu?"

__ADS_1


"Kau telah merebut segalanya dariku sejak bertemu di sekolah."


Saat disekolah SMA semua teman yang awalnya selalu bersama dengannya dan mengikuti Marisa kemanapun perlahan lahan menjauhinya dan mendekati Clara, Marisa mengira Clara lah yang sengaja menjelekkan Marisa kepada temannya agar meninggalkannya tapi pikirnya itu belum juga bukan apa apa . Dulu ada seorang anak pindahan dikelas mereka, Marissa sangat tertarik dengannya namun ia tak menyangka ternyata anak itu juga selalu bersama dengan Clara, ia selalu mengabaikan marisa bagaimanapun Marisa mendekatinya anak itu adalah Richard.. Sejak saat itulah Marissa selalu merasa iri dan berpura pura baik baik saja didepan Clara dan teman temannya. Ia ingin selalu memiliki apapun yang dimiliki Clara. Dan terakhir adalah Kelvin Han..


"Apa sekarang kau sudah sadar apa yang telah kau lakukan kepadaku? " ucap Marissa.


"Apa kau masih saja tak mengerti kenapa teman temanmu dulu menjauhimu? mereka bilang kau adalah sosok gadis yang angkuh keras kepala dan dominan, mereka merasa kau menganggap mereke bukan teman tapi pelayanmu.. Dan untuk Richard apa kau tahu aku dan dia adalah teman bertumbuh bersama di panti asuhan? Aku tak pernah melarangnya bergaul dengan teman lainnya, aku bersungguh sungguh dengan berkarir di entertainment dengan usaha kerasku sendiri dan akhirnya aku merelakan itu dengan mudahnya. Untuk Kak Kelvin.. aku nggak tahu kalo kamu sangat menginginkannya dan juga kau tidak bisa memaksakan perasaan sukamu kepada seseorang yang tak menyukaimu semua itu bukanlah cinta melainkan obsesi.. aku bisa saja merelakan Kak Kelvin tapi apa Kak Kelvin bisa bersamamu? Jika kau terus seperti ini kau takan pernah merasakan kebahagiaan.. Aku pikir hidup sepertimu yang mempunyai orang tua dan hidup berkecukupan tanpa harus bekerja keras itu adalah kehidupan yang semua orang inginkan, tapi kau tak pernah menganggap yang kau miliki adalah sesuatu yang sangat berharga, kau hanya melihat apa yang ingin kau lihat."


Marisa hanya tertunduk diam menyadari kenyataan yang selama ini ia rasakan. Clara yang melihatnya seperti itu merasa sedikit iba.


"Aku akan biarkan kali ini dan tak akan memperpanjang masalah, aku juga tak ingin menghancurkan karirmu dan hidupmu, aku harap kau menyadari dan merenungkan kesalahanmu " ucap Clara menasehati.


"Kau!! Harusnya kau menghancurkanku seperti aku menghancurkanmu!!!!" ucap Marissa histeris.


"Clara.. apa keputusanmu ini sungguh sungguh? " tanya Kelvin.


"Tentu saja Kak, aku tak akan menyesalinya..aku yakin ini yang terbaik untuk kita semua, udah nggak ada yang ingin aku katakan lagi tolong bawa Marissa pergi aku lelah.. dan kau Marissa hiduplah lebih baik hargailah kehidupanmu.. pergilah Kak hati hati dijalan."


Marissa masih menunduk tanpa bersuara seakan merasa malu kepada dunia.


Seminggu kemudian berita mengejutkan dari dunia hiburan "Tanpa angin tanpa hujan aktris papan atas Marissa Howie memutuskan mundur dari dunia entertainment, pihak Agency buka suara kemundurannya karena persoalan pribadi."


Marissa telah merenungi segala kesalahannya, ia merasa malu menjadi aktris terkenal dengan menjatuhkan aktris lain terlebih orang itu adalah Clara orang yang telah membuka pikiran dan menyadarkannya betapa berharganya hidupnya, orang yang telah banyak disakitinya, ia memutuskan ingin memulai kehudupan baru menjadi pribadi yang lebih baik, menghargai yang ia punya .. ia sadar selama ini hidupnya tidak tenang karena selalu melihat bayangan orang lain..


"Ting tong" suara bel pintu rumah Clara


"Robin.. tolong buka pintunya sayang"


"Oke bu" jawab robin membukakan pintu


"Haloo tante temannya ibuku yaa.. masuk tante cantik " ucap Robin polos.

__ADS_1


Marissa terpaku melihat Robin anak yang tampan polos baik ramah dan sangat menggemaskan ia berpikir bagaimana bisa dia ingin menyakiti anak seperti ini, tanpa sadar marissa meneteskan air mata penyeaalan.


"Tante cantik kenapa menangis apa Robin punya salah."


"Nggak.. Robin nggak salah tante yang salah maafin tante yaa" ucap Marissa.


"Tante nggak salah apa apa aku suka Tante cantik banget kaya Ibu robin."


"Benarkah?? Makasih ya tolong panggilin Ibu robin yaa tante ada perlu."


"Ibu ada Tante cantik."


"Oohh Marissa ada perlu apa? Robin main dulu dikamar yaa" ucap Clara.


"Aku datang kesini bermaksud ingin meminta maaf atas semua yang kulakukan kepadamu maaf karena telah banyak menyakitimu" ucap Marissa


"Jujur saja aku susah memaafkanmu."


"jika kau tak memaafkanku kenapa kau tak memenjarakanku saja?"


"Tak memaafkan bukan berarti membenci dan ingin menghancurkan, aku tak ingin menjadi Marisaa yang ke dua"


"Aku sungguh menyesali perbuatanku dan tak ingin mengulanginya, aku harus apa agar kau bisa memaafkanku? apa kau masih berpikir aku tak tulus?"


"Aku tau kamu tulus, aku juga senang melihat perubahanmu sekarang.. kamu sangat cantik, sayang sekali kamu mundur dari dunia hiburan."


"Hei.. aku bertanya aku harus apa agar kau memaafkanku."


"Ahh.. hiduplah lebih baik lagi dan aku akan menganggap tidak pernah terjadi apapun diantara kita."


"Sampai akhirpun kau tak bisa memaafkanku, melihat kembali apa yang telah aku lakukan.. aku juga tak ingin kau memaafkanku karena terpaksa, aku mengerti aku menerima keputusanmu dengan lapang dada, aku akan menunggumu sampai bisa memaafkanku.. Clara, terima kasih telah menjadi cahaya dikegelapan hidupku" ucap Marissa tersenyum.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2