
Di pagi hari yang cerah Clara terbangun dari tidurnya karena bunyi nyaring alarm dikamarnya, ia membuka tirai jendela kemudian sinar hangat matahari pagi menyilaukan matanya, ia memejamkan matanya untuk menikmati sinar itu sejenak dalam diamnya ia bergumam " Tuhan, teruslah memberikan sinar hangat ini setiap hari dikehidupanku dan anakku juga orang yang kucintai dan mencintaiku, selalu peluk erat kami dalam kehangatanmu."
"Robin sayang waktunya sarapan" teriak Clara yang sedang menyiapkan sarapan di meja makan.
"Oke Bu.. " ucap Robin lesu.
"Robin kenapa nggak bersemangat begitu? "
"Aku nggak papa bu."
"Baiklah.. pagi hari yang cerah Robin harus semangat pergi kesekolah yaa."
"Iyaa."
"Ibu, kapan kita tinggal bareng sama Ayah? Aku ingin tinggal bersama kalian berdua."
"Emm itu.. nanti yaa Ayah dan Ibu harus menikah dulu baru bisa tinggal bersama, apa Robin mengerti? "
"Iya Robin ngerti bu."
Seperti biasa Clara mengantarkan Robin kesekolah dengan menaiki angkutan umum, setelah sampai di halte bus yang tak jauh dari rumahnya mobil Kelvin mengklakson dan meminta Clara dan Robin masuk kemobilnya, kemudian mereka bergegas masuk mobil Kelvin..
"Aku kerumah kalian tapi kalian udah berangkat, untuk masih ketemu" ucap Kelvin.
"Maaf ya jadi ngrepotin kamu" ucap Clara.
"Ngrepotin apa sih, aku ingin tiap hari antar jemput anakku kok."
"Asyiikk beneran ya Ayah" ucap Robin riang.
"Beneran dong."
Sampai disekolah Robin berpamitan kepada Ayah dan Ibunya, kemudian kelvin mengantar kembali Clara ke rumahnya..
"Kak Kelvin udah sarapan belum?"
"Belum sih, biar nanti aku sarapan di kantor aja."
"Kenapa gitu? Udah mampir disini makanlah disini, kebetulan tadi aku bikin sandwict buat sarapan Robin ini makanlah dulu baru pergi" ucap Clara yang menyiapkan sarapan untuk Celvin.
"Baiklah dengan senang hati" ucap Kelvin tersenyum.
Clara menemani Kelvin yang sedang sarapan dengan duduk bersama dimeja makan, keduanya tampak bahagia.
"Aku udah selesai makan.. kalo kamu ada butuh apa apa bilang saja sama aku yah nggak usah sungkan apalagi kalo untuk keperluan Robin" ucap Kelvin sembari menyeka mulutnya dengan tisu basah.
"Kamu tenang aja."
__ADS_1
"Kapan baiknya kita menikah?"
"Menikah ya.. apa nggak terlalu cepat? Ibu kamu belum lama meninggal" ucap Clara murung.
"Aku tahu.. aku hanya ingin merencanakannya dulu dalam waktu tiga bulan gimana? Aku ingin cepat cepat tinggal dengan kalian berdua."
"Pikir pikir dulu aja deh gimana baiknya nanti, tadi pagi Robin juga nanyain kapan kita tinggal bareng."
"Hemm begitu yaa, aku maunya dalam waktu tiga bulan."
"Baiklah terserah saja gimana baiknya "
"Oke.. aku akan berangkat ke kantor sekarang, sebelum itu... "
Kelvin mendekat ke arah Clara yang sedang duduk didepannya, ia mendekatkan wajahnya ke wajah Clara dengan satu tangan yang menyandar di atas meja satu tangan lainnya menyentuh pipi Clara yang merah merona, Kelvin mengecup bibir Clara dengan lembut dan hati hati kemudian Clara membalas kecupan Kelvin, ia menarik kerah Kelvin dan merangkul lehernya, mereka melakukan ciuman panas yang sangat mendebarkan berkali kali dalam satu waktu.
"Ahh aku menyukai ini, entah sudah berapa lama kita tidak melakukanya, aku ingin lebih dan lebih lagi" ucap Kelvin membisikan kata di telinga Clara yang membuat pipi Clara semakin memerah.
"Sudah cukup jangan menggodaku terus, kamu sudah telat berangkat ke kantor tahu" ucap Clara yang tersipu malu dan menjauhkan dirinya.
"Boleh aku libur aja nggak? "
"Kalo bosnya males malesan karyawannya juga pasti ngikutin, udah sana berangkat."
"Iya iya aku berangkat, gara gara siapa juga aku jadi pengen males malesan" gerutu Kelvin sambil berjalan ke arah pintu.
Kelvin yang meninggalkan rumah Clara dengan sangat semangat dan senyum cerah karena terngiang ngiang dengan panggilan sayang yang baru saja ia dengar untuk pertama kali setelah perpisahan mereka..
Setelah sampai dikantor para staff kantor melihat ekspresi Kelvin yang tak biasanya, mereka menatap dengan rasa teramat penasaran ada apa gerangan yang terjadi kepada Ceo mereka, sampai Sekretaris Kelvin pun menanyakannya..
"Apa sedang ada hal baik yang terjadi hari ini pak Ceo? "
"Tentu saja" ucap Kelvin tersenyum.
Sekretaris Kelvin tak melanjutkan kembali pembicaraannya karena ada hal penting yang harus ia sampaikan terkait pekerjaan.
"Pak ceo hari ini ada pertemuan penting dengan artis kelas atas yang akan bergabung dengan agency kita."
"Ahh iya Lukina Joan kan, kapan ia sampai disini? "
"Pukul satu siang ia mendarat di bandara M."
"Apa kau mengetahui kenapa ia memutuskan pindah negara dan berkarir disini? Terlebih ia meminta secara pribadi untuk bisa masuk ke agency kita, cukup aneh."
"Kalo anda merasa janggal, kenapa anda menerimanya? "
"Karena tidak ada hal yang perlu untuk ditolak darinya, tentu saja keuntungan untuk perusahaan kita kan? Apa lagi?"
__ADS_1
"Anda benar."
"Siang nanti suruh orang yang akan memenegerinya datang menjemputnya ke bandara, apa sudah ditentukan siapa managernya? "
"Merry yang sedang memiliki waktu luang semenjak marissa mengundurkam diri."
"Oke."
Lukina Joan adalah seorang penyanyi sekaligus aktris terkenal asal luar negri yang sedang dalam masa puncak popularitasnya, ia pun cukup terkenal di negara ini berkat prestasinya yang membanggakan, penyanyi yang albumnya dikenal oleh hampir seluruh belahan dunia begitu juga drama dan filmnya, karyanya selalu menjadi tranding topik internasional, kepindahannya ke negara ini memunculkan beragam pertanyaan, banyak yang berspekulasi bahwa ia telah jatuh cinta kepada salah satu warga negara ini hingga ia memutuskan pindah tempat berkarirnya.
Seperti yang telah diketahui wanita berusia 27 tahun itu merupakan orang yang cukup ambisius, apapun yang ia inginkan selalu bisa ia dapatkan.
"Halloo.. perkenalkan nama saya merry, saya yang akan menjadi manager Nona Lukina" Merry memperkenalkan dirinya begitu bertemu Lukina.
"Ahh.. iya hallooo Kak Merry, sekarang kita kemana dulu? harusnya ketemu Ceo Kelvin Han dulu kan."
"Iya anda benar, kita seharusnya menyapa beliau dulu."
"Aku kan lebih muda Kak Merry nggak usah bicara formal padaku yah" ucap Lukina tersenyum.
"Iya baiklah"( Dia artis besar tapi sangat ramah dan kelihatannya orangnya menyenangkan, berbeda dengan rumornya yang mengatakan aslinya ia dingin dan sombong dibelakang kamera ) ucap Merry dalam hati.
"Tok tok tok" Merry mengetuk pintu ruangan ceo.
"Masuklah" ucap Kelvin.
"Pak ceo, nona lukina joan telah tiba."
"Persilahkan ia masuk."
"Halo hai Pak Ceo saya Lukina Joan, senang bisa bekerja sama dengan anda disini" ucap Lukina mengajak Kelvin berjabat tangan.
"Iya halo juga, saya merasa terhormat bisa bekerja sama dengan anda nona."
"Anda tidak perlu terlalu formal kepada saya, bukankah kita pernah bertemu sebelumnya dinegara asal saya, apa anda masih ingat? " ucap Lukina.
"Ahh iya benar saat itu di acara penghargaan kan? Wah saya merasa dihormati anda masih mengingat saya."
"Ahaha anda bisa saja, pertemuan saat itu bukan sesuatu yang mudah saya lupakan" gumam Lukina.
"Yaa?? "
"Ahh bukan apa apa."
"Baiklah, anda pasti lelah karena telah melalui perjalanan jauh, Merry akan mengantarkan anda ke apartemen yang akan anda tempati, jika ada sesuatu yang kurang atau kau butuhkan segera beri tahu Merry atau andi sekretaris saya."
"Baiklah.. terimakasih Lak Ceo, saya sudah merepotkan anda" ucap Lukina tersenyum dengan penuh pesona.
__ADS_1
bersambung