
Satu minggu telah berlalu, Kelvin telah kembali sehat dan diijinkan meninggalkan Rumah Sakit, namun Kelvin merasa enggan karena ia masih menunggu kedatangan Clara, ia menunggu.. berharap namun pada akhirnya ia merasa dikecewakan lagi, tapi ia masih juga enggan menyerah, karna pikirnya Clara masih mencintainya. Tanpa pikir panjang Kelvin segera menuju kerumah Clara.. sesampainya di depan rumah ia hanya diam menatap daun pintu yang tertutup.." Haruskah aku mengetuknya? Gimana kalo ada suaminya? Hahhh aku nggak berpikir panjang seperti orang bodoh." katanya dalam hati sambil menggaruk garuk kepala karena canggung dan panik. Ia menyentuh pintu namun pintu segera terbuka, Kelvin sangat kaget sampe tak bisa berkata kata, muncullah Robin yang imut mengenakan hodie panda.
"Om siapa.. kenapa ada didepan pintu rumah Robin? " ucap Robin dengan polosnya.
"Ahh.. om ini teman Ibunya robin, apa Ibu dan Ayah Robin dirumah?."
"Disini hanya ada Robin dan Ibu saja."
"Wahh.. ternyata langit membantuku, hehehe" gumam Kelvin tersenyum licik.
"Om bilang apa?."
"Nggak nggak kok" ucap Kelvin gelagapan.
"Robin.. ada siapa diluar.. masuk nak kita makan malam dulu" teriak Clara dari dalam rumah.
"Ibu ada Om nih.. katanya teman Ibu " teriak Robin
"Suruh masuk Om nya sayang.. Om Ry kan?."
"Ayo masuk Om."
"Owh.. ternyata Kak Kelvin" ucap Clara.
"Maaf Clara.. apa aku ganggu kalian?."
"Ahh nggak kok.. silahkan duduk, kami mau makan malam, ayo sekalian Kak Kelvin makan juga bareng kita."
"Apa nggak papa? " ucap Kelvin canggung.
"Nggak papa.. kita makan dulu baru ngobrol yaa."
"Nggak nyangka banget hari ini menjadi hari pertama kami makan bersama satu meja di malam hari layaknya keluarga bahagia, Robin juga kelihatan nyaman dengan Kelvin" pikir Clara dalam hati.
__ADS_1
Setelah selesai makan Clara membereskan dan mencuci piring di dapur, terdengar suara Robin dan Kelvin akrab bermain dan tertawa bersama, Clara merasa rumah itu seketika menjadi hangat" hhmmm memang yaa.. anak laki laki pling asik main sama Ayahnya, ketawanya mereka renyah banget.. padahal baru hari ini mereka bertemu setelah bertemu sekilas waktu di Mall, memang naluri tidak bisa dipungkiri" gumam Clara dalam hati.
"Robin sayang.. udahan yaa mainnya waktunya tidur" ucap Clara lembut
"Nanti kalo robin tidur Omnya pulang, Robin masih mau main sama Om Bu.. " ucap Robin manja.
"Kan besok besok bisa main lagi.. besok Robin kan harus sekolah" bujuk Clara.
"Beneran bisa main lagi sama Om kan?."
"Beneran dong.. Om bakal sering sering dateng dehh, dan juga kapan kapan kita bisa main ke taman hiburan juga loh kalo Robin nurut" ucap Kelvin.
"Janji ya Om.. nggak boleh bohong."
"Janji" Kelvin dan Robin mengaitkan jari kelingking sebagai tanda janji mereka kemudian Robin bergegas masuk ke kamarnya.
"Kenapa kamu janji janji segala sama Robin, nggak boleh janji kalo nggak ada niat buat nepatin? " tanya Clara dengan tegas.
"Kata siapa juga aku nggak datang? aku datang tapi takut ganggu kamu yang lagi suap suapan.. jadi kami langsung pergi lagi" ucap Clara ketus.
"Ahh.. ternyata kamu liat itu yaa, yang kamu lihat cuma itu doang? Makanya kamu salah paham, aku nggak ada hubungan apapun sama Marisa."
"Aku nggak butuh dijelasin kok, siapa yang minta dijelasin."
"Ekspresi kamu yang minta aku harus jelasin.. kamu cemburu kan?" tanya Kelvin tersenyum menggoda Clara.
"Ihhh kepedean banget yaa jadi orang."
"Aku kangen kamu Clara" ucap Kelvin tiba tiba serius memandangi Clara dengan lembut.
"Kenapa Kak Kelvin nggak tahu malu banget sih ngomong kaya gitu dengan ekpresi itu" ucap Clara kaget dan malu malu.
"Aku serius.. kenapa kamu ninggalin aku tanpa bilang satu kata pun?."
__ADS_1
"...." Clara hanya diam termenung.
"Aku tau semua gara gara Ibuku, tapi gimana bisa kamu begitu tega, aku merasa seperti gila bodoh ditinggalin kamu."
"Maaf.. aku minta maaf karna udah ninggalin kamu, tapi bisakah kita nggak usah bahas masalah itu lagi? Apa kamu tau betapa menderitanya aku nglakuin itu?? Kalo diingat ingat lagi masih terasa sagat perih" ucap Clara tanpa sadar meneteskan air mata.
"Oke oke.. ini semua bukan salah kamu, mari kita berhenti bahas itu ayo kita lupakan saja.. berhentilah menangis" ucap Kelvin memeluk erat Clara.
"Ahh.. maaf tanpa sadar aku tiba tiba memelukmu kamu pasti kaget" ucap Kelvin panik, kemudian merekapun saling menjauh karena canggung.
"Udah larut.. aku harus pulang takut suamimu kembali" ucap Kelvin merasa bersalah.
"Aku nggak punya suami" ucap Clara tegas.
"Ehh.. kok.. apa kamu udah bercerai? Beneran? Bagus kalo gitu" ucap Kelvin kegirangan karna dia merasa kesempatannya terbuka lebar.
"Entahlah.. karna laki laki itu nggak menyadari kalo dia memiliki seorang anak" ucap Clara menyindir.
"Astaga gimana bisa kamu menikah dengan orang seperti itu, bagus kamu tinggalin dia Clara, laki laki yang nggak bertanggung jawab kaya gitu nggak usah dipertahanin.. masih banyak laki laki baik di sekitarmu" ucap Kelvin mengajukan diri dengan polosnya.
"Aihhh.. sejak kapan Kak Kelvin jadi pria yang nggak tahu malu gitu sih."
"Sejak sekarang.. aku nggak tahu malu aku nggak punya harga diri, puas kamu!"
"Ahahhaaa.. puas puas puas banget."
"Kamu sangat cantik saat kamu tertawa seperti sekarang ini, rasanya kita telah kembali ke masa masa indah dulu.. aku janji mulai sekarang aku akan selalu menjaga, melindungi kamu dan Robin aku ingin membuat kamu selalu bahagia tanpa pernah mengingat kenangan kenangan pahit yang telah terjadi, aku masih mencintaimu seperti dulu meskipun pernah ada laki laki lain yang telah singgah di hatimu, pelan namun pasti aku akan membuatmu jatuh cinta sekali lagi kepaku clara.. aku sangat lega dengan keadaan kita saat ini" ucap Kelvin dalam hati seraya memandangi Clara yang sedang tertawa lepas tanpa beban.
"Begini juga nggak buruk.. ternyata aku masih sangat menyukainya, seperti dulu tanpa berkurang sedikitpun, dia masih tampan baik ramah dan perhatian.. aku merasa telah jatuh cinta sekali lagi lagi dan lagi, aku ingin menyentuhnya memeluknya dengan erat seperti dulu.. hemmm aku nggak boleh terlalu memperlihatkan antusiasku di depannya ingatlah harga diri Clara Kelvin taunya aku pernah punya suami ternyata dia masih saja pria yang nggak peka dalam suatu hal. aku nggak boleh terlalu terlihat haus kasih sayang begini, kontrol ekspresii kontrol detak jantung kontrol senyuman itu jangan biarkan gigimu meringis terus Claraaa" ucap Clara yang konyol dalam hati seraya mengantarkan kepergian Kelvin.
"Berhati hatilah menyetirnya" ucap Clara melambaikan tangan kemudian senyum senyum kegirangan setelah masuk kerumah.
bersambung
__ADS_1