
Hari hari yang bahagia terus datang kepada pasangan kekasih yang sedang dimabuk asmara, Selena dan Richard memutuskan untuk berlibur, mereka tengah diperjalanan menuju ke Negara J yang terkenal dengan keeksotisan pantainya.
Selama ini mereka masih menjalani hubungan rahasia terutama dari orangtua dan keluarga Selena, untuk sementara mereka sepakat fokus membahagiakan satu sama lain tanpa memikirkan masalah yang terlalu serius.
Didalam perjalanan yang semakin mendekati tempat tujuan pun Richard masih saja merasa bersalah kepada orang tua Selena, karena Selena telah membohongi mereka dengan alasan pergi berlibur bersama teman teman kuliahnya sebagai acara perpisahan, dengan mudahnya orang tua Selena menyetujuinya tanpa berpikir negatif sekali pun.
Didalam pesawat 30 sebelum mendarat.
"Ahhh.. aku udah tidur berapa jam ya?" tanya Selena yang terbangun.
"Udah 3 jam!! Sebentar lagi kita mendarat!"
"Yaampun.. Kakak nggak tidur?"
"Nggak!"
"Kasian banget sih, pasti Kakak kesepian kan aku tinggal tidur lama!"
"Nggak, nggak papa!!"
"Tapi kenapa Kakak tegang begitu? Jangan jangan ini kali pertama Kakak naik pesawat ya??? Hahahaha!!" ucap Selena meledek.
"Bukan itu, aku hanya kepikiran sesuatu"
"Kita kan sedang liburan.. Kakak berhenti mikirin kerjaan dong!!"
"Kerjaan?? Nggak ada yang perlu di khawatirin itu mah, para staffku sangat kompeten"
"Jadi Kakak mikirin apa?"
"Aku hanya sedang berpikir, apa ini hal yang benar atau tidak??"
"Maksudnya kita yang pergi berlibur berdua saja??"
"Benar!! Aku merasa menjadi laki laki yang sangat pengecut!! Karena tak berani meminta ijin membawamu kesini bersamaku!"
"Jadi begitu ya, ini bukan kesalahan Kakak, aku kan yang terus memaksa dan berbohong kepada Ayah Ibuku, jadi Kakak nggak usah terlalu memikirkan hal itu yaa?? Hemm???"
"Baiklah"
"Intinya bukan aku yang dibawa Kakak kesini tapi aku yang bawa kakak!! Hahaha" ucapnya sambil tertawa.
"Mrmangnya aku barang!!"
"Iyaa, barang antik berharga yang nggak ternilai.
"Kamu iniii!!!" ucap Richard merona.
"Hahaha.. imutnyaaa!!!" ucap Selena menggoda Richard yang tersipu.
Meskipun Selena telah berbicara dan menegaskan ini semua bukanlah salahnya namun tetap saja ia merasa beertanggung jawab atas kebohongan Selena kepada orang tuanya.
Ia bertekad untuk memberitahukan kepada kedua orang tua Selena tentang kebenaran hubungannya dan Selena setelah mereka kembali dari berlibur.
30 menit berlalu, pesawat telah mendarat dengan selamat, mereka turun kemudian menuju ke hotel.
"Selamat datang Tuan dan Nyonya mau sewa berapa kamar?? Oohh maaf sekarang hanya tersedia 3 kamar executive Suite Room saja" tanya seorang resepsionis hotel wanita dengan sopan.
"Baiklah kami ambil 2 kamar yang lokasinya berdampingan" ucap Richard.
"Apaan sih Kak, 1 ruangan aja.. itu kan ruangan mahal!!"
"Nggak perlu, lebih nyaman sendiri sendiri saja!!" tegas Richard.
"Jadi bagaimana Tuan dan Nyonya??"
"1" "2 kamar" ucap Selena dan Richard beriringan.
Resepsionis hotel tersebut bingung dengan situasinya, ia hanya menoleh ke arah Richard dan Selena bergantian.
"Aku udah bilang 1 aja !!!" ucap Selena ngotot.
"Selena.. kali ini saja yaah nurut!!!"
"Tapi kan mahal Kak, itu kita pakai buat tidur doang!!"
"Aku mengerti kenapa kamu berfikir begitu, tapi aku nggak keberatan, jangan khawatirin soal uang yaa, aku laki laki.. aku masih sanggup mengeluarkan uang sebanyak apapun untuk kenyamananmu!! Maaf ya Mba, kami Ambil 2 ruangan!!"
__ADS_1
"Ooh iya tidak masalah"
"Bayar pakai kartu ini saja" ucap Richard sembari menyerahkan kartu kredit untuk pembayaran.
"Baiklah, terimakasih staff kami akan menunjukan ruangannya" ucap Resrpsionis itu sembari memberikan kartu kunci.
Richard dan Selena berjalan mengikuti staf hotel tanpa bicara sepatah kata pun.
Selena merasa kesal karena Richard tak mengerti maksudnya menginginkan 1 kamar.
"Dasar pria bodoh, ngapain liburan jauh jauh tapi tidur saja terpisah, iihh bikin kesel!!" pikir Selena dalam hati.
Setelah menunjukan ruangan staff pria itu meninggalkan mereka.
"Selena.. kalo kamu butuh apa apa tinggal telfon aku saja yah!!" ucap Richard di depan pintu.
"Hemmmm!!" gumam Selena acuh tak acuh.
"Braakkkk!!!" suara Selena membanting pintu.
"Hemmm.. marah yaa" gumam Richard.
Didalam kamar Selena.
"Iiiiihhhh bodoh bodoh bodoh!!! Nyebrlin banget!! Richard bodohhh!!!" teriak Selena sembari menendang nendang bantal diatas tempat tidur.
Didalam kamar Richard berfikir tentang Selena yang marah padanya, meskipun ia tahu niatnya demi kebaikan Selena sendiri.
Namun tetap saja ia merasa tidak benar jika membiarkannya marah berlarut larut saat liburan pertama mereka bersama.
Dua jam kemudian.
"Tok tok tok" suara ketukan pintu kamar Selena.
"Iihh apaan sih brisik banget, ganggu orang tidur aja!!" gumam Selena sembari bangkit dari tempatnya tidur.
"Ceklek!!" Selena membuka sedikit pintu.
"Room service?? Maaf saya nggak pesan, tolong bawa saja kembali!!" ucap Selena yang tak memperhatikan orang yang membawanya, kemudian langsung menutup pintunya kembali.
"Tok tok tok" suara ketukan pintu kembali.
"Apa aku diusir???"
"Eehhh??? Kak Richard??? Kirain petugas room service! Kok Kakak bawa bawa troli makanan sendiri?"
"Karena aku tak ingin ada yang mengganggu waktu makan kita berdua, jadi aku membawanya sendiri"
"Apaan sih, ayo masuk" ucap Selena memalungkan wajahnya karena malu.
(Astagaaa.. orang ini bisa romantis juga.. tapi kenapa ekspresiku berlebihan banget begini sih!!) ucap Selena dalam hati sembari tersenyum.
"Kamu suka makanannya?" ucap Richard.
"Iyaa.. ini enak! Aku suka"
"Aku ingin minta maaf jika kamu marah gara gara ruangan! Aku mengerti apa yang kamu khawatirkan, tapi aku sendiri juga memiliki hal yang dikhawatirkan, ku harap kamu bisa mengerti kekhawatiranku ini, Aku nggak mau ngerusak liburan pertama kita tapi aku melakukan ini semua demi kebaikanmu!"
Seketika Selena merasa bersalah dan kekanak kanakan karena marah gara gara hal sepele seperti itu.
"Apa aku boleh tahu apa kekhawatiran Kakak biar aku bisa mengerti!!"
"Ahhh.. anuuu.. sepertinya ini hal yang tidak pantas dibicarakan" ucap Richard canggung sembari menyeka mulutnya.
"Tidak pantas ya?? Apa maksud Kakak hal tidak pantas itu tidur bersama???"
"Uhuuuukkk!! Uhuuukkk!!" Richard tersedak karena kaget.
"Ehhh.. minum kak minum nih!!" Selena panik, ia berdiri dan memberikan air putih.
"Sudah sudah!!"
"Apa omonganku begitu ngagetin??"
"Nggak juga sih, aku hanya tersedak ( mendengar kata tidur bersama saja rasanya detak jantungku berdebar kencang ahhh gilaaa!!)"
Setelah menghabiskan makanan Richard memanggil room service untuk membersihkan meja makan.
__ADS_1
Selena dan Richard duduk di atas kasur dengan canggung.
"Besok kita kemana dulu Kak?" ucap Selena memulai percakapan untuk mengusir kecanggungan.
"Pastinya laut kan??Kamu maunya kemana??"
"Sama lah.. ayo kita naik jet ski!!" ucap Selena semangat.
"Apa kamu nggak ngeri?"
"Nggak lah, jangan bilang Kakak takut yaa?? Hahaha"
"Nggak lah, aku selalu naik itu saat ke wahana laut!!"
"Benarkah.. pasti keren banget ( membayangkan Richard menaiki jet ski dengan kemeja pantai yang terbuka dan celana pantai ) pasti seksi banget!!" gumam Selena.
"Kamu ngomong apa???"
"Ehhh?? Nggak kok hehehe (sepertinya otakku butuh pembersihan deh, pikiran kotor muncul terus)"
"Selena.. setelah ini ayo kita bicarakan dengan orang tuamu tentang hubungan kitaaa"
"Apaa?? Kakak serius?"
"Tentu saja jika kamu nggak keberatan"
"Tentu saja nggak, kenapa Kakak berubah pikiran?"
"Kenapa yaa?? Lebih tepatnya sih biar kamu menjadi milikku secepatnya"
"Apa Kakak benar mencintaiku??"
"Pertanyaan macam apa itu?? Tentu aku sangat mencintaimu dan ingin memilikimu"
"Benarkah?? Kalo gitu cium ak...!!"
"Cup" Richard langsung mengecup bibir Selena sebelum ia selesai berbicara.
Selena membuka mata lebar lebar karena terkejut.
Kemudian Richard kembali mendekatkan dirinya merangkul erat pinggang Selena, mereka saling menatap dan berlanjut melumatkan bibirnya ke bibir Selena dengan lembut, Selena pun meresponnya dan mengaitkan kedua tangannya di leher Richard.
Tanpa sadar Richard terus melakukan itu mengikuti nalurinya hingga mendoring Selena terjatuh di atas tempat tidur, ia menindih Selena sembari terus mencium bibir dan berlanjut mencium lehernya sembari meraba perutnya kedalam baju.
Selena yang terus terkejut dengan perubahan Richard hanya bisa terdiam dan pasrah merelakan dirinya.
"Bbzzzzz bzzz" tiba tiba suara ponsel Selena bergetar.
Seketika Richard tersadar karena bunyi getar ponsel dan ia segera bangkit dan melepaskan Selena.
"Angkat saja duluu!!" ucap Richard canggung.
"Ahh?? Iyaa!"
"Haloo kak edwin ada apa? Ohhh maaf aku sampai 3 jam yang lalu tolong sampaikan pada Ayah ibu!! Baiklah!!" ucap Selena menyelesaikan panggilan telefon.
"Maaf Kak keluargaku menanyakan sudah sampai atau belum!!" ucap Selena canggung.
"Oohhh iyaaa" ucap Richard juga canggung.
"Kamu pasti lelah.. beristirahatlah aku akan kembali kekamarku" ucap Richard sembari berdiri.
"Oohhh baiklah"
"Sampai jumpa besok!" ucap Richard didepan pintu.
"Iyaaa.."
"Astagaaaa.. apa yang baru saja akan kami lakukan!!! Klo saja kak Edwin nggak ganggu, kami pasti sudahhh.. ahhhh!!!!" gumama Selena berguling guling di tempat tidur dan menendang nendangkan kakinya.
"Apa yang aku lakukan!!! Astaga.. aku seperti binatang!! Binatang buas!! Apa yang Sekarang Selena pikirkan tentangku!!! Aku benar benar sudah gilaa, binatang buas gilaaaa!!" gumam Richard yang mendinginkan dirinya di kamar mandi dibawah shower yang mengalir.
Bersambung.
***
Sampai jumpa di up selanjutnya.. Please semangatin author dengan like, komen dan tekan favorite cerita Mantan Aktrisku!!
__ADS_1
Terimakasih banyak readers tersayang ❤ salam sukses selalu untuk kalian semua🙏