
Karena Kelvin sedang sibuk dengan pekerjaannya, Clara menjemput Robin disekolah seorang sendiri, meskipun Robin merasa sedikit kecewa karena Ayahnya tak datang menjemputnya tapi ia menutupinya dari Ibunya, Robin adalah anak yang sangat pengertian meskipun usianya baru lima tahun tapi pemikirannya terkadang mengalahkan pemikiran orang dewasa khususnya pada Ibunya, ia tak ingin mengecewakan dan membuat ibunya menjadi sedih karena dirinya.
Telah kurang lebih satu minggu Clara dan Robin tak bertemu dengan Richard, mereka kebanyakan menghabiskan waktu bersama Kelvin akhir akhir ini.. karena itu sepulang sekolah Robin meminta Ibunya mengunjungi Om yang dicintainya itu.
"Haloo Om Richard" teriak Robin saat memasuki cafe dan disambut oleh Richard yang sedang duduk didepan laptop di ruang kerjanya.
"Halo Robin sayang" ucapnya menyambut Robin dengan pelukan.
"Lama nggak ketemu Ry" ucap Clara.
"Bener.. lama banget om kangen banget sama Robin, kirain Robin nggak inget lagi sama Om karena udah ketemu sama Ayahnya" ucap Richard yang berakting sedih.
"Robin nggak pernah lupa kok sama Om, Robin kan sayang Om.. tadinya ituh kalo Ayahnya Robin nggak datang aku maunya Om yang jadi Ayahnya Robin tahu"
"Robin ngomong apa sih nak hahaha, Ayah ya Ayah kalo Om ya Om.. Om itu keluarga kita apa Robin mengerti?"
"Mengerti bu."
Mendengar ucapan Clara Richard hanya terdiam tertunduk " padahal aku udah melepas harapan untuk jadi lebih dari keluarga kalian, tapi mendengarnya mengatakan itu hatiku terasa sakit dan ngilu" pikirnya dalam hati.
Wawancara ekslusif Lukina Joan yang ditayangkan di salah satu reality show stasiun televisi..
"Netizen bertanya tanya nih kenapa lukina memutuskan pindah ke agency MD Entertainment, apa rumornya benar karena anda telah jatuh cinta pada seseorang dinegara ini?" ucap Pewara acara.
"Bisa dibilang begitu " ucap Lukina tersenyum malu malu.
"Woww... tanpa ragu ragu Lukina mengatakannya yaa."
"Alasan itu memang benar yaa.. tapi saya seorang yang cukup profesional dan nggak melulu mementingkan perasaan pribadi, alasan terkuatnya adalah berkarir di negara ini lebih menguntungkan dari segala aspek yang telah saya pertimbangkan.. karena ini hidup saya jadi saya ingin hidup sesuai keinginan saya saja."
"Anda benar benar wanita yang cerdas dan tangguh dengan pendirian yaa" ucap pewara acara memuji.
"Ahh jika anda berpikir begitu, saya terimakasih" ucap Lukina tersenyum lebar.
"Bisa anda ceritakan bagaimana kalian berdua saling bertemu dan akhirnya saling jatuh cinta? "
"Ahh.. itu rahasia hahaha."
__ADS_1
"Ahahaha.. baiklah baiklah" ucap Pewara acara mengakhiri wawancara.
Kelvin menyaksikan wawancara live Lukina dari televisi, yang membuatnya merasa tidak nyaman adalah Lukina mengakui rumor itu benar adanya dengan percaya diri tapi tak memberi konfirmasi terlebih dahulu kepada pihak agency yang baru saja menaunginya.
"Tok tok tok, pak ceo saya Lukina" ucap Lukina mengetuk pintu ruangan Kelvin
"Masuklah"
"Ada apa anda memanggil saya?" ucap Lukina tersenyum.
"Apa benar rumor itu alasan kamu pindah ke negara ini? "
"Benar kan saya sudah mengatkannya diwawancara live tadi."
"Harusnya kamu konsultasi dulu ke pihak agency dong."
"Apa itu bukan hal yang wajar di negara ini? "
"Ucapan kamu bisa saja menjadi skandal, dan disini skandal itu susah diterima oleh masyarakat, apalagi ini kemunculan pertamamu di setelah resmi pindah kesini, wartawan gosip akan semakin penasaran dengan siapa orang yang kamu maksud dan mereka tak akan berhenti sebelum mendapatkan apa yang mereka inginkan."
"Ahh jadi begitu, dinegara saya itu bukan masalah besar.. saya minta maaf atas kelancangan saya Pak Ceo, maaf untuk awal yang tidak menyenangkan ini."
"Saya mengerti, terimakasih atas perhatiannya anda Pak Ceo saya permisi.. "
Lukina yang hendak meninggalkan ruangan hampir saja jatuh, kakinya terkilir karena sepatu hak yang terlalu tinggi, untungnya Kelvin berhasil memeganginya dan memapah Lukina untuk duduk kembali di sofa..
"Terimakasih.. lagi lagi anda menolong saya."
"Tak apa ini bukan masalah, pakailah sepatu yang lebih nyaman jangan terlalu memaksakan diri, akan kupanggilkan Merry untuk mengantarmu ke rumah sakit."
"Ini hanya kesleo biasa Pak Ceo sebentar juga pasti sembuh."
"Baiklah tetaplah disini sampai Merry menjemputmu."
Lukina membayangkan pertemuan pertamanya dengan Kelvin, saat itu acara penghargaan di negara asalnya saat hendak menuju panggung acara Lukina hampir terjatuh karena tak sengaja ia menginjak gaunnya sendiri tapi Kelvin yang kebetulan lewat menangkapnya dan ia terhindar dari rasa malu, karena sosok Kelvin yang tinggi dan tampan Lukina terus terbayang bayang wajahnya dan mencari informasi tentang Kelvin.
Clara dan Robin pulang kerumah dengan diantarkan oleh Richard, ketika Richard hendak kembali didepan pintu rumah ia berpapasan dengan Kelvin..
__ADS_1
"Tolong yaa jangan terlalu sering keluar masuk dari rumah wanita yang memiliki kekasih" ucap Kelvin dengan tatapan sinis.
"Kalo tidak ingin kekasihnya di antar oleh orang lain harusnya prianya yang meluangkan waktu menjemput dan mengantarnya" ucap Richard menyindir.
Mendengar ucapan Richard Kelvin hanya diam menahan amarahnya karena ia menyadari yang Richard katakan adalah kebenaran, ia tak bisa leluasa mengantar jemput Clara dan Robin karena sibuk dengan pekerjaannya.
"Jangan sampai pria yang telah mengubur perasaannya dalam dalam itu kembali memperjuangkannya karena ada setitik celah" ucap Richard kembali.
"Apa itu ancaman? Kekasihnya tak gentar sama sekali" ucap Kelvin.
"Ini peringatan" ucap Richard yang kemudian bergegas pergi.
Richard meningalkan rumah Clara dengan perasaan hampa dan kembali ke cafe miliknya yang telah tutup untuk minum alkohol seorang diri.
Selena yang melewati cafe memperhatikan cafe yang telah tutup tetapi tak di gembok, ia mengeceknya ternyata memang benar tak dikunci.. ia masuk dan memanggil manggil Richard "Kak..Kak Richard di dalam? " ucapnya namun tak juga ada jawaban sampai terdengar suara pecahan botol kaca, Selena segera menghampiri suara tersebut..
"Hemmm.. astaga Kak Kelvin lg minum sendirian di pojokan ya" ucap selena sembari membersihkan pecahan botol.
"Aku panggil panggil juga itu pintu belum dikunci kalo ada peeampok gimana? " ucapnya lagi.
"Sssttt.. kamu terlalu berisik" ucap Richard yang mabuk menempelkan jarinya dibibir Selena.
Selena yang terkejut karena bibirnya disentuh menjadi diam membatu, begitu sadar ia memalingkan wajahnya.
"Kak Richard nggak papa disini sendiri kan, aku harus pulang.. kuncilah dulu pintunya."
"Jangan pergi.. jangan pernah tinggalkan aku sendirian" ucap Richard yang memeluk erat Selena dari belakang.
"Kalo aku nggak pergi apa Kak Richard bisa menerima perasaanku? "
"Tentu saja.. aku sangat mencintaimu... " ucap Richard memeluk Selena karena tak sadar menganggap Selena sebagai Clara.
"Benarkah?"
"He'emm" ucap Richard mengangguk.
Selena yang mendengar kata kata yang sangat ia nantikan dari Richard itu mencium bibir Richard dengan erat dan Richard membalas ciuman itu, lalu mereka berpelukan dan richard berkata "Aku sangat mencintaimu.. Clara."
__ADS_1
Selena yang sedang tersenyum seketika melepaskan dirinya dari pelukan Richard karena mendengar nama Clara, ia bergegas pergi meninggalkan Richard yang tertidur karena mabuk, ia menyadari kata kata yang Richard katakan bukan untuknya.. Selena menangis disepanjang perjalanan pulang dan terus bergumam " aku bodoh aku bodoh aku sangat bodoh".
bersambung