
Dari jendela mobilnya Kelvin melihat Clara dan Richard yang sedang berbincang bincang dengan canda tawa, ia sengaja ingin memeriksa keadaan Clara dan Robin dari kejauhan karena ia masih khawatir dengan Wartawan yang kapanpun bisa saja mengikutinya, karena itu adalah keinginan Clara yang tak ingin diketahui publik sebelum pernikahan mereka. "Ternyata kamu benar baik baik saja, syukurlah" gumam Kelvin kemudian menjalankan kembali mobilnya.
Clara yang sekilas melihat mobil Kelvin berhenti di depan Cafe pun keluar untuk memastikannya, namun sebelum ia sampai didepan mobilnya telah melaju kembali. "Aku yakin tadi itu mobilnya Kak Kelvin, apa aku salah lihat?" Gumam Clara.
Sejak foto mesra Kelvin dan Lukina beredar beberapa hari yang lalu ia masih belum pulang ke rumah Clara meskipun ia sangat ingin menemuinya dan bercengkrama dengan Clara dan Robin, tapi ia menahannya demi kebaikan orang orang yang sangat ia cintai.
Untuk pertama kalinya setelah skandal fotonya beredar luas Lukina Joan kembali ke agencynya untuk diskusi terkait proyek drama yang telah tertunda, karena telah beredar rumor pergantian pemeran utama yang awalnya milik Lukina, ia datang seorang diri menemui Kelvin.
"Haloo selamat sore" ucap Lukina setelah membuka pintu ruang Ceo.
"Iya sore juga, kamu sendiri? Dimana Merry?"
"Iya saya sendiri"
"Merry tak menjemputmu?"
"Tidak"
"Hemm.. aneh biasanya Merry nggak pernah lalai sama tugasnya, apalagi sekarang keadaan kamu yang nggak boleh kemana mana sendirian"
Lukina hanya diam dan enggan membahas tentang managernya.
"Sepertinya ada pergantian pemain, benar mereka telah membatalkan kontrak secara sepihak namun kita tak bisa menyangkalnya, tapi sebelumnya saya telah mengajukan Michele sebagai penggantimu agar perusahaan juga tak dirugikan"
"Bukankah itu tidak adil?"
"Berkarir disini memang sulit, mereka ingin orang orang yang tak pernah terlibat skandal sekecil apapun dalam bekerjasama untuk meminimalisir kerugian kerugian yang akan datang"
"Bukannya skandal saya bukan sesuatu yang merugikan? Apa kedepannya saya akan sulit mendapatkan proyek?"
"Untuk sekarang masih sulit, cobalah bersabar sampai rumor tentang kita berhenti beredar"
"Sampai kapan? Seandainya anda mau berpura pura menjadi orang yang saya cintai pasti semuanya akan lebih mudah untukku kan? Apakah anda benar benar tak bisa membantuku?" ucap Lukina memelas.
"Saya minta maaf Lukina"
"Hanya sebuah kebohongan apakah kekasih anda tak bisa mengerti?"
"Bukan dia yang tak bisa mengerti, tapi saya yang tak mau menyakitinya"
"Tidak bisakah anda memikirkannya dulu?"
__ADS_1
"Dipikir berapa kalipun keputusanku tetap sama, bagaimana jika kamu kenalkan saja ke publik tentang orang yang kamu cintai itu!! Setidaknya itu akan lebih baik untuk orang orang yang kita cintai"
"Benarkah?? Bolehkah seperti itu??" ucap Lukina dengan serius.
"Tentu saja"
"Bagaimana jika orang itu adalah Anda? Pak Kelvin Han bolehkah?"
"Kenapa kau selalu bercanda disaat yang tak tepat sih Lukina?"
"Saya serius"
"Apah??? berhenti beromong kosong!!"
"Apa perasaan saya Anda anggap omong kosong? Sebenarnya saya tak ingin terburu buru tapi sungguh saya tak tahan lagi, saya sangat mencintai anda!!!! Sejak pandangan pertama saat di acara penghargaan pertama kali kita bertemu anda menolong saya yang hampir terjatuh dan mengoleskan salep di kaki saya yang memar... sejak itu saya tak pernah berhenti memikirkan anda dan saya mulai bermimpi indah tentang anda setelah itu, jika Anda tak memiliki perasaan kepada saya kenapa anda berbuat seperti itu??!!!"
"Lukina.. maaf meskipun bukan kamu saya akan tetap menolong orang yang hampir terjatuh, karena kebetulan Michele menitipkan salepnya padaku karena saat itu Managernya sedang sakit parah.. itu hanya kebetulan"
"Benarkah begitu?? tidak adakah sedikit rasa suka kepadaku?? Sedikut sajaa hah??? Jadi sekarang apa yang harus saya lakukan hiks hiks hiks?"
"Tenanglah, sekarang kau pulang saja dahulu kita bicarakan pekerjaan lagi nanti setelah kau menenangkan dirimu"
"Bisakah anda mengantar saya?"
Kelvin sangat bimbang menghadapi Lukina yang telah memendam perasaannya sejak lama kepadanya tanpa sepengetahuannya, ia tak menyangka karena kebaikan kecilnya dapat menjadi kesalahpahaman dan menjadi masalah besar untuknya.
Merry datang setelah Kelvin menghubunginya..
"Ada apa denganmu Merry? Kenapa kamu tak bersama Lukina?" ucap Kelvin.
"Bukannya Lukina telah meminta pergantian manager?"
"Apaaahh??? Apa kalian bertengkar?? Ini nggak seperti kamu yang biasanya Merry"
"Benar biasanya saya tak begini, tapi jika saya tak dibutuhkan lagi yaa apa boleh buat"
"Haaahhhh" Kelvin hanya menghela nafas.
"Pertama tama bawalah Lukina pulang dulu dan kalian bicarah ber 2, saya tak ada niat untuk mengganti manager saat ini"
"Baiklah" ucap Merry sembari meninggalkan ruangan.
__ADS_1
"Ada ada saja masalah akhir akhir ini membuatku sesak, aku rindu kamu Clara, aku juga rindu Robin" gumam Kelvin.
Didalam mobil di perjalanan pulang sangat hening, mereka berdua seakan enggan untuk berbicara satu sama lain hingga sampai dirumah Lukina, Merry mengikutinya kedalam rumah untuk membawakan barang barang Lukina.
"Saya taruh barangnya di dress room yaa" Ucap Merry.
"Apa itu?"
"Ini baju ganti untuk keperluan syuting drama saat itu tertinggal di mobilku"
"Baiklah"
"Anu.. kenapa kau tak meminta ganti manager ke Pak Ceo?"
"Aku berubah pikiran"
"Kenapa?"
"Untuk apa diganti kalo aku saja tak memiliki pekerjaan"
"Ahh iya benar juga"
Dalam hati Lukina sebenarnya menginginkan Merry tetap bersamanya namun karena saat itu ia sangat kesal hingga terucap kata kata yang tak mengenakan, namun setelah itu Lukina menyesalinya dan merasa bersalah pada Merry.
"Aku sudah menaruhnya, sekarang aku akan pulang, hubungi saja kalo ada yang kamu butuhkan sementara pak Ceo belum menentukan managermu yang baru"
"Maaf untuk yang kemarin, sebenarnya ucapanku tak sungguh sungguh, tapi jika Kak Mery tetap mau berhenti aku tak menghalangi" ucap Lukina lirih.
"Akan aku pikirkan dahulu" ucap Merry dingin.
"Benar yang diucapkan Kak Merry.. aku sengaja datang kesini karena ingin memiliki Kelvin Han, aku sangat mencintainya sampai otakku tak lagi bisa berfikir jernih, aku juga telah memberitahukan kepadanya tapi siapa sangka semuanya hanyalah mimpiku sendiri, mimpi yang kuciptakan sendiri, aku menghancurkan karirku untuk mimpi fantasi itu hiks hiks hiks" ucap Lukina sembari menangis.
Kemudian Merry mendengarkan semua keluh kesah yang ada di hati Lukina, ia menceritakan segalanya yang telah terjadi dihidupnya sampai ia bertemu dengan Kelvin.
Merry pun menceritakan tentang betapa melelahkannya kehidupan cinta Kelvin dan Clara agar Lukina sedikit mengerti dan mau merelakan cinta sepihaknya, Kemudian mau melanjutkan membangun karirnya yang cemerlang, merry berharap ia berhenti bersikap menyedihkan.
Namun setelah mengetahui tentang Clara, Lukina langsung ingin menemuinya, Merry merasa tindakannya yang ingin melindungi clara itu malah menjadi semakin merugikan Clara.
Merry pergi meninggalkan rumah Lukina dengan perasaan tak nyaman.
"Tak seharusnya aku menceritakan tentang Clara padanya, ternyata dia memang bukan tipe orang yang mudah menyerah, arrggghhh harus bagaimana sekarang??" gumam Merry.
__ADS_1
"Hahahah ternyata Kak Merry gampang banget diperdaya.. aku sengaja ingin menarik simpatinya agar dia membantuku, aku tak menyangka akan semudah itu hahaha.. apa dia pikir aku anak kemarin sore yang mudah dibujuk?? hahh memang akting seorang artis papan atas sepertiku tak diragukan lagi hehehee, aku datang kemari hanya ingin bermain tahuuu hahaha" Gumam Lukina tersenyum puas sembari mengelap air matanya.
bersambung