Mantan Aktrisku

Mantan Aktrisku
Persiapan menjelang hari bahagia#1


__ADS_3

Setelah hari dimana Kelvin melamar Clara, mereka mulai menyiapkan sebuah pernikahan bersama sama setelah mengajukan cuti dari pekerjaannya.


"Hari ini kita kemana sayang?" tanya Kelvin di ruang makan.


"Kita mulai dari undangan? Gaun? Atau catering? Dekorasi? cincin?"


"Hahhhh.. dengarnya saja udah pusing huhh!!!"


"Gimana? Mau mulai dari mana dulu kamu maunya harinya dipercepat makanya ayo dong semangat!!"


"Terserah kamu saja deh!"


"Yasudah.. ayo kita ke butik!"


"Baiklah, kamu ada kenalan desainernya nggak?? Mau aku cariin rekomendasi?"


"Nggak usah.. ayo kita ke irene butik!!"


"Teman kamu ya?"


"Bukan! Pemiliknya adalah ibu tirinya Richard"


"Beneran? Itu kan butik yang terkenal itu kan"


"Iyaa!!"


"Robin ikut juga kan? Sekalian kita jalan jalan mumpung sedang liburan sekolah"


"Boleh kan Bu???"


"Tentu saja!!"


"Yeeeyyyy.. nanti boleh makan es krim kan Bu?"


"Boleh!"


"Yeeeyyyy!!!"


Kelvin dan Clara tersenyum bahagia melihat Robin yang tampak sangat senang.


Sesampainya di Butik.


"Haloo.. selamat datang ada yang bisa dibantu bapak ibu??" ucap salah satu staff wanita.


"Hallooo.. saya sedang mencari rekomendasi gaun pengantin yang sesimpel mungkin yang sekiranya nyaman dipakai di outdor"


"Baik.. Anda datang ke tempat yang tepat, silahkan ikuti saya gaunnya disebelah sini"


"Oke.. biar saya lihat lihat dulu yaa terimakasih"


"Baik, terimakasih kembali, jika butuh sesuatu silahkan panggil, saya ada disana.


"Oke"


"Sayang aku bingung coba kamu pilihkan dong!" ucap Clara sembari memilah baju pengantin kesana kemari.


"Udahlah.. tinggal pilih aja yang kamu suka!!" ucap Kelvin yang duduk sembari menyuapi Robin es krim.


"Makanya itu aku bingung! Sini pilihkan!!! Sayaaangggg!!!"


"Kamu kan tahu aku sedang apa?? Pilih saja lah satu!!"


"Memang nggak ada harapan.. kenapa juga aku nanya sama kamu yaa!!" gumam Clara yang merasa kesal.

__ADS_1


"Mbaaa!!!"


"Iya, ada yang bisa dibantu?"


"Ini mba.. saya sudah lihat lihat tapi bingung banget, bisa kasih saya rekomendasi?"


"Baiklah.. apa anda mau coba yang ini?" ucap staff itu sembari menyodorkan sebuah wedding dress putih yang tampak nyaman dan tidak tebal.


"Wahhh.. sekali lihat anda bisa kasih sesuatu yang saya inginkan yaa!!" ucao Clara lega.


"Benarkah? Syukurlah kalau begitu.. mungkin saya sudah terbiasa dengan pekerjaan ini hehe.. silahkan anda coba dulu, barang kali ada yang harus diperbaiki!"


"Baiklah!"


Selama Clara mencoba dress diruang ganti, Pemilik butik dan suaminya datang.


"Selamat siang Bu Rossi, Pak jo.. Hari ini datang siang yaa.. biasanya sore!" ucap staff wanita tersebut.


"Siang juga, kebetulan lewat sini jadi sekalian mampir.. ada pelanggan??" ucap Rossi sembari melirik ke arah ruang tunggu.


"Iyaa.. mempelai wanita sedang mencoba dress diruang ganti"


"Baiklah, kamu sudah bekerja keras!" ucap Rossi menepuk pundak staff itu.


"Lhooo.. sayang!! Bukannya itu Pak Kelvin Han??" ucap Rossi kepada suaminya.


"Entahlah.. Haruskah kita menyapanya??"


"Tentu!!" ucap Rossi sembari berjalan ke arah ruang tunggu.


"Selamat siang!! Anda Pak Kelvin Han kan? Ceo MD Entertainment?" sapa Rossi.


"Ahh.. iya benar.. anda mengenal saya?" ucap Kelvin.


"Tentu saja.. anda kan orang terkenal, perkenalkan Saya Rossi pemilik butik ini dan ini suami saya Jonathan"


"Haloo salam Kenal juga!!" ucap Kelvin.


"Oh iya.. apa yang didalam calon mempelai wanita anda?"


"Benar!"


"Wahh selamat yaa..semoga dilancarkan segalanya..beritanya belum terbit ya kalo anda akan menikah, tapi terimakasih sudah mempercayakan kami untuk berpartisipasi di hari bahagia anda dan istri di iren butik!!"


"Terimakasih kembali, calon istri saya yang sudah memutuskan datang kesini"


"Wahh.. benarkah?? Apa saya mengenal beliau?"


"Mungkin tidak, tapi calon istri saya adalah teman kecil putra tiri anda"


"Putra tiri?? Maksudnya Richard??"


"Iyaa"


"Wahh.. ternyata calon istri anda teman kecil anak saya ya" ucap Jonathan.


"Benar.. anda Ayah kandung Richard kan?"


"Benar.. apa dia baik baik saja? Sudah lama kami tidak bertemu" ucap Jonathan.


"Benar ya sayang.. kita harus bertemu Richard secepatnya, tiba tiba aku merindukannya.. dia sudah janji kan kalo kita panggil dia akan datang? Bisa bisanya Putraku satu satunya nggak datang jika tak dipanggil" ucap Rosi mengeluh.


"Harusnya kamu memanggilnya lebih awal!! Anak itu sudah terbiasa hidup sendiri makannya dia bersikap begini"

__ADS_1


"Ahh.. kenapa kita jadi membicarakan putra kita didepan klien?? Maaf ya Pak Kelvin" ucap Rossi.


"Tidak masalah Bu Rossi, anda terlihat sangat menyayangi Richard meskipun dia anak tiri anda!"


"Benar kan?? Memang aku sangat menyayanginya meskipun hanya baru sekali bertemu, mungkin karena aku tak memiliki anak atau karena dia putra dari suami yang kuncinta hehe"


"Kenapa kamu terus membicarakan urusan pribadi kita didepan Pak Kelvin sii!!" ucap Jonatan yang malu.


"Ahaha.. iyaa benar, mari kita bahas tentang rencana pernikahan anda saja"


Sementara mereka berbincang bincang tentang rencana dan konsep pernikahan, Clara keluar dari fitting room dan menunjukan gaunnya kepada Kelvin.


Kelvin terus memandangi Clara dari kejauhan hingga mendekatinya tanpa berkedip karena sangat kagum dengan kecantikan Clara, karena selama hengkang dari dunia keartisan barulah saat itu Clara kembali mengenakan dress mahal dan make up lengkap.


"Wahhhh... anda luar bisa cantik dan bersinar dengan gaun itu, sampai sampai calon suami anda ternganga seperti itu" ucap Rossi sembari menunjuk Kelvin.


"Terimakasih anda terlalu memuji hehe.. tapi anda siapa yaaa"


"Ahhh.. perkenalkan Bu Rossi dan Pak Jo.. ini calon istri saya.. Clara Chan.


"Halooo..salam kenal" ucap Clara sembari tersenyum.


"Halo juga, ternyata calon istri Pak Kelvin itu Clara Chan yaaa.. pantas tadi aku lihat wajahmu tampak tak asing, ternyata Clara yaa.. gaunnya sangat cocok dipaki hanya ini dibagian pinggang dan perut agak krbesaran, mari kita ukur dulu dan akan diperbaiki sesuai ukuran Clara yaa"


"Benar.. ini terlalu longgar!"


Disisi lain Jonathan mengajak Kelvin dan Robin memilah setelan jas mereka.


Kelvin yang awalnya malas memilih pakaian terpaksa mengikuti Jonathan yang sudah turun tangan sendiri untuk menghargai usahanya untuk membantu Kelvin dengan semangat.


"Saya hanya butuh setelan jas yang nyaman dan serasi dengan dress calon istri saya, setelan untuk Putraku Robin juga sama!"


"Baiklah.. wahhh.. ternyata ini putra anda dan Clara yaa.. saya pikir ini keponakan atau kerabat anda, pantas mirip sekali dengan anda!!" ucap Jonathan.


"Benar Robin putra kesayangan kami, sekarang anda pasti bertanya tanya kan tentang anak dan pernikahan kami yang baru akan dilaksanakan?"


"Setiap orang memiliki masalalu dan situasinya sendiri, saya tak berpikiran sempit, yang lebih penting anda adalah seorang Ayah yang baik! Anda pasti sudah tahu tentang masalalu saya yang meninggalkan Richard yang masih kecil dipanti asuhan kan??"


"Saya baru mendengarnya sekarang, saya hanya tahu kalau Clara dan Richard tinggal di satu panti asuhan yang sama selama beberapa waktu"


"Ahhh.. ternyata saya membuka aib saya sendiri.. untunglah ada Clara disisinya selama masa sulit Richard, hanya hal itu saja yang mampu sedikit mengurangi rasa bersalahku selama ini, ini pun sebagai penghiburan diri saya sendiri.. saya benar benar Ayah yang buruk kan??"


"Jangan bicara begitu Pak, yang terpenting hubungan kalian sekarang telah membaik kan? Richard juga tumbuh menjadi pria yang baik"


"Benarkah? Bolehkah saya berfikir begitu?"


"Tentu saja, sering seringlah mengunjunginya atau berkomunikasi dengannya, lama kelamaan pasti hubungan kalian semakin membaik, karena Richard orang yang pengertian (Hahhh.. jika kau mendengarnya pasti kau sangat berterimakasih padaku kan Richard hehe)"


"Sepertinya Anda juga mengenal baik Putraku ya?"


"Benar.. kami berteman karena dia berteman dengan calon istri saya"


"Baguslah disekitarnya hanya ada orang orang baik, saya cukup lega.. ngomong ngomong saya sudah memilihkan setelannya, anda bisa memilih salah satu diantaranya dan mencobanya " ucap Jonathan sembari menyodorkan beberapa setelan jas berwarna senada engan dress Clara.


"Baiklah.. saya akan coba yang ini dulu"


"Baiklah, biar Robin main dulu sama kakek yaa!!"


"Robin harus nurut yaa!!"


"Iyaa Ayah!"


"Nah.. sekarang ayoo kita pilih untuk Robin!"

__ADS_1


"Asiiikkkkk.. ayoo kakek!!"


Bersambung


__ADS_2