Mantan Aktrisku

Mantan Aktrisku
Rumitnya rasa


__ADS_3

Seperti biasa disela sela waktu senggang Selena selalu mencari cari richard di cafenya, ia mengendap endap mengintip dari luar pintu kaca cafe.. para staff yang melihatnya menganggap ia gadis yang aneh, mereka berpikir Selena menjadi tak waras dan terobsesi dengan Richard karena telah diselingkuhi mantan kekasihnya, iya para staff disana mengetahuinya karena dia satu satunya wanita yang paling mencolok bertingkah seperti gadis yang baru saja putus cinta saat pertama kali datang di cafe itu.


"Wah wah.. lihat Wanita itu lagi, tiap hari begitu mirip stalker" ucap salah satu staff wanita yang sedang mengamati selena dari kejauhan


"Iya bener bener deh yaa.. wajarlah bos kita kan ganteng, ehh ehh itu si bos " ucap staff yang lain


Dari tempat parkir mobil Richard sudah melihat tingkah Selena yang sedang mencari carinya maka dari itu ia tak segera turun dari mobilnya dan menunggu selena pergi, Richard sedikit menghindarinya karena merasa tak nyaman terlihat terlalu disukai oleh seorang wanita yang baru saja dikenalnya, satu jam kemudian Selena belum juga beranjak akhirnya Richard menghampirinya karena merasa iba dan kawatir ia menjadi bahan gunjingan para karyawannya..


"Tuk tuk tuk" Richard menyentuh pundaknya dari belakang.


"Wah... ngagetin!! ucapnya kencang.


"Sebenernya kamu ngapain sih kaya gini tiap hari? kamu mirip stalker tahu."


"Benarkah aku terlihat seperti itu? " ucap selena murung.


"Benar, para staff memperhatikanmu apa kau tahu kau terlihat sangat aneh."


"Aku nggak tau.. tapi ini menyenangkan hehehe" ucap Selena yang tiba tiba ceria kembali.


"Kamu ingin menemuiku kan? Ada yang mau kau bicarakan?"


"Iya benar ada yang mau kubicarakan, tapi jangan disini yaahh ayo kita ke kedai kopi diseberang."


Mereka pun sepakat dan segera berjalan menuju kedai kopi yang ada diseberang jalan, sampai di kedai Richard memesankan kopi dan sepotong cake untuk Selena. Sikap Richard yang begitu pengertian membuat Selena semakin tertarik kepadanya..


"Makanlah.. berhenti menatapku dan berhenti juga senyum senyum begitu."


"Jangan galak galak kenapa " ucap aselena protes.


"Aku mau dengerin apa yang mau kamu katakan tapi janji dulu.. jangan tiap hari berkeliaran di cafe seperti stalker."


"Oke baiklah, yang mau aku katakan.. aku suka Kakak."


"Aku tahu."


"Apa!! Kok Kak Richard udah tahu sih nggak seru ahh."


"Gimana aku bisa nggak tahu kalo kamu nunjukin banget begitu."

__ADS_1


"Tapi aku beneran suka banget sama kak richard sejak kamu menghiburku di balkon cafe."


"Itu cuma sekedar rasa berterima kasih saja.. kamu jangan salah mengartikan perasaanmu sendiri."


"Aku yakin aku nggak salah, meskipun belum lama kita kenal tapi aku yakin ini nggak salah apa kakak pikir aku bodoh? Apa ada alasan lain kenapa kakak bersikap seperti ini?"


"Benar apapun perasaanmu hanya kau yang seharusnya mengetahui perasaan itu.. sebenarnya aku sudah menyukai orang lain, maaf."


"Hahh.. apa orang itu juga menyukaimu? "


"Entahlah."


"Apa kamu tahu orang macam apa yang kamu sukai itu? Dia hanya wanita yang mempermainkan perasaan Kak Richard, dia bukan wanita baik baik."


"Apa maksudmu? Siapa yang kau bicarakan? " ucap Richard emosi.


"Wanita yang kau cintai!! Clara Chan!!"


"Gimana bisa kau tahu? Ahhh itu tak penting, apa yang kau tahu tentang Clara sampai kau bisa berkata begitu? "


"Aku melihatnya memasukkan laki laki lain ke rumahnya."


"Apa kamu pikir aku seorang kriminal? Apa yang kau pikirkan? Astagaa aku tak menyangka kau begitu peduli kepadanya."


Selena meninggalkan Richard dengan perasaan marah yang menggebu gebu sampai tak bisa lagi berkata kata. Didepan cafe selena berpapasan dengan Clara dan Robin.


"Ahh Nona Selena halo" sapa Clara.


Namun Selena hanya melirik Clara dengan tatapan tajam tanpa menjawab salam dari Clara dan berjalan lebih cepat.


"Ibu.. sepertinya Tante itu marah sama ibu" ucap Robin dengan polosnya.


"Iya sepertinya begitu, tapi Ibu tidak merasa pernah berurusan dengannya."


"Biarin aja bu, nggak usah dipikirkan pasti Tante itu marah karena ibu lebih cantik darinya."


"Hahaha Robin bisa aja." ucap Clara tertawa gemas dan mengelus kepala Robin.


Tak lama Richard juga muncul dari arah yang sama dengan Selena dan bertemu Clara yang masih mengobrol dengan Robin di depan cafe.

__ADS_1


"Clara Robin, kalian nggak apa apa kan?" tanya Richard kawatir yang tiba tiba muncul.


"Hei kami nggak papa, seperti biasa kami hanya mampir kesini setelah pulang sekolah."


"Ayo kita masuk dulu kita ngobrol didalem" ucap Richard.


Mereka memasuki cafe yang sedang ada beberapa meja pelanggan.


"Robin sana pilih disert sama Om yang biasa" ucap Richard lagi.


"Oke om" ucap Robin yang berjalan menuju etalase desert.


"Kamu ada masalah apa? Sepertinya tadi kamu sangat kawatir?" ucap Clara.


"Nggak papa kok, kalo ada masalah langsung kabari aku yaa "


"Oohh oke, tadi aku liat Selena dari arah yang sama kaya kamu, keliatannya dia lagi marah banget.. apa jangan jangan abis ribut ya kalian?"


"Nggak ada apa apa kok kami cuma ada sedikit kesalahpahaman aja."


"Kamu harus minta maaf kalo kamu salah sam dia."


"Aku nggak salah kok, dia aja yang udah bicara keterlaluan."


"Yang namanya wanita itu selalu ingin dapat permintaan maaf dari laki laki yang disukainya meskipun sebenarnya itu kesalahan dari si wanita, saat prianya telah mengakui kesalahannya barulah si wanita juga ikut mengakui kesalahannya.. masa baru aja jadian udah marahan aja."


"Hei.. siapa yang jadian?"


"Enggak kah? Dia terlihat sangat menyukaimu loh, apa kau tak menyukainya? Dia cantik baik memesona masih muda, ahh aku ingat kamu bilang sudah menyukai wanita lain yaa sebelum bertemu Selena."


"Itu benar, jadi nggak mungkin aku menyukainya."


"Sehebat apa sebenarnya wanita itu sampe kamu menolak wanita secantik selena, siapa sih? Aku kenal nggak? Apa masih rahasia? "


"Iya masih rahasia."


"Cihh.. terserah kamu saja, tapi aku pengen menasehatimu sebagai sahabat, jangan menyia nyiakan orang yang tulus menyukaimu untuk seseorang yang belum tentu bisa bersama denganmu untuk waktu yang lama."


"Apa kamu sedang membicarakan dirimu sendiri yang tak bisa terus bersamaku? Apa kau memang berharap aku bersama dengan orang lain karena pasti kau takkan memilihku? Apa kau sekalipun tak ingin hidup bersama denganku? Aku tahu kamu menyukai orang itu lebih dari yang kau tahu, tapi aku belum ingin menyerah akan perasaanku kepadamu meskipun jelas jelas aku tahu kau takan memilihku, biarlah apapun pilihanmu nanti yang pasti kini aku masih ingin bersama denganmu seperti ini.. atau mungkin saja aku tak akan pernah sanggup mengungkapkan perasaan yang telah terpendam sekian lama ini, aku tak bisa membayangkan bagaimana reaksimu nanti ketika aku mengatakannya.. mungkin saja kau akan semakin menjauh dariku, aku takut kau semakin merasa terbebani dan terluka lagi. " ucap Richard dalam hati.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2